Kamis, Desember 03, 2009

PENYUSUNAN ANGGARAN PERUSAHAAN SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DALAM PENCAPAIAN TUJUAN



BAB 1
PENDAHULUAN
Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam
rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan
kuantitatif orang lain. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan
laba (proft planing). Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana
operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek
dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan dimasa yang
akan datang.
Untuk melukiskan anggaran dan proses penyusunan anggaran, layaknya
sebagai suatu proyek pembangunan gedung berlantai tiga puluh. Untuk membangun
gedung tersebut diperlukan waktu tiga tahun. Gedung tersebut akan dibangun
berdasarkan cetak biru (blue print) dan berdasarkan rencana biaya yang dibuat oleh
arsitek. Setiap bulan dibuat anggaran biaya untuk pedoman dalam pelaksanaan
kegiatan pembangunan setiap bagian gedung tersebut, sehingga keseluruhan
pekerjaan gedung tersebut dapat terlaksana sesuai dengan blue print yang telah
dibuat dengan rencana biaya yang telah disusun sebelum proyek dilaksanakan.
Pengelolaan perusahaan tidak jauh berbeda dengan pengelolaan suatu proyek
pembangunan gedung yang dijelaskan diatas. Untuk jangka waktu tertentu,
misalnya lima sampai sepuluh tahun, manajemen puncak menetapkan kearah mana
perusahaan akan dijalankan. Manajemen puncak menyusun semacam blue print
tentang kondisi yang akan dicapai perusahaan dalam jangka panjang. Blue print ini
berupa program jangka panjang yaitu pangsa pasar, produk dan teknologi produksi,
keuangan, kepegawaian, citra perusahaan, sistem inforrnasi manajemen, budaya
perusahaan dan lain sebagainya. Manajemen mengalokasikan sumber daya yang
ada untuk setiap program yang disusunnya. Untuk menjamin terlaksananya program
tersebut, manajemen menyusun anggaran yang berisi rencana kerja tahunan dan
taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja
tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana
kerja tersebut. Dalam proses penyusunan anggaran tersebut, ditunjuk manajer yang
bertanggung jawab dalam pelaksanaan rencana kerja dan dialokasikan berbagai
sumber daya yang diperlukan kepada manajer yang bersangkutan. Anggaran
menjamin pelaksanaan rencana kerja dengan biaya yang sesuai dengan yang
direncanakan dalam anggaran. Dengan demikian penyusunan anggaran
dimaksudkan untuk memberikan jaminan pencapaian blue print tentang program
jangka panjang, yang mencakup pangsa pasar, produk dan teknologi produksi,
kepegawaian, keuangan, citra perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya
perusahaan dengan biaya sesuai dengan yang dianggarkan sebelumnya.
Anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu tahun membawa
perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang
diperkirakan. Dengan anggaran, manajemen mengarahkan jalannya perusahaan
kesuatu kondisi tertentu. Mungkinkah perusahaan dijalankan berdasarkan anggaran
yang dibuat tidak berdasarkan program jangka panjang? Mungkin saja manajemen
hanya menyusun anggaran tahunan, tidak menyusun anggaran jangka panjang.Dalam hal demikian, daIam jangka panjang perusahaan sebenarnya tidak berjalan
kearah manapun. Kalau misalnya setelah lima tahun perusahaan semacam ini
mencapai posisi persaingan sebagai market leader, pencapaian posisi bukan hasil
suatu usaha yang terencana, namun lebih sebagai suatu kebetulan.
Proses penyusunan anggaran merupakan proses penyusunan rencana jangka
pendek, yang dalam perusahaan berorientasi laba, pemilihan rencana didasarkan
atas dampak rencana kerja tersebut terhadap laba. Oleh karena itu sering sekali
proses penyusunan anggaran sering sekali disebut sebagai penyusunan rencana laba
jangka panjang (short-run profit planning). Untuk memungkinkan manajemen
puncak melakukan pemilihan rencana kerja yang berdampak baik terhadap laba,
manajemen menggunakan teknik analisa biaya-volume dan laba. Dalam analisis
biaya-volume dan laba ini, informasi akuntansi diffirensial memungkinkan
manajemen untuk melakukan pemilihan berbagai altematif kerja yang akan
dicantumkan dalam anggaran.
Setelah suatu rencana kerja dipilih untuk mencapai sasaran anggaran,
manajer yang berperan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut memerlukan
sumber daya, untuk memungkinkannya mencapai sasaran anggaran.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Ruang Lingkup Anggaran
1. Pengertian Anggaran
Glenn A Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut:
"Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and
formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management"
Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar
manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila
anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi
perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan
bidang-bidang organisasional didalam badan usaha.
Dari defenisi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan :
! Bahwa anggaran harus bersifat formal artinya anggaran disusun dengan sengaja
dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis dan teliti.
! Bahwa anggaran harus bersifat sistematis artinya anggaran disusun dengan
berurutan dan berdasarkan logika.
! Bahwa setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambil
keputusan sehingga anggaran merupakan hasil pengambilan keputusan yang
berdasarkan asumsi tertentu.
! Untuk keputusan yang diambil oleh manajer tersebut, merupakan pelaksanaan
fungsi manajer dari segi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan
pengawasan.
2. Fungsi Anggaran
Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu
manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan
juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang
telah ditetapkan.
1
Glenn A.Welsch, Budgeting Profit Planning and Control, fourth edition, prentice
hall of India Private Limited, New Delhi, 1981, hal.3
a. Fungi Perencanaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini
merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar
pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya.
Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut:
"Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan
membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan
datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang
2

diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan".
Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan
operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan
kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan
dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan
adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.

b. Fungsi Pengawasan
Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam
perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana
yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah
mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu.
Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan
yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer
pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan.
Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah
dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan
yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas
suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin
tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan.

c. Fungsi Koordinasi
Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap
individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan
perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu
bagian dengan bagian lainnya.
Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan
rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana
kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai
sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena
semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya
sudah diatur dengan baik.

d. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan
dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan
pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini
dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk
menjalankan kegiatannya.
2
Winardi, Azas-azas Manajemen, edisi ketujuh, penerbit Alumni Bandung, 1983,
hal.149
3. Hubungan Anggaran Dengan Akuntansi
Statemen or the Accounting Principle Board, No.4, mendefenisikan akuntasi
sebagai berikut :
“Accounting is service acthivity. Its function is to provide quantitative
information, primaly finance in nature, about economics entities that is
intended to be useful in making economic decision in making reasoned choices among alternative cources of action".
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa, fungsinya adalah menyediakan data
kuntitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari satuan usaha ekonomi
yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, dalam hal inilah alternatif
dari suatu keadaan. Untuk menyediakan data, maka setiap transaksi perlu digolong-
golongkan, diringkas dan kemudian disajikan dalam bentuk laporan.
Dengan demikian jika dihubungkan dengan anggaran, data akuntansi
merupakan salah satu sumber utama, hal ini disebabkan akuntansi menyediakan
data historis dan actual yang bersifat keuangan yang memenuhi tujuan analisa
dalam pengembangan rencana-rencana perusahaan.
Selanjutnya penyesuaian anggaran harus disesuaikan dengan sistem
akuntansi yang terdapat dalam perusahaan tersebut, terutama penggolongan
transaksi-transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Penggolongan transaksi-transaksi
dalam perkiraan-perkiraan untuk anggaran harus sama dengan yang ada pada
laporan keuangan, dengan maksud agar dapat diperbandingkan sehingga dapat
diketahui penyimpangan yang terjadi.

4. Hubungan Anggaran dengan Manajemen
Secara sederhana, manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk
mengadakan perencanaan (planning), mengadakan pengorganisasian (organizing),
mengadakan pengarahan dan pembimbingan (directing), mengadakan
pengkoordinasian (coordinating) serta mengadakan pengawasan (controling)
terhadap orang-orang dan barang-barang, untuk mencapai tujuan tertentu yang
telah ditetapkan.
Dari pengertian tersebut nampaklah bahwa ada lima fungsi manajemen yaitu:
a. Menyusun rencana untuk menjadikan sebagai pedoman kerja (planning).
b. Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan pembagian wewenang dan
pembagian tanggung jawab kepada para personil (karyawan) perusahaan
(organizing) .
c. Membimbing, memberi petunjuk dan mengarahkan para karyawan (directing).
d. Menciptakan koordinasi dan kerja sama yang serasi diantara semua bagian-
bagian yang ada dalam perusahaan (coordinating).
e. Mengadakan pengawasan terhadap kerja para karyawan di dalam merealisasikan
apa yang tertuang dalam rencana perusahaan yang telah ditetapkan (controling).
Sebagaimana diatas telah diutarakan, fungsi (kegunaan) budget yang pokok
adalah sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja serta sebagai
alat pengawasan kerja. Bilamana dibandingkan dengan fungsi-fungsi manajemen
tersebut, nampaklah bahwa anggaran mempunyai kaitan yang sangat erat dengan
manajemen, khususnya yang berhubungan dengan penyusunan rencana (planning),
pengkoordinasian kerja (coordinating), dan pengawasan kerja (controling). Dengan
demikian maka nampaklah bahwa anggaran adalah alat manajemen untuk
membantu menjalankan fungsi-fungsinya.
Oleh karena anggaran hanyalah sebagai suatu alat bagi manajemen, maka
meskipun suatu anggaran telah disusun dengan begitu baik dan begitu sempurna,
Jay M.Smith K.Fred Shouse, Intermediate Accounting. 6í th Edition, south
Western Publishing: Co, Ohio 1981, hal.2
namun kehadiran manajemen (manajer) masih mutlak diperlukan. Anggaran yang
baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta realisasinya nanti
juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh tangan-tangan manajemen
(manajer) yang trampil dan berbakat. Disamping itu, anggaran sebagai suatu alat
masih juga mengandung beberapa kelemahan-kelemahan, antara lain:
a. Anggaran disusun berdasarkan taksiran-taksiran (forecasting). Betapapun
cermatnya taksiran tersebut dibuat namun amatlah sulit untuk mendapatkan
taksiran yang benar-benar akurat dan kemudian sama sekali tidak berbeda
dengan kenyataannya nanti.
b. Taksiran-taksiran dalam anggaran disusun dengan mempertimbangkan berbagai
data, infoffilasi dan faktor-faktor baik yang baik controlable maupun yang
uncontrolable. Dengan demikian, jika nantinya terjadi perubahan-perubahan
terhadap data informasi serta faktor-faktor tersebut akan merubah pula
ketetapan taksiran-taksiran yang telah disusun tersebut.
c. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan (realisasi) anggaran sangat tergantung pada
manusia-manusia pelaksananya. Anggaran yang baik tidak akan bisa
direalisasikan bilamana para pelaksananya tidak mempunyai ketrampilan serta
kecakapan yang memadai.
Dengan demikian nampaklah bahwa anggaran sebagai suatu alat,
penggunaannya, modifikasinya serta pelaksanaannya sangat tergantung pada
manusia-manusianya. Oleh sebab itulah maka kehadiran manajemen (manajer)
mutlakdiperlukan bagi perusahaan.
Begitu pula halnya dengan perusahaan, perusahaan yang cenderung
memandang kedepan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada
masa yang akan datang. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan
ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya.
Dimana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu
mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari.
Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seseorang General
Manager yang sukses, maka sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk
kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pada perusahaan
manufaktur (pabrik) atau kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien dan tingkat
keuntungan akan lebih besar apabila manajemen memperhatikan rencana untuk
aktivitas-aktivitasnya di masa depan.
Hubungan yang lain antara anggaran dengan manajemen adalah dalam
membantu manajemen dalam mengelola perusahaan. Manajemen harus mengambil
keputusan-keputusan yang paling menguntungkan perusahaan, seperti memilih
barang-barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih atau menyeleksi
langganan, menentukan tingkat harga, metoda-metoda produksi, metoda-metoda
distribusi, termin penjualan.
Dalam kaitan dan hubungan antara anggaran dan management yang sangat
erat dalam hal penyusunan perencanaan. Dalam hal ini anggaran bermanfaat untuk
membantu manajemen meneliti, mempelajari masalah-masalah yang berhubungan
dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kala lain, sebelum merencanakan
kegiatan manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih
dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua
kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan
finansial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan,
penjualan, pengembangan produk clan lain sebagainya.
Dalam bidang perencanaan lain misalnya mengerahkan seluruh tenaga dalam
perusahaan untuk menentukan arah atau kegiatan yang paling menguntungkan.
Anggaran yang disusun untuk jangka waktu yang panjang dan schedule yang teratur, akan sangat membantu dalam mengerahkan dengan tepat tenaga-tenaga
kepala bagian, salesmen, kepala cabang dan semua tenaga operasional.
Dalam menentukan tujuan-tujuan perusahaan manajemenlah yang dapat
menentukan tujuannya secara jelas dan logis (Dapat dilaksanakan) adalah
manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor.
Anggaran dapat membantu manajemen dalam memilih; mana tujuan yang dapat
dilaksanakan dan mana yang tidak. Dengan di susunnya perencanaan yang
terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul sehingga membantu dan
menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.

5. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Kebijaksanaan Dalam Perencanaan
Seorang manajer dalam suatu perusahaan tentu saja dapat menyusun
rencana untuk kegiatan perusahaannya. Berapa volume output yang akan dapat
dijual, berapa rupiah yang akan diterima dari penjualan itu, berapa volume yang
hams diproduksi agar sesuai dengan rencana penjualan. Berapa inventory yang
hams disisakan, berapa volume bahan mentah yang digunakan dan sebagainya.
Tetapi seorang manajer tidak dapat mengabaikan beberapa faktor yang
mempengaruhi segala perencanaan yang dilakukannya tersebut. Faktor-faktor
tersebut adalah :
"a. Produk
b. Pasar
c. Kebijaksanaan Distribusi
d. Rencana Produksi
e. Rencana Penelitian dan Pengembangan
f. Organisasi
g. Finansial".
Kebijaksanaan manajemen dalam perencanaan harus memperhatikan hal-hal
yang berhubungan dengan produk atau barang/jasa yang dihasilkan seperti: trend
penjualan, harga produk, disertifikasi produk, kualitas produk, desain produk, style
produk, identitas produk (trade mark, bungkusnya).
Sedangkan faktor kedua yang perlu diperhatikan adalah pasar, dimana
produk akan dijual. Berhasilnya suatu produk dipasarkan tergantung pada sifat
produk itu sendiri, harga produk, dan kebijaksanaan dalam pemilihan metoda
penjualan dan distribusi. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: data tentang
konsumen (pembeli), potensi pasar, kebiasaan membeli, sifat persaingan yang
dihadapi.
Setelah memperhitungkan faktor produk dan pasar, juga perlu
memperhitungkan cara mencapai pasar tersebut dengan membuat program
distribusi dengan memilih dan melatih para salesman, memilih saluran distribusi
yang paling tepat, memilih media promosi dan advertensi, dan terakhir menentukan
kebijaksanaan harga.
Kemudian masuk ke faktor yang keempat yaitu dengan memperhitungkan
yang berhubungan ke program produksi seperti: Bahan mentah dan bahan
pembantu, buruh, lokasi pabrik, layout pabrik, kapasitas pabrik, dan proses
produksi.
Dengan mengadakan program penelitian dan pengembangan produk-
produknya, merupakan pertumbuhan kehidupan perusahaan dalam usaha
perusahaan tersebut. Program penelitian dan pengembangan suatu perusahaan ikut
mempengaruhi rencana yang disusun oleh manajer perusahaan seperti: besarnya
biaya yang diperlukan untuk program penelitian dan pengembangan, ada tidaknya
korelasi antara kegiatan penelitian dengan tingkat penjualan, manfaat yang akan
diperoleh dari program tersebut dan lain sebagainya.

6. Aspek dan Manfaat Anggaran
Fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.
Semakin terbatasnya sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dan
semakin kompleksnya masalah perusahaan, memaksa manajer untuk menggunakan
sumber-sumber tersebut secara bijaksana, terarah dan terkendalikan dengan efektif
dan efisien. Perencanaan adalah spesifikasi (perumusan) dari tujuan perusahaan
yang ingin dicapai serta penentuan cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai
tujuan tersebut, jadi perencanaan mengandung aspek :
(1) Penentuan tujuan yang akan dicapai
(2) Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh dari semua alternatif yang
mungkin dipilih.
(3) Usaha-usaha atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan
atas dasar alternatif yang dipilih.
Manfaat penting adanya perencanaan yang baik di dalam suatu perusahaan
adalah:
(1) Karena tujuan yang ingin dicapai telah ditetapkan (dirumuskan), maka
pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan dengan efektivitas dan efisiensi
setinggi mungkin.
(2) Dapat untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan tersebut dapat
dicapai dan dapat dilakukan koreksi-koreksi atas penyimpangan-penyimpangan
yang timbul seawal mungkin.
(3) Dapat mengindentifikasikan hambatan-hambatan yang timbul dan
mengatasinya secara terarah.
(4) Dapat menghindarkan adanya kegiatan, pertumbuhan, dan perkembangan
yang tidak terarah dan terkontrol.

7. Keuntungan dan Keterbatasan Anggaran
7.1. Keuntungan Pemakaian Anggaran
Pemakaian anggaran di dalam perusahaan memberikan keuntungan-
keuntungan sebagai berikut :
a. Penyusunan anggaran merupakan kekuatan manajemen dalam menyusun
perencanaan, dimana manajemen melihat ke depan untuk menentukan tujuan
perusahaan yang dinyatakan di dalam ukuran finansial.
b. Anggaran dapat digunakan alat koordinasi berbagai kegiatan perusahaan,
misalnya koordinasi antara berbagai penjualan dengan kegiatan produksi.
c. Implementasi anggaran dapat menciptakan alat untuk pengawasan kegiatan
perusahaan. Penyimpangan antara anggaran dengan realisasi dihitung dan
dianalisa, dan manajemen dapat mengetahui adanya penyelewengan tersebut.
d. Berdasarkan teknik yang digunakan dalam anggaran, manajemen dapat
memeriksa dengan seksama penggunaan sumber ekonomi yang dimiliki
perusahaan apakah dapat berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif).
e. Pemakaian anggaran mengakibatkan timbulnya suasana yang bersemangat
untuk memperoleh laba, timbul kesadaran tentang pentingnya biaya sebelum
dana disediakan. Tekanan anggaran bukan semata-mata menekan biaya, akan
tetapi adalah memaksimalkan laba dalam jangka panjang, dan tambahan biaya
akan dibenarkan apabila tambahan biaya tersebut diperkirakan dapat
meningkatkan laba.
r. Pemakaian anggaran dapat mendorong dipakainya standar sebagai alat pengukur
prestasi suatu bagian atau individu di dalam organisasi perusahaan.
g. Pemakaian anggaran dapat membantu manajemen di dalam pengambilan
keputusan untuk memilih beberapa alternatif yang mungkin dilaksanakan,
misalnya: membuat atau membeli, membuat atau menyewa, menolak atau menerima pesanan, khusus, mendorong atau mengurangi produk tertentu dan
sebagainya.

7.2. Keterbatasan Anggaran
Disamping keuntungan-keuntungan dari pemakaian anggaran perlu diketahui
pula adanya keterbatasan dari anggaran sebagai berikut:
a. Anggaran didasarkan pada estimasi atau proyeksi atas kegiatan yang akan
datang, ketepatan dari estimasi sangat tergantung kepada pengalaman dan
kemampuan dari estimator atau proyektor, ketidak tepatan anggaran berakibat
tidak baik sebagai alat perencanaan, koordinasi, dan pengawasan dengan baik.
b. Anggaran harus selalu disesuaikan dengan perubahan kondisi dan asumsi.
Anggaran disusun atas dasar kondisi dan asumsi yang mendasari penyusunan
anggaran mengharuskan adanya revisi anggaran agar anggaran tersebut dapat
digunakan sebagai alat manajemen. Perubahan kondisi atau asumsi misalnya
dapat berupa: laju inflasi atau kebijakan pemerintah di bidang ekonomi.
c. Anggaran dapat dipakai sebagai alat oleh manajemen hanya apabila semua
pihak, terutama manajer-manajer perusahaan, secara terus-menerus dan
terkoordinasi berusaha dan bertanggung-jawab atas tercapainya tujuan yang
telah ditentukan di dalam anggaran.
d. Semua pihak di dalam perusahaan perlu menyadari bahwa anggaran adalah alat
untuk membantu manajemen, akan tetapi tidak dapat menggantikan fungsi
manajemen dan "judgement" manajemen masih diperlukan atas dasar
pengetahuan dan pengalamannya.

8. Syarat-syarat Pokok dari Program Anggaran yang Berhasil
Program anggaran akan berhasil apabila memenuhi syarat-syarat pokok
sebagai berikut:
1. Organisasi Perusahaan yang Sehat
Organisasi yang sehat adalah organisasi yang disusun berdasarkan sistem
organisasi tertentu, dapat mengadakan pembagian tugas fungsional dengan
jelas, dan menentukan garis wewenang dan tanggung jawab dengan tegas.
2. Sistem Akuntansi yang Memadai
Keberhasilan program anggaran harus didukung oleh sistem akuntansi yang
memadai, meliputi:
a. Penggolongan rekening yang sama antara anggaran dengan realisasi yang
akan dicatat oleh akuntansi, sehingga antara anggaran dengan realisasi dapat
diperbandingkan.
b. Pencatatan akuntansi terhadap transaksi akan memberikan informasi dari
realisasi anggaran.
c. Laporan yang disajikan dapat dibuat sesuai dengan penentuan tingkat
pertanggungjawaban dari bagian atau individu di dalam perusahaan.
3. Penelitian dan Analisa
Penelitian dan analisa diperlukan untuk menetapkan alat pengukur prestasi, yang
dapat berupa standar atau taksiran, sehingga anggaran dapat dipakai dasar
analisa untuk mengukur prestasi yang baik.
4. Dukungan dari Para Pelaksana
Anggaran dapat berjalan baik apabila ada dukungan aktif dari para pelaksana
dari tingkat alas maupun bawah, hal ini menyangkut hubungan antar manusia
dalam melaksanakan kegiatan, oleh karena itu patokan yang dipakai mengukur
prestasi dengan adil harus dimiliki.
B. Jenis-jenis Anggaran pada Perusahaan
1. Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan merupakan anggaran yang sangat penting dalam
penentuan proyeksi penjualan dan penghasilan yang realistis dan pendukung utama
dalam menyusun rencana anggaran komprehensip perusahaan. Sebab jika anggaran
penjualan bersifat tidak realistis seperti "over convidance" atau terlalu percaya diri
maka sebagian besar bagian dari rencana laba keseluruhan juga akan ikut tidak
realistis.
Adapun defenisi dari anggaran penjualan itu sendiri adalah "Anggaran yang
menerangkan secara terperinci tentang penjualan perusahaan dimasa datang dimana
didalamnya ada rencana tentang jenis barang, jumlah, harga, waktu serta tempat
penjualan barang.
Anggaran penjualan perlu dikembangkan dengan teliti agar anggaran-
anggaran operasi dan anggaran finansial saling isi mengisi dan saling memantau
dalam menyusun rencana anggaran komprehensip. Agar anggaran penjualan lebih
teliti dan meyakinkan maka diperlukan "Tim Peramal Penjualan" yang terdiri dari
beberapa ahli dari bidang distribusi dan didukung oleh ahli-ahli bidang keuangan,
produksi dan dari bidang lainnya. Peramalan penjualan akan menilai target penjualan
yang akan dicapai sebagai dasar penjualan.
Sebaliknya, rencana anggaran penjualan dapat dipergunakan untuk
menyusun pembuatan bagian-bagian dari anggaran-anggaran lainnya.
Tujuan utama dari anggaran penjualan adalah:
1. Mengurangi ketidakpastian dimasa depan
2. Memasukkan pertimbangan /keputusan manajemen dalam proses perencanaan
3. Memberikan informasi dalam profit planing control
4. Untuk mempermudah pengendalian penjualan
Suatu anggaran penjualan yang lengkap sebaiknya menunjukkan gambaran
sebagai berikut :
! Penjualan dirinci menurut bulan, kwartalan, semester dan tahunan.
! Penjualan dirinci menurut jenis-jenis produk
! Penjualan dilakukan menurut daerah pemasaran
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam rangka penyusunan anggaran
penjualan antara lain:
! Penelitian dan peramalan penjualan
! Fungsi anggaran penjualan
! Tahap-tahap peramalan penjualan
! Metode peramalan penjualan

1.1. Penelitian dan Peramalan Penjualan
Pada umurnnya apa yang direncanakan pada anggaran penjualan merupakan
dasar perencanaan dari seluruh komponen anggaran lainnya, artinya perencanaan
penjualan merupakan "kunci keberhasilan dari rencana anggaran komprehensip.
Taksiran proyeksi volume penjualan yang realistis akan menggambarkan suatu
rencana penjualan yang cukup tepat dan hampir mendekati penjualan yang
sebenarnya, paling tidak memenuhi target dan tidak mengalami penyimpangan yang
terlalu jauh.
Proyeksi volume penjualan yang teliti adalah hasil dari ramalan penjualan
yang teliti. Peramalan penjualan yang teliti akan tergantung dari beberapa segi yang
harus diperhatikan yaitu dari segi intern dan ekstern perusahaan.
Adapun contoh-contoh dari fakta intern/control label factor ialah:
* Modal yang dimiliki * Kapasitas produksi
* Kemungkinan investasi * Sumber daya manusia
* Kebijakan perusahaan * Hasil penjualan tahun lalu
* Pemilihan saluran distribusi * Fasilitas yang dimiliki perusahaan
Sedang contoh-contoh dari factor ekstern /uncontrollabel factor ialah:
* Keadaan pasar * Posisi perusahaan dalam pasar tersebut
* Persaingan * Tingkat pertumbuhan penduduk
* Selera konsumen * Kebiasaaan di masyarakat
* Adat istiadat * Tingkat penghasilan masyarakat
* Keadaan perekonomian nasional * Kemajuan teknologi
Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa dalam faktor intern perusahaan pada
umumnya dapat diawasi, sebab masalahnya bagi perusahaan semata-mata adalah
kemampuan manajemen untuk mengelola faktor-faktor produksi yang tersedia. Tapi
bagaimanapun, faktor-faktor ekstern perlu diperhitungkan kemungkinannya dan
kemungkinan inipun sulit diketahui maupun diramalkan sehingga sering dianggap
sebagai faktor yang diluar dugaan.

1.2. Fungsi Anggaran Penjualan
Fungsi dari anggaran penjualan dalam suatu perusahaan dapat disimpulkan
sebagai berikut :
! Anggaran penjualan adalah dasar perencanaan atas kegiatan perusahaan pada
umumnya.
Anggaran penjualan terlebih dahulu disusun baru kemudian komponen-komponen
anggaran lainnya, sehingga dapat menggambarkan suatu rencana anggaran
komprehensip. Kemudian tahap berikutnya segera dapat menyusun anggaran
produksi untuk memenuhi jumlah barang jadi yang harus segera di produksikan
untuk memenuhi penjualan.
! Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi dan mengarahkan setiap
pelaksanaan divisi Pemasaran.
Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi adalah untuk memantau tugas kepada
divisi produksi supaya jangan kehabisan persediaan barang jadi dan sebaliknya
anggaran produksi memantau kebagian pembelian, sehingga terdapat keserasian
dalam membentuk anggaran komprehensip.
! Anggaran penjualan sebagai alat pengorganisasian
Anggaran penjualan berarti penetapan target-target penjualan atas setiap anatomi
organisasi pemasaran yang dilakukan oleh para penjual, pengawas penjual dan
manajer-manajer pemasaran. Pihak-pihak diatas perlu diorganisasikan sesuai
dengan daerah-daerah pemasaran guna mencapai target penjualan yang tertera
pada anggaran penjualan.
! Anggaran penjualan sebagai alat pengawasan bagi manajemen
Keberhasilan suatu anggran konprehensif dalam suatu perusahaan tergantung
kepada keberhasilan anggaran penjualan. Sebaliknya dengan tersusun anggran
penjualan secra terperinci memungkinkan manajemen lebih gampang untuk
menyusun anggran lainnya adalah berpedoman kepada anggran penjualan.

1.3. Tahap-tahap Peramalan Penjualan
Tahap-tahap peramalan penjualan dapat dibagi atas beberapa analisa sebagai
berikut:
! Analisa penjualan
Analisa penjualan pada masa yang lalu, merupakan analisa bulanan, kuartalan,
tahunan ataupun triwulan dan panca tahunan, yang berhubungan dengan analisa
produk, daerah pemasaran, langganan maupun pesanan atas barang-barang. Analisa
penjualan adalah suatu analisa tentang penjualan yang berhubungan erat dengan
daerah pemasaran, produk, langganan, pesanan dan lain-lain.
! Analisa pasar
Analisa pasar sangat penting sekali mengingat taksiran permintaan ataupun potensi
penjualan, dengan cara menentukan porsi pasar suatu barang tertentu. Analisa
pasar jangka panjang dan jangka pendek diadakan melalui peramalan penjualan
dengan mempelajari potensi permintaan. Selain itu beberapa segi yang perlu
dianalisa dalam penelitian pemasaran antara lain adalah peramalan penjualan, cara-
cara pemasaran, peranan reklame dan promosi, penentuan lokasi perusahaan,
penelitian selera konsumen, analisa produk dan penentuan harga jual.
! Analisa fungsi produksi
Analisa fungsi produksi merupakan kemampuan manajemen dalam pengalihan
faktor-faktor produksi yang tersedia menjadi produksi sehingga tersedianya
kuantitas penjualan tergantung kepada kuantitas produksi yang akan dihasilkan
sesuai dengan faktor-faktor produksi yang tersedia.

1.4. Metode Peramalan Penjualan
Metode peramalan penjualan yang dapat digunakan dalarn perusahaan adalah
banyak sekali seperti metode komposisi tenaga penjual, metode opini para eksekutif,
metode statistika peramalan penjualan. Tapi yang paling sering digunakan adalah
metode kuadrat terkecil atau lebih lazim disebut dengan metode trend.
Dengan mempergunakan metode kuadrat terkecil ini, perusahaan akan dapat
melakukan perhitungan peramalan penjualan produk perusahaan melalui dua macam
bentuk yaitu bentuk linier/garis lurus dan bentuk kuadrat/garis lurus dan bentuk
kuadrat/garis lengkung. Bentuk mana yang akan digunakan oleh perusahaan
tergantung dari bentuk mana yang paling sesuai dengan kondisi yang berlaku
diperusahaan saat ini.
Adapun bentuk umum dari trend garis lurus dan garis lengkung yang sering
dipergunakan untuk penyusunan peramalan penjualan produk perusahaan tersebut
adalah sebagai berikut :
Y = a + bx untuk trend garis lurus, serta
2
untuk trend garis lengkung
Y = a + bx + cx
Dimana :
Y = variabel yang akan diramalkan, dalam hal ini adalah peramalan penjualan
produk perusahaan.
a = konstanta yang akan menunjukan besarnya harga Y apabila X sama dengan 0
(nol)
b = variabel per x" yaitu menunjukkan besamya perubahan nilai Y dan setiap
perubahan satu unit x.
x = unit waktu, yang dapat dinyatakan dengan minggu, bulan, semester, tahun dan
lainnya tergantung kepada kesesuaian dari perusahaan itu sendiri.
Di dalam mempergunakan model peramalan penjualan produk perusahaan
seperti diatas, maka Y adalah merupakan variabel yang akan dicari atau variabel
yang diramalkan. X merupakan unit waktu, sehingga manajemen perusahaan yang
akan menentukan untuk nilai X, berapa besar peramalan tersebut akan dilakukan.
Oleh karena itu dalam penyelesaian peramalan tersebut perlu ditentukan terlebih
dahulu besarnya nilai a dan b untuk garis lurus atau nilai a, b dan c untuk trend garis
lengkung.
Untuk mencari besarnya nilai a, b, dan c maka dapat dilakukan dengan
mempergunakan rumus-rumus sebagai berikut:
2
dengan syarat ?X = 0 untuk trend garis lurus, dan
a = ?Y/n dan b = ??Y/?X
2
?Y = na + c?X
2
?XY = b?X
2 2 4
?X Y = a?V + c?X dengan syarat ?X = 0 dimana n adalah sama dengan jumlah
data.

Comments :

1
kursijati mengatakan...
on 

artikel yang bgus gan ....

WAKTU SHALAT

Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:
 
Memuat...

Followers

Copyright © 2009 by Sultan's Weblog
Themes : Magazine Style by Blogger Magazine