<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514</id><updated>2012-01-19T12:30:40.312+08:00</updated><category term='Manajemen SDM'/><category term='manajemen resiko'/><category term='ekonomi manajerial'/><category term='Hukum Ekonomi'/><category term='Artikel Motivasi'/><category term='manajemen kompensasi'/><category term='rahasia sukses'/><category term='Budidaya'/><category term='Ekonomi pembangunan'/><category term='Manajemen Koperasi'/><category term='Kewira usahaan'/><category term='manajemen operasi'/><category term='kewirausahaan'/><category term='kewiusahaan'/><category term='Manajemen Stratejik'/><category term='Penganggaran Perusahaan'/><title type='text'>Sultan's Weblog</title><subtitle type='html'>Berpacu dengan waktu untuk meraih kesuksesan...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-966850520687744299</id><published>2011-12-23T09:23:00.006+08:00</published><updated>2012-01-19T12:30:40.321+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Kerja adalah Sebuah Kehormatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jSvhOgci9Wg/TxecSd-zo1I/AAAAAAAAAI8/a4KUuwZYCwg/s1600/bekerja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jSvhOgci9Wg/TxecSd-zo1I/AAAAAAAAAI8/a4KUuwZYCwg/s400/bekerja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699195694560289618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, "Pak mau beli kue, Pak?"&lt;span id="fullpost"&gt; Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab "Tidak, saya sedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;makan". Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; tersebut menjawab: "Tidak dik saya sudah kenyang".&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; berpikir "Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang di rumah". Ini adalah sebuah&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; usaha yanggigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; pas-pasan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Saat pemuda tadi beranjak pergidari warung tersebut anak kecil penjaja&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. "Pak mau beli kue saya?",&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 2000,- dari dompet dan ia&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; berikan sebagai sedekah saja. "Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; anak dikasih uang kok malah dikasihkan kepada orang lain. "Kenapa kamu&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; tersenyum lugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama ibu di rumah,ingin&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; tidak suka saya jadi pengemis".&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; ibunya,bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil,&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; dimiliki oleh anak kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan", ia akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Makna yang bisa diambil :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam mempunyai&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita menjadi "hijau" melihat&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; uang, sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; yg kita miliki.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun yang kita kerjakan, sejauh itu&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;IN MATTERS OF PRINCIPLE STANDS LIKE A ROCK, IN MATTERS OF TASTE SWIM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;WITH THE CURRENT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-966850520687744299?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/966850520687744299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=966850520687744299&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/966850520687744299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/966850520687744299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2011/12/kerja-adalah-sebuah-kehormatan.html' title='Kerja adalah Sebuah Kehormatan'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jSvhOgci9Wg/TxecSd-zo1I/AAAAAAAAAI8/a4KUuwZYCwg/s72-c/bekerja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-1415882343410152186</id><published>2010-01-13T10:35:00.001+08:00</published><updated>2010-01-13T10:43:17.711+08:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN DAN FUNGSI  MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/S00y9QbvKjI/AAAAAAAAAHw/II4flbVFkA0/s1600-h/manajemen+sdm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/S00y9QbvKjI/AAAAAAAAAHw/II4flbVFkA0/s200/manajemen+sdm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426049154016029234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.1 Pengertian Manajemen Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;Pemahaman tentang pengertian MSDM didefenisikan berbeda oleh penulis dengan manajemen personalia.&lt;br /&gt; “Manajemen sumberdaya manusia merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan2 pengadaan,pengembangan,pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan  dan pelepasan sumberdaya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu organisai dan masyarakat“&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Manajemen  Peresonalia  adalah  perencanaan,  pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan2 pengadaan , pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan  &amp; pelepasan  sumberdaya manusia agar tercapai tujuan organisasi dan masyarakat” &lt;br /&gt;1.2 Peran &amp; Pentingnya Manajemen Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;Sumberdaya manusia adalah faktor sentral dlm satu organisasi. Apapun bentuk &amp; tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi u/kepentingan manusia &amp; dlm pelaksanaanya misi tersebut dikelola o/manusia. Jadi  manusia merupakan  faktor strategis dlm semua kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;Meningkatnya peran manajemen sumberdaya manusia disebabkan o/ keyakinan organisasi akan perannya yg strategis demi kesuksesan kompetitif organisasi. Keunggulan kompetitif sangat bergantung pada inovasi. Inovasi sendiri dipengaruhi o/ faktor motovasi &amp; moral kerja karyawan.&lt;br /&gt;Gambar Peran sumberdaya manusia&lt;br /&gt; ADMINISTRASI  OPERASI  STRATEGI &lt;br /&gt;FOKUS Proses administrasi &lt;br /&gt;Penyimpanan data  Pendukung kegiatan  Organisasi global &lt;br /&gt;WAKTU  Jangka pendek &lt;br /&gt;(&lt; 1 tahun)  Jangka menengah &lt;br /&gt;( 1 – 2 tahun )  Jangka panjang &lt;br /&gt;( 2 – 5 tahun ) &lt;br /&gt;JENIS KEGIATAN  Mengadministrasi &lt;br /&gt;Manfaat tenaga &lt;br /&gt;Kerja menjalankan &lt;br /&gt;Orientasi tenaga &lt;br /&gt;Kerja baru,mem-&lt;br /&gt;Buat kebijakan &amp; &lt;br /&gt;Prosedur SDM.&lt;br /&gt;Menyiapkan laporan pekerjaan.  Mengelola program&lt;br /&gt;Kompensasi,merekrut &lt;br /&gt;&amp;menyeleksi jabatan &lt;br /&gt;Yg kosong.&lt;br /&gt;Menjalankan pelatihan dgn aman.&lt;br /&gt;Mengatasi keluhan tenaga kerja.  Menilai kecende-&lt;br /&gt;Rungan masalah &lt;br /&gt;Tenaga kerja.&lt;br /&gt;Melakukan ren-&lt;br /&gt;cana pengem-&lt;br /&gt;bangan &amp; komu-&lt;br /&gt;nikasi.&lt;br /&gt;Restrukturisasi &lt;br /&gt;&amp; perampingan.&lt;br /&gt;Merencanakan &lt;br /&gt;Strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Peran administrasi MSDM : fokus pada pemrosesan &amp; penyimpana data,meliputi penyimpanan database &amp; arsip pegawai, proses klaim keuntungan, kebijakan organisasi tentang program pemeliharaan &amp; kesejahteraan pegawai, pengumpulan dokumen dsb.&lt;br /&gt;• Peran operasional MSDM : peran ini bersifat taktis, meliputi pemrosesan lamaran pakerjaan, proses seleksi &amp; wawancara, kepatuhan terhadap kebijakan &amp; peraturan, peluang bekerja dgn kondisi baik,pelatihan &amp; pengembangan, program K3, &amp; sistem kompensasi.&lt;br /&gt;• Peran strategis MSDM : keunggula kompetitif dari unsur  SDM&lt;br /&gt; merupakan kelebihan yg dimiliki o/peran ini. Peran strategis &lt;br /&gt; ini menekankan bahwa orang2 dlm organisasi merupakan  sumberdaya yg penting &amp; investasi organisasi yg besar.&lt;br /&gt; agar SDM dpt berperan strategis maka harus fokus pada masalah2 &amp; implikasi SDM jangka panjang. Bagaimana kependududkan tenaga kerja &amp; kekurangan tenaga kerja akan memengaruhi organisasi &amp; cara apa yg digunakan menyiasati masalah kekurangan ini.&lt;br /&gt;1.3 Model Manajemen  Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;Perencanaan                Proses Input        Transformasi                       Proses output&lt;br /&gt;Perencanaan SDM                 Rekrutmen                 Transfer promosi                Penilai kinerja &lt;br /&gt;                                                                                      dan demosi &lt;br /&gt;Desain &amp; analisis                    Seleksi                        Pelatihan                           Produktivitas &lt;br /&gt;Pekerjaan &lt;br /&gt;Struktur organisasi                 Penempatan             Pengembangan org          Evaluasi dari &lt;br /&gt;                                                                                      manajemen                        konsekuensi &lt;br /&gt;                                                                                                                                      pengembangan &lt;br /&gt;                                                                                                                                      dan strategi &lt;br /&gt;                                                                                    Manajemen kompensasi &lt;br /&gt;                                                                                     Pelayanan dan keuangan &lt;br /&gt;                                                                                   Program kesehatan dan &lt;br /&gt;                                                                                    keamanan &lt;br /&gt;                                                                                     Kegiatan hubungan pekerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;• Perencanaan  meliputi :&lt;br /&gt; 1. Perencanaan SDM, merupakan salah satu tipe strategis sama halnya dgn perencanaan keuangan, pemasaran, dan produksi. Melibatkan analisis supply n demand, termasuk teknik peramalan.&lt;br /&gt; 2. Desain dan Analisis jabatan, kebutuhan organisasi harus diorganisasikan melalui sistem job support the companies strategies. Untuk itu harus dilakukan analisis jabatan, uraian jabatan, penugasan &amp; membangun tanggung jawab, serta spesifikasi jabatan. Hal tersebut merupakan persyaratan untuk kesuksesan &amp; kemapanan kinerja.&lt;br /&gt; Tujuan analisa jabatan : mengindikasikan bagaimana pekerjaan itu akan diselesaikan.&lt;br /&gt; Analisa jabatan : kunci dari fungsi kinerja. Evaluasi pekerjaan berguna u/pemberian kompensasi,seleksi,pelatihan,keamanan manajemen dan penataan karier.&lt;br /&gt; 3. Struktur organisasional,sangat dibutuhkan &amp; sangat terkait dgn perencanaan strategi. Perencanaan  organisasi struktur secara khusus dibuat o/manajemen puncak  unit2 yg sdh mapan dari departemen SDM.&lt;br /&gt;• Input proses, meliputi :&lt;br /&gt; 1. Rekrutmen,pendekatan yg digunakan adalah ketentuan dari perencanaan sumberdaya manusia &amp; melalui persyaratan tindakan yg disepakati.&lt;br /&gt; 2. Seleksi, u/melakukan seleksi  pekerjaan harus dilakukan rekrutmen yg efektif . Seleksi  n penempatan  dimasukkan dlm  proses strategi melalui sususnan kepegawaian  u/formulasi strategi &amp; disajikan kepada karyawan u/diimplementasikan. Menggunakan seleksi secara efektif  dapat dijadikan kriteria u/sukses.&lt;br /&gt; 3. Penempatan, keputusan penempatan melibatkan transfer internal, promosi, &amp; demosi yg selalu diinformasikan melalui berbagai macam pendekatan seleksi dan melalui penilian kinerja. Pada tahun sekarang downsizing telah menjadi alasan u/ beberapa promosi &amp; demosi. Persoalan utama yg berhubungan dengan promosi telah menjadi dasar alasan munculnya suatu kendala2 ke arah mobilitas dari kaum wanita &amp; minoritas. &lt;br /&gt;• Transformasi/proses mediasi &lt;br /&gt;1. Transfer,terjadi pada saat seseorang dipindahkan ke posisi baru yg secara esensial memiliki kelas &amp; tingkat kompensasi yg sama. Sering kali tersebut sama, tetapi dibutuhkan pada kasus yg berbeda.&lt;br /&gt;2. Promosi, pemindahan seseorang ke tingkat pekerjaan &amp; kompensasi yg lebih tinggi, termasuk dlm proses seleksi. Dengan demikian, jika strategi lebih diimplimintasikan secara efektif maka memungkinkan seseorang untuk dipromosikan.&lt;br /&gt;3. Demosi, kasus penempatan terbaik seringkali dibuat u/seseorang melalui demosi, yaitu penurunan ke posisi tingkat yg lebih rendah. Sering kali, seseorang dipindahkan dengan berbagai macam alasan. Dlm bekerja, seseorang diharuskan u/memiliki suatu kemampuan a/ keterampilan.&lt;br /&gt;4. Pelatihan, dimaksudkan u/memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan &amp; teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci, &amp; rutin.&lt;br /&gt;5. Pengembangan organisasi, latihan ini dilakukan apabila manajemen ingin menyiapkan karyawan  u/memegang tanggung jawab pekerjaan diwaktu mendatang. Kegiatan ini disebut dgn pengembangan SDM,yg meliputi memperbaiki &amp; meningkatkan pengetahuan kemampuan, sikap &amp; kepribadian.&lt;br /&gt;6. Kompensasi, salah satu cara manajemen u/meningkatkan prestasi kerja adlh dgn stimulasi melalui kompensasi. Kompensasi adlh segala sesuatu yg diterima karyawan sebagai balas jasa u/kerja mereka.&lt;br /&gt;7. Tunjangan &amp; pemberian fasilitas, merupakan salah satu program dlm organisasi yg ditujukan pada kesejahteraan karyawan . Para karyawan menyadari keuntungan2 program  tersebut dpt memberikan motivasi &amp; nilai tambah pada kinerja mereka.&lt;br /&gt;8. program keselamatan &amp; kesehatan,tujuanx adl u/membantu, melindungi, &amp; menjaga karyawan agar senantiasa bekerja dgn aman &amp; nyaman.&lt;br /&gt;9. Hubungan serikat pekerja, keberadaan serikat pekerja mengubah lingkungan kerja &amp; hubungan antara para karyawan &amp; organisasi.&lt;br /&gt;• Output Proses,meliputi :&lt;br /&gt;1. Penilaian kinerja, bertujuan mengevaluasi a/ menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dpt memperbaiki keputusan personalia &amp; memberikan umpan balik kpd para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.&lt;br /&gt;2. Produktivitas, peningkatan produktivitas dpt dilakukan dgn cara melihat aspek kepuasan kerja &amp; motivasi pegawai dlm mengapresiasi pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;3. Evaluasi program &amp; strategi, yg diperlukan adl kreativitas yg tinggi &amp; berorientasi jangka panjang, mempunyai kerja sama yg tinggi &amp; perilaku saling ketergantungan, mempunyai perhatian yg berkuantitas &amp; berkualitas, penrimaan risiko serta toleransi pada ketidakpastian. &lt;br /&gt;1.4  Tujuan dan Aktivitas Manajemen Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;• Tujuan MSDM adalah u/meningkatkan dukungan sumberdaya manusia guna meningkatkan efektivitas organisasi dlm rangka mencapai tujuan.&lt;br /&gt;• Kegiatan /aktivitas MSDM secara umum adl tindakan2 yg diambil u/membentuk stuan kerja yg efektif dlm suatu organisas.meliputi :&lt;br /&gt; 1. Persiapan dan Penarikan &lt;br /&gt; kegiatan persiapan &amp; penarikan menyangkut beberapa hal,diantaranya analisis pekerjaan &amp; jabatan. Analisis pekerjaan &amp; jabatan berfungsi u/mengetahui tugas pekerjaan &amp; jabatan yg ada dlm organisasi serta persyaratanyg harus dimiliki o/pegawai. Persyaratan yg harus dimiliki adalah tentang kualifikasi pegawai yg meliputi pekerjaan &amp; spesifikasi pekerjaan. Selanjutnya adl menentukan perencanaan SDM yg bertujuan memprediksi &amp; menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja pada saat ini &amp; masa datang.&lt;br /&gt; 2.  Seleksi &lt;br /&gt;  setelah proses kegiatan penarikan u memperoleh para pelamar pekrjaan yg berkualitas selesai maka akan dihasilkan sejumlah pelamar yg disaring melalui proses seleksi. Proses ini memilih orang2 yg memenuhi spesifikasi kebutuhan organisasi. Biasanya proses standar meliputi tes seleksi,wawancara,referensi, &amp; evaluasi  kesehatan.&lt;br /&gt;3. Pengembangan &lt;br /&gt; program pengembangan mengajarkan berbagai keterampilan baru kepada para karyawan agar mereka tidak menjadi usang &amp; u/memenuhi keinginan karier mereka akibat perubahan lingkungan kerja. Kemudian dilakukan penilaian prestasi kerja yg bertujuan u/melihat kinerja pegawai apakah sdh sesuai dgn apa yg diharapkan. Selanjutnya pengembangan dilakukan dgn bimbingan konseling,disiplin,serta berlanjut pada pengembangan oerganisasi.&lt;br /&gt; 4. Pemeliharaan &lt;br /&gt; Kegiatan pemeliharaan dilakukan dgn melihat prestasi kerja pegawai. Tidak hanya sekedar dievaluasi, tetapi juga menunjukkan seberapa baik berbagai kegiatan personalia telah dilakukan. Bila karyawan melaksanakan pekerjaan dgn baik maka mereka akan memperoleh kompensasi yg  layak &amp; adil,bila sebaliknya para karyawan mungkin  akan berkumpul &amp; melakukan kegiatan kolektif.&lt;br /&gt;1.5 Tantangan2 MSDM&lt;br /&gt;Faktor Eksternal Organisasi &lt;br /&gt; 1. Angkatan kerja &lt;br /&gt; 2. Legal consideration&lt;br /&gt; 3. Persaingan &lt;br /&gt; 4. Konsumen &lt;br /&gt; 5. Teknologi &lt;br /&gt; 6. Politik &lt;br /&gt; 7. Ekonomi &lt;br /&gt; 8. Demografi &lt;br /&gt;Faktor Internal Organisasi :&lt;br /&gt; 1. Misi &lt;br /&gt; 2. Kebijakan &lt;br /&gt; 3. Budaya perusahaan &lt;br /&gt; 4. Pemegang saham &amp; dewan direksi &lt;br /&gt; 5. Serikat Pekerja &lt;br /&gt; 6. Sistem informasi &lt;br /&gt; 7. Perbedaan individu karyawan &lt;br /&gt; 8. Sistem nilai manajer dan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-1415882343410152186?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/1415882343410152186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=1415882343410152186&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1415882343410152186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1415882343410152186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2010/01/pengertian-dan-fungsi-manajemen_13.html' title='PENGERTIAN DAN FUNGSI  MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/S00y9QbvKjI/AAAAAAAAAHw/II4flbVFkA0/s72-c/manajemen+sdm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2047569447906079968</id><published>2010-01-13T10:35:00.000+08:00</published><updated>2010-01-13T10:39:23.904+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PENGERTIAN DAN FUNGSI  MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.1 Pengertian Manajemen Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;Pemahaman tentang pengertian MSDM didefenisikan berbeda oleh penulis dengan manajemen personalia.&lt;br /&gt; “Manajemen sumberdaya manusia merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan2 pengadaan,pengembangan,pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan  dan pelepasan sumberdaya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu organisai dan masyarakat“&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;“Manajemen  Peresonalia  adalah  perencanaan,  pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan2 pengadaan , pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan  &amp; pelepasan  sumberdaya manusia agar tercapai tujuan organisasi dan masyarakat” &lt;br /&gt;1.2 Peran &amp; Pentingnya Manajemen Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;Sumberdaya manusia adalah faktor sentral dlm satu organisasi. Apapun bentuk &amp; tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi u/kepentingan manusia &amp; dlm pelaksanaanya misi tersebut dikelola o/manusia. Jadi  manusia merupakan  faktor strategis dlm semua kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;Meningkatnya peran manajemen sumberdaya manusia disebabkan o/ keyakinan organisasi akan perannya yg strategis demi kesuksesan kompetitif organisasi. Keunggulan kompetitif sangat bergantung pada inovasi. Inovasi sendiri dipengaruhi o/ faktor motovasi &amp; moral kerja karyawan.&lt;br /&gt;Gambar Peran sumberdaya manusia&lt;br /&gt; ADMINISTRASI  OPERASI  STRATEGI &lt;br /&gt;FOKUS Proses administrasi &lt;br /&gt;Penyimpanan data  Pendukung kegiatan  Organisasi global &lt;br /&gt;WAKTU  Jangka pendek &lt;br /&gt;(&lt; 1 tahun)  Jangka menengah &lt;br /&gt;( 1 – 2 tahun )  Jangka panjang &lt;br /&gt;( 2 – 5 tahun ) &lt;br /&gt;JENIS KEGIATAN  Mengadministrasi &lt;br /&gt;Manfaat tenaga &lt;br /&gt;Kerja menjalankan &lt;br /&gt;Orientasi tenaga &lt;br /&gt;Kerja baru,mem-&lt;br /&gt;Buat kebijakan &amp; &lt;br /&gt;Prosedur SDM.&lt;br /&gt;Menyiapkan laporan pekerjaan.  Mengelola program&lt;br /&gt;Kompensasi,merekrut &lt;br /&gt;&amp;menyeleksi jabatan &lt;br /&gt;Yg kosong.&lt;br /&gt;Menjalankan pelatihan dgn aman.&lt;br /&gt;Mengatasi keluhan tenaga kerja.  Menilai kecende-&lt;br /&gt;Rungan masalah &lt;br /&gt;Tenaga kerja.&lt;br /&gt;Melakukan ren-&lt;br /&gt;cana pengem-&lt;br /&gt;bangan &amp; komu-&lt;br /&gt;nikasi.&lt;br /&gt;Restrukturisasi &lt;br /&gt;&amp; perampingan.&lt;br /&gt;Merencanakan &lt;br /&gt;Strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Peran administrasi MSDM : fokus pada pemrosesan &amp; penyimpana data,meliputi penyimpanan database &amp; arsip pegawai, proses klaim keuntungan, kebijakan organisasi tentang program pemeliharaan &amp; kesejahteraan pegawai, pengumpulan dokumen dsb.&lt;br /&gt;• Peran operasional MSDM : peran ini bersifat taktis, meliputi pemrosesan lamaran pakerjaan, proses seleksi &amp; wawancara, kepatuhan terhadap kebijakan &amp; peraturan, peluang bekerja dgn kondisi baik,pelatihan &amp; pengembangan, program K3, &amp; sistem kompensasi.&lt;br /&gt;• Peran strategis MSDM : keunggula kompetitif dari unsur  SDM&lt;br /&gt; merupakan kelebihan yg dimiliki o/peran ini. Peran strategis &lt;br /&gt; ini menekankan bahwa orang2 dlm organisasi merupakan  sumberdaya yg penting &amp; investasi organisasi yg besar.&lt;br /&gt; agar SDM dpt berperan strategis maka harus fokus pada masalah2 &amp; implikasi SDM jangka panjang. Bagaimana kependududkan tenaga kerja &amp; kekurangan tenaga kerja akan memengaruhi organisasi &amp; cara apa yg digunakan menyiasati masalah kekurangan ini.&lt;br /&gt;1.3 Model Manajemen  Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;Perencanaan                Proses Input        Transformasi                       Proses output&lt;br /&gt;Perencanaan SDM                 Rekrutmen                 Transfer promosi                Penilai kinerja &lt;br /&gt;                                                                                      dan demosi &lt;br /&gt;Desain &amp; analisis                    Seleksi                        Pelatihan                           Produktivitas &lt;br /&gt;Pekerjaan &lt;br /&gt;Struktur organisasi                 Penempatan             Pengembangan org          Evaluasi dari &lt;br /&gt;                                                                                      manajemen                        konsekuensi &lt;br /&gt;                                                                                                                                      pengembangan &lt;br /&gt;                                                                                                                                      dan strategi &lt;br /&gt;                                                                                    Manajemen kompensasi &lt;br /&gt;                                                                                     Pelayanan dan keuangan &lt;br /&gt;                                                                                   Program kesehatan dan &lt;br /&gt;                                                                                    keamanan &lt;br /&gt;                                                                                     Kegiatan hubungan pekerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;• Perencanaan  meliputi :&lt;br /&gt; 1. Perencanaan SDM, merupakan salah satu tipe strategis sama halnya dgn perencanaan keuangan, pemasaran, dan produksi. Melibatkan analisis supply n demand, termasuk teknik peramalan.&lt;br /&gt; 2. Desain dan Analisis jabatan, kebutuhan organisasi harus diorganisasikan melalui sistem job support the companies strategies. Untuk itu harus dilakukan analisis jabatan, uraian jabatan, penugasan &amp; membangun tanggung jawab, serta spesifikasi jabatan. Hal tersebut merupakan persyaratan untuk kesuksesan &amp; kemapanan kinerja.&lt;br /&gt; Tujuan analisa jabatan : mengindikasikan bagaimana pekerjaan itu akan diselesaikan.&lt;br /&gt; Analisa jabatan : kunci dari fungsi kinerja. Evaluasi pekerjaan berguna u/pemberian kompensasi,seleksi,pelatihan,keamanan manajemen dan penataan karier.&lt;br /&gt; 3. Struktur organisasional,sangat dibutuhkan &amp; sangat terkait dgn perencanaan strategi. Perencanaan  organisasi struktur secara khusus dibuat o/manajemen puncak  unit2 yg sdh mapan dari departemen SDM.&lt;br /&gt;• Input proses, meliputi :&lt;br /&gt; 1. Rekrutmen,pendekatan yg digunakan adalah ketentuan dari perencanaan sumberdaya manusia &amp; melalui persyaratan tindakan yg disepakati.&lt;br /&gt; 2. Seleksi, u/melakukan seleksi  pekerjaan harus dilakukan rekrutmen yg efektif . Seleksi  n penempatan  dimasukkan dlm  proses strategi melalui sususnan kepegawaian  u/formulasi strategi &amp; disajikan kepada karyawan u/diimplementasikan. Menggunakan seleksi secara efektif  dapat dijadikan kriteria u/sukses.&lt;br /&gt; 3. Penempatan, keputusan penempatan melibatkan transfer internal, promosi, &amp; demosi yg selalu diinformasikan melalui berbagai macam pendekatan seleksi dan melalui penilian kinerja. Pada tahun sekarang downsizing telah menjadi alasan u/ beberapa promosi &amp; demosi. Persoalan utama yg berhubungan dengan promosi telah menjadi dasar alasan munculnya suatu kendala2 ke arah mobilitas dari kaum wanita &amp; minoritas. &lt;br /&gt;• Transformasi/proses mediasi &lt;br /&gt;1. Transfer,terjadi pada saat seseorang dipindahkan ke posisi baru yg secara esensial memiliki kelas &amp; tingkat kompensasi yg sama. Sering kali tersebut sama, tetapi dibutuhkan pada kasus yg berbeda.&lt;br /&gt;2. Promosi, pemindahan seseorang ke tingkat pekerjaan &amp; kompensasi yg lebih tinggi, termasuk dlm proses seleksi. Dengan demikian, jika strategi lebih diimplimintasikan secara efektif maka memungkinkan seseorang untuk dipromosikan.&lt;br /&gt;3. Demosi, kasus penempatan terbaik seringkali dibuat u/seseorang melalui demosi, yaitu penurunan ke posisi tingkat yg lebih rendah. Sering kali, seseorang dipindahkan dengan berbagai macam alasan. Dlm bekerja, seseorang diharuskan u/memiliki suatu kemampuan a/ keterampilan.&lt;br /&gt;4. Pelatihan, dimaksudkan u/memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan &amp; teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci, &amp; rutin.&lt;br /&gt;5. Pengembangan organisasi, latihan ini dilakukan apabila manajemen ingin menyiapkan karyawan  u/memegang tanggung jawab pekerjaan diwaktu mendatang. Kegiatan ini disebut dgn pengembangan SDM,yg meliputi memperbaiki &amp; meningkatkan pengetahuan kemampuan, sikap &amp; kepribadian.&lt;br /&gt;6. Kompensasi, salah satu cara manajemen u/meningkatkan prestasi kerja adlh dgn stimulasi melalui kompensasi. Kompensasi adlh segala sesuatu yg diterima karyawan sebagai balas jasa u/kerja mereka.&lt;br /&gt;7. Tunjangan &amp; pemberian fasilitas, merupakan salah satu program dlm organisasi yg ditujukan pada kesejahteraan karyawan . Para karyawan menyadari keuntungan2 program  tersebut dpt memberikan motivasi &amp; nilai tambah pada kinerja mereka.&lt;br /&gt;8. program keselamatan &amp; kesehatan,tujuanx adl u/membantu, melindungi, &amp; menjaga karyawan agar senantiasa bekerja dgn aman &amp; nyaman.&lt;br /&gt;9. Hubungan serikat pekerja, keberadaan serikat pekerja mengubah lingkungan kerja &amp; hubungan antara para karyawan &amp; organisasi.&lt;br /&gt;• Output Proses,meliputi :&lt;br /&gt;1. Penilaian kinerja, bertujuan mengevaluasi a/ menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dpt memperbaiki keputusan personalia &amp; memberikan umpan balik kpd para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.&lt;br /&gt;2. Produktivitas, peningkatan produktivitas dpt dilakukan dgn cara melihat aspek kepuasan kerja &amp; motivasi pegawai dlm mengapresiasi pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;3. Evaluasi program &amp; strategi, yg diperlukan adl kreativitas yg tinggi &amp; berorientasi jangka panjang, mempunyai kerja sama yg tinggi &amp; perilaku saling ketergantungan, mempunyai perhatian yg berkuantitas &amp; berkualitas, penrimaan risiko serta toleransi pada ketidakpastian. &lt;br /&gt;1.4  Tujuan dan Aktivitas Manajemen Sumberdaya Manusia&lt;br /&gt;• Tujuan MSDM adalah u/meningkatkan dukungan sumberdaya manusia guna meningkatkan efektivitas organisasi dlm rangka mencapai tujuan.&lt;br /&gt;• Kegiatan /aktivitas MSDM secara umum adl tindakan2 yg diambil u/membentuk stuan kerja yg efektif dlm suatu organisas.meliputi :&lt;br /&gt; 1. Persiapan dan Penarikan &lt;br /&gt; kegiatan persiapan &amp; penarikan menyangkut beberapa hal,diantaranya analisis pekerjaan &amp; jabatan. Analisis pekerjaan &amp; jabatan berfungsi u/mengetahui tugas pekerjaan &amp; jabatan yg ada dlm organisasi serta persyaratanyg harus dimiliki o/pegawai. Persyaratan yg harus dimiliki adalah tentang kualifikasi pegawai yg meliputi pekerjaan &amp; spesifikasi pekerjaan. Selanjutnya adl menentukan perencanaan SDM yg bertujuan memprediksi &amp; menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja pada saat ini &amp; masa datang.&lt;br /&gt; 2.  Seleksi &lt;br /&gt;  setelah proses kegiatan penarikan u memperoleh para pelamar pekrjaan yg berkualitas selesai maka akan dihasilkan sejumlah pelamar yg disaring melalui proses seleksi. Proses ini memilih orang2 yg memenuhi spesifikasi kebutuhan organisasi. Biasanya proses standar meliputi tes seleksi,wawancara,referensi, &amp; evaluasi  kesehatan.&lt;br /&gt;3. Pengembangan &lt;br /&gt; program pengembangan mengajarkan berbagai keterampilan baru kepada para karyawan agar mereka tidak menjadi usang &amp; u/memenuhi keinginan karier mereka akibat perubahan lingkungan kerja. Kemudian dilakukan penilaian prestasi kerja yg bertujuan u/melihat kinerja pegawai apakah sdh sesuai dgn apa yg diharapkan. Selanjutnya pengembangan dilakukan dgn bimbingan konseling,disiplin,serta berlanjut pada pengembangan oerganisasi.&lt;br /&gt; 4. Pemeliharaan &lt;br /&gt; Kegiatan pemeliharaan dilakukan dgn melihat prestasi kerja pegawai. Tidak hanya sekedar dievaluasi, tetapi juga menunjukkan seberapa baik berbagai kegiatan personalia telah dilakukan. Bila karyawan melaksanakan pekerjaan dgn baik maka mereka akan memperoleh kompensasi yg  layak &amp; adil,bila sebaliknya para karyawan mungkin  akan berkumpul &amp; melakukan kegiatan kolektif.&lt;br /&gt;1.5 Tantangan2 MSDM&lt;br /&gt;Faktor Eksternal Organisasi &lt;br /&gt; 1. Angkatan kerja &lt;br /&gt; 2. Legal consideration&lt;br /&gt; 3. Persaingan &lt;br /&gt; 4. Konsumen &lt;br /&gt; 5. Teknologi &lt;br /&gt; 6. Politik &lt;br /&gt; 7. Ekonomi &lt;br /&gt; 8. Demografi &lt;br /&gt;Faktor Internal Organisasi :&lt;br /&gt; 1. Misi &lt;br /&gt; 2. Kebijakan &lt;br /&gt; 3. Budaya perusahaan &lt;br /&gt; 4. Pemegang saham &amp; dewan direksi &lt;br /&gt; 5. Serikat Pekerja &lt;br /&gt; 6. Sistem informasi &lt;br /&gt; 7. Perbedaan individu karyawan &lt;br /&gt; 8. Sistem nilai manajer dan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2047569447906079968?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2047569447906079968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2047569447906079968&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2047569447906079968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2047569447906079968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2010/01/pengertian-dan-fungsi-manajemen.html' title='PENGERTIAN DAN FUNGSI  MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-4077915981360057206</id><published>2010-01-13T10:34:00.001+08:00</published><updated>2010-01-13T10:34:49.794+08:00</updated><title type='text'>.:: BONE LIVE ::.</title><content type='html'>&lt;a href="http://hima-management.blogspot.com/"&gt;.:: BONE LIVE ::.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-4077915981360057206?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://hima-management.blogspot.com/' title='.:: BONE LIVE ::.'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/4077915981360057206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=4077915981360057206&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4077915981360057206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4077915981360057206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2010/01/bone-live.html' title='.:: BONE LIVE ::.'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-3855271061981676742</id><published>2009-12-03T14:08:00.003+08:00</published><updated>2009-12-03T14:17:46.204+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Stratejik'/><title type='text'>MANAJEMEN STRATEJIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdX1FVBxPI/AAAAAAAAAHg/EShwbHhnk80/s1600-h/manajemen+stratejik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdX1FVBxPI/AAAAAAAAAHg/EShwbHhnk80/s200/manajemen+stratejik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410890046783997170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Manajemen Strategi&lt;br /&gt;Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.&lt;br /&gt;Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi),&lt;span id="fullpost"&gt;dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.&lt;br /&gt;Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Disamping itu pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :&lt;br /&gt;1. Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.&lt;br /&gt;2. Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.&lt;br /&gt;3. Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya.&lt;br /&gt;4. Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.&lt;br /&gt;5. Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.&lt;br /&gt;6. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.&lt;br /&gt;Dimensi Manajemen Strategi&lt;br /&gt;Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi dimaksud adalah :&lt;br /&gt;1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan&lt;br /&gt;Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih masa depan. Visi dapat diartikan sebagai “ kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi organisasi dimasa depan”. Sehubungan dengan hal di atas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusu menyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiap orang (anggota organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiap orang untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.&lt;br /&gt;2. Dimensi Internal dan Eksternal&lt;br /&gt;Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk merumuskan renstra yang berjangka panjang. Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan operasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internasional), yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.&lt;br /&gt;3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber &lt;br /&gt;Manajemen strategik sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskan diri dari kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, agar secara terintegrasi terimplementasikan dalam fungsi-fungsi manajemen ke arah tercapainya sasaran yang ditetapkan di dalam setiap rencana operasional, dalam rangka mencapai tujuan strategik melalui pelaksanaan misi untuk mewujudkan visi organisasi publik. Sumber daya terdiri dari sumber daya material khusunya berupa sarana dan prasarana, sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber daya informasi.&lt;br /&gt;4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak&lt;br /&gt;Manajemen strategik yang dimulai dengan menyusun rencana strategik merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik. Rencana strategik harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan tanggungjawab manajemen puncak. Oleh karena itu rencana strategik sebagai keputusan utama yang yang prinsipil itu tidak saja ditetapkan dengan mengikutsertakan, tetapi harus dilakukan secara proaktif oleh manajemen puncak, karena seluruh kegiatan untuk merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang relevan.&lt;br /&gt;5. Dimensi Multi Bidang&lt;br /&gt;Manajemen strategik sebagai sistem pengimplementasiannya harus didasari dengan menempatkan organisasi satu sistem. Dengan demikian berarti sebuah organisasi akan dapat menyusun rencana strategis dan rencana renovasi jika tidak memiliki keterikatan atau ketergantungan sebagai bawahan pada organisasi lain sebagai atasan.&lt;br /&gt;Rencana strategis dan rencana operasi bersifat multidimensi, terutama jika perumusan rencana strategis hanya dilakukan pada organisasi publik yang tertinggi. Dengan dimensi yang sangat banyak itu, mudah terjadi tidak seluruh dimensi dapat diakomodasi.&lt;br /&gt;Amstrong (1990) memberikan pengertian yang lebih singkat dan tegas bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah mengenai latihan dan pengembangan. Sumber daya manusia menurut Mangun (dalam Suroto,1992) ialah semua kegiatan manusia yang produktif dan semua potensinya untuk memberikan sumbangan yang produktif kepada masyarakat. Kualitas sumber daya manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek fisik(kualitas fisik), dan aspek non fisik (kualitas non fisik) yang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, dan ketrampilan–ketrampilan lain. Oleh sebab itu upaya meningkatkan kualitas atau kemampuan-kemampuan non fisik tersebut maka upaya pendidikan dan pelatihan adalah yang paling diperlukan. Upaya inilah yang dimaksudkan dengan pengembangan sumber daya manusia Proses Perencanaan Strategi Produk Proses perencanaan strategi produk meliputi beberap langkah, yaitu:&lt;br /&gt;1. Analisis Situasi&lt;br /&gt;Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal maupun eksternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi&lt;br /&gt;permintaan tersebut.&lt;br /&gt;2. Penentuan Tujuan Produk&lt;br /&gt;Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu&lt;br /&gt;dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;3. Penentuan Sasaran Pasar &lt;br /&gt;Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi. Denga demikian alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun produk standar dengan modifikasi.&lt;br /&gt;4. Penentuan Anggaran&lt;br /&gt;Anggaran bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi sekaligus sebagai pengendalian.&lt;br /&gt;5. Penetapan Strategi Produk&lt;br /&gt;Dalam tahap ini, alternatif-alternatif strategi prosuk dianalisis dan dinilai keunggulan dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan.&lt;br /&gt;6. Evaluasi Pelaksanaan Strategi&lt;br /&gt;Langkah yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana yang telah disusun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-3855271061981676742?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/3855271061981676742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=3855271061981676742&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/3855271061981676742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/3855271061981676742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/12/manajemen-stratejik.html' title='MANAJEMEN STRATEJIK'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdX1FVBxPI/AAAAAAAAAHg/EShwbHhnk80/s72-c/manajemen+stratejik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-5590813869757334082</id><published>2009-12-03T13:53:00.004+08:00</published><updated>2009-12-03T14:07:41.971+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penganggaran Perusahaan'/><title type='text'>PENYUSUNAN ANGGARAN PERUSAHAAN SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DALAM  PENCAPAIAN TUJUAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdVcWbSq5I/AAAAAAAAAHY/TCtb270DJgA/s1600-h/penganggaran+perusahaan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdVcWbSq5I/AAAAAAAAAHY/TCtb270DJgA/s200/penganggaran+perusahaan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410887422853688210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;BAB 1&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam &lt;br /&gt;rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan &lt;br /&gt;kuantitatif orang lain. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan &lt;br /&gt;laba  (proft planing). Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana &lt;br /&gt;operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek &lt;br /&gt;dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan dimasa yang &lt;br /&gt;akan datang.&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Untuk melukiskan anggaran dan proses penyusunan anggaran, layaknya &lt;br /&gt;sebagai suatu proyek pembangunan gedung berlantai tiga puluh. Untuk membangun &lt;br /&gt;gedung tersebut diperlukan waktu tiga tahun. Gedung tersebut akan dibangun &lt;br /&gt;berdasarkan cetak biru (blue print) dan berdasarkan rencana biaya yang dibuat oleh &lt;br /&gt;arsitek. Setiap bulan dibuat anggaran biaya untuk pedoman dalam pelaksanaan &lt;br /&gt;kegiatan pembangunan setiap bagian gedung tersebut, sehingga keseluruhan &lt;br /&gt;pekerjaan gedung tersebut dapat terlaksana sesuai dengan blue print yang telah &lt;br /&gt;dibuat dengan rencana biaya yang telah disusun sebelum proyek dilaksanakan. &lt;br /&gt;Pengelolaan perusahaan tidak jauh berbeda dengan pengelolaan suatu proyek &lt;br /&gt;pembangunan gedung yang dijelaskan diatas. Untuk jangka waktu tertentu, &lt;br /&gt;misalnya lima sampai sepuluh tahun, manajemen puncak menetapkan kearah mana &lt;br /&gt;perusahaan akan dijalankan. Manajemen puncak menyusun semacam blue print &lt;br /&gt;tentang kondisi yang akan dicapai perusahaan dalam jangka panjang. Blue print ini &lt;br /&gt;berupa program jangka panjang yaitu pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, &lt;br /&gt;keuangan, kepegawaian, citra perusahaan, sistem inforrnasi manajemen, budaya &lt;br /&gt;perusahaan dan  lain sebagainya. Manajemen mengalokasikan sumber daya yang &lt;br /&gt;ada untuk setiap program yang disusunnya. Untuk menjamin terlaksananya program &lt;br /&gt;tersebut, manajemen menyusun anggaran yang berisi rencana kerja tahunan dan &lt;br /&gt;taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja &lt;br /&gt;tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana &lt;br /&gt;kerja tersebut. Dalam proses penyusunan anggaran tersebut, ditunjuk manajer yang &lt;br /&gt;bertanggung jawab dalam pelaksanaan rencana kerja dan dialokasikan berbagai &lt;br /&gt;sumber daya yang diperlukan kepada manajer yang bersangkutan. Anggaran &lt;br /&gt;menjamin pelaksanaan rencana kerja dengan biaya yang sesuai dengan yang &lt;br /&gt;direncanakan dalam anggaran. Dengan demikian penyusunan anggaran &lt;br /&gt;dimaksudkan untuk memberikan jaminan pencapaian blue print tentang program &lt;br /&gt;jangka panjang, yang mencakup pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, &lt;br /&gt;kepegawaian, keuangan, citra perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya &lt;br /&gt;perusahaan dengan biaya sesuai dengan yang dianggarkan sebelumnya. &lt;br /&gt;Anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu tahun membawa &lt;br /&gt;perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang &lt;br /&gt;diperkirakan. Dengan anggaran, manajemen mengarahkan jalannya perusahaan &lt;br /&gt;kesuatu  kondisi tertentu. Mungkinkah perusahaan dijalankan berdasarkan anggaran &lt;br /&gt;yang dibuat tidak berdasarkan program jangka panjang? Mungkin saja manajemen &lt;br /&gt;hanya menyusun anggaran tahunan, tidak menyusun anggaran jangka panjang.Dalam hal demikian, daIam jangka panjang perusahaan sebenarnya tidak berjalan &lt;br /&gt;kearah manapun. Kalau misalnya setelah lima tahun perusahaan semacam ini &lt;br /&gt;mencapai posisi persaingan sebagai market leader, pencapaian posisi bukan hasil &lt;br /&gt;suatu usaha yang terencana, namun lebih sebagai suatu kebetulan. &lt;br /&gt;Proses penyusunan anggaran merupakan proses penyusunan rencana jangka &lt;br /&gt;pendek, yang dalam perusahaan berorientasi laba, pemilihan rencana didasarkan &lt;br /&gt;atas dampak rencana kerja tersebut terhadap laba. Oleh karena itu sering sekali &lt;br /&gt;proses penyusunan anggaran sering sekali disebut sebagai penyusunan rencana laba &lt;br /&gt;jangka panjang  (short-run profit planning). Untuk memungkinkan manajemen &lt;br /&gt;puncak melakukan pemilihan rencana kerja yang berdampak baik terhadap laba, &lt;br /&gt;manajemen menggunakan teknik analisa biaya-volume dan laba. Dalam analisis &lt;br /&gt;biaya-volume dan laba ini, informasi akuntansi diffirensial memungkinkan &lt;br /&gt;manajemen untuk melakukan pemilihan berbagai altematif kerja yang akan &lt;br /&gt;dicantumkan dalam anggaran.  &lt;br /&gt;Setelah suatu rencana kerja dipilih untuk mencapai sasaran anggaran, &lt;br /&gt;manajer yang berperan untuk melaksanakan rencana kerja tersebut memerlukan &lt;br /&gt;sumber daya, untuk memungkinkannya mencapai sasaran anggaran. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB II &lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;A. Ruang Lingkup Anggaran &lt;br /&gt;1. Pengertian Anggaran &lt;br /&gt;Glenn A Welsch mendefenisikan anggaran sebagai berikut: &lt;br /&gt;"Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and &lt;br /&gt;formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management" &lt;br /&gt;Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar &lt;br /&gt;manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila &lt;br /&gt;anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi &lt;br /&gt;perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan &lt;br /&gt;bidang-bidang organisasional didalam badan usaha. &lt;br /&gt;Dari defenisi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan : &lt;br /&gt;! Bahwa anggaran harus bersifat formal artinya anggaran disusun dengan sengaja &lt;br /&gt;dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis dan teliti. &lt;br /&gt;! Bahwa anggaran harus bersifat sistematis artinya anggaran disusun dengan &lt;br /&gt;berurutan dan berdasarkan logika. &lt;br /&gt;! Bahwa setiap manajer dihadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambil &lt;br /&gt;keputusan sehingga anggaran merupakan hasil pengambilan keputusan yang &lt;br /&gt;berdasarkan asumsi tertentu. &lt;br /&gt;! Untuk keputusan yang diambil oleh manajer tersebut, merupakan pelaksanaan &lt;br /&gt;fungsi manajer dari segi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan &lt;br /&gt;pengawasan. &lt;br /&gt;2. Fungsi Anggaran &lt;br /&gt;Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu &lt;br /&gt;manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan &lt;br /&gt;juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang &lt;br /&gt;telah ditetapkan.                                             &lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;   Glenn A.Welsch, Budgeting Profit Planning and Control, fourth edition, prentice &lt;br /&gt;hall of India Private Limited, New Delhi, 1981, hal.3  &lt;br /&gt;a. Fungi Perencanaan &lt;br /&gt;Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini &lt;br /&gt;merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar &lt;br /&gt;pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya. &lt;br /&gt;Winardi memberikan pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut:  &lt;br /&gt;"Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan &lt;br /&gt;membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan &lt;br /&gt;datang dalam hal memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang &lt;br /&gt;2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;diusulkan yang dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan".&lt;br /&gt;Dari kutipan di atas disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan &lt;br /&gt;operasinya, pimpinan dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan &lt;br /&gt;kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan &lt;br /&gt;dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan &lt;br /&gt;adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Fungsi Pengawasan &lt;br /&gt;Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam &lt;br /&gt;perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana &lt;br /&gt;yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian pengawasan adalah &lt;br /&gt;mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan apabila perlu. &lt;br /&gt;Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan &lt;br /&gt;yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer &lt;br /&gt;pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. &lt;br /&gt;Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah &lt;br /&gt;dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu disalah artikan &lt;br /&gt;yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat menjatuhkan hukuman atas &lt;br /&gt;suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan pengawasan itu untuk menjamin &lt;br /&gt;tercapainya tujuan-tujuan dan rencana perusahaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Fungsi Koordinasi &lt;br /&gt;Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap &lt;br /&gt;individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian &lt;br /&gt;dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan &lt;br /&gt;perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan rencana antara satu &lt;br /&gt;bagian dengan bagian lainnya. &lt;br /&gt;Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan &lt;br /&gt;rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana &lt;br /&gt;kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai &lt;br /&gt;sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena &lt;br /&gt;semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya &lt;br /&gt;sudah diatur dengan baik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja &lt;br /&gt;Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan &lt;br /&gt;dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan &lt;br /&gt;pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, maka ini &lt;br /&gt;dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk &lt;br /&gt;menjalankan kegiatannya.                                           &lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;  Winardi, Azas-azas Manajemen, edisi ketujuh, penerbit Alumni Bandung, 1983, &lt;br /&gt;hal.149 &lt;br /&gt;3. Hubungan Anggaran Dengan Akuntansi &lt;br /&gt;Statemen or the Accounting Principle Board, No.4, mendefenisikan akuntasi &lt;br /&gt;sebagai berikut : &lt;br /&gt;“Accounting is service acthivity. Its function is to provide quantitative &lt;br /&gt;information, primaly finance in nature, about economics entities that is &lt;br /&gt;intended to be useful in making economic decision in making reasoned choices among alternative cources of action".&lt;br /&gt;Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa, fungsinya adalah menyediakan data &lt;br /&gt;kuntitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari satuan usaha ekonomi &lt;br /&gt;yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, dalam hal inilah alternatif &lt;br /&gt;dari suatu keadaan. Untuk menyediakan data, maka setiap transaksi perlu digolong-&lt;br /&gt;golongkan, diringkas dan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. &lt;br /&gt;Dengan demikian jika dihubungkan dengan anggaran, data akuntansi &lt;br /&gt;merupakan salah satu sumber utama, hal ini disebabkan akuntansi menyediakan &lt;br /&gt;data historis dan actual yang bersifat keuangan yang memenuhi tujuan analisa &lt;br /&gt;dalam pengembangan rencana-rencana perusahaan. &lt;br /&gt;Selanjutnya penyesuaian anggaran harus disesuaikan dengan sistem &lt;br /&gt;akuntansi yang terdapat dalam perusahaan tersebut, terutama penggolongan &lt;br /&gt;transaksi-transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Penggolongan transaksi-transaksi &lt;br /&gt;dalam perkiraan-perkiraan untuk anggaran harus sama dengan yang ada pada &lt;br /&gt;laporan keuangan, dengan maksud agar dapat diperbandingkan sehingga dapat &lt;br /&gt;diketahui penyimpangan yang terjadi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Hubungan Anggaran dengan Manajemen &lt;br /&gt;Secara sederhana, manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk &lt;br /&gt;mengadakan perencanaan (planning), mengadakan pengorganisasian (organizing), &lt;br /&gt;mengadakan pengarahan dan pembimbingan (directing), mengadakan  &lt;br /&gt;pengkoordinasian (coordinating) serta mengadakan pengawasan (controling) &lt;br /&gt;terhadap orang-orang dan barang-barang, untuk mencapai tujuan tertentu yang &lt;br /&gt;telah ditetapkan. &lt;br /&gt;Dari pengertian tersebut nampaklah bahwa ada lima fungsi manajemen yaitu: &lt;br /&gt;a.  Menyusun rencana untuk menjadikan sebagai pedoman kerja (planning). &lt;br /&gt;b.  Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan pembagian wewenang dan &lt;br /&gt;pembagian tanggung jawab kepada para personil (karyawan) perusahaan &lt;br /&gt;(organizing) . &lt;br /&gt;c. Membimbing, memberi petunjuk dan mengarahkan para karyawan (directing). &lt;br /&gt;d.  Menciptakan koordinasi dan kerja sama yang serasi diantara semua bagian-&lt;br /&gt;bagian yang ada dalam perusahaan (coordinating). &lt;br /&gt;e.  Mengadakan pengawasan terhadap kerja para karyawan di dalam merealisasikan &lt;br /&gt;apa yang tertuang dalam rencana perusahaan yang telah ditetapkan (controling). &lt;br /&gt;Sebagaimana diatas telah diutarakan, fungsi (kegunaan) budget yang pokok &lt;br /&gt;adalah sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja serta sebagai &lt;br /&gt;alat pengawasan kerja. Bilamana dibandingkan dengan fungsi-fungsi manajemen &lt;br /&gt;tersebut, nampaklah bahwa anggaran mempunyai kaitan yang sangat erat dengan &lt;br /&gt;manajemen, khususnya yang berhubungan dengan penyusunan rencana (planning), &lt;br /&gt;pengkoordinasian kerja (coordinating), dan pengawasan kerja (controling). Dengan &lt;br /&gt;demikian maka nampaklah bahwa anggaran adalah alat manajemen untuk &lt;br /&gt;membantu menjalankan fungsi-fungsinya. &lt;br /&gt;Oleh karena anggaran hanyalah sebagai suatu alat bagi manajemen, maka &lt;br /&gt;meskipun suatu anggaran telah disusun dengan begitu baik dan begitu sempurna, &lt;br /&gt;   Jay M.Smith K.Fred Shouse, Intermediate Accounting. 6í th Edition, south &lt;br /&gt;Western Publishing: Co, Ohio 1981, hal.2 &lt;br /&gt;namun kehadiran manajemen (manajer) masih mutlak diperlukan. Anggaran yang &lt;br /&gt;baik dan sempurna tidak akan menjamin bahwa pelaksanaan serta realisasinya nanti &lt;br /&gt;juga akan baik serta sempurna, tanpa dikelola oleh tangan-tangan manajemen &lt;br /&gt;(manajer) yang trampil dan berbakat. Disamping itu, anggaran sebagai suatu alat &lt;br /&gt;masih juga mengandung beberapa kelemahan-kelemahan, antara lain: &lt;br /&gt;a. Anggaran disusun berdasarkan taksiran-taksiran (forecasting). Betapapun &lt;br /&gt;cermatnya taksiran tersebut dibuat namun amatlah sulit untuk mendapatkan &lt;br /&gt;taksiran yang benar-benar akurat dan kemudian sama sekali tidak berbeda &lt;br /&gt;dengan kenyataannya nanti. &lt;br /&gt;b.  Taksiran-taksiran dalam anggaran disusun dengan mempertimbangkan berbagai &lt;br /&gt;data, infoffilasi dan faktor-faktor baik yang baik controlable maupun yang &lt;br /&gt;uncontrolable. Dengan demikian, jika nantinya terjadi perubahan-perubahan &lt;br /&gt;terhadap data informasi serta faktor-faktor tersebut akan merubah pula &lt;br /&gt;ketetapan taksiran-taksiran yang telah disusun tersebut. &lt;br /&gt;c.  Berhasil atau tidaknya pelaksanaan (realisasi) anggaran sangat tergantung pada &lt;br /&gt;manusia-manusia pelaksananya. Anggaran yang baik tidak akan bisa &lt;br /&gt;direalisasikan bilamana para pelaksananya tidak mempunyai ketrampilan serta &lt;br /&gt;kecakapan yang memadai. &lt;br /&gt;Dengan demikian nampaklah bahwa anggaran sebagai suatu alat, &lt;br /&gt;penggunaannya, modifikasinya serta pelaksanaannya sangat tergantung pada &lt;br /&gt;manusia-manusianya. Oleh sebab itulah maka kehadiran manajemen (manajer) &lt;br /&gt;mutlakdiperlukan bagi perusahaan. &lt;br /&gt;Begitu pula halnya dengan perusahaan, perusahaan yang cenderung &lt;br /&gt;memandang kedepan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada &lt;br /&gt;masa yang akan datang. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan &lt;br /&gt;ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya. &lt;br /&gt;Dimana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu &lt;br /&gt;mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari. &lt;br /&gt;Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seseorang General &lt;br /&gt;Manager yang sukses, maka sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk &lt;br /&gt;kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas &lt;br /&gt;pertanyaan-pertanyaan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pada perusahaan &lt;br /&gt;manufaktur (pabrik) atau kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien dan tingkat &lt;br /&gt;keuntungan akan lebih besar apabila manajemen memperhatikan rencana untuk &lt;br /&gt;aktivitas-aktivitasnya di masa depan. &lt;br /&gt;Hubungan yang lain antara anggaran dengan manajemen adalah dalam &lt;br /&gt;membantu manajemen dalam mengelola perusahaan. Manajemen harus mengambil &lt;br /&gt;keputusan-keputusan yang paling menguntungkan perusahaan, seperti memilih &lt;br /&gt;barang-barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih atau menyeleksi &lt;br /&gt;langganan, menentukan tingkat harga, metoda-metoda produksi, metoda-metoda &lt;br /&gt;distribusi, termin penjualan. &lt;br /&gt;Dalam kaitan dan hubungan antara anggaran dan management yang sangat &lt;br /&gt;erat dalam hal penyusunan perencanaan. Dalam hal ini anggaran bermanfaat untuk &lt;br /&gt;membantu manajemen meneliti, mempelajari masalah-masalah yang berhubungan &lt;br /&gt;dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kala lain, sebelum merencanakan &lt;br /&gt;kegiatan manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih &lt;br /&gt;dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua &lt;br /&gt;kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan &lt;br /&gt;finansial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan, &lt;br /&gt;penjualan, pengembangan produk clan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Dalam bidang perencanaan lain misalnya mengerahkan seluruh tenaga dalam &lt;br /&gt;perusahaan untuk menentukan arah atau kegiatan yang paling menguntungkan. &lt;br /&gt;Anggaran yang disusun untuk jangka waktu yang panjang dan schedule yang teratur, akan sangat membantu dalam mengerahkan dengan tepat tenaga-tenaga &lt;br /&gt;kepala bagian, salesmen, kepala cabang dan semua tenaga operasional. &lt;br /&gt;Dalam menentukan tujuan-tujuan perusahaan manajemenlah yang dapat &lt;br /&gt;menentukan tujuannya secara jelas dan logis (Dapat dilaksanakan) adalah &lt;br /&gt;manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor.  &lt;br /&gt;Anggaran dapat membantu manajemen dalam memilih; mana tujuan yang dapat &lt;br /&gt;dilaksanakan dan mana yang tidak. Dengan di susunnya perencanaan yang &lt;br /&gt;terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul sehingga membantu dan &lt;br /&gt;menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Kebijaksanaan Dalam Perencanaan &lt;br /&gt;Seorang manajer dalam suatu perusahaan tentu saja dapat menyusun &lt;br /&gt;rencana untuk kegiatan perusahaannya. Berapa volume output yang akan dapat &lt;br /&gt;dijual, berapa rupiah yang akan diterima dari penjualan itu, berapa volume yang &lt;br /&gt;hams diproduksi agar sesuai dengan rencana penjualan. Berapa inventory yang &lt;br /&gt;hams disisakan, berapa volume bahan mentah yang digunakan dan sebagainya. &lt;br /&gt;Tetapi seorang manajer tidak dapat mengabaikan beberapa faktor yang &lt;br /&gt;mempengaruhi segala perencanaan yang dilakukannya tersebut. Faktor-faktor &lt;br /&gt;tersebut adalah : &lt;br /&gt;"a. Produk &lt;br /&gt; b. Pasar &lt;br /&gt; c. Kebijaksanaan Distribusi &lt;br /&gt; d. Rencana Produksi &lt;br /&gt; e. Rencana Penelitian dan Pengembangan &lt;br /&gt; f. Organisasi &lt;br /&gt; g. Finansial". &lt;br /&gt;Kebijaksanaan manajemen dalam perencanaan harus memperhatikan hal-hal &lt;br /&gt;yang berhubungan dengan produk atau barang/jasa yang dihasilkan seperti: trend &lt;br /&gt;penjualan, harga produk, disertifikasi produk, kualitas produk, desain produk, style &lt;br /&gt;produk, identitas produk (trade mark, bungkusnya). &lt;br /&gt;Sedangkan faktor kedua yang perlu diperhatikan adalah pasar, dimana &lt;br /&gt;produk akan dijual. Berhasilnya suatu produk dipasarkan tergantung pada sifat &lt;br /&gt;produk itu sendiri, harga produk, dan kebijaksanaan dalam pemilihan metoda &lt;br /&gt;penjualan dan distribusi. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: data tentang &lt;br /&gt;konsumen (pembeli), potensi pasar, kebiasaan membeli, sifat persaingan yang &lt;br /&gt;dihadapi. &lt;br /&gt;Setelah memperhitungkan faktor produk dan pasar, juga perlu &lt;br /&gt;memperhitungkan cara mencapai pasar tersebut dengan membuat program &lt;br /&gt;distribusi dengan memilih dan melatih para salesman, memilih saluran distribusi &lt;br /&gt;yang paling tepat, memilih media promosi dan advertensi, dan terakhir menentukan &lt;br /&gt;kebijaksanaan harga. &lt;br /&gt;Kemudian masuk ke faktor yang keempat yaitu dengan memperhitungkan &lt;br /&gt;yang berhubungan ke program produksi seperti: Bahan mentah dan bahan &lt;br /&gt;pembantu, buruh, lokasi pabrik, layout pabrik, kapasitas pabrik, dan proses &lt;br /&gt;produksi. &lt;br /&gt;Dengan mengadakan program penelitian dan pengembangan produk-&lt;br /&gt;produknya, merupakan pertumbuhan kehidupan perusahaan dalam usaha &lt;br /&gt;perusahaan tersebut. Program penelitian dan pengembangan suatu perusahaan ikut &lt;br /&gt;mempengaruhi rencana yang disusun oleh manajer perusahaan seperti: besarnya &lt;br /&gt;biaya yang diperlukan untuk program penelitian dan pengembangan, ada tidaknya &lt;br /&gt;korelasi antara kegiatan penelitian dengan tingkat penjualan, manfaat yang akan &lt;br /&gt;diperoleh dari program tersebut dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aspek dan Manfaat Anggaran &lt;br /&gt;Fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, koordinasi, dan pengawasan. &lt;br /&gt;Semakin terbatasnya sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dan &lt;br /&gt;semakin kompleksnya masalah perusahaan, memaksa manajer untuk menggunakan &lt;br /&gt;sumber-sumber tersebut secara bijaksana, terarah dan terkendalikan dengan efektif &lt;br /&gt;dan efisien. Perencanaan adalah spesifikasi (perumusan) dari tujuan perusahaan &lt;br /&gt;yang ingin dicapai serta penentuan cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai &lt;br /&gt;tujuan tersebut, jadi perencanaan mengandung aspek : &lt;br /&gt;(1) Penentuan tujuan yang akan dicapai &lt;br /&gt;(2) Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh dari semua alternatif yang &lt;br /&gt;mungkin dipilih. &lt;br /&gt;(3) Usaha-usaha atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan &lt;br /&gt;atas dasar alternatif yang dipilih. &lt;br /&gt;Manfaat penting adanya perencanaan yang baik di dalam suatu perusahaan &lt;br /&gt;adalah: &lt;br /&gt;(1) Karena tujuan yang ingin dicapai telah ditetapkan (dirumuskan), maka &lt;br /&gt;pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan dengan efektivitas dan efisiensi &lt;br /&gt;setinggi mungkin. &lt;br /&gt;(2)  Dapat untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan tersebut dapat &lt;br /&gt;dicapai dan dapat dilakukan koreksi-koreksi atas penyimpangan-penyimpangan &lt;br /&gt;yang timbul seawal mungkin. &lt;br /&gt;(3)  Dapat mengindentifikasikan hambatan-hambatan yang timbul dan &lt;br /&gt;mengatasinya secara terarah. &lt;br /&gt;(4)  Dapat menghindarkan adanya kegiatan, pertumbuhan, dan perkembangan &lt;br /&gt;yang tidak terarah dan terkontrol. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Keuntungan dan Keterbatasan Anggaran &lt;br /&gt;7.1. Keuntungan Pemakaian Anggaran &lt;br /&gt;Pemakaian anggaran di dalam perusahaan memberikan keuntungan-&lt;br /&gt;keuntungan sebagai berikut : &lt;br /&gt;a. Penyusunan anggaran merupakan kekuatan manajemen dalam menyusun &lt;br /&gt;perencanaan, dimana manajemen melihat ke depan untuk menentukan tujuan &lt;br /&gt;perusahaan yang dinyatakan di dalam ukuran finansial. &lt;br /&gt;b. Anggaran dapat digunakan alat koordinasi berbagai kegiatan perusahaan, &lt;br /&gt;misalnya koordinasi antara berbagai penjualan dengan kegiatan produksi. &lt;br /&gt;c. Implementasi anggaran dapat menciptakan alat untuk pengawasan kegiatan &lt;br /&gt;perusahaan. Penyimpangan antara anggaran dengan realisasi dihitung dan &lt;br /&gt;dianalisa, dan manajemen dapat mengetahui adanya penyelewengan tersebut. &lt;br /&gt;d. Berdasarkan teknik yang digunakan dalam anggaran, manajemen dapat &lt;br /&gt;memeriksa dengan seksama penggunaan sumber ekonomi yang dimiliki &lt;br /&gt;perusahaan apakah dapat berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif). &lt;br /&gt;e.  Pemakaian anggaran mengakibatkan timbulnya suasana yang bersemangat &lt;br /&gt;untuk memperoleh laba, timbul kesadaran tentang pentingnya biaya sebelum &lt;br /&gt;dana disediakan. Tekanan anggaran bukan semata-mata menekan biaya, akan &lt;br /&gt;tetapi adalah memaksimalkan laba dalam jangka panjang, dan tambahan biaya &lt;br /&gt;akan dibenarkan apabila tambahan biaya tersebut diperkirakan dapat &lt;br /&gt;meningkatkan laba. &lt;br /&gt;r.  Pemakaian anggaran dapat mendorong dipakainya standar sebagai alat pengukur &lt;br /&gt;prestasi suatu bagian atau individu di dalam organisasi perusahaan. &lt;br /&gt;g. Pemakaian anggaran dapat membantu manajemen di dalam pengambilan &lt;br /&gt;keputusan untuk memilih beberapa alternatif yang mungkin dilaksanakan, &lt;br /&gt;misalnya: membuat atau membeli, membuat atau menyewa, menolak atau menerima pesanan, khusus, mendorong atau mengurangi produk tertentu dan &lt;br /&gt;sebagainya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7.2. Keterbatasan Anggaran &lt;br /&gt;Disamping keuntungan-keuntungan dari pemakaian anggaran perlu diketahui &lt;br /&gt;pula adanya keterbatasan dari anggaran sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Anggaran didasarkan pada estimasi atau proyeksi atas kegiatan yang akan &lt;br /&gt;datang, ketepatan dari estimasi sangat tergantung kepada pengalaman dan &lt;br /&gt;kemampuan dari estimator atau proyektor, ketidak tepatan anggaran berakibat &lt;br /&gt;tidak baik sebagai alat perencanaan, koordinasi, dan pengawasan dengan baik. &lt;br /&gt;b. Anggaran harus selalu disesuaikan dengan perubahan kondisi dan asumsi. &lt;br /&gt;Anggaran disusun atas dasar kondisi dan asumsi yang mendasari penyusunan &lt;br /&gt;anggaran mengharuskan adanya revisi anggaran agar anggaran tersebut dapat &lt;br /&gt;digunakan sebagai alat manajemen. Perubahan kondisi atau asumsi misalnya &lt;br /&gt;dapat berupa: laju inflasi atau kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. &lt;br /&gt;c.  Anggaran dapat dipakai sebagai alat oleh manajemen hanya apabila semua &lt;br /&gt;pihak, terutama manajer-manajer perusahaan, secara terus-menerus dan &lt;br /&gt;terkoordinasi berusaha dan bertanggung-jawab atas tercapainya tujuan yang &lt;br /&gt;telah ditentukan di dalam anggaran. &lt;br /&gt;d.  Semua pihak di dalam perusahaan perlu menyadari bahwa anggaran adalah alat &lt;br /&gt;untuk membantu manajemen, akan tetapi tidak dapat menggantikan fungsi &lt;br /&gt;manajemen dan "judgement" manajemen masih diperlukan atas dasar &lt;br /&gt;pengetahuan dan pengalamannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Syarat-syarat Pokok dari Program Anggaran yang Berhasil &lt;br /&gt;Program anggaran akan berhasil apabila memenuhi syarat-syarat pokok &lt;br /&gt;sebagai berikut: &lt;br /&gt;1.  Organisasi Perusahaan yang Sehat &lt;br /&gt;Organisasi yang sehat adalah organisasi yang disusun berdasarkan sistem &lt;br /&gt;organisasi tertentu, dapat mengadakan pembagian tugas fungsional dengan &lt;br /&gt;jelas, dan menentukan garis wewenang dan tanggung jawab dengan tegas. &lt;br /&gt;2.  Sistem Akuntansi yang Memadai &lt;br /&gt;Keberhasilan program anggaran harus didukung oleh sistem akuntansi yang &lt;br /&gt;memadai, meliputi: &lt;br /&gt;a. Penggolongan rekening yang sama antara anggaran dengan realisasi yang &lt;br /&gt;akan dicatat oleh akuntansi, sehingga antara anggaran dengan realisasi dapat &lt;br /&gt;diperbandingkan. &lt;br /&gt;b. Pencatatan akuntansi terhadap transaksi akan memberikan informasi dari &lt;br /&gt;realisasi anggaran. &lt;br /&gt;c. Laporan yang disajikan dapat dibuat sesuai dengan penentuan tingkat &lt;br /&gt;pertanggungjawaban dari bagian atau individu di dalam perusahaan. &lt;br /&gt;3.   Penelitian dan Analisa &lt;br /&gt;Penelitian dan analisa diperlukan untuk menetapkan alat pengukur prestasi, yang &lt;br /&gt;dapat berupa standar atau taksiran, sehingga anggaran dapat dipakai dasar &lt;br /&gt;analisa untuk mengukur prestasi yang baik. &lt;br /&gt;4.  Dukungan dari Para Pelaksana &lt;br /&gt;Anggaran dapat berjalan baik apabila ada dukungan aktif dari para pelaksana &lt;br /&gt;dari tingkat alas maupun bawah, hal ini menyangkut hubungan antar manusia &lt;br /&gt;dalam melaksanakan kegiatan, oleh karena itu patokan yang dipakai mengukur &lt;br /&gt;prestasi dengan adil harus dimiliki. &lt;br /&gt;B. Jenis-jenis Anggaran pada Perusahaan &lt;br /&gt;1. Anggaran Penjualan &lt;br /&gt;Anggaran penjualan merupakan anggaran yang sangat penting dalam &lt;br /&gt;penentuan proyeksi penjualan dan penghasilan yang realistis dan pendukung utama &lt;br /&gt;dalam menyusun rencana anggaran komprehensip perusahaan. Sebab jika anggaran &lt;br /&gt;penjualan bersifat tidak realistis seperti "over convidance" atau terlalu percaya diri &lt;br /&gt;maka sebagian besar bagian dari rencana laba keseluruhan juga akan ikut tidak &lt;br /&gt;realistis. &lt;br /&gt;Adapun defenisi dari anggaran penjualan itu sendiri adalah "Anggaran yang &lt;br /&gt;menerangkan secara terperinci tentang penjualan perusahaan dimasa datang dimana &lt;br /&gt;didalamnya ada rencana tentang jenis barang, jumlah, harga, waktu serta tempat &lt;br /&gt;penjualan barang. &lt;br /&gt;Anggaran penjualan perlu dikembangkan dengan teliti agar anggaran-&lt;br /&gt;anggaran operasi dan anggaran finansial saling isi mengisi dan saling memantau &lt;br /&gt;dalam menyusun rencana anggaran komprehensip. Agar anggaran penjualan lebih &lt;br /&gt;teliti dan meyakinkan maka diperlukan "Tim Peramal Penjualan" yang terdiri dari &lt;br /&gt;beberapa ahli dari bidang distribusi dan didukung oleh ahli-ahli bidang keuangan, &lt;br /&gt;produksi dan dari bidang lainnya. Peramalan penjualan akan menilai target penjualan &lt;br /&gt;yang akan dicapai sebagai dasar penjualan. &lt;br /&gt;Sebaliknya, rencana anggaran penjualan dapat dipergunakan untuk &lt;br /&gt;menyusun pembuatan bagian-bagian dari anggaran-anggaran lainnya. &lt;br /&gt;Tujuan utama dari anggaran penjualan adalah: &lt;br /&gt;1. Mengurangi ketidakpastian dimasa depan &lt;br /&gt;2. Memasukkan pertimbangan /keputusan manajemen dalam proses perencanaan &lt;br /&gt;3. Memberikan informasi dalam profit planing control &lt;br /&gt;4. Untuk mempermudah pengendalian penjualan &lt;br /&gt;Suatu anggaran penjualan yang lengkap sebaiknya menunjukkan gambaran &lt;br /&gt;sebagai berikut : &lt;br /&gt;! Penjualan dirinci menurut bulan, kwartalan, semester dan tahunan. &lt;br /&gt;! Penjualan dirinci menurut jenis-jenis produk &lt;br /&gt;! Penjualan dilakukan menurut daerah pemasaran &lt;br /&gt;Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam rangka penyusunan anggaran &lt;br /&gt;penjualan antara lain: &lt;br /&gt;! Penelitian dan peramalan penjualan &lt;br /&gt;! Fungsi anggaran penjualan &lt;br /&gt;! Tahap-tahap peramalan penjualan &lt;br /&gt;! Metode peramalan penjualan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.1. Penelitian dan Peramalan Penjualan &lt;br /&gt;Pada umurnnya apa yang direncanakan pada anggaran penjualan merupakan &lt;br /&gt;dasar perencanaan dari seluruh komponen anggaran lainnya, artinya perencanaan &lt;br /&gt;penjualan merupakan "kunci keberhasilan dari rencana anggaran komprehensip. &lt;br /&gt;Taksiran proyeksi volume penjualan yang realistis akan menggambarkan suatu &lt;br /&gt;rencana penjualan yang cukup tepat dan hampir mendekati penjualan yang &lt;br /&gt;sebenarnya, paling tidak memenuhi target dan tidak mengalami penyimpangan yang &lt;br /&gt;terlalu jauh. &lt;br /&gt;Proyeksi volume penjualan yang teliti adalah hasil dari ramalan penjualan &lt;br /&gt;yang teliti. Peramalan penjualan yang teliti akan tergantung dari beberapa segi yang &lt;br /&gt;harus diperhatikan yaitu dari segi intern dan ekstern perusahaan. &lt;br /&gt;Adapun contoh-contoh dari fakta intern/control label factor ialah: &lt;br /&gt;* Modal yang dimiliki   * Kapasitas produksi &lt;br /&gt;* Kemungkinan investasi   * Sumber daya manusia &lt;br /&gt;* Kebijakan perusahaan   * Hasil penjualan tahun lalu &lt;br /&gt;* Pemilihan saluran distribusi  * Fasilitas yang dimiliki perusahaan &lt;br /&gt;Sedang contoh-contoh dari factor ekstern /uncontrollabel factor ialah: &lt;br /&gt;* Keadaan pasar    * Posisi perusahaan dalam pasar tersebut &lt;br /&gt;* Persaingan     * Tingkat pertumbuhan penduduk &lt;br /&gt;* Selera konsumen    * Kebiasaaan di masyarakat &lt;br /&gt;* Adat istiadat    * Tingkat penghasilan masyarakat &lt;br /&gt;* Keadaan perekonomian nasional  * Kemajuan teknologi &lt;br /&gt;Kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa dalam faktor intern perusahaan pada &lt;br /&gt;umumnya dapat diawasi, sebab masalahnya bagi perusahaan semata-mata adalah &lt;br /&gt;kemampuan manajemen untuk mengelola faktor-faktor produksi yang tersedia. Tapi &lt;br /&gt;bagaimanapun, faktor-faktor ekstern perlu diperhitungkan kemungkinannya dan &lt;br /&gt;kemungkinan inipun sulit diketahui maupun diramalkan sehingga sering dianggap &lt;br /&gt;sebagai faktor yang diluar dugaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.2. Fungsi Anggaran Penjualan &lt;br /&gt;Fungsi dari anggaran penjualan dalam suatu perusahaan dapat disimpulkan &lt;br /&gt;sebagai berikut : &lt;br /&gt;! Anggaran penjualan adalah dasar perencanaan atas kegiatan perusahaan pada &lt;br /&gt;umumnya. &lt;br /&gt;Anggaran penjualan terlebih dahulu disusun baru kemudian komponen-komponen &lt;br /&gt;anggaran lainnya, sehingga dapat menggambarkan suatu rencana anggaran &lt;br /&gt;komprehensip. Kemudian tahap berikutnya segera dapat menyusun anggaran &lt;br /&gt;produksi untuk memenuhi jumlah barang jadi yang harus segera di produksikan &lt;br /&gt;untuk memenuhi penjualan. &lt;br /&gt;! Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi dan mengarahkan setiap &lt;br /&gt;pelaksanaan divisi Pemasaran. &lt;br /&gt;Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi adalah untuk memantau tugas kepada &lt;br /&gt;divisi produksi supaya jangan kehabisan persediaan barang jadi dan sebaliknya &lt;br /&gt;anggaran produksi memantau kebagian pembelian, sehingga terdapat keserasian &lt;br /&gt;dalam membentuk anggaran komprehensip. &lt;br /&gt;! Anggaran penjualan sebagai alat pengorganisasian &lt;br /&gt;Anggaran penjualan berarti penetapan target-target penjualan atas setiap anatomi &lt;br /&gt;organisasi pemasaran yang dilakukan oleh para penjual, pengawas penjual dan &lt;br /&gt;manajer-manajer pemasaran. Pihak-pihak diatas perlu diorganisasikan sesuai &lt;br /&gt;dengan daerah-daerah pemasaran guna mencapai target penjualan yang tertera &lt;br /&gt;pada anggaran penjualan. &lt;br /&gt;! Anggaran penjualan sebagai alat pengawasan bagi manajemen  &lt;br /&gt;Keberhasilan suatu anggran konprehensif dalam suatu perusahaan tergantung &lt;br /&gt;kepada keberhasilan anggaran penjualan. Sebaliknya dengan tersusun anggran &lt;br /&gt;penjualan secra terperinci memungkinkan manajemen lebih gampang untuk &lt;br /&gt;menyusun anggran lainnya adalah berpedoman kepada anggran penjualan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.3. Tahap-tahap Peramalan Penjualan &lt;br /&gt;  Tahap-tahap peramalan penjualan dapat dibagi atas beberapa analisa sebagai &lt;br /&gt;berikut: &lt;br /&gt;! Analisa penjualan &lt;br /&gt;Analisa penjualan pada masa yang lalu, merupakan analisa bulanan, kuartalan, &lt;br /&gt;tahunan ataupun triwulan dan panca tahunan, yang berhubungan dengan analisa &lt;br /&gt;produk, daerah pemasaran, langganan maupun pesanan atas barang-barang. Analisa &lt;br /&gt;penjualan adalah suatu analisa tentang penjualan yang berhubungan erat dengan &lt;br /&gt;daerah pemasaran, produk, langganan, pesanan dan lain-lain. &lt;br /&gt;! Analisa pasar&lt;br /&gt;Analisa pasar sangat penting sekali mengingat taksiran permintaan ataupun potensi &lt;br /&gt;penjualan, dengan cara menentukan porsi pasar suatu barang tertentu. Analisa &lt;br /&gt;pasar jangka panjang dan jangka pendek diadakan melalui peramalan penjualan &lt;br /&gt;dengan mempelajari potensi permintaan. Selain itu beberapa segi yang perlu &lt;br /&gt;dianalisa dalam penelitian pemasaran antara lain adalah peramalan penjualan, cara-&lt;br /&gt;cara pemasaran, peranan reklame dan promosi, penentuan lokasi perusahaan, &lt;br /&gt;penelitian selera konsumen, analisa produk dan penentuan harga jual. &lt;br /&gt;! Analisa fungsi produksi &lt;br /&gt;Analisa fungsi produksi merupakan kemampuan manajemen dalam pengalihan &lt;br /&gt;faktor-faktor produksi yang tersedia menjadi produksi sehingga tersedianya &lt;br /&gt;kuantitas penjualan tergantung kepada kuantitas produksi yang akan dihasilkan &lt;br /&gt;sesuai dengan faktor-faktor produksi yang tersedia. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.4. Metode Peramalan Penjualan &lt;br /&gt;Metode peramalan penjualan yang dapat digunakan dalarn perusahaan adalah &lt;br /&gt;banyak sekali seperti metode komposisi tenaga penjual, metode opini para eksekutif, &lt;br /&gt;metode statistika peramalan penjualan. Tapi yang paling sering digunakan adalah &lt;br /&gt;metode kuadrat terkecil atau lebih lazim disebut dengan metode trend. &lt;br /&gt;Dengan mempergunakan metode kuadrat terkecil ini, perusahaan akan dapat &lt;br /&gt;melakukan perhitungan peramalan penjualan produk perusahaan melalui dua macam &lt;br /&gt;bentuk yaitu bentuk linier/garis lurus dan bentuk kuadrat/garis lurus dan bentuk &lt;br /&gt;kuadrat/garis lengkung. Bentuk mana yang akan digunakan oleh perusahaan &lt;br /&gt;tergantung dari bentuk mana yang paling sesuai dengan kondisi yang berlaku &lt;br /&gt;diperusahaan saat ini. &lt;br /&gt;Adapun bentuk umum dari trend garis lurus dan garis lengkung yang sering &lt;br /&gt;dipergunakan untuk penyusunan peramalan penjualan produk perusahaan tersebut &lt;br /&gt;adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;Y = a + bx    untuk trend garis lurus, serta &lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;        untuk trend garis lengkung &lt;br /&gt;Y = a + bx + cx&lt;br /&gt;Dimana : &lt;br /&gt;Y = variabel yang akan diramalkan, dalam hal ini adalah peramalan penjualan &lt;br /&gt;produk perusahaan. &lt;br /&gt;a =  konstanta yang akan menunjukan besarnya harga Y apabila X sama dengan 0 &lt;br /&gt;(nol) &lt;br /&gt;b = variabel per x" yaitu menunjukkan besamya perubahan nilai Y dan setiap &lt;br /&gt;perubahan satu unit x. &lt;br /&gt;x = unit waktu, yang dapat dinyatakan dengan minggu, bulan, semester, tahun dan &lt;br /&gt;lainnya tergantung kepada kesesuaian dari perusahaan itu sendiri. &lt;br /&gt;Di dalam mempergunakan model peramalan penjualan produk perusahaan &lt;br /&gt;seperti diatas, maka Y adalah merupakan variabel yang akan dicari atau variabel &lt;br /&gt;yang diramalkan. X merupakan unit waktu, sehingga manajemen perusahaan yang &lt;br /&gt;akan menentukan untuk nilai X, berapa besar peramalan tersebut akan dilakukan. &lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam penyelesaian peramalan tersebut perlu ditentukan terlebih &lt;br /&gt;dahulu besarnya nilai a dan b untuk garis lurus atau nilai a, b dan c untuk trend garis &lt;br /&gt;lengkung. &lt;br /&gt;Untuk mencari besarnya nilai a, b, dan c maka dapat dilakukan dengan &lt;br /&gt;mempergunakan rumus-rumus sebagai berikut: &lt;br /&gt;2&lt;br /&gt; dengan syarat ?X = 0 untuk trend garis lurus, dan  &lt;br /&gt;  a     = ?Y/n dan b = ??Y/?X&lt;br /&gt;2 &lt;br /&gt; ?Y  = na + c?X&lt;br /&gt;2 &lt;br /&gt; ?XY  = b?X&lt;br /&gt;2 2 4&lt;br /&gt; ?X Y   = a?V  + c?X   dengan  syarat  ?X = 0 dimana n adalah sama dengan jumlah &lt;br /&gt;             data. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-5590813869757334082?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/5590813869757334082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=5590813869757334082&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/5590813869757334082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/5590813869757334082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/12/penyusunan-anggaran-perusahaan-sebagai.html' title='PENYUSUNAN ANGGARAN PERUSAHAAN SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DALAM  PENCAPAIAN TUJUAN'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdVcWbSq5I/AAAAAAAAAHY/TCtb270DJgA/s72-c/penganggaran+perusahaan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-1580013698558736289</id><published>2009-11-13T08:55:00.002+08:00</published><updated>2009-12-03T13:51:27.425+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen kompensasi'/><title type='text'>KOMPENSASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdRrpxWvyI/AAAAAAAAAHQ/1OpYyOrJyCs/s1600-h/manajemen-kompensasi-prinsip-dasar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdRrpxWvyI/AAAAAAAAAHQ/1OpYyOrJyCs/s200/manajemen-kompensasi-prinsip-dasar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410883287698030370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8.1. PENGERTIAN KOMPENSASI &lt;br /&gt;Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan  oleh organisasi / perusahaan kepada karyawan, yang dapat bersifat finansial maupun non finansial,  pada periode   yang tetap. Sistem kompensasi yang baik akan  mampu memberikan kepuasan bagi karyawan dan memungkinkan perusahaan memperoleh, mempekerjakan, dan mempertahankan karyawan.  &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Bagi organisasi / perusahaan, kompensasi memiliki arti penting karena kompensasi mencerminkan upaya organisasi dalam mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Pengalaman  menunjukkan bahwa kompensasi yang tidak memadai dapat menurunkan prestasi kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja  karyawan, bahkan dapat menyebabkan karyawan yang potensial keluar dari perusahaan. &lt;br /&gt;8.2. FUNGSI KOMPENSASI &lt;br /&gt;Dari pengertian diatas terlihat bahwa kompensasi merupakan alat pengikat perusahaan terhadap karyawannya, faktor penarik bagi calon karyawan dan faktor pendorong seseorang menjadi karyawan. Dengan demikian kompensasi mempunyai fungsi yang cukup penting di dalam memperlancar jalannya roda organisasi/ perusahaan. Menurut Martoyo (1994), fungsi kompensasi adalah : &lt;br /&gt;a. Penggunaan SDM secara lebih efisien dan lebih efektif &lt;br /&gt;Kompensasi yang tinggi pada seorang karyawan mempunyai implikasi bahwa organisasi memperoleh keuntungan dan manfaat maksimal dari karyawan yang bersangkutan karena besarnya kompensasi sangat ditentukan oleh tinggi/rendahnya produktivitas kerja karyawan yang bersangkutan. Semakin banyak pegawai yang diberi kompensasi yang tinggi berarti semakin banyak karyawannya yang berprestasi tinggi.  Banyaknya karyawan yang berprestasi tinggi akan mengurangi pengeluaran biaya untuk kerja-kerja yang tidak perlu.yang diakibatkan oleh kurang efisien dan efektifitasnya kerja). Dengan demikian pemberian kompensasi dapat menjadikan penggunaan SDM secara lebih efisien dan lebih efektif. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi &lt;br /&gt;Sistem pemberian kompensasi yang baik secara langsung dapat membantu stabilitas organisasi dan secara tidak langsung ikut andil dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya pemberian kompensasi yang kurang baik dapat menyebabkan gejolak di kalangan karyawan akibat ketidakpuasan. Pada gilirannya gejolak ketidakpuasan ini akan menimbulkan kerawanan ekonomi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.3. TUJUAN KOMPENSASI &lt;br /&gt;Sebagai bagian dari manajemen SDM, pemberian kompensasi bertujuan untuk: &lt;br /&gt;a) Memperoleh karyawan yang memenuhi persyaratan. &lt;br /&gt;Salah satu cara organisasi untuk memperoleh karyawan yang memenuhi persyaratan (qualified) dapat dilakukan dengan pemberian sistem kompensasi. Sistem kompensasiyang baik merupakan faktor penarik masuknya karyawan qualified. Sebaliknya, sistem kompensasi yang buruk dapat mengakibatkan keluarnyakaryawan yang  qualified dari suatu organisasi. Sebagai contoh,  eksodus secara besar-besaran karyawan dari perusahaan A ke perusahaan B merupakan indikasi lebih baiknya sistem kompensasi yang ada pada perusahaan B daripada perusahaan A. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Mempertahankan karyawan yang ada &lt;br /&gt;Eksodus besar-besaran karyawan ke perusahaan lain juga menunjukkan betapa besarnya peranan kompensasi dalam mempertahankan karyawan yang qualified. Sistem kompensasi yang kurang baik dengan iklim usaha yang kompetitif dapat menyulitkan organisasi/perusahaan dalam mempertahankan karyawannya yang qualified. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c) Menjamin keadilan  &lt;br /&gt;Pemberian kompensasi yang baik juga bertujuan untuk menjamin keadilan. Dalam arti, perusahaan memberikan imbalan yang sepadan untuk hasil karya atau prestasi kerja yang diberikan pada organisasi. &lt;br /&gt;d) Menghargai perilaku yang diinginkan  &lt;br /&gt;Besar kecilnya pemberan kompensasi juga menunjukkan penghargaan organisasi terhadap perilaku karyawan yang diinginkan. Bila karyawan berperilaku sesuai dengan harapan organisasi, maka penilaian kinerja yang diberikan akan lebih baik daripada karyawan yang berperilaku kurang sesuai dengan harapan organisasi. Pemberian nilai kinerja yang baik diiringi dengan pemberian kompensasi yang baik dapat meningkatkan kesadaran karyawan bahwa perilakunya dinilai dan dihargai sehingga karywan akan selalu berusaha memperbaiki perilakunya.  &lt;br /&gt;e) Mengendalikan biaya-biaya  &lt;br /&gt;Dalam jangka pendek, pemberian kompensasi pada karyawan yang berprestasi akan memperbesar biaya. Namun secara jangka panjang, kerja karyawan yang lebih efektif dan efisien akibat pemberian kompensasi yang baik dapat mengendalikan biaya-biaya yang tidak perlu. Organisasi sering kali mengeluarkan biaya-biaya yang tidak perlu akibat rendahnya produktifitas atau kurang efekif dan efisiennya kerja karyawan. Seringkali biaya yang tidak perlu ini besarnya melebihi biaya tetap. Pemberian komensasi yang baik diharapkan dapat mendorong karyawan untuk lebih produktif dan lebih efisien serta efektif dalam bekerja sehingga organisasi dapat memperkecil atau mengendalikan biaya-biaya yang harus dikeluarkan dan memperbesar pemasukannya. &lt;br /&gt;f) Memenuhi peraturan-peraturan legal &lt;br /&gt;Selain lima tujuan di atas, kompensasi juga bertujuan untuk memenuhi peraturan-peraturan legal seperti Upah Minimum Rata-rata (UMR), Ketentuan Lembur, Jaminan Sosial Tenaga Kerja  (Jamsostek), Asuransi Tenaga Kerja (Astek) dan fasilitas lainnya. &lt;br /&gt;Sejalan dengan hal tersebut, Martoyo (1994) berpendapat bahwa tujuan kompensasi adalah : &lt;br /&gt;1.  Pemenuhan kebutuhan ekonomi karyawan atau sebagai jaminan &lt;br /&gt;economic security bagi karyawan. &lt;br /&gt;2.  Mendorong agar karyawan lebih baik dan lebih giat. &lt;br /&gt;3.  Menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kemajuan. &lt;br /&gt;4.  Menunjukkan penghargaan dan perlakuan adil organisasi terhadap &lt;br /&gt;karyawannya (adanya keseimbangan antara  input  yang diberikan karyawan terhadap perusahaan dan output atau besarnya imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.4. PENENTUAN  KOMPENSASI &lt;br /&gt;Besarnya kompensasi yang diberikan ditentukan oleh 1) Harga / Nilai pekerjaan, 2) Sistem kompensasi yang  diterapkan, dan 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi. &lt;br /&gt;1) Harga/ Nilai Pekerjaan &lt;br /&gt;Penilaian harga suatu jenis pekerjaan merupakan tindakan pertama yang dilakukan dalam menentukan besarnya kompensasi yang akan diberikan kepada karyawan. Penilaain harga  pekerja dapat dilakukan dengan dua cara, sebagai berikut :  &lt;br /&gt;a. Melakukan analisis jabatan/pekerjaan &lt;br /&gt;Berdasarkan analisis jabatan akan didapat informasi yang berkaitan dengan : &lt;br /&gt;1) Jenis keahlian yang dibutuhkan, 2) Tingkat kompeksitas pekerjaan, 3) &lt;br /&gt;Resiko pekerjaan, dan 4) Perilaku/kepribadian yang dituntut oleh pekerjaan &lt;br /&gt;tersebut. Dari informasi tersebut kemudian ditentukan harga pekerjaan. &lt;br /&gt;b. Melakukan survei “harga” pekerjaan sejenis pada organisasi  lain. &lt;br /&gt;Harga pekerjaan pada beberapa organisasi dapat dijadikan sebagai patokan &lt;br /&gt;dalam menetukan harga pekerjaan sekaligus sebagai ukuran kelayakan &lt;br /&gt;kompensasi. Jika harga pekerjaan yang diberikan lebih rendah dari organisasi &lt;br /&gt;lain, maka kecil kemungkinan organisasi tersebut mampu menarik atau &lt;br /&gt;mempertahankan karyawan yang qualified. Sebaliknya bila harga pekerjaan terebut lebih tinggi dari organisasi lainnya, maka organisasi tersebut akan  lebih mudah menarik dan mempertahankan karyawan yang qualified.  &lt;br /&gt;2) Sistem kompensasi &lt;br /&gt;Beberapa sistem kompensasi yang biasa digunakan adalah sistem prestasi, &lt;br /&gt;sistem kontrak/borongan.  &lt;br /&gt;a. Sistem Prestasi &lt;br /&gt;Upah menurut prestasi kerja sering juga disebut dengan upah sistem &lt;br /&gt;hasil. Pengupahan dengan cara ini mengaitkan secara langsung antara &lt;br /&gt;besarnya upah dengan prestasi kerja  yang ditujukan oleh karyawan yang &lt;br /&gt;bersangkutan. Sedikit banyaknya upah tersebut tergantung pada sedikit &lt;br /&gt;banyaknya hasil yang dicapai karyawan dalam waktu tertentu. Cara ini dapat &lt;br /&gt;diterapkan bila hasil kerja dapat diukur secara kuantitatif.  &lt;br /&gt;Cara ini dapat mendorong karyawan yang kurang produktif menjadi &lt;br /&gt;lebih produktif. Cara ini akan sangat menguntungkan bagi karyawan yang &lt;br /&gt;dapat bekerja cepat dan berkemampaun tinggi. Contoh kompensasi sistem &lt;br /&gt;hasil : per potong, per meter, per kilo, per liter dan sebagainya. &lt;br /&gt;b. Sistem Waktu &lt;br /&gt;Besarnya kompensasi dihitung berdasarkan standar waktu seperti Jam, &lt;br /&gt;Hari, Minggu, Bulan. Besarnya Upah ditentukan oleh lamanya karyawan &lt;br /&gt;melaksanakan atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Umumnya cara ini &lt;br /&gt;digunakan bila ada kesulitan dalam menerapkan cara pengupahan berdasarkan &lt;br /&gt;prestasi.  &lt;br /&gt;Kelemahan dari sistem waktu adalah : &lt;br /&gt;1.  Mengakibatkan mengendornya semangat karyawan yang produktifitasnya &lt;br /&gt;tinggi (diatas rata-rata ). &lt;br /&gt;2.  Tidak membedakan usia, pengalaman, dan kemampuan karyawan. &lt;br /&gt;3.  Membutuhkan pengawasan yang ketat agar karyawan sungguh- sungguh &lt;br /&gt;benerja. &lt;br /&gt;4.  Kurang mengakui adanya prestasi kerja karyawan. &lt;br /&gt;Sedangkan kelebihan sistem waktu adalah : &lt;br /&gt;1.  Dapat mencegah hal- hal yang kurang diinginkan seperti pilih kasih, &lt;br /&gt;diskriminasi maupun kompetisi yang kurang sehat. &lt;br /&gt;2.  Menjamin kepastian penerimaan upah secara periodik. &lt;br /&gt;3.  Tidak memandang rendah karyawan yang cukup lanjut usia. &lt;br /&gt;c. Sistem kontrak/ borongan &lt;br /&gt;Penetapan besarnya upah dengan sistem kontrak / borongan didasarkan atas kuantitas, kualitas dan lamanya peyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan kontrak perjanjian. Untuk mendapatkan hasil  yang sesuai dengan yang diharapkan, maka dalam kontrak juga dicantumkan ketentuan mengenai “konsekuensi” bila pekerjaan yang dihasilkan tidak sesuai dengan perjanjian baik secara kuantitas, kualitas maupun lamanya penyelesaian pekerjaan. Sistem ini biasanya digunakan untuk jenis pekerjaan yang dianggap merugikan bila dikerjakan oleh karyawan tetap dan /atau jenis pekerjaan yang tidak mampu dikerjakan oleh karyawan tetap. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPENSASI &lt;br /&gt;Dalam pemberian kompensasi, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhinya. Secara garis besar faktor-faktor tersebut terbagi tiga, yaitu faktor intern organisasi, pribadi karyawan yang bersangkutan, dan faktor ekstern pegawai organisasi. &lt;br /&gt;A. Faktor Intern Organisasi &lt;br /&gt;Contoh faktor intern organisasi yang mempengaruhi besarnya kompensasi adalah dana organsasi, dan serikat pekerja.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dana Organisasi  &lt;br /&gt;Kemampuan organisasi untuk melaksanakan kompensasi tergantung pada dana yang terhimpun untuk keperluan tersebut. Terhimpunnya dana tentunya sebagai akibat prestasi-prestasi kerja yang telah ditujukan oleh karyawan. Makin besarnya prestasi kerja maka makin besar pula keuntungan organisasi/perusahaan. Besanya keuntungan perusahaan akan memperbesar himpunan dana untuk kompensasi, maka pelaksanaan kompensasi akan makin baik. Begitu pula sebaliknya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Serikat pekerja &lt;br /&gt;Para pekerja yang tergabung dalam seikat pekerja juga dapat mempengaruhi pelaksanaan atau penetapan kompensasi dalam suatu perusahaan. Serikat pekerja dapat menjadi simbol kekuatan pekerja di dalam menuntut perbaikan nasib. Keberadaan serikat pekerja perlu mendapatkan perhatian atau perlu diperhitungkan oleh pihak manajemen.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Faktor Pribadi Karyawan &lt;br /&gt;Contoh faktor pribadi karyawan yang  mempengaruhi besarnya pemberian kompensasi adalah produktifitas kerja, posisi dan jabatan, pendidikan dan pengalaman serta jenis dan sifat pekerjaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Produktifitas kerja  &lt;br /&gt;Produktifitas kerja dipengaruhi oleh prestasi kerja. Prestasi kerja merupakan faktor yang diperhitungkan dalam penetapan kompensasi. Pengaruh ini memungkinkan karyawan pada posisi dan jabatan yang sama mendapatkan kompsasai yang berbeda. Pemberian kompesasi ini dimaksud untuk meningkatkan produktifitas kerja karyawan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Posisi dan Jabatan &lt;br /&gt;Posisi dan jabatan berbeda berimplikasi pada perbedaan besarnya kompensasi. Posisi dan jabatan seseorang dalam  organisasi menunjukkan keberadaan dan tanggung jawabnya dalam hierarki organisasi. Semakin tinggi posisi dan jabatan seseorang dalam organisasi, semakin besar tanggung jawabnya, maka semakin tinggi pula kompensasi yang diterimanya. Hal tersebut berlaku sebaliknya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Pendidikan dan Pengalaman &lt;br /&gt;Selain posisi dan jabatan, pendidikan dan pengalaman kerja juga merupakan faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi. Pegawai yang lebih berpengalaman dan berpndidikan lebih tinggi akan mendapat kompensasi yang lebih besar dari pegawai yang kurang pengalaman dan atau lebih rendah tingkat pendidikannya. Pertimbangan faktor  ini merupakan wujud penghargaan organisasi pada keprofesionalan seseorang. Pertimbangan ini juga dapat memacu karyawan untuk meningkatkan pengetahuannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Jenis dan Sifat Pekerjaan &lt;br /&gt;Besarnya kompensasi pegawai yang bekerja di lapangan berbeda dengan pekerjaan yang bekerja dalam ruangan, demikian juga kompensasi untuk pekerjaan klerikal akan berbeda dengan pekerjaan adminsitratif. Begitu pula halnya dengan pekerjaan manajemen berbeda dengan pekerjaan teknis. Pemberian kompensasi yang  berbeda ini selain karena pertimbangan profesioalisme pegawai juga kerena besarnya resiko dan tanggung jawab yang dipikul oleh pegawai yang bersangkutan. Sebagai contoh, dikebanyakan organisasi/perusahaan pegawai yang bertugas di lapangan biasanya mendaptkan kompenasai antara 2 – 3 kali lipat dari pekerjaan di dalam ruangan/kantor. Besarnya kompensasi sejalan dengan besarnya resiko dan tanggung jawab yang dipikulnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Faktor Ekstern &lt;br /&gt;Contoh faktor ekstern pegawai dan organisasi yang mempengaruhi besarnya kompensasi adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;a. Penawaran dan Permintaan kerja &lt;br /&gt;Mengacu pada hukum ekonomi pasar bebas, kondisi dimana penawaran (supply) tenaga kerja ebih dari permintaan (demand) akan menyebabkan rendahnya  kompensasi yang diberikan. Sebaiknya bila kondisi pasar kerja menunjukkan &lt;br /&gt;besarnya jumlah permintaan tenaga kerja sementara penawaran hanya sedikit, maka kompensasi yang diberikan akan besar. Besarnya nilai kompensasi yang ditawarkan suatu organisasi merupakan daya tarik calon pegawai untuk memasuki organisasi tersebut. Namun dalam keadaan dimana jumlah tenaga kerja lebih besar dari lapangan kerja yang tersedia, besarnya kompensasi sedikit banyak menjadi terabaikan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Biaya hidup &lt;br /&gt;Besarnya kompensasi terutama upah/gaji harus disesuaikan dengan besarnya biaya hidup (cost of living). Yang dimaksud biaya hidup disini adalah biaya hidup minimal. Paling tidak kompensasi yang diberikan harus sama dengan atau Kompensasi di atas biaya hidup minimal. Jika kompensasi yang diberikan lebih rendah dari biaya hidup minimal, maka yang terjadi adalah proses pemiskinan bangsa. &lt;br /&gt;c. Kebijaksanaan Pemerintah &lt;br /&gt;Sebagai pemegang kebijakan, pemerintah berupaya melindungi rakyatnya dari kesewenang-wenangan dan keadilan. Dalam kaitannya dengan kompensasi, pemerintah menentukan upah minimum, jam kerja/hari, untuk pria dan wanita, pada batas umur tertentu. Dengan peraturan tersebut pemerintah menjamin berlangsungnya proses pemakmuran bangsa hingga dapat mencegah praktek-praktek organisasi yang dapat memiskinkan bangsa.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;d. Kondisi Perekonomian Nasional &lt;br /&gt;Kompensasi yang diterim oleh pegawai di negara-negara maju jauh lebih besar dari yang diterima negara-negara berkembang dan atau negara miskin. Besarnya rata-rata kompensasi yang diberikan oleh organsasi-organisasi dalam suatu negara mencerminkan kondisi perekonomian negara tersebut dan penghargaan negara terhadap sumber daya manusianya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.6. KEADILAN DAN KELAYAKAN DALAM PEMBERIAN KOMPENSASI  &lt;br /&gt;Selain hal-hal diatas, dalam pemberian kompensasi perlu dipertimbangkan unsur keadilan dan kelayakan. &lt;br /&gt;1. Keadilan &lt;br /&gt;Dalam pemberian kompensasi apakah itu berupa upah, gaji, bonus atau bentuk-bentuk lainnya, penting sekali diperhatikan masalah keadilan terebut. Keadilan bukan berarti sama rasa sama rata tanpa pandang bulu, tetapi harus terkait adanya hubungan antara pengorbanan (input) dengan output.  Semakin tinggi pengorbanan, semakin tinggi penghasilan yang diharapkan, sehingga oleh karenanya yang harus dinilai adalah pengorbanan (input) yang diperlukan suatu jabatan. Input dalam satu jabatan ditujukan dari persyaratan-persyaratan (spesifikasi) yang harus dipenuhi oleh orang yang memangku jabatan tersebut. Oleh karena itu semakin tinggi pula penghasilan &lt;br /&gt;(output) yang diharapkan.  &lt;br /&gt;Output ini ditunjukkan dari upah yang diterima para karyawan yang bersangkutan, dimana didalamnya tercantum rasa keadilan yang sangat diperhatikan oleh setiap karyawan penerima kompensasi tersebut. Bila tuntutan keadilan seperti seperti ini telah terpenuhi ini berarti perusahaan telah memiliki internal consistency dalam sistem kompensasinya.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Gambar 8.1. Internal Consistency &lt;br /&gt;Rp  &lt;br /&gt;Nilai/Harga&lt;br /&gt;Jabatan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jabatan dengan Jabatan dengan &lt;br /&gt;nilai tinggi nilai rendah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambar diatas, telihat bahwa makin tinggi nilai suatu jabatan, makin tinggi pula upah yang  diterima. Keadilan dalam pengupahan ini disebut internal consistency (konsistensi internal).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Kelayakan &lt;br /&gt;Di samping masalah keadilan dalam pemberian kompensasi perlu diperhatikan masalah kelayakan. Pengertian layak ini berkaitan dengan standar hidup seperti kebutuhan pokok minuman atau upah minimum sesuai dengan ketentuan pemerintah. Kelayakan juga dilihat dengan cara membandingkan pengupahan di perusahaan lain. Bila kelayakan ini sudah tercapai, maka perusahaan sudah mencapai apa yang disebut  external consistency (Konsistensi Eksternal).   &lt;br /&gt;Apabila upaya di dalam perusahaan yang bersangkutan lebih rendah dari perusahaan-perusahaan lain, maka hal ini dapat mengakibatkan kesulitan bagi perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja. Oleh karena itu untuk memenuhi kedua konsistensi tersebut (internal  dan eksternal) perlu digunakan suatu evaluasi pekerjaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.7. JENIS – JENIS KOMPENSASI &lt;br /&gt;Sebagaimana telah diuraikan di atas, kompensasi adalah gaji/upah ditambah dengan fasilitas dan insentif lainnya yang diterima pegawai dari organisasi. Pengertian ini menunjukkan bahwa selain mendapatkan upah/gaji yang ditetapkan, pegawai juga mendapatkan kompensasi. Jenis-jenis kompensasi selain upah/gaji tetap adalah 1) pengupahan insentif; 2) kompensasi pelengkap; 3) keamanan/kesehatan. &lt;br /&gt;1)  Insentif &lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan insentif adalah memberikan upah/gaji berdasarkan perbedaan prestasi kerja sehingga bisa jadi dua orang yang memiliki jabatan sama akan menerima upah yang berbeda, karena prestasinya berbeda, meskipun gaji pokoknya/dasarnya sama. Perbedaan tersebut merupakan tambahan upah (bonus) karena adanya kelebihan prestasi yang membedakan satu pegawai dengan yang lain. &lt;br /&gt;a. Sifat dasar Insentif &lt;br /&gt; Beberapa sifat dasar dalam sistem pengupahan insentif adalah : &lt;br /&gt;1.  Sistem pembayaran agar diupayakan cukup sederhana, sehingga mudah dimengerti dan dihitung oleh karyawan yang bersangkutan sendiri. &lt;br /&gt;2.  Upah insentif yang diterima benar-benar dapat menaikkan motivasi kerja mereka, sehingga output dan efisensi kerjanya juga meningkat. &lt;br /&gt;3.  Pelaksanaan pengupahan insentif hendaknya cukup cepat, sehingga karyawan yang berprestasi lebih cepat pula merasakan nikmatnya berprestasi. &lt;br /&gt;4.  Penentuan standar kerja atau  standar produksi hendaknya scermat &lt;br /&gt;mungkin dalam arti tidak terlalu tinggi, sehingga tidak terjangkau oleh umumnya karyawan, atau tidak terlalu rendah, sehingga tidak terlalu mudah dicapai karyawan. &lt;br /&gt;5.  Besarnya upah normal dengan standar kerja per jam hendaknya cukup merangsang pekerja atau karyawan untuk bekerja giat. Menurut penelitian para ahli, penentuan besarnya insentif berlaku pula bagi tenaga pimpinan yang besarnya 50-60% dari gaji bulanan. Jenis upah insentif macam-macam seperti Premi (bonus Payment), stock option (hak untuk membeli/mendapatkan saham pada harga tertentu), Phantom stock &lt;br /&gt;plan (dicatat sebagai pemegang saham), dan sebagainya. &lt;br /&gt;b. Kesulitan Sistem Pengupahan Insentif &lt;br /&gt;Menurut Heidjrachman dalam Susilo Martoyo (1994) terdapat delapan kesulitan dalam sistem pengupahan insentif yaitu: &lt;br /&gt;1.  Alat ukur dari berbagai prestasi karyawan belum tentu dapat berhasil dibuat secara tepat sebagaimana diharapkan, yakni wajar dan dapat diterima. &lt;br /&gt;2.  Alat ukur dan tujuan perusahaan harus terikat erat. &lt;br /&gt;3.  Data tentang prestasi kerja karyawan harus cepat dan teratur terkumpul setiap saat (hari, minggu, bulan). &lt;br /&gt;4.  Standar yang ditetapkan haruslah mempunyai kadar/ tingkat kesulitan yang sama untuk setiap kelompok kerja. &lt;br /&gt;5.  Gaji/ upah total dari upah pokok plus bonus yang diterima haruslah konsisten di antara berbagai kelompok pekerja yang menerima insentif dan antara kelompok yang menerima insentif dengan yang tidak menerima insentif. &lt;br /&gt;6.  Standar prestasi haruslah disesuaikan secara periodic dengan adanya &lt;br /&gt;perubahan dalam prosedur kerja. &lt;br /&gt;7.  Kemungkinan tantangan dari pihak serikat karyawan harus sudah &lt;br /&gt;diperhitungkan secara matang. &lt;br /&gt;8.  Berbagai reaksi kariyawan terhadap sistem pengupahan insentif yang &lt;br /&gt;diterapkan juga harus  diantisipasi kemungkinannya .  &lt;br /&gt;Dengan demikian perusahaan harus cukup cermat dan hati- hati sekali dalam menentukan sitem pengupahan insentif ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2) Kompensasi pelengkap (Fringe Benefit). &lt;br /&gt;Kompensasi pelengkap merupakan salah satu bentuk pemberian kompensasi berupa penyediaan paket benefit dan program- program pelayanan karyawan, dengan maksud pokok untuk mempertahankan keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi dalam jangka panjang. Kalau upah dan gaji merupakan kompensasi langsung karena sung berkaitan dengan prestasi kerja, maka kompansasi pelengkap merupakan kompensasi tidak langsung berkaitan dengan prestasi kerja. Dengan perkataan lain kompensasi pelengkap adalah upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan dan tidak secara langsung berkaitan dengan prestasi kerja. Saat ini kompensasi pelengkap berkembang &lt;br /&gt;pesat terutama karena : &lt;br /&gt;1.  Perubahan sikap karyawan &lt;br /&gt;2.  Tuntutan serikat pakerja; &lt;br /&gt;3.  Persaingan yang memaksa perusahaan untuk menyediakan benefit yang &lt;br /&gt;menarik dan menjaga karyawannya, &lt;br /&gt;4.  Persyaratan- persyaratan yang ditetapkan pemerintah, &lt;br /&gt;5.  Tuntutan kenaikan biaya hidup. &lt;br /&gt;Kompensasi pelengkap meliputi : &lt;br /&gt;a. Tunjangan antara lain berbentuk : &lt;br /&gt;1. Pensiun &lt;br /&gt;2. Pesangon &lt;br /&gt;3. Tunjangan Kesehatan &lt;br /&gt;4.  Asuransi Kecelakaan Kerja. &lt;br /&gt;b. Pelayanan yang meliputi : &lt;br /&gt;1. Majalah, &lt;br /&gt;2.  Sarana Olah Raga, &lt;br /&gt;3.  Perayaan Hari Raya, &lt;br /&gt;4.  Program Sosial Lainnya &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan kata lain, jenis tunjangan dan pelayanan dapat dikelompokkan sebagai &lt;br /&gt;berikut : &lt;br /&gt;1.  Jaminan rasa aman karyawan (Employee Security) , &lt;br /&gt;2.  Gaji dan upah yang dibayar pada saat karyawan tidak bekerja (Pay for time not worked), &lt;br /&gt;3.  Bonus dan penghargaan ( Bonuses and Rewards ), &lt;br /&gt;4. Program Pelayanan ( Survices Program ). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa keuntungan atau manfaat yang didapat organisasi dengan pemberian kompensasi pelengkap kepada karyawannya diantaranya adalah : &lt;br /&gt;1.  Peningkatan semangat kerja dan kesetiaan, &lt;br /&gt;2.  Penurunan turn over karyawan dan absensi, &lt;br /&gt;3.  Pengurangan kelelahan, &lt;br /&gt;4.  Pengurangan pengaruh serikat buruh/ pekerja, &lt;br /&gt;5.  Hubungan masyarakat yang lebih baik, &lt;br /&gt;6.  Pemuasan kebutuhan- kebutuhan karyawan, &lt;br /&gt;7.  Meminimalkan biaya kerja lembur, &lt;br /&gt;8.  Mengurangi kemungkina intervensi pemerintah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3) Keamanan serta kesehatan karyawan &lt;br /&gt;Pembinaan kesehatan karyawan atau anggota organisasi merupakan suatu bentuk kompensasi nonfinansial yang sangat penting dalam organisasi. Keadaan aman dan sehat seorang karyawan / anggota organisasi tercermin dalam sikap individual dan aktivitas organisasi karyawan yang bersangkutan. Makin baik kondisi keamanan dan kesehatan, makin positif sumbangan mereka bagi organisasi/perusahaan. Pada umumnya, perusahaan &lt;br /&gt;memperhatikan masalah keamanan dan kesehatan karyawan justru untuk memungkinkan terciptanya kondisi kerja yang lebih baik. Hal ini penting sekali terutama bagi bagian-bagian organisasi yang memiliki resiko kecelakaan tinggi. Biasanya tanggung jawab pembinaan keamanan dan kesehatan karyawan tersebut terletak pada manajer operasional perusahaan atau organisasi yang bersangkutan, antara lain meliputi : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.  Pemeliharaan peraturan-peraturan keamanan. &lt;br /&gt;2.  Standar kesehatan serta pencatatan dan pelaporan kecelakaan. &lt;br /&gt;3.  Pengaturan program-program kesehatan dan keamanan. &lt;br /&gt;4.  Pengaturan suhu udara dalam ruang kerja, ventilasi dan keberhasilan lingkungan kerja.. &lt;br /&gt;5.  Program-program latihan keamanan bagi karyawan. &lt;br /&gt;6.  Pengaturan-pengaturan pencegahan kecelakaan kerja dan sebagainya. &lt;br /&gt;Kesehatan karyawan yang dimaksud di sini adalah kesehatan jasmani dan rohani sedangkan keamanan adalah keadaan karyawan yang terbebas dari rasa takut dan bebas dari segala kemungkinan kecelakaan kerja.  Upaya memelihara keamanan dapat dilakukan dengan : &lt;br /&gt;1.  Menggunakan mesin yang dilengkapi mdg alat pengaman. &lt;br /&gt;2.  Menggunakan peralatan yang lebih baik. &lt;br /&gt;3.  Mengatur lay out pabrik dan penerangan yang sebaik mungkin. &lt;br /&gt;4.  Lantai-lantai, tangga-tangga dan lereng-lereng dijaga harus bebas dari air, &lt;br /&gt;minyak dan oli. &lt;br /&gt;5.  Melakukan pemeliharaan fasilitas pabrik secara baik. &lt;br /&gt;6.  Menggunakan petunjuk-petunjuk dan peralatan-peralatan keamanan &lt;br /&gt;beserta larangan-larangan yang dianggap perlu. &lt;br /&gt;7.  Mendidik para karyawan dalam hal keamanan. &lt;br /&gt;8.  Membentuk komite manajemen serikat pekerja untuk memecahkan &lt;br /&gt;masalah-masalah keamanan dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-1580013698558736289?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/1580013698558736289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=1580013698558736289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1580013698558736289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1580013698558736289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/11/kompensasi.html' title='KOMPENSASI'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SxdRrpxWvyI/AAAAAAAAAHQ/1OpYyOrJyCs/s72-c/manajemen-kompensasi-prinsip-dasar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-4217556929688569840</id><published>2009-11-04T21:00:00.001+08:00</published><updated>2009-11-04T21:05:47.401+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Stratejik'/><title type='text'>MANAJEMEN STRATEJIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SvF8CqOmNLI/AAAAAAAAAHI/WN7sAveVIdY/s1600-h/STRATEGI_BGM_MERAIH_KEUNGGULAN.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SvF8CqOmNLI/AAAAAAAAAHI/WN7sAveVIdY/s200/STRATEGI_BGM_MERAIH_KEUNGGULAN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400233813331031218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Manajemen Strategi&lt;br /&gt;Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan&lt;span id="fullpost"&gt;dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.&lt;br /&gt;Sedangkan pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.&lt;br /&gt;Dari pengertian-pengertian yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Disamping itu pengertian manajemen strategik yang telah sebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu :&lt;br /&gt;1. Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.&lt;br /&gt;2. Renstra berorientasi pada jangkauan masa depan.&lt;br /&gt;3. Visi, misi, pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk, dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya.&lt;br /&gt;4. Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak.&lt;br /&gt;5. Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya.&lt;br /&gt;6. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.&lt;br /&gt;Dimensi Manajemen Strategi&lt;br /&gt;Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi dimaksud adalah :&lt;br /&gt;1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan&lt;br /&gt;Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi suatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilaku proaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksi akan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkan sebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih masa depan. Visi dapat diartikan sebagai “ kondisi ideal yang ingin dicapai dalam eksistensi organisasi dimasa depan”. Sehubungan dengan hal di atas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusu menyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatu organisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiap orang (anggota organisasi). Visi memiliki kekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiap orang untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan oleh manajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.&lt;br /&gt;2. Dimensi Internal dan Eksternal&lt;br /&gt;Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saat sekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harus diketahui secara tepat untuk merumuskan renstra yang berjangka panjang. Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan operasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internasional), yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosial politik, sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan, kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.&lt;br /&gt;3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber &lt;br /&gt;Manajemen strategik sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskan diri dari kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki, agar secara terintegrasi terimplementasikan dalam fungsi-fungsi manajemen ke arah tercapainya sasaran yang ditetapkan di dalam setiap rencana operasional, dalam rangka mencapai tujuan strategik melalui pelaksanaan misi untuk mewujudkan visi organisasi publik. Sumber daya terdiri dari sumber daya material khusunya berupa sarana dan prasarana, sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap program dan proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber daya informasi.&lt;br /&gt;4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak&lt;br /&gt;Manajemen strategik yang dimulai dengan menyusun rencana strategik merupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuai dengan visinya dapat diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifat privat maupun publik. Rencana strategik harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupan organisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakan wewenang dan tanggungjawab manajemen puncak. Oleh karena itu rencana strategik sebagai keputusan utama yang yang prinsipil itu tidak saja ditetapkan dengan mengikutsertakan, tetapi harus dilakukan secara proaktif oleh manajemen puncak, karena seluruh kegiatan untuk merealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan tertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuan unit kerja yang relevan.&lt;br /&gt;5. Dimensi Multi Bidang&lt;br /&gt;Manajemen strategik sebagai sistem pengimplementasiannya harus didasari dengan menempatkan organisasi satu sistem. Dengan demikian berarti sebuah organisasi akan dapat menyusun rencana strategis dan rencana renovasi jika tidak memiliki keterikatan atau ketergantungan sebagai bawahan pada organisasi lain sebagai atasan.&lt;br /&gt;Rencana strategis dan rencana operasi bersifat multidimensi, terutama jika perumusan rencana strategis hanya dilakukan pada organisasi publik yang tertinggi. Dengan dimensi yang sangat banyak itu, mudah terjadi tidak seluruh dimensi dapat diakomodasi.&lt;br /&gt;Amstrong (1990) memberikan pengertian yang lebih singkat dan tegas bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah mengenai latihan dan pengembangan. Sumber daya manusia menurut Mangun (dalam Suroto,1992) ialah semua kegiatan manusia yang produktif dan semua potensinya untuk memberikan sumbangan yang produktif kepada masyarakat. Kualitas sumber daya manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek fisik(kualitas fisik), dan aspek non fisik (kualitas non fisik) yang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, dan ketrampilan–ketrampilan lain. Oleh sebab itu upaya meningkatkan kualitas atau kemampuan-kemampuan non fisik tersebut maka upaya pendidikan dan pelatihan adalah yang paling diperlukan. Upaya inilah yang dimaksudkan dengan pengembangan sumber daya manusia Proses Perencanaan Strategi Produk Proses perencanaan strategi produk meliputi beberap langkah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Analisis Situasi&lt;br /&gt;Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal maupun eksternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi&lt;br /&gt;permintaan tersebut.&lt;br /&gt;2. Penentuan Tujuan Produk&lt;br /&gt;Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu&lt;br /&gt;dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;3. Penentuan Sasaran Pasar &lt;br /&gt;Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi. Denga demikian alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun produk standar dengan modifikasi.&lt;br /&gt;4. Penentuan Anggaran&lt;br /&gt;Anggaran bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi sekaligus sebagai pengendalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penetapan Strategi Produk&lt;br /&gt;Dalam tahap ini, alternatif-alternatif strategi prosuk dianalisis dan dinilai keunggulan dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Evaluasi Pelaksanaan Strategi&lt;br /&gt;Langkah yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana yang telah disusun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-4217556929688569840?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/4217556929688569840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=4217556929688569840&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4217556929688569840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4217556929688569840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/11/manajemen-stratejik.html' title='MANAJEMEN STRATEJIK'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SvF8CqOmNLI/AAAAAAAAAHI/WN7sAveVIdY/s72-c/STRATEGI_BGM_MERAIH_KEUNGGULAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-9150458794793523117</id><published>2009-11-04T20:45:00.002+08:00</published><updated>2009-11-04T21:00:01.022+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>KONSEP DAN TANTANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SvF6pvZ1jjI/AAAAAAAAAHA/pCXA2ud5BuM/s1600-h/manajemen+sdm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SvF6pvZ1jjI/AAAAAAAAAHA/pCXA2ud5BuM/s200/manajemen+sdm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400232285711994418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.1. PENGERTIAN MSDM Keberadaan tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi sangat penting artinya bagi organisasi. Dalam perkembangannya, organisasi akan menghadapi permasalahan tenaga kerja yang semakin kompleks, dengan demikian pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional oleh departemen tersendiri dalam suatu organisasi, yaitu Human Resource Departement.&lt;span id="fullpost"&gt;SDM sebagai salah satu unsur penunjang organisasi, dapat diartikan sebagai manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut personil, tenaga kerja, pekerja/karyawan); atau potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya; atau potensi yang merupakan asset &amp; berfungsi sebagai modal non-material dalam organisasi bisnis, yang dpt diwujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non-fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi (Nawawi, 2000). Pada organisasi yang masih bersifat tradisional, fokus terhadap SDM belum sepenuhnya dilaksanakan. Organisasi tersebut masih berkonsentrasi pada fungsi produksi, keuangan, dan pemasaran yang cenderung berorientasi jangka pendek. Mengingat betapa pentingnya peran SDM untuk kemajuan organisasi, maka organisasi dengan model yang lebih moderat menekankan pada fungsi SDM dengan orientasi jangka panjang. Mengelola SDM di era globalisasi bukan merupakan hal yang mudah. Oleh karena itu, berbagai macam suprastruktur dan infrastruktur perlu disiapkan untuk mendukung proses terwujudnya SDM yang berkualitas. Perusahaan yang ingin tetap eksis dan memiliki citra positif di mata masyarakat tidak akan mengabaikan aspek pengembangan kualitas SDM-nya. Oleh karena itu peran manajemen sumber daya manusia dalam organisasi tidak kecil, bahkan sebagai sentral pengelola maupun penyedia SDM bagi departemen lainnya. Manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi dan masyarakat (Flippo, 1996). Atau dengan kata lain, secara lugas MSDM dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan SDM dalam upaya mencapai tujuan individual maupun organisasional. Secara historis, perkembangan pemikiran tentang MSDM tidak terlepas dari perkembangan pemikiran manajemen secara umum, dimulai dari gerakan manajemen ilmiah (dengan pendekatan mekanis) yang banyak didominasi oleh pemikiran dari F.W. Taylor. Pandangan-pandangan yang muncul berkaitan dengan SDM dalam era tersebut adalah : • SDM sebagai salah satu faktor produksi yang dipacu untuk bekerja lebih produktif seperti mesin; • Bekerja sesuai dengan spesialisasi yang telah ditentukan; • Yang tidak produktif harus diganti/dibuang; • Kondisi di atas memunculkan : pengangguran, tidak adanya jaminan dalam bekerja, berkurangnya rasa bangga terhadap pekerjaan, dan tumbuhnya serikat pekerja. Gerakan human relation (dengan pendekatan paternalis), era ini ditandai dengan adanya pemikiran tentang peran SDM terhadap kemajuan organisasi. Pandangan-pandangan yang muncul adalah : • SDM harus dilindungi dan disayangi, tidak hanya dianggap sebagai faktor produksi belaka tapi juga sebagai pemilik perusahaan; • Mulai disediakannya berbagai fasilitas pemenuhan kebutuhan karyawan, seperti tempat ibadah, tempat istirahat, jaminan kesehatan, kantin, perumahan, dan sebagainya sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap tingkat kesejahteraan karyawan. Gerakan kontemporer (dengan pendekatan sistem sosial), di era ini pemikiran tentang pentingnya peran SDM dan perlunya perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan serta kepastian dalam bekerja semakin berkembang. Pandangan-pandangan yang muncul bahwa : 2&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;• Pencapaian tujuan organisasi tidak terlepas dari kontribusi SDM; • Munculnya teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow (1940-an) sebagai landasan motivasi individu menjadi pendorong adanya pemikiran tentang perlunya memotivasi SDM dengan melihat tingkat kebutuhan yang dimilikinya; • Adanya kecenderungan baru yang berdampak positif terhadap perkembangan efektivitas organisasi, yaitu : a. Meningkatnya kepentingan terhadap MSDM; b. Adanya perubahan arah pengawasan dan kebijakan secara sentral, dan pelaksanaan yang terdesentralisasi; c. Meningkatnya otomatisasi dan pengembangan Sistem Informasi SDM; d. Munculnya program MSDM yang terintegrasi; e. Adanya perubahan menuju sistem merit dan akuntabilitas; f. Meningkatnya perhatian terhadap perilaku kerja karyawan; g. Meningkatnya perhatian terhadap budaya dan nilai organisasi; h. Adanya perluasan program peningkatan produktivitas. Sejalan dengan adanya pemikiran tentang semakin pentingnya peran SDM dalam organisasi, maka posisi MSDM dalam organisasi adalah mengelola SDM yang ada di seluruh bagian organisasi. Gambar 1.1. Posisi MSDM dalam organisasi MSDM PEMASARAN KEUANGAN PRODUKSI AKUNTANSIORGA NI SAS I L INGKUNGAN&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;1.2. PENDEKATAN MSDM Mengelola SDM bukan merupakan hal yang mudah, karena manusia merupakan unsur yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Beberapa pendekatan yang digunakan dalam MSDM, yaitu : a. Pendekatan SDM, menekankan pengelolaan dan pendayagunaan yang memperhatikan hak azasi manusia; b. Pendekatan Manajerial, menekankan pada tanggungjawab untuk menyediakan dan melayani kebutuhan SDM departemen lain; c. Pendekatan Sistem, menekankan pada tanggungjawab sebagai sub-sistem dalam organisasi; d. Pendekatan Proaktif, menekankan pada kontribusi terhadap karyawan, manajer dan organisasi dalam memberikan pemecahan masalah. 1.3. PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN MSDM • Orientasi pada pelayanan, dengan berupaya memenuhi kebutuhan dan keinginan SDM dimana kecenderungannya SDM yang puas akan selalu berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumennya; • Membangun kesempatan terhadap SDM untuk berperan aktif dalam perusahaan, dengan tujuan untuk menciptakan semangat kerja dan memotivasi SDM agar mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik; • Mampu menumbuhkan jiwa intrapreneur SDM perusahaan, yang mencakup : a. Menginginkan adanya akses ke seluruh sumber daya perusahaan; b. Berorientasi pencapaian tujuan perusahaan; c. Motivasi kerja yang tinggi; d. Responsif terhadap penghargaan dari perusahaan; e. Berpandangan jauh ke depan; f. Bekerja secara terencana, terstruktur, dan sistematis; g. Bersedia bekerja keras; h. Mampu menyelesaikan pekerjaan; i. Percaya diri yang tinggi; j. Berani mengambil resiko;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;k. Mampu menjual idenya di luar/di dalam perusahaan; l. Memiliki intuisi bisnis yang tinggi; m. Sensitif terhadap situasi dan kondisi, baik di dalam maupun di luar perusahaan; n. Mampu menjalin hubungan kerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan; o. Cermat, sabar dan kompromistis. 1.4. FUNGSI DAN AKTIVITAS MSDM MSDM secara fungsional memiliki beberapa fungsi, dimana fungsi-fungsi tersebut terkait satu dengan lainnya, dan aktivitas yang dijalankan oleh MSDM sesuai dengan fungsi yang dimilikinya, dengan tujuan peningkatan produktivitas, kualitas kehidupan kerja dan pelayanan. Fungsi perencanaan (planning) merupakan fungsi MSDM yang dinilai esensial, karena menyangkut rencana pengelolaan SDM organisasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dimana hal tersebut berkaitan erat dengan operasionalisasi organisasi dan kelancaran kerja yang ada di dalamnya. Fungsi pengadaan (procurement) merupakan fungsi MSDM dalam usaha untuk memperoleh jenis dan jumlah SDM yang tepat, yang diperlukan untuk mencapai sasaran organisasi. Fungsi Pengembangan (development) berkaitan erat dengan peningkatan ketrampilan dan kemampuan yang diupayakan melalui jalur pelatihan maupun pendidikan terhadap SDM yang ada. Juga berbagai bentuk pengembangan diri untuk para karyawan yang berprestasi. Fungsi Pemeliharaan (maintenance) berkaitan dengan upaya mempertahankan kemauan dan kemampuan kerja karyawan melalui penerapan beberapa program yang dapat meningkatkan loyalitas dan kebanggaan kerja. Fungsi Penggunaan (use) menekankan pada pelaksanaan berbagai tugas dan pekerjaan oleh karyawan serta jenjang peningkatan posisi karyawan. Selain itu berkaitan pula dengan kontraprestasi untuk karyawan yang telah berhenti bekerja, baik yang sementara atau permanen maupun akibat pemutusan hubungan kerja sepihak.&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;Gambar 1.2. Fungsi dan aktivitas MSDM yang terintegrasi PERENCANAAN PENGGUNAAN • Analisis pekerjaan • Evaluasi pekerjaan • Desain pekerjaan • Uraian pekerjaan • Spesifikasi pekerjaan • Penarikan karyawan • Seleksi • Pengangkatan • Penempatan • Orientasi PENGADAAN • Penilaian prestasi kerja • Pendidikan dan Pelatihan• Penugasan, Mutasi dan Promosi • Motivasi dan Disiplin PENGEMBANGAN• Kompensasi • Kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja• Hubungan industrial PEMELIHARAAN• Perencanaan karir • Perluasan pekerjaan • Pemerkayaan pekerjaan • Pemberhentian TUJUAN • Produktivitas • Kualitas kehidupan kerja • Pelayanan 1.5. MANFAAT PENERAPAN MSDM Pengimplementasian Manajemen SDM akan memberikan berbagai manfaat bagi kegiatan pengorganisasian, antara lain (Nawawi,2000) : a. Organisasi/perusahaan akan memiliki Sistem Informasi SDM yang akurat. b. Organisasi/perusahaan akan memiliki hasil analisis pekerjaan/jabatan, berupa diskripsi dan atau spesifikasi pekerjaan/jabatan yang terkini (up-to-date). c. Organisasi/perusahaan memiliki kemampuan dalam menyusun dan menetapkan Perencanaan SDM yang mendukung kegiatan bisnis. d. Organisasi/perusahaan akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas rekrutmen dan seleksi tenaga kerja.&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;e. Organisasi/perusahaan dapat melakukan kegiatan orientasi/sosialisasi secara terarah. f. Organisasi/perusahaan dapat melaksanakan pelatihan secara efektif dan efisien. g. Organisasi/perusahaan dapat melaksanakan penilaian karya secara efektif dan efisien. h. Organisasi/perusahaan dapat melaksanakan program pembinaan dan pengembangan karier sesuai kondisi dan kebutuhan. i. Organisasi/perusahaan dapat melakukan kegiatan penelitian/riset. j. Organisasi/perusahaan dapat menyusun skala upah (gaji) dan mengatur kegiatan berbagai keuntungan/manfaat lainnya dalam mewujudkan sistem balas jasa bagi para pekerja Penerapan MSDM yang efektif, selain bermanfaat bagi perusahaan, juga memberikan dampak positif terhadap para karyawan, antara lain : • Pekerja memperoleh rasa aman dan puas dalam bekerja. • Pekerja memperoleh jaminan keselamatan dan kesehatan kerja. • Manajemen SDM memungkinkan dan mempermudah pekerja memperoleh keadilan dari perlakuan yang tidak menguntungkan. • Manajemen SDM memungkinkan pekerja memperoleh penilaian karya yang obyektif. • Para pekerja melalui Manajemen SDM akan memperoleh upah/gaji dan pembagian keuntungan/manfaat lainnya secara layak. • Manajemen SDM menciptakan dan memberikan suasana atau iklim kerja yang menyenangkan (Nawawi, 2000). 1.6. SASARAN MSDM : MELAYANI BERBAGAI STAKEHOLDERS Stakeholders merupakan lembaga dan manusia yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seberapa baik SDM dikelola oleh suatu organisasi melalui penerapan MSDM. Stakeholders dapat mencakup : 7&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;Gambar 1.3. Stakeholders dan MSDM PERUSAHAAN • Produktivitas • Laba • Kelangsungan hidup PEMASOK Penilaian kualitas dan kuantitas INVESTOR Pengembalian modal PELANGGAN • mutu layanan • mutu produk • kecepatan respon• biaya rendah • inovasi MSDMSERIKAT PEKERJA Mediator MASYARAKAT • Tanggung jwb sosial • Praktek manajemen etis PEMERINTAH Kepastian hukum KARYAWAN • Perlakuan adil • Kepusan kerja • Pemberdayaan • Pendayagunaan • Kesehatan dan keselamatan 1.7. TANTANGAN TERHADAP MSDM A. Tantangan eksternal a. Perubahan Lingkungan Bisnis yang cepat. Untuk keperluan tersebut perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan/iklim bisnis yang cepat, perlu menetapkan kebijaksanaan SDM sebagai berikut: • Menghindari pengaruh negatif berupa perasaan tidak puas pada kondisi yang telah dicapai perusahaan. • Dalam menghadapi perubahan yang mengharuskan penambahan pembiayaan (cost), perusahaan harus berusaha mengatasinya, agar dapat mempertahankan pasar/keuntungan yang sudah diraih. • Memberikan imbalan yang cukup tinggi pada pekerja yang mampu melakukan improvisasi yang kreatif. 8&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;b. Keragaman Tenaga Kerja Di Indonesia keragaman tenaga kerja bersifat terbatas, terutama yang agak menonjol adalah perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan usia. Namun perusahaan di Indonesia harus siap dalam mengantisipasi keragaman tenaga kerja dalam rangka globalisasi, karena keragaman akan meluas dengan masuknya modal asing yang berarti juga masuknya tenaga kerja asing dari berbagai etnis atau bangsa. c. Globalisasi Dari sudut MSDM berarti mengharuskan dilakukannya usaha mengantisipasi sebagai berikut : • Perusahaan harus berusaha memiliki SDM yang mampu mengatasi pengaruh perkembangan bisnis/ekonomi internasional seperti resesi, penurunan/kenaikan nilai uang. • Perusahaan harus berusaha memiliki SDM dengan kemampuan ikut serta dalam bisnis global/internasional dan perdagangan bebas. d. Peraturan Pemerintah Setiap perusahaan harus memiliki SDM yang mampu membuat keputusan dan kebijaksanaan dan bahkan melakukan operasional bisnis, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dari pemerintah. Untuk itu diperlukan SDM yang memiliki kemampuan mengarahkan agar perusahaan terhindar dari situasi konflik, keresahan/kegelisahan, komplen, dan lain-lain khususnya dari para pekerja dengan atau tanpa keikutsertaan serikat sekerja. e. Perkembangan pekerjaan dan peranan keluarga Semakin banyak pasangan suami isteri yang bekerja, sehingga sering terjadi kesulitan untuk bertanggung jawab secara optimal, karena sebagian waktunya digunakan untuk melaksanakan tanggung jawabnya di lingkungan keluarga masing-masing. f. Kekurangan Tenaga Kerja yang Terampil Tenaga kerja terampil semakin banyak diperlukan, baik untuk melaksanakan pekerjaan teknis, maupun untuk pekerjaan manajerial dan pelayanan, yang tidak mudah mendapatkan yang kompetitif di antara yang tersedia di pasar tenaga kerja.&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;B. Tantangan Internal a. Posisi Organisasi dalam Bisnis yang Kompetitif Untuk mewujudkan organisasi/perusahaan yang kompetitif , diperlukan berbagai kegiatan MSDM yang dapat meningkatkan kemampuan SDM. Usaha itu dapat dilakukan dengan mendesain sistem pemberian ganjaran yang mampu memotivasi berlangsungnya kompetisi prestasi antar para pekerja. b. Fleksibelitas Organisasi / perusahaan memerlukan pengembangan sistem desentralisasi yang mengutamakan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab secara berjenjang. Fleksibilitas juga menyangkut penggunaan tenaga kerja, dengan mengurangi kecenderungan mengangkat pekerja reguler (pekerja tetap). Pengangkatan sebaiknya lebih difokuskan pada penggunaan tenaga kerja temporer (tidak tetap). c. Pengurangan Tenaga Kerja Manajemen SDM suatu perusahaan sering dihadapkan dengan keharusan mengurangi secara besar-besaran tenaga kerja, karena berbagai sebab, seperti resessi, berkurangnya aktivitas bisnis, dan lain-lain harus diatasi dengan cara memperbaiki struktur pekerja lini dari tingkat bawah, dengan mendesain kembali proses produksi. d. Tantangan Restrukturisasi Tantangan restrukturisasi adalah usaha menyesuaikan struktur organisasi/perusahaan karena dilakukan perluasan atau penambahan dan sebaliknya juga pengurangan kegiatan bisnisnya. e. Bisnis Kecil Bisnis kecil seperti dikemukakan diatas yang terdiri dari banyak anak perusahaan, yang saling memiliki ketergantungan dalam produk berupa barang atau jasa yang dihasilkan sebagai perwujudan net work (jaringan kerja) dalam berbisnis, sebagai perusahaan besar/raksasa yang tersebar di banyak lokasi. f. Budaya Organisasi Budaya perusahaan akan mewarnai dan menghasilkan perilaku atau kegiatan berbisnis secara operasional, yang tanpa disadari akan menjadi kekuatan yang&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;Konsep dan Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;mampu atau tidak mampu menjamin kelangsung eksistensi organisasi/perusahaan. g. Teknologi Tantangan teknologi tidak sekedar menyangkut pembiayaan (cost), karena bagi Manajemen SDM hubungannya terkait pada keharusan menyediakan tenaga kerja yang terampil mempergunakannya, baik dari luar maupun melalui pengembangan tenaga kerja di dalam organisasi/perusahaan. Pada giliran berikutnya tantangan teknologi berhubungan juga dengan pengembangan sikap dalam menerima perubahan cara bekerja. h. Serikat Pekerja Dengan kerjasama, perusahaan/organisasi setidak-tidaknya harus berusaha agar serikat pekerja tidak menjadi penghambat proses produksi, dengan tidak menempatkanya sebagai lawan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-9150458794793523117?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/9150458794793523117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=9150458794793523117&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/9150458794793523117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/9150458794793523117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/11/konsep-dan-tantangan-manajemen-sumber.html' title='KONSEP DAN TANTANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SvF6pvZ1jjI/AAAAAAAAAHA/pCXA2ud5BuM/s72-c/manajemen+sdm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-3882092782343309046</id><published>2009-10-15T20:34:00.004+08:00</published><updated>2009-10-15T20:51:35.261+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi manajerial'/><title type='text'>Ekonomi manajerial dalam struktur pasar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/StcZg3v2DJI/AAAAAAAAAG4/APCWDNMHBCQ/s1600-h/gambar+eko+manajerial.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 157px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/StcZg3v2DJI/AAAAAAAAAG4/APCWDNMHBCQ/s200/gambar+eko+manajerial.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392807131310591122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam ekonomi manajerial kita mempelajari variabel – variabel yang berkaitan dengan ekonomi manajerial dalam struktur pasar diataranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ekonomi analisis ada 4 tipe dalam struktur pasar yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perfect compotition (pasar persaingan sempurna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori pasar persaingan sempurna harga diindustri ditentukan oleh tingkat penawaran dan permintaan dan semua produk identik sama.&lt;span id="fullpost"&gt;Masing – masing perusahaan memiliki kebutuhan horizontal melengkung pada harga pasar – demand curve dan pendapatan marjinal adalah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk. wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Monopoly (Pasar monopoli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar monopoli dimana dipasar ini hanya ada satu penjual atau perusahaan yang menguasai pasar. Penjual atau perusahaan dapat mengurangi atau menaikkan harga dengan cara menentukkan jumlah barang yang diproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market). wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Oligopoly (pasar oligopoli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana suatu pasar dikuasai oleh beberapa perusahaan sehingga beberapa perusahaan ini saling bersaing dalam penawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Monopolistic competition (Pasar persaingan monopoli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– sejumlah besar perusahaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai penganti sempurna oleh konsumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– jalan masuk bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang. peoi.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ada 3 variabel dalam struktur pasar yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Entry conditions are important.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mempengaruhi apakah keuntungan yang tinggi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Number of competitors and their behaviour is imprtant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa co-operasi “kompetitor” dapat mengakibatkan monopoli-jenis keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Product different is important.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perusahaan mempunyai biaya yang sama dengan harga yang kompetitif di pasar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-3882092782343309046?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/3882092782343309046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=3882092782343309046&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/3882092782343309046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/3882092782343309046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/10/ekonomi-manajerial-dalam-struktur-pasar.html' title='Ekonomi manajerial dalam struktur pasar'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/StcZg3v2DJI/AAAAAAAAAG4/APCWDNMHBCQ/s72-c/gambar+eko+manajerial.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2274931669354608821</id><published>2009-09-03T10:58:00.002+08:00</published><updated>2009-09-03T11:02:03.196+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen operasi'/><title type='text'>MANAJEMEN OPERASI DAN INDUSTRI KECIL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8xePacVTI/AAAAAAAAAGw/QHzjLYKoApE/s1600-h/manajemn+operasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8xePacVTI/AAAAAAAAAGw/QHzjLYKoApE/s200/manajemn+operasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377070875706938674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Manajemen semakin dibutuhkan setelah adanya pemisahan antara Rumah Tangga Konsumen dan Rumah Tangga Produsen, &lt;span id="fullpost"&gt;dalam hal ini adalah dua pihak yang paling membutuhkan, di mana konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai jenis barang yang disediakan produsen, dan produsen dapat menjual barang-barangnya yang betul-betul dibutuhkan konsumen sesuai dengan selera, mode dan daya belinya. &lt;br /&gt;Pada saat ini terdapat kecenderungan pada perusahaan untuk dapat menggabungkan beberapa kegunaan sekaligus suatu barang, baik kegunaan waktu, tempat, maupun kegunaan bentuk. Hal ini diciptakan untuk dapat mengantisipasi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen (berbeda-beda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manajemen Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi atau operations adalah kegiatan untuk mengubah masukan (yang berupa faktor-faktor produksi/operasi) menjadi keluaran sehingga lebih bermanfaat daripada bentuk aslinya. Dengan kata lain, operasi adalah kegiatan mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa. Keluaran dapat berupa barang atau jasa.&lt;br /&gt;Schroeler (1994) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan produksi dan operasi pada tiga hal, yaitu pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa, adanya system informasi yang menghasilkan barang dan jasa, serta adanya pengambilan keputusan sebagai elemen penting dalam manajemen operasi.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Dessler (1994) manajemen operasi adalah rangkaian proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Operations Management is the process of managing the resources that are needed to produce organization’s goods and services&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Produksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem adalah sekumpulan bagian-bagian yang saling berhubungan dengan satu sama lain, dan bersama-sama beraksi menurut pola tertentu terhadap input dengan tujuan menghasilkan output. Sistem produksi yaitu sekumpulan sub-sistem yang terdiri dari pengambilan keputusan, kegiatan, pembatasan, pengendalian dan rencana yang memungkinkan berlangsungnya perubahan input menjadi output melalui proses produksi. Sedangkan sub-sistem yang terlibat dalam kegiatan produksi adalah: subsistem input, subsistem output, subsistem perencanaan dan subsistem pengendalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengertian Industri Kecil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha kecil membuat produk yang khusus, unik dan spesial agar tidak bersaing dengan usaha besar, daerah pemasaran dari usaha kecil tidak terlalu luas sehinga konsumennya dapat betul-betul dikuasai dan dengan modal yang terbatas perusahaan kecil yang sukses bersifat luwes dan sering menghasilkan inovasi-inovasi. Dengan ukurannya yang kecil sering mengabaikan prinsip operasi usaha, akibatnya kebijakan perusahaan dibuat berdasarkan perkiraan, kebiasaan dan naluri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II. PERANAN MANAJEMEN BAGI INDUSTRI KECIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sasaran Pokok Industri Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan harus menentukan sasarannya, harus meneliti apakah sasaran itu bermanfaat dan dapat dicapai. Umumnya pada industri kecil ada 3 sasaran pokok yang harus diperhatikan :&lt;br /&gt;a) Kelangsungan hidup&lt;br /&gt;b) Mendapatkan laba supaya dapat membiayai pertumbuhan dan perluasan&lt;br /&gt;c) Menjamin pertumbuhan&lt;br /&gt;Sedangkan sasaran lain yang juga menentukan mati hidup perusahaan antara lain :&lt;br /&gt;a) Sasaran pemasaran, berapa luas pasar dan jumlah yang dipasarkan selama periode tertentu&lt;br /&gt;b) Sasaran karyawan, apa dan berapa karyawan yang ditambah, bagaimana meningkatkan kemampuan karyawan.&lt;br /&gt;c) Sasaran peralatan, alat-alat apa yang harus dibeli, diperbaiki dan dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perusahaan kecil dan produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen produksi menyangkut aktivitas-aktivitas yang melibatkan perencanaan, organisasi, pengarahan, pengendalian dan evaluasi keseluruhan proses dalam menciptakan barang-barang dan jasa secara tepat waktu, tepat mutu dan tepat jumlah.&lt;br /&gt;Pada Perusahaan Industri kecil terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dalam produksi, yaitu :&lt;br /&gt;a. Lokasi Perusahaan &lt;br /&gt;Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam; melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah. dan memungkinkan diadakannya perluasan usaha. &lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat kelancaran operasi perusahaan, faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama dan faktor bukan utama. Faktor utama yaitu; letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama seperti, rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah.&lt;br /&gt;b. Pengaturan dan penyusunan pabrik&lt;br /&gt;- Desain Fasilitas, Desain fasilitas produksi perlu direncanakan dengan baik, karena fasilitas produksi yang baik dan teratur para karyawan dapat bekerja dengan tenang, sementara aliran produksi dari mulai bahan mentah sampai barang jadi dapat berlangsung dengan lancar dan teratur. &lt;br /&gt;- Penentuan Layout Pabrik, Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengendalian produksi dan bahan baku&lt;br /&gt;- Proses Perencanaan Produksi, Perencanaan produksi merupakan penentuan tujuan pokok (tujuan utama) organisasi beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Kegiatan produksi dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan yaitu; Pendekatan perkembangan yang menguntungkan (Profitable Growth Approach), Pendekatan SWOT dan Pendekatan Sistem. Urutan proses produksi harus dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut Rout Sheet (Operation Sheet), yang dituangkan dalam bentuk gambar-gambar dan desain produk, yang kemudian dianalisa bagaimana hubungannya antar komponen yang ada dan bagaimana proses pemasangan (assemblingnya).&lt;br /&gt;- Proses Produksi, jenis proses produksi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu proses produksi terus menerus (Continuous processes) dan proses produksi yang terputus-putus (Intermittent Process).&lt;br /&gt;- Proyeksi Kebutuhan, Langkah yang paling awal dalam perencanaan adalah mencoba untuk mengetahui pertumbuhan maupun perkembangan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan tersebut akan merupakan dasar dari rencana kerja yang harus dilakukan oleh perusahaan. Adapun metode metode yang digunakan dalam membuat proyeksi kebutuhan sebagai berikut : metode time series, metode exponential, metode rata-rata sederhana, metode rata-rata bergerak, metode exponential smoothing, standar error dari peramalan dan analis akorelasi. &lt;br /&gt;- Pengendalian Produksi, Prinsip dalam perencanaan dan pengawasan produksi dalam berbagai macam industri tidak banyak berbeda, demikian juga dengan tujuan yang akan dicapainya. Walaupun dalam hal metode, organisasi maupun operasi masing-masing perusahaan akan berbeda. Ada dua type proses produksi terdiri dari ; type produksi untuk persediaan dan type produksi berdasarkan pesanan. Jenis persediaan secara fisik terdiri dari persediaan bahan baku/material, persediaan komponen, persediaan bahan pembantu, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Sedangkan jenis persediaan berdasarkan fungsinya adalah ; Lot size inventory, fluctuation stock, dan anticipation stock. &lt;br /&gt;- Pemeliharaan Fasilitas, Fungsi pemeliharaan dan penanganan bahan merupakan dua fungsi pelayanan yang sangat penting dalam kegiatan produksi. Pemeliharaan fasilitas produksi jika dilaksanakan secara teratur akan beroperasi secara efektif. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas biasanya ditugaskan kepada teknisi pabrik, yang berada di bawah kepala teknisi. Jenis-jenis pemeliharaan yaitu pemeliharaan preventif, perbaikan dan pemeliharaan kondisional &lt;br /&gt;- Penanganan Bahan (Material Handling), Setiap perusahaan akan terlibat dalam masalah transportasi (pengangkutan) bahan atau penanganan bahan. Karena dalam hal ini akan menyangkut proses pemindahan bahan, pemindahan produk dalam proses dan pemindahan produk jadi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penanganan bahan adalah; jalur pengangkutan, sifat obyek yang diangkut, karakteristik bangunan, keadaan ruangan dan kapasitas peralatan. &lt;br /&gt;- Pengawasan Mutu, Kegiatan yang berkaitan dengan mutu produk meliputi beberapa tahapan yaitu: pemasaran dan riset pasar, disain/spesifikasi rekayasa dan pengembangan produk, pengadaan, perencanaan dan pengembangan proses, produksi, inspeksi, pengetesan dan pengujian, pengemasan dan penyimpanan, penjualan dan distribusi, pemasangan dan operasi, bantuan teknik dan perawatan, pembuangan purna pakai. Secara terperinci tujuan pengawasan mutu adalah: &lt;br /&gt;• Agar produk hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan. &lt;br /&gt;• Mengusahakan agar biaya pengawasan dapat ditekan seminimal mungkin. &lt;br /&gt;• Mengusahakan agar biaya disain dari produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat diperkecil. &lt;br /&gt;• Mengusahakan agar biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin. &lt;br /&gt;Pelaksanaan Pengawasan Mutu dan Syarat Pengukuran yang intensif akan menyangkut pengawasan bahan baku dan komponen-komponen produk, proses produksi dan produk akhir. Pengawasan mutu tidak hanya berlaku pada produksi manufacturing tetapi berlaku juga bagi produksi jasa, seperti Rumah Sakit. Travel dan Perbankan. Pelaksanaan pengawasan mutu meliputi aspek pengukuran dan aspek penilaian. Sedangkan pengukuran pelaksanaan pengawasan mutu harus melalui 3 syarat utama yaitu; ketepatan (validitas) dapat diandalkan (Reliabilitas) dan kepraktisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perusahaan kecil dan pemasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasaran antara lain :&lt;br /&gt;• siapa dan berapa jumlah calon pembeli produk anda, dimana mereka berada, tingkat umur mereka, berapa kira-kira pendapatan mereka.&lt;br /&gt;• Apa keistimewaan dan kelemahan pesaing anda.&lt;br /&gt;• Bagaimana perkembangan dan pergeseran selera pembeli terhadap produk anda.&lt;br /&gt;• Bagaimana kerjasama penyalur anda selama ini.&lt;br /&gt;Sistem Pemasaran, Perencanaan Produksi dan Pengembangan Usaha &lt;br /&gt;Pengusaha kecil dalam mengelola pemasarannya, mengandalkan kebiasaan-kebiasaan yang bersifat naluriah dan perkiraan. Persaingan semakin ketat oleh karena itu pengelolaan pemasaran harus didasarkan atas fakta-fakta yang nyata dan data-data yang memadai. Sistem pemasaran pada perusahaan kecil akan menyangkut masalah; kebijakan produk, pengemasan produk dan kebijakan harga. Pola penyerahan barang dari pihak penjual kepada pembeli melalui beberapa cara diantaranya: Loko gudang, Eks gudang, Frangko, Free on board (FOB), Free On Rail (FOR). Cost and Freight (C &amp; F) Free Along Side Ship (FAS) dan Cost Insurance and Freight (CIF). Kegiatan sistem pemasaran pada perusahaan kecil yaitu perlu adanya promosi dengan berbagai cara misalnya: potongan harga, penjualan kredit, pemberian contoh barang, pameran- pameran, undian dan pemberian kupon, periklanan dan menjadi sponsor dalam kegiatan kemasyarakatan. Pengembangan usaha kecil dapat melalui penetrasi pasar, perluasan pasar, pengembangan produk dan diversifikasi produk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perusahaan Kecil dan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan kecil demi eksistensinya dan masa depannya harus mengelola keuangannya secara ketat dan berdisiplin. Perusahaan harus mempunyai minimal :&lt;br /&gt;• Berapa rencana pemasukan per tahun yang kemudian dibagi-bagi menjadi perbulan.&lt;br /&gt;• Berapa rencana pengeluaran pertahun yang juga dibagi-bagi menjadi perbulan.&lt;br /&gt;Dengan rencana keuangan yang sederhana ini memungkinkan perusahaan mengendalikan keuangannya dengan berencana demi mencapai hasil perusahaan yang maksimal. Setelah menyediakan dana untuk investasi dasar sebagai awal mula usaha, pengusaha harus memikirkan dan menyisihkan sebagian dana untuk modal operasi (pembelian bahan, cadangan kas untuk gaji, administrasi, operasional dll)&lt;br /&gt;Pembukuan dalam perusahaan biasanya dikaitkan dengan catatan keuangan perusahaan, dan catatan yang baik merupakan landasan bagi pengelolaan keuangan. Data yang dicatat tergantung kepada jenis dan kegiatan usaha serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, dimana setiap proses pencatatan dimulai dengan daftar inventaris, buku harian, selanjutnya membuat laporan keuangan yang berbentuk Neraca dan Laporan Rugi Laba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perusahaan Kecil dan Sumber Daya manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen sumber daya manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen manusia, yang berdasarkan empat prinsip dasar yaitu; Pertama sumber daya manusia merupakan harta perusahaan yang paling penting, Kedua, peraturan atau kebijakan prosedur yang berkaitan dengan manusia saling berhubungan, Ketiga, kultur perusahaan yang berasal dari kultur sumber daya manusia. Pendekatan manajemen sumber daya manusia meliputi; pendekatan konvensional, pendekatan kompromistis dan pendekatan kontemporer. Fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari fungsi perencanaan, pengadaan, pengadaan dan pembinaan, dan pemberian kompensasi. &lt;br /&gt;a. Desain dan Analisis Pekerjaan &lt;br /&gt;Desain pekerjaan adalah suatu fungsi komplek karena memerlukan pemahaman baik terhadap variabel teknik maupun variabel sosial, jika variabel tersebut diabaikan maka pekerjaan tidak dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Alasan pelaksanaan desain pekerjaan karena: sering terjadi konflik, sifat yang heterogen dari setiap individu, dan perubahan karakter dari setiap individu. Sasaran pokok dari desain pekerjaan untuk: manusia, menentukan kombinasi antara mesin, dan bahan baku yang paling ekonomis. &lt;br /&gt;b. Pembinaan Sumber Daya Manusia &lt;br /&gt;Pembinaan tenaga kerja (sumber daya manusia) dalam suatu perusahaan, diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan pekerjaan. Pembinaan karyawan tidak terlepas dari hubungan antara pimpinan dan bawahannya, karena pembinaan ini melibatkan pimpinan sebagai pembina dan karyawan sebagai orang yang dibina. Keteladanan seorang pimpinan merupakan faktor utama dalam membina para karyawannya disamping penguasaan secara umum terhadap berbagai jenis pekerjaan. Pembinaan karyawan suatu perusahaan akan meliputi pembinaan loyalitas, hubungan kerja, moril dan semangat kerja, disiplin kerja dan mental spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III. KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya menindaklanjuti penerapan manajemen produksi dan operasi tersebut maka industri yang berbasis industri kecil khususnya perlu dikembangkan dengan baik sejalan dengan berhasilnya berbagai pengembangan produk-produk industri serta dipengaruhi oleh kontinuitas pengadaan dari berbagai sumber bahan baku untuk industri.&lt;br /&gt;Pemberdayaan industri kecil secara khusus memerlukan dukungan secara terpadu dari berbagai sektor, sektor pertanian, kehutanan dan pertambangan sebagai penghasil bahan baku, sektor industri dan perdagangan, sektor keuangan dan berbagai sektor lainnya.&lt;br /&gt;Pengembangan usaha Industri Skala Kecil diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di pedesaan dalam rangka peningkatan pendapatan petani/pengusaha kecil dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1. G. Kartasapoetra, A.G. Kartasapoetra, Ir, R.G.Kartasapoetra, SH, Pembentukan Perusahaan Industri, PT. Bina Aksara, Jakarta, 1987;&lt;br /&gt;2. B.N.Marbun, S.H, Kekuatan &amp; Kelemahan Industri Kecil, PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta, 1986;&lt;br /&gt;3. Agus Ahyari, Drs, Pengendalian Sistem Produksi Edisi Empat, Buku I, BPFE, Yogyakarta, 1987;&lt;br /&gt;4. Harsono, Drs, Manajemen Pabrik, Balai Aksara, Jakarta, 1984;&lt;br /&gt;5. Richard Bronson, Ph.D, Teori dan Soal-Soal Operation Research, Terjemahan, Erlangga, Jakarta, 1988;&lt;br /&gt;6. Jay Heizer, Barry Render, Operation Management Edisi Ketujuh Buku I, Terjemahan, Salemba Empat, Jakarta, 2005;&lt;br /&gt;7. www.fe.unpad.ac.id/elearning_fe/dosen/ernie/pengantar_%20manajemen/bablimabelas.ppt (online), diakses tanggal 26 oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2274931669354608821?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2274931669354608821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2274931669354608821&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2274931669354608821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2274931669354608821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/09/manajemen-operasi-dan-industri-kecil.html' title='MANAJEMEN OPERASI DAN INDUSTRI KECIL'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8xePacVTI/AAAAAAAAAGw/QHzjLYKoApE/s72-c/manajemn+operasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2267254598466949349</id><published>2009-09-03T10:53:00.001+08:00</published><updated>2009-09-03T10:57:42.025+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi pembangunan'/><title type='text'>KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8wgjmD3AI/AAAAAAAAAGo/9nvEgclCywk/s1600-h/kebijakan+pembangunan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8wgjmD3AI/AAAAAAAAAGo/9nvEgclCywk/s200/kebijakan+pembangunan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377069815972486146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pola Pembanguan di negara-negara maju memiliki tingkat efisiensi tinggi dengan kapasitas produksi dan rasio output tenaga kerja yang tinggi,sehingga dengan jumlah petani yang sedikit dapat menyediakan bahan pangan bagi seluruh penduduk.&lt;span id="fullpost"&gt;Sedangkan pola pembanguan yang tidak  efisien ,terdapat di Negara-negara berkembang. Tingkat produktivitasnya begitu rendah sehingga hasil-hasilnya acapkali bahkan tidak dapat  memenuhi kebutuhan para petani&lt;br /&gt;Pencapaian tingkat subsistensi (pemenuhan segala kebutuhan yang paling dasar)saja masih merupakan tujuan pokok para petani kecil di Negara-negara dunia ketiga.&lt;br /&gt;Apabila produktivitas para petani yang rendah ini tidak dapat di tranformasikan secara cepat menjadi pola pembanguanyang produktivitasnya lebih tinggi(terutama melalui kebijakan land reform  yang di ikuti dengan menyesuaian struktur kelembagan sosila ekonomi )maka pembanguan(yang harus di pacu melalui parkatek pembanguandan penyediaan insentif harga tidak akan  sanggup menangung tuntutan pangan yang semakin tinggi sehingga kemiskinan Negara-negara berkembang akan menjadi lebih parah pada tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;Bentuk –bentuk kebijakan  ekonomi Negara-negara berkembang, kebijakakan yang mengarah kepada alternative bagaimana mengatasi.&lt;br /&gt;1. Pengangguran&lt;br /&gt;2. Kemiskinan&lt;br /&gt;3. Ketimpangan&lt;br /&gt;4. Stagnasi di pedesaan&lt;br /&gt;5. Dominasi intelek internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kebijakan yang di butuhkan di Negara Berkembang&lt;br /&gt;1. Kebijakan atau perangkat kebijakan yang dirancang untuk memperbaiki :&lt;br /&gt; Efisensi produktif yang lebih besar&lt;br /&gt; Memperluas lapangan kerja&lt;br /&gt; Mengurangi kemiskinan&lt;br /&gt;2. Kebijakan yang membawa perubahan-perubahan  Struktural dalam:&lt;br /&gt; Pemerataan &lt;br /&gt; Kekuatan untuk memperoleh pendidikan &lt;br /&gt; Kesempatan untuk memperbaharui ukuran pemerataan&lt;br /&gt; Pendapatan melalui pajak progresif.&lt;br /&gt;B. Syarat –syarat untuk perkembangan Ekonomi:&lt;br /&gt;1. Akumulasi Modal dalam bentuk&lt;br /&gt; Tanah&lt;br /&gt; Peralatan fisik&lt;br /&gt; Sumber daya Manusia&lt;br /&gt;2. Perkembangan Populasi&lt;br /&gt;Kemampuan system ekonomi untuk bias mernyerap dan memperkerjakan secara produkstif tambahan tenaga  kerja untuk kemampuan yang pada umumnya berhubungan dengan tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedia keahlian manajerial dan administrasi.&lt;br /&gt;3. Teknologi&lt;br /&gt;Adalah hasil dari cara-cara yang telah di perbaiki dalam pekerjaan-pekerjaan tradisional. Adanya inovasi-inovasi sehingga menghasilkan suatu barang dengan proses produksi yang mempunyai nilai tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kesulitan-kesulitan Umum pembangunan Ekonomi&lt;br /&gt;1. Perdagangan Luar negeri&lt;br /&gt;2. Pembentukan Modal&lt;br /&gt;3. Tabungan&lt;br /&gt;4. Bantuan Luar negeri&lt;br /&gt;5. Pendidikan&lt;br /&gt;6. Penduduk&lt;br /&gt;7. Pengangguran&lt;br /&gt;8. Sektor industry dan sector Pertanian&lt;br /&gt;D. Masalah Khusus dalam Pembangunan Ekonomi&lt;br /&gt;1. Modal yang rendah akibat sector tabungan yang masih rendah.sehingga investasi dan lapangan kerja semakin sedikit&lt;br /&gt;2. Skill yang rendah akibat tingkat pendidikan yang rendah, tenaga kerja yang produktif yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2267254598466949349?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2267254598466949349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2267254598466949349&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2267254598466949349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2267254598466949349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/09/kebijaksanaan-pembangunan.html' title='KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8wgjmD3AI/AAAAAAAAAGo/9nvEgclCywk/s72-c/kebijakan+pembangunan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-6275265181526914472</id><published>2009-09-03T10:49:00.001+08:00</published><updated>2009-09-03T10:53:19.660+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia sukses'/><title type='text'>10 Resep Sukses Bangsa Jepang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8vgcMRndI/AAAAAAAAAGg/Lk8340oPttA/s1600-h/Gambar+sukses.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8vgcMRndI/AAAAAAAAAGg/Lk8340oPttA/s200/Gambar+sukses.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377068714473659858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi.&lt;span id="fullpost"&gt;Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KERJA KERAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi  ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MALU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang  lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. HIDUP HEMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai  kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. LOYALITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. INOVASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PANTANG MENYERAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita  Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. BUDAYA BACA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.&lt;br /&gt;Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. KERJASAMA KELOMPOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. MANDIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. JAGA TRADISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang   Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.&lt;br /&gt;Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap dalam perdjoeangan !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-6275265181526914472?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/6275265181526914472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=6275265181526914472&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6275265181526914472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6275265181526914472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/09/10-resep-sukses-bangsa-jepang.html' title='10 Resep Sukses Bangsa Jepang'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sp8vgcMRndI/AAAAAAAAAGg/Lk8340oPttA/s72-c/Gambar+sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-1899208570592117656</id><published>2009-08-04T09:55:00.001+08:00</published><updated>2009-08-04T10:00:03.815+08:00</updated><title type='text'>Bahaya Neoliberalisme Bagi Pendidikan Kita..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SneWANNeVhI/AAAAAAAAAGY/qpimaHAbEu0/s1600-h/22222.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SneWANNeVhI/AAAAAAAAAGY/qpimaHAbEu0/s200/22222.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365922411325576722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjelang Pemilihan Presiden mendatang, tidak ada isu yang demikian hangat berkembang dibandingkan dengan isu neoliberalisme. Misalnya, pada moment debat yang menampilkan pasangan Capres dan Cawapres yang bakal berkompetisi dalam Pilpres mendatang, semua Capres dan Cawapres menyepakati bahwa Indonesia tidak menganut paham neoliberal. Sedemikian berbahayanya paham neoliberal ini, dan sesungguhnya apa bahayanya neoliberalisme bagi pendidikan kita di tanah air?&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa praktik neoliberalisme dalam pendidikan atau yang dapat disebut sebagai neoliberalisme pendidikan antara lain adalah: &lt;br /&gt;(1) Berupaya untuk melepas tanggung jawab pemerintah dalam mendanai pendidikan. Pendidikan publik yang mestinya menjadi hak dari tiap warga negara untuk mendapatkannya dilepaskan dari tanggung jawab negara, dan kemudian ia menjadi santapan empuk bagi kalangan pemodal untuk menjadikannya sebagai bagian dari bisnis mereka. Dalam pelepasan tanggung jawab tersebut, pemerintah menyerahkannya sebagai tanggung jawab masyarakat bersama. &lt;br /&gt;(2) Dunia pendidikan sekadar menjadi subsistem dari tatanan ekonomi neoliberal. Dalam nalar ini, siswa yang masuk dalam sekolah atau kampus dididik dengan doktrin-doktrin modernisme-neoliberal, mereka diarahkan pandangan hidupnya pada pencapaian kesuksesan hidup ala kaum neolib, diarahkan pembangunan sosial-budaya ala borjuis-kapitalis, dan ikut dalam pandangan dan gaya hidup kaum borjuis-kapitalis. Para siswa diberikan kompetensi yang sekiranya dibutuhkan oleh dunia industri, dalam hal ini pendidikan tunduk pada kemauan pasar, pendidikan hanya ditujukan sebagai lembaga pensuplai tenaga kerja untuk dunia industri. Pendidikan dengan demikian tidak lagi sebagaimana ideal konsep pendidikan sebagai lembaga pencerahan dan pembangun peradaban, menciptakan peradaban manusia, tapi sekadar mengikuti jalan peradaban yang dibangun oleh para kaum kapitalis-borjuis di atas puing-puing humanisme, bersenjatakan legitimasi ilmu pengetahuan yang mereka kendalikan; dan &lt;br /&gt;(3) Menyamakan dunia pendidikan dengan dunia industri. Dalam hal ini, sekolah, kampus dan semua institusi pendidikan dianggap bagaikan sebuah pabrik, di mana ilmu pengetahuan dijual, siapa yang dapat membayar lebih banyak maka ia yang akan mendapatkan ilmu pengetahuan lebih banyak. Sekolah dan kampus dikelola dalam nalar perusahaan (korporasi, menjadi korporatisasi) dengan banyak pertimbangan ekonomis, seperti efektivitas, efesiensi, produktivitas, dan lainnya. Nalar ini juga menjadikan institusi pendidikan adalah sarana untuk mengeruk dan memupuk untung materi, jadi tujuan utamanya bukanlah proses pemanusiaan, pemerdekaan, pengembangan ilmu pengetahuan, namun sekadar dapat berjalan sebagaimana rutinitas industri yang menerima in put, kemudian mengolahnya, dan mengeluarkan produk yang memiliki nilai tambah dan produktivitas lebih.&lt;br /&gt;Neoliberalisme pendidikan setidaknya menyebabkan tiga permasalahan krusial dalam pendidikan: &lt;br /&gt;(1) Semakin mahalnya biaya pendidikan yang mesti ditanggung masyarakat luas, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Hal ini karena institusi pendidikan publik seperti kampus-kampus negeri tidak lagi akan mendapatkan subsidi, melainkan hanya dalam bentuk hibah. Sedangkan untuk pendidikan dasar dan menengah juga tidak memperhatikan siswa yang tidak mampu dan bodoh, yang diperhatikan hanya yang tidak mampu dan pintar, terlebih lagi yang di sekolah-sekolah swasta pinggiran kota atau pelosok desa, seakan memang pemerintah tiada peduli nasib pendidikan. Kalau hanya orang-orang yang berduit yang mampu mendapatkan pendidikan memadai sampai kuliah, maka posisi-posisi strategis di masyarakat akan dikuasai oleh kalangan menengah ke atas saja, akses bagi kaum miskin untuk melakukan mobilisasi sosial vertikal semakin sempit karena biaya kuiah mahal.&lt;br /&gt;(2) Dari sisi sosial-budaya. Korporatisasi institusi pendidikan akan membangun kultur korporasi dalam institusi pendidikan tersebut, dengan berbagai kebijakan pendidikan yang mengutamakan kapital, di sini iklim akademik akan luntur berganti menjadi iklim korporasi yang mengutamakan efektifitas, efisiensi, dan produktivitas. Ketika kampus negeri mulai tidak lagi disubsidi, maka kampus dipaksa untuk membuka badan usaha komersil, tentu di antaranya termasuk lembaga penelitian dan pusat studi, semuanya mesti dapat memberikan sumbangan dana bagi pemenuhan biaya operasional kampus. Penelitian akan lebih banyak penelitian proyek, atau penelitian kebijakan publik ketimbang riset untuk pengembangan ilmu pegnetahuan, yang muncul adalah riset-riset yang membela dan melegitimasi sang pemberi modal fenomena yang terjadi sekarang adalah ditutup jurusan dan program studi yang tidak mampu menarik minat calon mahasiswa untuk kuliah, diganti dengan jurusan dan prodi yang dibutuhkan oleh dunia industri dan tentunya akan diminati oleh para calon mahasiswa.&lt;br /&gt;(3) Dari sisi filosofi manusia. Personalitas, karakter dan kepribadian siswa dalam nalar neoliberalisme tersebut pada akhirnya menjadikan mereka bermental kerdil, yakni sekadar bercita-cita menjadi orang sukses sebagaimana digambarkan oleh neoliberalisme, sebagai para eksekutif muda, yang berdasi, orang kantoran, yang sebenarnya tiada lebih dari sekrup, mur, dan baut dari mekanisme pelanggenngan status quo kelas kapitalis-borjuis. Siswa-siswa kehilangan otentisitas dirinya, semua seakan disiapkan menjadi tenaga dalam mekanisme industrialis, indoktrinasi peran penting modal ketika telah tertanam dalam diri mereka, maka tiada lain semua yang akan dilakukannya adalah karena motivasi modal.&lt;br /&gt;Sayangnya, kecenderungan neoliberalisme pendidikan tersebut ternyata justru diamini oleh beberapa kebijakan pemerintah kita, di antaranya adalah Undang-Undang No. 9/2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP). Beberapa klausul dalam UU BHP yang relatif dapat dikatakan sebagai legitimasi neoliberalisme pendidikan antara lain dan terutama adalah dalam pendanaan. Pada akhirnya, mengingat bahayanya paham neoliberal ini bagi perkembangan ke depan pendidikan kita, sudah seharusnya para Capres dan Cawapres yang ke depan yang akan bertarung memenangkan pemilihan, mempunyai kontrak politik dengan masyarakat untuk mencabut UU BHP ini, karena bagaimanapun juga sebagian tanggung jawab pendidikan sudah semestinya dipikul oleh pemerintah. Siapapun Capres dan Cawapres yang memenangkan Pilpres mendatang harus ingat akan kesepakatan yang sudah ia ikrarkan berkali-kali dalam kampanyenya bahwa Indonesia tidak menganut paham neoliberal, dan demikian pula halnya dalam strategi pengembangan pendidikan kita.*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-1899208570592117656?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/1899208570592117656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=1899208570592117656&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1899208570592117656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1899208570592117656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/08/bahaya-neoliberalisme-bagi-pendidikan.html' title='Bahaya Neoliberalisme Bagi Pendidikan Kita..'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SneWANNeVhI/AAAAAAAAAGY/qpimaHAbEu0/s72-c/22222.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2917561362821817793</id><published>2009-08-03T12:56:00.002+08:00</published><updated>2009-08-03T13:02:56.638+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kewiusahaan'/><title type='text'>Prinsip Dasar Manajemen Kinerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SnZvaYnJBRI/AAAAAAAAAGQ/HaxoiDznEQQ/s1600-h/sukses.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SnZvaYnJBRI/AAAAAAAAAGQ/HaxoiDznEQQ/s200/sukses.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365598505132426514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;* Dosen Program Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia, Mahasiswa Program Doktor Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor, Konsultan Manajemen, &lt;br /&gt;Berdasarkan studi literatur yang saya lakukan terhadap sejumlah buku, artikel, makalah, dan sumber-sumber literatur lainnya, maka manajemen kinerja yang baik untuk menuju organisasi berkinerja tinggi, harus mengikuti kaidah-kaidah berikut ini.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Terdapat suatu indikator kinerja (key performance indicator) yang terukur secara kuantitatif, serta jelas batas waktu untuk mencapainya. Tentu saja ukuran ini harus menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi oleh organisasi tersebut. Jika pada organisasi bisnis atau komersial, maka indikator kinerjanya adalah berbagai aspek finansial seperti laba, pertumbuhan penjualan, lalu indikator pemasaran seperti jumlah pelanggan, dan sebagainya. Sedangkan pada organisasi pemerintahan seperti POLRI, maka ukuran kinerja tentu berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Semuanya harus terukur secara kuantitatif dan dimengerti oleh berbagai pihak yang terkait, sehingga nanti pada saat evaluasi kita bisa mengetahui, apakah kinerja sudah mencapai target atau belum. Michael Porter, seorang profesor dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa kita tidak bisa memanajemeni sesuatu yang tidak dapat kita ukur. Jadi, ukuran kuantitatif itu penting. Organisasi yang tidak memiliki indikator kinerja, biasanya tidak bisa diharapkan mampu mencapai kinerja yang memuaskan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Semua ukuran kinerja tersebut biasanya dituangkan ke dalam suatu bentuk kesepakatan antara atasan dan bawahan yang sering disebut sebagai kontrak kinerja (performance contract). Dengan adanya kontrak kinerja, maka atasan bisa menilai apakah si bawahan sudah mencapai kinerja yang diinginkan atau belum. Kontrak kinerja ini berisikan suatu kesepakatan antara atasan dan bawahan mengenai indikator kinerja yang ingin dicapai, baik sasaran pancapaiannya maupun jangka waktu pencapaiannya. Ada 2 (dua) hal yang perlu dicantumkan dalam kontrak kinerja, yaitu sasaran akhir yang ingin dicapai (lag) serta program kerja untuk mencapainya (lead). Mengapa keduanya dicantumkan ? Supaya pada saat evaluasi nanti berbagai pihak bisa bersikap fair, tidak melihat hasil akhir semata, melainkan juga proses kerjanya. Adakalanya seorang bawahan belum mencapai semua hasil akhir yang ditargetkan, tetapi dia sudah melaksanakan semua program kerja yang sudah digariskan. Tentu saja atasan tetap harus memberikan reward untuk dedikasinya, walaupun sasaran akhir belum tercapai. Ini juga bisa menjadi basis untuk perbaikan di masa yang akan datang (continuous improvements).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terdapat suatu proses siklus manajemen kinerja yang baku dan dipatuhi untuk dikerjakan bersama, yaitu (1) perencanaan kinerja berupa penetapan indikator kinerja, lengkap dengan berbagai strategi dan program kerja yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang diinginkan, lalu (2) pelaksanaan, di mana organisasi bergerak sesuai dengan rencana yang telah dibuat, jika ada perubahan akibat adanya perkembangan baru, maka lakukanlah perubahan tersebut, dan terakhir (3) evaluasi kinerja, yaitu menganalisis apakah realisasi kinerja sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan dulu ? Semuanya harus serba kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adanya suatu sistem reward dan punishment yang bersifat konstruktif dan konsisten dijalankan. Konsep reward ini tidak melulu bersifat finansial, melainkan juga dalam bentuk lain, seperti promosi, kesempatan pendidikan, dan sebagainya. Reward dan punishment diberikan setelah melihat hasil realisasi kinerja, apakah sesuai dengan indikator kinerja yang telah direncanakan atau belum. Tentu saja ada suatu performance appraisal atau penilaian kinerja terlebih dahulu sebelum reward dan punishment diberikan. Hati-hati dengan pemberian punishment, karena dalam banyak hal, pembinaan jauh lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terdapat suatu mekanisme performance appraisal atau penilaian kinerja yang relatif obyektif, yaitu dengan melibatkan berbagai pihak. Konsep yang sangat terkenal adalah penilaian 360 derajat, di mana penilaian kinerja dilakukan oleh atasan, rekan sekerja, pengguna jasa, serta bawahan. Pada prinsipnya manusia itu berpikir secara subyektif, tetapi berpikir bersama mampu mengubah sikap subyektif itu menjadi sangat mendekati obyektif. Dengan demikian, ternyata berpikir bersama jauh lebih obyektif daripada berpikir sendiri-sendiri. Ini adalah semangat yang ingin dibawa oleh konsep penilaian 360 derajat. Walaupun banyak kritik yang diberikan terhadap konsep ini, tetapi cukup banyak yang menggunakannya di berbagai organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Terdapat suatu gaya kepemimpinan (leadership style) yang mengarah kepada pembentukan organisasi berkinerja tinggi. Inti dari kepemimpinan seperti ini adalah adanya suatu proses coaching, counseling, dan empowerment kepada para bawahan atau sumber daya manusia di dalam organisasi. Satu aspek lain yang sangat penting dalam gaya kepemimpinan adalah, sikap followership, atau menjadi pengikut. Bayangkan jika semua orang menjadi komandan di dalam organisasi, lantas siapakah yang menjadi pelaksana ? Bukannya kinerja tinggi yang muncul, melainkan kekacauan di dalam organsiasi (chaos). Sejatinya, pada kondisi tertentu seseorang harus memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi pada situasi yang lain, dia juga harus memahami bahwa dia juga merupakan bagian dari sebuah sistem organisasi yang lebih besar, yang harus dia ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menerapkan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi. Umumnya organisasi berkinerja tinggi memiliki kamus kompetensi dan menerapkan kompetensi tersebut kepada hal-hal penting, seperti manajemen kinerja, rekruitmen dan seleksi, pendidikan dan pengembangan, dan promosi. Seperti yang diuraikan pada awal makalah ini, kompetensi tersebut setidaknya mencakup 3 (tiga) hal, yaitu kompetensi inti organsiasi, kompetensi perilaku, serta kompetensi teknikal yang spesifik terhadap pekerjaan. Jika kompetensi ini sudah dibakukan di dalam organisasi, maka kegiatan manajemen SDM akan menjadi lebih transparan, dan pimpinan organisasi juga dengan mudah mengetahui kompetensi apa saja yang perlu diperbaiki untuk membawa organisasi menjadi berkinerja tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2917561362821817793?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2917561362821817793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2917561362821817793&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2917561362821817793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2917561362821817793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/08/prinsip-dasar-manajemen-kinerja.html' title='Prinsip Dasar Manajemen Kinerja'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SnZvaYnJBRI/AAAAAAAAAGQ/HaxoiDznEQQ/s72-c/sukses.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-7626809126764735776</id><published>2009-08-03T12:39:00.004+08:00</published><updated>2009-08-03T12:55:26.794+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kewirausahaan'/><title type='text'>14 Rahasia Buka Usaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SnZsjLG2EOI/AAAAAAAAAGI/O74SHZ3Q1vw/s1600-h/kuncisukses.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 177px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SnZsjLG2EOI/AAAAAAAAAGI/O74SHZ3Q1vw/s200/kuncisukses.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365595357591245026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam  sebuah  seminar  kewirausahaan  terbeber  fakta, betapa banyak orang&lt;br /&gt;ingin  berhenti  jadi  karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri. Ada&lt;br /&gt;yang  sudah siap dengan modal plus perencanaan yang njilimet. Ada yang baru&lt;br /&gt;berbekal  dengan gagasan semata. Namun adapula yang punya banyak uang, tapi&lt;br /&gt;bingung  mau  diapain. Masih banyak yang blank. Tak tahu bagaimana dan dari&lt;br /&gt;mana harus memulai.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha.&lt;br /&gt;Berikut  14  rahasianya  yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan&lt;br /&gt;Anda  akan berhasil dengan cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya&lt;br /&gt;banyak  alternatif. Anda pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penuhi Kebutuhan Konsumen&lt;br /&gt;   Ini  merupakan  cara  buka  usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda&lt;br /&gt;   membutuhkan  layanan  katering,  buka  usaha  katering.  Jika  warga di&lt;br /&gt;   sekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer,&lt;br /&gt;   kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi.&lt;br /&gt;   Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas&lt;br /&gt;   produk  dan  pelayanan  yang  lebih  baik.  Usaha berdasarkan kebutuhan&lt;br /&gt;   konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jual Keunikan&lt;br /&gt;   Jika  Anda  lumayan  kreatif  dan  inovatif, pasti banyak hal baru yang&lt;br /&gt;   berhasil  Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis&lt;br /&gt;   produk,  teknologi,  sistem,  dan  program baru. Jika berhasil mencipta&lt;br /&gt;   program  komputer baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya.&lt;br /&gt;   Penemuan  baru  --apalagi  khas  dan  unik-- sangat berpeluang menembus&lt;br /&gt;   pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Duplikasi Usaha Lain&lt;br /&gt;   Bagi  mereka  yang  merasa  dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan&lt;br /&gt;   patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan&lt;br /&gt;   mata.  Anda  hanya  perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani&lt;br /&gt;   mengambil  risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa&lt;br /&gt;   salahnya  menyainginya  di  tempat  yang sama? Anda cukup "memfotokopi"&lt;br /&gt;   usaha   itu,  plus  memberi  sedikit  nilai  lebih  (harga,  pelayanan,&lt;br /&gt;   kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beri Fasilitas Tambahan&lt;br /&gt;   Mirip  cara  sebelumnya,  namun  perlu  sedikit  sentuhan  kreatifitas.&lt;br /&gt;   Misalnya  tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa&lt;br /&gt;   menyainginya  dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar,&lt;br /&gt;   warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama.&lt;br /&gt;   Hampir  setiap  waktu  ada  saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit&lt;br /&gt;   fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jual Ketrampilan&lt;br /&gt;   Jeli  mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak&lt;br /&gt;   orang  berbakat  yang --jika dikembangkan dan diberi tempat bisa dijual&lt;br /&gt;   lebih  mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus,&lt;br /&gt;   servis,  pasar,  mal-mal,  adalah  gudangnya  orang berbakat. Ambil 2-3&lt;br /&gt;   pemangkas  rambut  berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat yang&lt;br /&gt;   bagus,  lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan&lt;br /&gt;   sistem  pelayanan  yang  sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha&lt;br /&gt;   pemangkas rambut yang eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jadi Agen&lt;br /&gt;   Mirip  dengan  sebelumnya,  Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro&lt;br /&gt;   yang  menyediakan  jasa  atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling,&lt;br /&gt;   foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro&lt;br /&gt;   jodoh,  baby  sister,  dll.  Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan&lt;br /&gt;   relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang&lt;br /&gt;   berbakat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jual Barang Second&lt;br /&gt;   Masih  sedikit  yang  peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai&lt;br /&gt;   bisa  punya  harga tinggi. Anda bisa memburu barang-barang bermerk asli&lt;br /&gt;   yang  sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain dan&lt;br /&gt;   dengan  harga spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai&lt;br /&gt;   jenderal  yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di negeri&lt;br /&gt;   ini. Anda tidak akan kekurangan barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Buka Kantor&lt;br /&gt;   Semisal   Anda  berlatar  belakang  profesi  seperti  dokter,  akuntan,&lt;br /&gt;   pengacara, notaris, desainer, trainer, ataupun konsultan. Jika sekarang&lt;br /&gt;   masih  jadi  'pekerja'  di perusahaan orang, siap-siaplah merintis buka&lt;br /&gt;   kantor  sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi&lt;br /&gt;   untuk  patungan modal. Juallah skill dan pengalaman Anda. Jika reputasi&lt;br /&gt;   bagus, relasi banyak, jangan kuatir kekurangan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jalankan DS/MLM&lt;br /&gt;   Bisnis  ini  prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif.&lt;br /&gt;   Direct   Selling   dan  Multi-Level  Marketing  sering  disebut  people&lt;br /&gt;   franchise.  Modalnya  murah  meriah,  namun  sudah didukung produk yang&lt;br /&gt;   bagus,  sistem  pemasaran,  pelatihan,  dan  jenjang  karier.  Sebagian&lt;br /&gt;   perusahaan  memberi  kesempatan  member  mendirikan  perseroan  sendiri&lt;br /&gt;   (authorized  distributor)  atau  stockist.  Namun  waspadalah!  Hindari&lt;br /&gt;   bisnis skema piramid atau money game yang berkedok MLM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Beli Waralaba&lt;br /&gt;   Yang  modalnya  lumayan  besar,  tapi tak mau repot pikirkan usaha yang&lt;br /&gt;   sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba&lt;br /&gt;   merupakan  jenis  usaha  yang  relatif  terstandarisasi. Butuh kejelian&lt;br /&gt;   membaca  waralaba  mana  yang  bagus. Berikut kemampuan membaca potensi&lt;br /&gt;   pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh&lt;br /&gt;  modal besar atau sedang-sedang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Beli Usaha Prospektif&lt;br /&gt;   Ada  pula  usaha  tertentu  punya  keunikan  dan  SDM bagus. Prospek ke&lt;br /&gt;   depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang untuk lebih jauh, usaha itu&lt;br /&gt;   tidak  punya  modal  lebih.  Jika  modal  Anda cukup besar, dan menurut&lt;br /&gt;   kalkulasi  usaha  itu  bisa  dikembangkan  lebih  pesat lagi, Anda bisa&lt;br /&gt;   membelinya.  Cara  ini  relatif  lebih  mahal,  tetapi  lumayan disukai&lt;br /&gt;   investor tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Beli Usaha Sekarat&lt;br /&gt;   Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun semata-mata&lt;br /&gt;   karena  manajemennya  ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan prospek&lt;br /&gt;   ke  depannya  dan  cukup pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah&lt;br /&gt;   peluang  menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif&lt;br /&gt;   murah.   Kadang  malah  seperti  harga  'grosir'.  Namun  ingat,  biaya&lt;br /&gt;   pemolesannya harus Anda kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Buka Lokasi&lt;br /&gt;   Beberapa  usaha  cepat sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal,&lt;br /&gt;   ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu&lt;br /&gt;   laku,  umumnya  perekonomian  di  situ akan cepat berkembang. Fasilitas&lt;br /&gt;   pendukung  akan  makin  banyak  dibutuhkan.  Nah, layani warga setempat&lt;br /&gt;   dengan  produk  atau  jasa  yang  sangat  mereka butuhkan. Jangan lupa,&lt;br /&gt;   pilihlah lokasi yang paling strategis di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Usaha Bersama&lt;br /&gt;   Kadang  usaha  tertentu  bisa  lebih  bagus jika didirikan dan dikelola&lt;br /&gt;   bersama-sama.  Semisal  Anda  kuper,  tapi  jago  masak  masakan asing.&lt;br /&gt;   Sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja&lt;br /&gt;   Anda  bersama-sama  buka  usaha  restoran. Kelebihan masing-masing bisa&lt;br /&gt;   saling  memperkuat  usaha  baru,  sekaligus memperbesar basis modalnya.&lt;br /&gt;   (ed)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-7626809126764735776?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/7626809126764735776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=7626809126764735776&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/7626809126764735776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/7626809126764735776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/08/14-rahasia-buka-usaha.html' title='14 Rahasia Buka Usaha'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SnZsjLG2EOI/AAAAAAAAAGI/O74SHZ3Q1vw/s72-c/kuncisukses.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-6990473798727228382</id><published>2009-07-22T10:07:00.002+08:00</published><updated>2009-07-22T10:22:06.851+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi pembangunan'/><title type='text'>PERENCANAAN EKONOMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SmZ3bkSxN6I/AAAAAAAAAGA/OyUfTHJeGwY/s1600-h/ekonomi+pemb.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 184px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SmZ3bkSxN6I/AAAAAAAAAGA/OyUfTHJeGwY/s200/ekonomi+pemb.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361103721913726882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Perencanaan Ekonomi&lt;br /&gt;Belum ada kata sepakat para ahli ekonomi mengenai pengertian “ Perencanan ekonomi dalam perpustakaan ekonomi istilah tersebut sangat lentur,sering di kelirukan dengan komunisme,sosiolisme, atau pembangunan ekonomi,lalu apa itu perencanaan  itu?&lt;span id="fullpost"&gt;Perencanaan adalah teknik ,cara untuk mencapai tujuan, tujuan untuk mewujudkan maksud dan sasaran tertentu yang telah di tentukan  sebelumnya dan telah dirumuskan  dengan baik badan perencanaan pusat.&lt;br /&gt;Menurut Prof lewis menunjukan pengertian Perencanaan yang dipakai dalam perpustakaan ekonomi  antara lain :&lt;br /&gt;1. Yang menghubungkan dengan  istilah itu dengan menentukan letak geografis, bangunan tempat tinggal atau kadang kala disebut perencanan kota dan Negara.&lt;br /&gt;2. Perencanaan hanya berarti memutuskan uang apa yang akan dipergunakan  pemerintah masa depan, seandainya punya unag untuk di belanjakan.&lt;br /&gt;3. Ekonomi berencana , ekonomi dimana masing-masing satuan  produksi hanya memakai sumberdaya manusia, bahan dan peralatan  yang dialokasikan kesana melalui kuota dan menjual produknya semata kepada orang atau perusahaan ,&lt;br /&gt;Tetapi Ferdynand Zweig berpendapat bahwa Perencanaan adalah perencanaan ekonomi, bukan perencanaan di dalam  perekonomian. Ia tidak hanya perencanaan kota ,pekerjaan umum jadi perencanaan  tidak berate perencanaan secara berkeping-keping.&lt;br /&gt;Kebutuhan dan Perencanaan &lt;br /&gt;  Salah satu tujuan penting perencanaan Negara terbelakang adalah untuk meningkatkkan laju pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi perencanaan mengandung arti pengarahan dan pengaturan eksternal  kegiatan ekonomi oleh badan perencana, yang dalam banyak hal, disamakan dengan pemerintah.itu berarti peningkatan laju pembentukan modal dengan cara meningkatkan tingkat pendapatan ,tabungan  dan investasi . akan tetapi peningkatan laju  pembentukan modal pada perekonomian negara terbelakang di hadapkan pada sejumlah kesulitan .Rakyat di cekam dengan kemiskinan . Kemampuan menabung rendah  karena tingkat pendapatan yang rendah pula disamping  kecenderungan mengkomsumsi yang tinggi. Akibatnya ,laju inventasi  rendah sehingga mengakibatkan  modal kurang dan produktivitas rendah.&lt;br /&gt; Kebutuhan perencanaan di Negara terbelakang di dorong oleh keperluan penghapuskan pengangguran dan pengangguran tersembunyi yang tersebar luas dalam perekonomian seperti itu.Karena modal langkah dan buruh melimpah ruah, maka masalah penyediaan kesempatan kerja bagi tenaga buruh yang senangtiasa meningkat merupakan suatu masalh sulit.Hanya badan perencanaan yang terpusat yang dapat mengatasi kesulitan ini.&lt;br /&gt;Perencanaan pembangunan sangat diperlukan untuk mengenyahkan kemiskinan bangsa. Perencanaan merupakan satu-satunya jalan yang terbuka bagi Negara terbelakang. Untuk menaikan pendapatan  nasional  dan pendapatan perkapita; untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan;untuk meningkatkan kesempatan kerja; untuk pembangunan yang menyeluruh dan untuk mempertahankan kemerdekaan  nasional yang baru saja dimenangkan.&lt;br /&gt;Dasar pemikiran timbulnya perencanaan di Negara seperti itu adalah untuk memperbaiki dan memperkuat mekanisme pasar. Mekanisme pasar  di Negara terbelakang belum lagi sempurna karena ketidaktahuan dan ketidakbiasaan dengan mekanisme seperti ini.jadinya sebahagian besar perekonomian  terdiri dari sector non uang. Pasar produk, factor, uang dan modal tidak terorganisir sebagaimana mestinya.Jadi sistim harga yang ada masih dalam bentuk belum sempurna dan tidak dapat menghasilkan kesimbangan antara permintaan dan penawaran  agregat atas barang dan jasa.&lt;br /&gt;Perencanaan pembangunan ekonomi tampaknya dilakukan karena derap dan arah pembangunan yang ada tampa campur tangan dari luar  dianggap tidak memuaskan dan lebih lanjut karena di anggap bahwa campur tangan dari luar yang tepat akan sangat meningkat derap pembangunan  dan mengarahkan sebagaimana mestinya. Para perencana menghasilkan rasionalisasi.&lt;br /&gt;Peranan perencanaan dalam pembangunan&lt;br /&gt;Perencanaan Pembangunan di mulai adanya kebocoran-kebocoran akibat pembangunan  yang tidak terencana, sejalan pendapat Adam Smith  mengatakan “bahwa tidak perlu adanya campur tangan pemerintah karena adanya invisible hand.&lt;br /&gt;Adapun peranan perencanaan dalam pembangunan antara lain;&lt;br /&gt;1. Tujuan; Rencana tersebut dapat menetapkan tujuan-tujuan berikut : meningkatkan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita; memperluas lapangan kerja; me ngurangi ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan  dan pemusatan kekuatan ekonomi; menaikan produksi pertanian ;industrilisasi perekonomian  mencapai pembangunan wilayah berimbang mencapai swasembada  dsb.&lt;br /&gt;2. Penetapan sasaran dan Prioritas;Penetapan sasaran dan prioritas untuk mencapai tujuan yang ditentukan dalam rencana dimana penetapn sasaran  dan prioritas harus global dan sektoral . Sasaran global harus tegas dan mencakup setiap aspek perekonomian .sasaran harus meliputi sasaran prodksi secara kualitatif,Adapun sasaran sektoral yang menyangkut masing-masing industry dan produk dalam ukuran nilai dan fisik baik swasta maupun sector Negara.&lt;br /&gt;Dalam Rencana dan proyek yang harus dilakukan lebih dahulu, harus diberikan prioritas yang paling tertinggi sedangkan yang tidak prioritas di beri nilai yang rendah. pola prioritas tidak kaku artinya dapat di ubah sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;3. Mobilisasi Sumber,Suatu rencana menetapkan pembiayaan sector Negara yang akan menjadi dasar mobilisasi sumber-sumber yang perlu. Ada beraneka ragam sumber eksternal dan internal  yang dapat di gunakan untuk membiayai suatu rencana, tabungan ,laba perusahaan Negara.Rencana harus menentukan kebijaksanaan dan piranti untuk memobilisasi sumber yang dapat memenuhi pembiayaan rencana tampa perlu mengakibatkan tekanan inflasioner.&lt;br /&gt;4. Administrasi yang Efisien dan Tidak Korup,Administrasi yang kuat ,efisien dan tidak korup adalah syarat mutlak keberhasilan perencanaan .Tetapi di sinilah biasanya kekurangan Negara terbelakang.sehingga dibutuhkan tenaga administrasi  yang cakap dengan tugas utamanya meyiapkan laporan kelayakan yang baik mengenai proyek yang diusulkan .&lt;br /&gt;5. Keseimbangan Dalam rencana, Suatu rencana harus menjamin keseimbangan yangtepat dalam perekonomian, kalau tidak akan muncul kelangkaan atau surpulus pada waktu rencana berjalan. Harus ada keseimbangan antara tabunagan dan investasi ,antara penawaran barang yang tersedia dan permintaan atas barang tersebut, antara kebutuhan tenaga kerja dan penyebarluasannya.   &lt;br /&gt;6. Ekonomi dalam administrasi. Setiap usaha harus di buat berdampak ekonomis dalam administrasi, khususnya dalam pengembangan bagian-bagian pemerintahan.&lt;br /&gt;7. Dukungan Masyarakat.Dukungan masyarakat merupakan factor penting bagi keberhasilan perencanaan  di dalam suatu Negara demokratis, perencanaan memerlukan  dukungan luas rakyat.Perencanan pembangunan harus diatas kepentingan golongan tetapi pada saat yang sama harus mendapatkan persetujuan semua golongan.&lt;br /&gt;Perencanaan Pembangunan Di Indonesia&lt;br /&gt;Perencanaan pembangunan di Indonesia adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menkoordinasikan  segenap  proses pembuatan keputusan  ekonomi dalam jangka panjang serta mempengaruhi,mengarahkan dan dalam kasus tertentu, juga mengendalikan tingkatan dan laju pertumbuhan variable-varibel ekonomi( pendapatan, komsumsi investasi ,tabungan dll).&lt;br /&gt; Proses perencanaan di Indonesia pada umumnya  hampir sama dengan Negara terbelakang lainnya yang di awali dengan pemilihan tujuan social, target-target  ekonomi oleh pemerintah, yang disusul dengan perumusana suatu kerangka kerja bagi kegiatan-kegiatan implementasi, koordinasi dan pemantauan  hasil-hasilnya.&lt;br /&gt; Sebahagian besar rencana pembangunan di Indonesia di rumuskan dan dilaksanakan dalam sistim perencanaan campuran adalah system yang mengakui dan   menerapkan fungsi pasar serta perencanaan negar secara sekaligus.&lt;br /&gt;Sistem ini dicirikan oleh eksistensi struktur ekonomi institusional (lembaga-lembaga non pasar yang bertugas mengelola perekonomian),sebagian sumber-sumber daya produktif di miliki dan di kelola oleh sector swasta, sedangkan sebagian lagi sector pemerintah. &lt;br /&gt;Keputusan pemerintah sengaja menggunakan tabungan dalam negeri dan dana-dana keuangan dari luar negeri untuk di investasikan pada proyek-proyek pemerintah dan memobilitasi serta menyalurkan sumber-sumber daya yang sangat langka ini ke bidang-bidang tertentu.(misalnya pembangunan jalan raya dan kereta api, seeekolah dll).&lt;br /&gt;Kebijakan –kebijakan pemerintah mulai dari perpajakan,lisensi industry, penetapan tarif dan kuota, upah dan harga-harga, yang secara langsung dapat merangsang dan dalam banyak hal bahkan mengendalikan kegiatan ekonomi sector swasta demi menjamin terciptanya suatu hubungan yang serasi antara keinginan perusahaan swasta dalam mengejar keuntungan dengan tujuan-tujuan social.(untuk kepentingan seluruh anggota masyarakat) yang di kehendaki dan di utamakan oleh pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-6990473798727228382?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/6990473798727228382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=6990473798727228382&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6990473798727228382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6990473798727228382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/07/perencanaan-ekonomi.html' title='PERENCANAAN EKONOMI'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SmZ3bkSxN6I/AAAAAAAAAGA/OyUfTHJeGwY/s72-c/ekonomi+pemb.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2762023227277001810</id><published>2009-07-01T11:18:00.001+08:00</published><updated>2009-07-01T11:20:49.567+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kewira usahaan'/><title type='text'>KEWIRAUSAHAAN, SEBAGAI SEBUAH NILAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SkrV_KVzyxI/AAAAAAAAAF4/4XDE4Sdw4o8/s1600-h/moneycanger.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SkrV_KVzyxI/AAAAAAAAAF4/4XDE4Sdw4o8/s200/moneycanger.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353326388167559954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Rusman Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, dunia kewirausahaan (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Namun, karena kurangnya informasi, banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Sebagian orang beranggapan bahwa kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan,&lt;span id="fullpost"&gt;lingkungannya para direktur dan pemilik PT, CV serta berbagai bentuk perusahaan lainnya. Oleh karena itu, kewirawastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. Sedang kekayaan itu sendiri seakan-akan merupakan simbol keberhasilan dari kewiraswastaan.&lt;br /&gt;Bukan hanya sebagian masyarakat awam yang berpikir demikian, karena ternyata beberapa lembaga pembinaan kewiraswastaan juga mempunyai persepsi yang mirip dengan itu. Pada beberapa kesempatan, lembaga-lembaga tersebut menampilkan figur tokoh-tokoh sukses yang katanya berhasil menjadi kaya, dengan jalan berwiraswasta. Figur sukses itu antara lain terdiri dari tokoh-tokoh pengusaha besar yang masyarakat mengenalnya sebagai orang-orang terkemuka yang dekat dengan para pejabat pemerintahan.&lt;br /&gt;Terlepas dari siapa tokoh-tokoh sukses dan kaya yang ditampilkan itu, serta bagaimana cara mendapatkan kekayaannya, marilah kita kembali ke inti persoalan : “Benarkah kewiraswastaan merupakan wacana tentang bagaimana caranya untuk menjadi kaya ?”&lt;br /&gt;Kalau bicara sekadar menjadi kaya, tentu semua orang maklum bahwa tidak semua orang kaya adalah pengusaha, sebaliknya tidak semua pengusaha adalah orang kaya. Rata-rata pejabat di Indonesia sudah termasuk orang kaya atau orang berada, apalagi kalau pejabat itu korup. Karyawan-karyawan swasta, terutama para general manager dan direktur juga banyak yang kaya. Bahkan, ada pengemis jalanan berpenghasilan lebih dari Rp. 300.000,- bersih per hari, dan jelas bahwa ia berpotensi untuk menjadi kaya. Dapatkah mereka semua, termasuk para koruptor dan pengemis, menjadi figur panutan dalam wacana kewirausahaan ? Rasanya tidak lah ya..?&lt;br /&gt;Kewiraswastaan atau kewirausahaan sebenarnya bukanlah bertujuan untuk menjadi kaya. Setidaknya inilah yang dekemukakan oleh para perintis kewiraswastaan di Indonesia sejak 3 dekade yang lalu. Merintis masa depan dengan belajar menjadi pengusaha lebih mirip dengan belajar bagaimana mengemudikan kendaraan. Seorang instruktur pada sebuah sekolah mengemudi mobil pernah berkata pada para siswanya, yang dalam praktek selalu berusaha untuk menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi : “Keterampilan mengemudi bukan dilihat dari seberapa cepat kendaraan dipacu. Karena memacu kecepatan adalah hal yang mudah. Itu hanya soal seberapa dalam kita menginjak pedal gas. Ilmu mengemudi lebih merupakan keterampilan bagaimana menjalankan mobil dari keadaan tidak bergerak, menjadi bergerak dan berjalan dengan stabil, serta bermanuver dengan baik sesuai keadaan, berbelok, maju, mundur, parkir, menanjak, menurun dan lain sebagainya, tanpa membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Kecepatan adalah soal lain..”&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan sang instruktur memang benar. Keberhasilan mengemudi bukan dilihat dari seberapa cepat kendaraan dipacu. Demikian pun keadaannya dengan kewiraswastaan. Keberhasilan berwiraswasta tidaklah identik dengan seberapa berhasil seseorang mengumpulkan uang atau harta serta menjadi kaya, karena kekayaan bisa diperoleh dengan berbagai cara, termasuk mencuri, merampok, korupsi, melacur dan lain-lain perbuatan negatif. Sebaliknya kewiraswastaan lebih melihat bagaimana seseorang bisa membentuk, mendirikan serta menjalankan usaha dari sesuatu yang tadinya tidak berbentuk, tidak berjalan bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Seberapa kecil pun ukuran suatu usaha, jika dimulai dengan niat baik, cara-cara yang bersih, keberanian dan kemandirian, sejak dari nol dan kemudian bisa berjalan dengan baik, maka nilai kewiraswastaannya jelas lebih berharga, daripada sebuah perusahaan besar yang dimulai dengan bergelimang fasilitas, penuh kolusi serta sarat dengan keculasan.&lt;br /&gt;Dalam kewiraswastaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi kearah prestasi. Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup bermewah-mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok. Maka soal kekayaan pada akhirnya terpulang kepada masing-masing individu. Keadaan kaya-miskin, sukses-gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya dia. Kewiraswastaan hanya menggariskan bahwa seorang wiraswastawan yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya, dan tidak berputus asa pada saat jatuh.&lt;br /&gt;Tidak ada satu suku kata pun dari kata “wiraswasta” yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda, tidak pula kata wiraswasta itu menunjuk pada salah satu strata, kasta, tingkatan sosial, golongan ataupun kelompok elit tertentu.&lt;br /&gt;Terkadang orang tidak menyadari bahwa “wiraswasta” tidak sama dengan “swasta” dan “orang swasta” tidak dengan sendirinya merupakan wiraswastawan sejati, meskipun mungkin yang bersangkutan menyatakan diri begitu.. Ini disebabkan “wiraswasta” mengandung kata “wira”, yang mempunyai makna luhurnya budi pekerti, teladan, memiliki karakter yang baik, berjiwa kstaria dan patriotik. Oleh sebab itu dapat dipastikan bahwa seorang wiraswastawan sejati selalu memegang etika sebaik-baiknya dalam berbisnis.&lt;br /&gt;Orang swasta yang berhasil mengumpulkan harta berlimpah, tidak dapat dikatakan sebagai wiraswastawan sejati, selama harta yang dikumpulkannya itu didapat dengan jalan yang tidak benar seperti kolusi, memeras, menipu, mafia-isme dan lain-lain aktivitas sejenis.&lt;br /&gt;Saya menemukan bahwa kadang-kadang terjadi salah pengertian tentang istilah “kewiraswastaan” yang merupakan terjemahan dari kata asing “entrepreneurship”. Ada pendapat bahwa kewiraswastaan tidak hanya terjadi dikalangan orang atau perusahaan swasta saja, tetapi juga ada dilingkungan perkoperasian, lingkungan pendidikan bahkan dilingkungan badan-badan usaha milik pemerintah (BUMN). Oleh karenanya, “entrepreneurship” bukan monopoli kelompok perusahaan swasta saja. Maka kemudian timbul istilah “wirausaha” yang dianggap lebih universal dalam penerapannya. Gejala ini berlanjut lebih spesifik lagi dengan munculnya istilah “kewirakoperasian” untuk para aktivis koperasi.&lt;br /&gt;Saya berpendapat, istilah “wiraswasta” tidak hanya menunjuk kepada orang-orang dari kalangan perusahaan swasta. Sebagai istilah yang mewakili kata “entrepreneurship”, penggunaannnya sudah sangat universal, sehingga sebetulnya tidak perlu lagi direvisi. Secara etimologi, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Suparman Sumahamidjaya, arti kata wiraswasta bisa diuraikan lebih kurang sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wira = luhur, berani, jujur, ksatria.&lt;br /&gt;swa = sendiri.&lt;br /&gt;sta = berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, maksud dari kata wiraswasta adalah, mewujudkan aspirasi kehidupan berusaha yang mandiri dengan landasan keyakinan dan watak yang luhur. Lebih spesifiknya, kaum wiraswastawan sejati adalah mereka yang berani memutuskan untuk bersikap, berpikir dan bertindak secara mandiri, mencari nafkah dan berkarir dengan jalan berusaha di atas kemampuan sendiri, dengan cara yang jujur dan adil, jauh dari sifat-sifat keserakahan dan kecurangan.&lt;br /&gt;Definisi di atas tidak membatasi bahwa wiraswastawan harus seorang yang menjalankan perusahaan milik sendiri. Dengan demikian kewiraswastaan berlaku di lingkungan manapun, termasuk koperasi, BUMN, pengusaha kaki lima, makelar bahkan di lingkungan karyawan sekalipun. Sebab apa? Karena kaum profesional yang status formalnya adalah seorang karyawan, pada hakikatnya merupakan seorang wiraswastawan juga, karena mereka bekerja dengan menjual “leadership”, atas dasar kemitraan bisnis yang adil dan saling menguntungkan, dan bukan atas dasar keinginan untuk “menumpang hidup” semata. Para distributor dari sebuah perusahaan multi-level-marketing, sebagaimana agen-agen asuransi, juga merupakan pribadi-pribadi yang berusaha secara mandiri dan mereka berwiraswasta. Beberapa perusahaan yang telah maju ternyata juga didirikan oleh para mantan karyawan yang memiliki naluri kewiraswastaan. Hal ini menguatkan bukti bahwa nilai-nilai kewiraswastaan memang ada dimana-mana. Hanya saja, kewirawastaan ada yang kelihatan secara jelas, ada yang tersembunyi.&lt;br /&gt;Betapa pun saya menyambut baik munculnya berbagai istilah alternatif, karena hal tersebut dengan sendirinya akan memperkaya khasanah kosakata bahasa Indonesia yang masih memerlukan pembinaan-pembinaan lebih jauh. Sebab itu, dalam situs ini akan dipergunakan istilah “wiraswasta” dan “wirausaha” secara silih berganti, agar tidak menimbulkan kejenuhan.&lt;br /&gt;Beberapa aktivitas yang memiliki kandungan nilai kewirausahaan, baik yang jelas maupun yang tersembunyi bisa dicontohkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Pengusaha-pengusaha “kantoran” yang menjalankan perusahaan milik sendiri atau bermitra. Baik dari kelas pengusaha besar, menengah ataupun kecil.&lt;br /&gt;2). Pengusaha-pengusaha seperti pedagang kaki lima, warung nasi, restoran, toko klontong, bengkel, salon dan lain-lain.&lt;br /&gt;3). Pengusaha candak kulak, seperti bakul jamu, tukang bakso pikul/grobak, dan lain sebagaiya.&lt;br /&gt;4). Pengurus dan anggota-anggota koperasi.&lt;br /&gt;5). Tokoh-tokoh pemasaran, seperti para direktur dan manajer pemasaran, sales representative, business representative, salesmen/girl door to door.&lt;br /&gt;6). Para distributor multi-level-marketing serta para agen asuransi.&lt;br /&gt;7). Tokoh-tokoh profesi seperti dokter, pengacara, notaris, konsultan yang membuka praktik sendiri, sampai supir taksi.&lt;br /&gt;8). Mereka yang menjalankan bisnis sambilan, tanpa melecehkan pekerjaan utamanya sebagai karyawan.&lt;br /&gt;9). Para karyawan, yang sambil bekerja, berusaha mengumpulkan modal dan belajar untuk mempersiapkan diri menjadi pengusaha nantinya.&lt;br /&gt;10). Para makelar yang jujur.&lt;br /&gt;11). Kaum profesional yang menjual leadership pada perusahaan-perusahaan besar mulai dari yang menjabat sebagai presiden direktur, direktur atau manajer.&lt;br /&gt;12). Pekerja free-lance, instruktur-instruktur aerobik, pelatih olahraga yang bekerja waktu penuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2762023227277001810?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2762023227277001810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2762023227277001810&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2762023227277001810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2762023227277001810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/07/kewirausahaan-sebagai-sebuah-nilai.html' title='KEWIRAUSAHAAN, SEBAGAI SEBUAH NILAI'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SkrV_KVzyxI/AAAAAAAAAF4/4XDE4Sdw4o8/s72-c/moneycanger.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-5123108831665168592</id><published>2009-07-01T11:03:00.003+08:00</published><updated>2009-07-01T11:09:15.387+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Ekonomi'/><title type='text'>BAB I  HUKUM EKONOMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SkrTOGzCU7I/AAAAAAAAAFw/shTiO2HSeb8/s1600-h/prinsipekonomi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SkrTOGzCU7I/AAAAAAAAAFw/shTiO2HSeb8/s200/prinsipekonomi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353323346379559858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Norma&lt;br /&gt;Norma merupakan aturan perilaku dalam suatu kelompok tertentu di mana setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban di dalam lingkungan masyarakatnya sehingga memungkinkan seseorang bisa menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan seseorang itu dinilai oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Norma adalah suatu kriteria bagi orang lain untuk menerima atau menolak perilaku. Selain itu, norma yang berlaku di masyarakat adalah norma yang diterapkan di lingkungan masyarakat sebagai aturan yang mempengaruhi tingkah laku manusia, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum.&lt;br /&gt;1. Norma Agama&lt;br /&gt;Norma agama adalah peraturan yang diterima sebagai perintah, larangan, dan anjuran yang diperoleh dari Tuhan YME bersifat universal dan umum apabila dilanggar akan mendapat sanksi dari Tuhan YME.&lt;br /&gt;2. Norma Kesusilaan&lt;br /&gt;Norma kesusilaan adalah aturan hidup yang berasal dari hati sanubari manusia itu sendiri bersifat umum dan universal, apabila dilanggar, maka manusia itu akan menyesalkan perbuatannya sendiri.&lt;br /&gt;3. Norma Kesopanan&lt;br /&gt;Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan manusia berupa suatu tatanan pergaulan masyarakat apabila dilanggar oleh setiap anggota masyarakat akan dicela/diasingkan oleh masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Dengan demikian ketiga norma di atas mempunyai tujuan sebagai pembinaan di dalam kehidupan bermasyarakat sehingga dapat beinteraksi dengan baik.&lt;br /&gt;4. Norma Hukum&lt;br /&gt;Norma hokum adalah aturan yang bersifat mengikat kepada setiap orang yang pelaksanaanya dapat dipertahakan dengan segala paksaan oleh alat – alat Negara untuk melindungi kepentingan manusia dalam pergaulan masyarakat.&lt;br /&gt;2. Definisi dan Tujuan Hukum&lt;br /&gt;Para ahli dan sarjana ilmu hukum memiliki sudut pandang yang berbeda dan berlainan. Dengan demikian, beberapa ahli menjelaskan menurut pendapatnya masing – masing.&lt;br /&gt;1. Van Kan&lt;br /&gt;Menurut Van Kan hukum ialah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;2. Utrecht&lt;br /&gt;Menurut Utrecht hukum ialah himpunan peraturan (baik berupa perintah ataupun larangannya) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.&lt;br /&gt;3. Wiryono Kusumo&lt;br /&gt;Menurut wiryono kusumo hukum ialah keseluruhan peraturan baik yang tertulis ataupun tidak tertulis yang mengatur tata tertib di dalam masyarakat dan terhadap pelanggarnya umumnya dikenakan sangsi.&lt;br /&gt;Menurut pendapat para ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum meliputi beberapa unsur – unsur, yaitu :&lt;br /&gt;1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.&lt;br /&gt;2. Peraturan itu bersifat mengikat dan memaksa.&lt;br /&gt;3. Peraturan itu diadakan oleh badan – badan resmi.&lt;br /&gt;4. Pelanggaran terhadap peraturan tersebut dikenakan sangsi tegas.&lt;br /&gt;3. Pengertian Ekonomi&lt;br /&gt;Menurut M. Manulang, ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran (kemakmuran suatu keadaan di mana manusia dapat memenuhi kebutuhannya, baik barang – barang maupun jasa).&lt;br /&gt;4. Hukum Ekonomi&lt;br /&gt;Hukum ekonomi lahir disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. Hukum berfungsi untuk mengatur dan membatasi kegiatan ekonomi dengan harapan pembangunan perekonomian tidak mengabaikan hak – hak dan kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;Sunaryati Hartono mengatakan bahwa hukum ekonomi adalah penjabaran ekonomi pembangunan dan hukum ekonomi sosial sehingga hukum tersebut mempunyai dua aspek berikut.&lt;br /&gt;1. Aspek pengaturan usaha – usaha pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;2. Aspek pengaturan usaha – usaha pembangunan hasil dan pembangunan ekonomi secara merata di seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;Hukum ekonomi Indonesia dibedakan menjadi 2, yaitu :&lt;br /&gt;a. Hukum Ekonomi Pembangunan&lt;br /&gt;Hukum ekonomi pembangunan adalah yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukum mengenai cara – cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara nasional.&lt;br /&gt;b. Hukum Ekonomi Sosial&lt;br /&gt;Hukum ekonomi sosial adalah yang menyangkut peraturan pemikiran hukum mengenai cara – cara pembegian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan merata dalam HAM manusia Indonesia.&lt;br /&gt;Namun ruang lingkup hukum ekonomi tidak dapat diaplikasikan sebagai satu bagian dari salah satu cabang ilmu hukum, melainkan merupakan kajian secara interdisipliner dan multidimensional.&lt;br /&gt;Atas dasar itu, hukum ekonomi menjadi tersebar dalam pelbagai peraturan undang – undang yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, hukum ekonomi menganut azas, sebagi berikut :&lt;br /&gt;1. Azas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan TME.&lt;br /&gt;2. Azas manfaat.&lt;br /&gt;3. Azas demokrasi pancasila.&lt;br /&gt;4. Azas adil dan merata.&lt;br /&gt;5. Azas keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam perikehidupan.&lt;br /&gt;6. Azas hukum.&lt;br /&gt;7. Azas kemandirian.&lt;br /&gt;8. Azas Keuangan.&lt;br /&gt;9. Azas ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;10. Azas kebersamaan, kekeluargaan, keseimbangan, dan kesinambungan dalam kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;11. Azas pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;12. Azas kemandirian yang berwawasan kenegaraan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam era globalisasi membuat dunia menjadi satu sehingga batas – batas Negara dalam pengertian ekonomi dan hukum menjadi kabur. Oleh karena itu, pertimbangan tentang apa yang berkembang secara internasional menjadi begitu penting untuk dijadikan dasar – dasar hukum ekonomi.&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;SUBJEK DAN OBJEK HUKUM&lt;br /&gt;1.2  SUBJEK HUKUM&lt;br /&gt;Manusia sebagai subjek hukum ialah, seseorang yang mempunyai hak dan mampu menjalankan haknya dan dijamin oleh hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;Manusia sebagai subjek hukum dimulai saat ia dilahirkan dan berakhir pada saat ia meninggal dunia sehingga dikatakan bahwa manusia hidup, ia menjadi manusia pribadi.&lt;br /&gt;Setiap manusia pribadi (natuurlijke persoon) sesuai dengan hukum dianggap cakap bertindak sebagai subjek hukum, kecuali dalam undang-undang dinyatakan seperti tidak cakap.&lt;br /&gt;2.2 BADAN HUKUM&lt;br /&gt;Badan hukum adalah badan – badan atau perkumpulan, yakni orang – orang yang diciptakan oleh hukum. Badan hukum sebagai subjek hukum dapat bertindak hukum seperti manusia.&lt;br /&gt;Badan hukum dibedakan dalam dua bentuk yaitu :&lt;br /&gt;1. Badan Hukum Publik&lt;br /&gt;2. Badan Huku Privat&lt;br /&gt;2.3 OBJEK HUKUM&lt;br /&gt;Objek hukum ialah benda. Benda adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum atau segala sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subjek hukum atau segala sesuatu yang dapat menjadi objek dari hak milik.&lt;br /&gt;Menurut pasal 503 sampai dengan pasal 504 KUH perdata disebutkan bahwa benda dapat dibagi menjadi dua yaitu : &lt;br /&gt;1. Benda yang bersifat kebendaa.n &lt;br /&gt;2. Benda yang bersifat tidak kebendaan.&lt;br /&gt;Benda bergerak juga dibedakan atas dua yaitu :&lt;br /&gt;1. Benda bergerak karena sifatnya&lt;br /&gt;Misalnya : kursi, meja, dan hewan – hewan yang dapat berpindah sendiri.&lt;br /&gt;2. Benda bergerak karena ketentuan undang – undang &lt;br /&gt;Misalnya : hak memungut hasil atas benda – benda bergerak, saham – saham perseroan terbatas.&lt;br /&gt;Benda tidak bergerak dibedakan atas tiga yaitu :&lt;br /&gt;1. Benda bergerak karena sifatnya&lt;br /&gt;Misalnya : tanah, tumbuh – tumbuhan, arca, patung.&lt;br /&gt;2. Benda tidak bergerak karena tujuannya&lt;br /&gt;Misalnya : mesin alat – alat yang dipakai dalam pabrik.&lt;br /&gt;3. Benda tidak bergerak karena ketentuan undang – undang&lt;br /&gt;Misalnya : hak pakai atas benda tidak bergerak dan hipotik.&lt;br /&gt;Membedakan benda bergerak dan benda tidak bergerak sangat penting karena berhubungan dengan empat hak yaitu, pemilikan (bezit), penyerahan (levering), daluwarsa (verjaring), dan pembebanan (bezwaring).&lt;br /&gt;2.4 HUKUM BENDA&lt;br /&gt;Hukum benda dalah peraturan – peraturan yang mengatur hak dan kewajiban manusia yang bernilai uang.&lt;br /&gt;Hak kebendaan merupakan hak mutlak sedangkan lawannya hak yang nisbi atau hak relatif.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;HUKUM PERIKATAN&lt;br /&gt;3.1 Pengertian&lt;br /&gt;Perikatan ialah hubungan hukum yang terjadi diantara dua orang pihak atau lebih, yakni pihak yang satu berhak atas prestasi dan pihak lainnya wajib memenuhi prestasi, begitu juga sebaliknya. Pengertian perikatan lebih luas dari perjanjian, perikatan terjadi karena : 1. Perjanjian&lt;br /&gt;2. Undang - Undang&lt;br /&gt;Hubungan perikatan dengan perjanjian adalah perjanjian yang menimbulkan perikatan. Perjanjian merupakan salah satu sumber yang paling banyak menumbulkan perikatan karena hukum perjanjian menganut sistim terbuka.&lt;br /&gt;3.2 Dasar Hukum Perikatan&lt;br /&gt;Dasar hukum perikatan berdasarkan KUH Perdata terdapat tiga sumber yaitu :&lt;br /&gt;1. Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian).&lt;br /&gt;2. Perikatan yang yimbul dari undang – undang. &lt;br /&gt;3. Perikatan terjadi bukan perjanjian.&lt;br /&gt;3.3 Asas – asas dalam Hukum Perjanjian&lt;br /&gt;1. Asas Kebebasan Berkontrak.&lt;br /&gt;Adalah, segala sesuatu perjanjian yang dibuat adalah sah bagi para pihak yang membuatnya dan berlaku sebagai undang – undang bagi mereka yang membuatnya.&lt;br /&gt;2. Asas Konsensualisme.&lt;br /&gt;Adalah, perjanjian itu lahir saat tercapainya kata sepakat antara para pihak mengenai hal – hal yang pokok dan tidak memerlukan sesuatu formalitas.&lt;br /&gt;Untuk sahnya suatu perjanjian diperlukan empat syarat yaitu : &lt;br /&gt;1. Kata Sepakat antara Para Pihak yang Mengikat Diri.&lt;br /&gt;2. Cara untuk Membuat Suatu Perjanjian.&lt;br /&gt;3. Mengenai Suatu Hal Tertentu.&lt;br /&gt;4. Suatu Sebab yang Halal.&lt;br /&gt;3.4 Jenis – Jenis Resiko&lt;br /&gt;Jenis – jenis resiko digolongkan menjedi dua kategori, yaitu resiko dalam perjanjian sepihak dan resiko dalam perjanjian timbale balik :&lt;br /&gt;1. Risiko dalam Perjanjian Sepihak.&lt;br /&gt;2. Risiko dalam Perjanjian Timbal Balik.&lt;br /&gt;3. Risiko dalam jual beli diatur dalam pasal 1460 KUH Perdata.&lt;br /&gt;4. Risiko dalam tukar menukar diatur dalam pasal 1545 KUH Perdata.&lt;br /&gt;5. Risiko dalam sewa menyewa diatur dalam pasal 1553 KUH Perdata.&lt;br /&gt;3.5 Hapusnya Perikatan&lt;br /&gt;Perikatan itu bisa dihapus jika memenuhi kriteria – kriteria sesuai dengan pasal 1381 KUH Perdata. Ada 10 cara penghapusan suatu perikatan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pembayaran merupakan setiap pemenuhan perjanjian sukarela.&lt;br /&gt;2. Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan.&lt;br /&gt;3. Pembaharuan utang.&lt;br /&gt;4. Penjumpaan uang atau kompensasi.&lt;br /&gt;5. Pencampuran utang.&lt;br /&gt;6. Pembebasan utang.&lt;br /&gt;7. Musnahnya barang yang terutang.&lt;br /&gt;8. Batal / pembatalan.&lt;br /&gt;9. Berlakunya suatu syarat batal.&lt;br /&gt;10. Lewat waktu.&lt;br /&gt;3.6 Memorandum Of Understanding&lt;br /&gt;Memorandum of understanding adalah suatu perjanjian pendahuluan yang nantinya akan diikuti dan dijabarkan dalam perjanjian lain yang mengaturnya secara lebih detail.&lt;br /&gt;Ciri – ciri Memorandum Of Understanding :&lt;br /&gt;1. Isinya ringkas.&lt;br /&gt;2. Berisikan hal – hal yang pokok saja.&lt;br /&gt;3. Hanya bersifat pendahuluan.&lt;br /&gt;4. Mempunyai jangka waktu berlaklu.&lt;br /&gt;5. Dibuat dalam bentuk perjanjian bawah tangan.&lt;br /&gt;6. Tidak ada kewajiban yang bersifat memaksa.&lt;br /&gt;3.7 Tujuan Memorandum Of Understanding&lt;br /&gt;Untuk memberikan kesempatan kepada pihak yang bersepakat untuk memperhitungkan apakah saling menguntungkan atau tidak jika diadakan kerja sama sehingga agar Memorandum Of Understanding dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian dan dapat diterapkan sanksi – sanksi.&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;HUKUM DAGANG&lt;br /&gt;Hukum dagang hanya mengikat kepada para pedagang saja yang melakukan usaha dagang. Hukum perdata dengan hukum dagang dapat dikatakan saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak dapat perbedaan secara prinsipil antara keduanya.&lt;br /&gt;Hukum dagang adalah hukum yang khusus (specialis), sedangkan hukum perdata merupakan hukum yang bersifat umum (lex genelaris), sehigga berlaku suatu asas lex specialis derogate legi genelari, artinya hukum yang khusus dapat mengesampingkan hukum yang umum. &lt;br /&gt;4.1 Perusahaan Persekutuan Bukan Badan Hukum&lt;br /&gt;1. Persekutuan Perdata&lt;br /&gt;2. Persekutuan Firma&lt;br /&gt;3. Persekutuan Komanditer&lt;br /&gt;4.2 Koperasi&lt;br /&gt;Koperasi adalah perserikatan yang memenuhi keperluan para anggotanya dengan cara menjual barang keperluan para anggotanya dengan cara menjual barang keperluan sehari – hari dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3 Yayasan&lt;br /&gt;Yayasan adalah badan hukum yang tidak mempunyai anggota yang dikelola oleh pengurus dan didirikan untuk tujuan sosial. &lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;SURAT – SURAT BERHARGA&lt;br /&gt;5.1 Pengertian&lt;br /&gt;Surat berharga adalah surat bernilai uang yang dapat diperjualbelikan atau digunakan sebagai agunan saham dan / atau bukti penyertaan modal.&lt;br /&gt;Sesuatu surat dapat dikatakan surat berharga jika surat – surat tersebut mempunyai nilai, seperti uang tunai dan dapat ditukarkan dengan uang tunai.&lt;br /&gt;1. Surat berharga&lt;br /&gt;Surat berharga adalah surat yang sengaja diterbitkan sebagai pemenuhan suatu prestasi berupa pembayaran sejumlah uang tetapi tidak dilakukan dengan mata uang, melainkan dengan alat pembayaran lain.&lt;br /&gt;5.2 Jenis – Jenis Surat Berharga&lt;br /&gt;1. Wesel&lt;br /&gt;Wesel adalah surat yang didalamnya, ditanggali dan ditandatangani di suatu tempat, dimana penerbitnya memberi perintah tidak bersyarat kepada tersangkut untuk membayar sejumlah utang pada hari bayar kepada orang yang ditunjuk oleh penerbit atau penggantinya di suatu tempat tertentu.&lt;br /&gt;2. Surat Cek&lt;br /&gt;Surat cek adalah warkat yang berisi perintah tidak bersyarat kepada bank – bank yang memelihara rekening nasabah untuk membayarkan suatu jumlah uang tertentu kepada orang tertentu atau yang ditunjuk olehnya atau pembawanya.&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis cek yaitu :&lt;br /&gt;1. Cek Atas Unjuk / Pembawa (Aan Toonder).&lt;br /&gt;2. Cek Atas Nama (Aan Order).&lt;br /&gt;3. Cek Atas Pembawa.&lt;br /&gt;4. Cek Mundur (Postdated Cheque).&lt;br /&gt;5. Cek Silang (Crossed Cheque).&lt;br /&gt;6. Cek Kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bilyet Giro&lt;br /&gt;Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutankepada rekening pemegang yang disebutkan namanya.&lt;br /&gt;4. Surat Sanggup&lt;br /&gt;Surat sanggup adalah surat yang dibuat oleh seorang yang berisikan suatu kesanggupan untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu.&lt;br /&gt;Perbedaan pokok antara surat sanggup dengan wesel adalah bahwa wesel merupakan surat perintah membayar, sedangkan surat sanggup adalah surat janji / kesanggupan untuk membayar.&lt;br /&gt;5. Commercial Paper&lt;br /&gt;Commercial paper adalah surat sanggup tanpa jaminan berjangka waktu pendek yang diterbitkan oleh perusahaan bukan bank dan diperdagangkan melalui bank atau perusahaan efek dengan sistem diskonto.&lt;br /&gt;6. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)&lt;br /&gt;Surat Berharga Pasar Uang adalah surat berharga jangka pendek dalam rupiah yang dapat diperjual belikan di pasar uang.&lt;br /&gt;7. Surat Jaminan Bank (Bank Garansi)&lt;br /&gt;Surat jaminan bank (bank garansi) adalah surat jaminan untuk membayar seseorang berdasarkan undang-undang tertentu yang berfungsi sebagai alat pembayaran.&lt;br /&gt;Garansi adalah garansi dalam bentuk warakat yang diterbitkan oleh bank yang mengakibatkan kawajiban membayar terhadap pihak yang menerima garansi apabila pihak yang dijamin cidera janji. Garansi yang diterbitkan oleh bank berbentuk stanby L/C. bank garansi dapat diberikan dalam bentuk rupiah atau valuta asing.&lt;br /&gt;8. Pihak – Pihak dalam Letter Of Credit&lt;br /&gt;1. Pembeli&lt;br /&gt;2. Penjual&lt;br /&gt;3. Bank Pembuka&lt;br /&gt;4. Bank Penerus&lt;br /&gt;5. Bank Pembayar&lt;br /&gt;6. Confirming Bank&lt;br /&gt;7. Negotiating Bank&lt;br /&gt;8. Remmiting Bank&lt;br /&gt;9. Reimbursing Bank&lt;br /&gt;10. &lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;HUKUM ASURANSI&lt;br /&gt;6.1 Pengerian&lt;br /&gt;Asuransi atau pertanggungan merupakan suatu perjanjian dimana seorang penanggung dengan menikmati suatu premi menikmati suatu premi mengikatkan dirinya kepada tertanggung untuk membebaskan dari kerugian, karena kehilangan, kerusakan, atau ketiadaan keuntungan yang diharapkan, dan yang akan dideritanya karena kejadian yang tidak pasti.&lt;br /&gt;Unsur – unsur yang terkandung dalam asuransi :&lt;br /&gt;1. Pihak tertanggung&lt;br /&gt;2. Pihak penanggung&lt;br /&gt;3. Suatu peristiwa&lt;br /&gt;4. Kepentingan&lt;br /&gt;Manfaat yang diberikan oleh asuransi bagi tertanggung :&lt;br /&gt;1. Memberikan rasa aman dan perlindungan.&lt;br /&gt;2. Sebagai tabungan dan sumber pendapatan lain.&lt;br /&gt;3. Alat penyebaran resiko.&lt;br /&gt;4. Pendistribusian biaya dan manfaat lain yang lebih adil.&lt;br /&gt;Dasar Hukum Asuransi&lt;br /&gt;1. Pasal 246 sampai pasal 308 KUH Dagang.&lt;br /&gt;2. Pasal 1774 KUH Perdata.&lt;br /&gt;3. Peraturan Perundang-undangan diluar KUH dagang dan KUH Perdata.&lt;br /&gt;6.2 Penggolongan Asuransi&lt;br /&gt;Berdasarkan atas perjanjian asuransi dapat digolongkan menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;1. Asuransi Kerugian&lt;br /&gt;a. Contoh : Rumah, Mobil.&lt;br /&gt;2. Asuransi Jumlah&lt;br /&gt;a. Contoh : Askes.&lt;br /&gt;Menurut sifat pelaksanaanya asuransi dapat digolongkan menjadi tiga yaitu :&lt;br /&gt;1. Asuransi Sukarela&lt;br /&gt;2. Asuransi Wajib&lt;br /&gt;3. Asuransi Kredit&lt;br /&gt;Berdasarkan Undang – Undang No 2 Tahun 1992 dapat digolongkan menjadi usaha asuransi dan penunjang :&lt;br /&gt;Usaha asuransi terbagi atas :&lt;br /&gt; Asuransi Kerugian&lt;br /&gt; Asuransi Jiwa&lt;br /&gt; Reasuransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Usaha penunjang terbagi atas :&lt;br /&gt; Pialang Asuransi&lt;br /&gt; Pialang Reasuransi&lt;br /&gt; Penilaian Kerugian Asuransi&lt;br /&gt; Konsultan Aktuvaria&lt;br /&gt; Agen Asuransi&lt;br /&gt;6.3  Prinsip – Prinsip Asuransi&lt;br /&gt;1. Kepentingan yang Dapat Diasuransikan&lt;br /&gt;2. Indemnitas&lt;br /&gt;3. Asas kejujuran sempurna / itikad baik&lt;br /&gt;4. Subrogasi bagi Penanggung&lt;br /&gt;5. Proxima Causa&lt;br /&gt;6. Kontribusi&lt;br /&gt;6.4  Polis Asuransi&lt;br /&gt;Polis asuransi adalah kontrak tertulis antara maskapai asuransi dan pihak yang dijamin memuat persyaratan ketentuan perjanjian.&lt;br /&gt;Fungsi polis secara umum yaitu :&lt;br /&gt;1. Bukti perjanjian pertanggungan.&lt;br /&gt;2. Bukti jaminan dari penanggung kepada tertanggung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-5123108831665168592?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/5123108831665168592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=5123108831665168592&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/5123108831665168592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/5123108831665168592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/07/bab-i-hukum-ekonomi.html' title='BAB I  HUKUM EKONOMI'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SkrTOGzCU7I/AAAAAAAAAFw/shTiO2HSeb8/s72-c/prinsipekonomi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-3559127180145113678</id><published>2009-06-18T13:33:00.002+08:00</published><updated>2009-06-18T13:38:51.270+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Ekonomi'/><title type='text'>MENUJU GERBANG REFORMASI HUKUM EKONOMI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SjnSqTARNFI/AAAAAAAAAFo/7ONXigtyoB0/s1600-h/refor.hkumeko.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 78px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SjnSqTARNFI/AAAAAAAAAFo/7ONXigtyoB0/s200/refor.hkumeko.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348537656576914514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi1 telah merambah hampir di semua ranah kehidupan masyarakat, baik itu bidang&lt;br /&gt;ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), budaya, pendidikan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Globalisasi merupakan sesuatu proses alamiah yang timbul serta merta akibat kompleksitas dan&lt;br /&gt;heterogenitas hubungan antar- manusia sebagai makhluk sosial, akibat penemuan alat-alat&lt;br /&gt;teknologi modern2.&lt;span id="fullpost"&gt;Walaupun istilah ‘globalisasi’ telah menjadi suatu kosakata yang klasik, tetapi&lt;br /&gt;suka atau tidak suka, masyarakat di seluruh pelosok dunia sekarang ini telah hidup dalam suatu&lt;br /&gt;habitat yang global3, transparan, tanpa batas4, saling kait mengkait (linkage)5, dan saling&lt;br /&gt;ketergantungan (interdependence)6.&lt;br /&gt;Bagi negara seperti Indonesia, pilihan yang terbuka bukanlah apakah menerima atau tidak&lt;br /&gt;menerima globalisasi itu, tetapi bagaimana menempatkan diri dan mengantisipasi segala tantangan&lt;br /&gt;dan peluang yang akan muncul. Globalisasi yang dibicarakan dalam buku ini sengaja hanya&lt;br /&gt;memfokuskan pada globalisasi ekonomi yang berpengaruh pada bidang hukum di Indonesia.&lt;br /&gt;Globalisasi di bidang ekonomi ditandai dengan lahirnya atau disepakatinya beberapa bentuk&lt;br /&gt;multinational agreement, yang berskala internasional (GATT – PU - General Agreement on Tariffs and&lt;br /&gt;Trade), maupun berskala regional (NAFTA – North America Free Trade Associations, AFTA –&lt;br /&gt;ASEAN Free Trade Agreement, EEC – European Economic Community, APEC – Asia Pacific Economic&lt;br /&gt;Cooperation, CARICO – Caribian Community, CACM – Central American Common Market). Dari&lt;br /&gt;beberapa multinational agreement tersebut yang banyak memberikan implikasi serius dalam&lt;br /&gt;bidang hukum di Indonesia adalah disepakatinya GATT-PU.&lt;br /&gt;Disepakatinya GATT-PU menandakan munculnya era liberalisasi perdagangan dunia tanpa&lt;br /&gt;proteksi dan tanpa hambatan, dan mempertinggi tingkat persaingan perdagangan antarpelakupelaku&lt;br /&gt;ekonomi. Di samping itu, semua negara yang ikut menandatangani kesepakatan tersebut&lt;br /&gt;wajib untuk menyesuaikan hukum nasional mereka dengan ketentuan-ketentuan yang terdapatdalam GATT-PU. Apabila hal ini tidak dilakukan maka WTO (World Trade Organization), selaku&lt;br /&gt;badan yang berfungsi untuk menafsirkan dan menjabarkan isi perjanjian GATT-PU serta menyelesaikan&lt;br /&gt;sengketa di antara negara anggotanya, akan memberikan sanksi yang dapat merugikan&lt;br /&gt;kepentingan ekonomi dan perdagangan negara tersebut.&lt;br /&gt;Buku ini sengaja hanya akan membahas satu isu strategis (dari banyaknya isu penting&lt;br /&gt;lainnya) dalam bidang hukum sebagai akibat logis adanya globalisasi, yaitu: pengaruh globalisasi&lt;br /&gt;ekonomi (disepakatinya GATT-PU) pada reformasi hukum ekonomi di Indonesia. Salah satu&lt;br /&gt;alasan yang melatarbelakangi pengambilan tema ini, adalah adanya pernyataan Mantan Menteri&lt;br /&gt;Kehakiman Kabinet Reformasi, Muladi, yang menyebutkan bahwa reformasi hukum ekonomi&lt;br /&gt;merupakan salah satu dari tiga skala prioritas di bidang hukum yang mendesak untuk&lt;br /&gt;direalisasi7.&lt;br /&gt;Di samping itu, reformasi hukum ekonomi di Indonesia tampaknya sudah sangat mendesak&lt;br /&gt;untuk ditangani karena globalisasi ternyata telah memakan korban8, negara Indonesia yang&lt;br /&gt;selama ini lebih memberi prioritas pada pertumbuhan ekonomi9 daripada pemerataan ekonomi&lt;br /&gt;ternyata mengalami masa-masa yang sulit, krisis ekonomi yang dialami sejak pertengahan tahun&lt;br /&gt;1997 telah meluluhlantahkan komponen fundamental ekonomi10 sehingga tingkat pertumbuhan&lt;br /&gt;untuk tahun 1998 telah terukur dengan tanda ‘minus’. Kondisi ini menunjukkan bahwa sejak&lt;br /&gt;saat masuk abad ke-21 atau millennium baru ini, Indonesia belum siap menghadapi era&lt;br /&gt;perdagangan bebas.&lt;br /&gt;Salah satu yang menjadi penyebab hancurnya fundamental ekonomi Indonesia adalah&lt;br /&gt;karena selama ini, hukum atau lebih khusus lagi hukum ekonomi11, yang seharusnya digunakanuntuk memandu sekaligus sebagai landasan bagi pelaku-pelaku ekonomi dalam menjalankan&lt;br /&gt;aktivitasnya tidak pernah mendapatkan perhatian atau bahkan dilecehkan keberadaannya12.&lt;br /&gt;Pada saat rezim Soeharto masih berkuasa, sebagian masyarakat Indonesia tidak sempat&lt;br /&gt;membayangkan kalau negaranya akan jatuh miskin seperti sekarang ini. Pada saat itu program&lt;br /&gt;pembangunan Indonesia banyak mendapat pujian dari dunia internasional, di antaranya&lt;br /&gt;keberhasilannya meraih swasembada beras, dan keberhasilannya memacu pertumbuhan&lt;br /&gt;ekonomi yang cukup tinggi sehingga menjadi salah satu negara di Asia yang mendapat julukan&lt;br /&gt;‘keajaiban Asia’. Di samping lembaga keuangan dunia semacam World Bank dan IMF juga&lt;br /&gt;memuji keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia13.&lt;br /&gt;Namun demikian ternyata pertumbuhan ekonomi tinggi yang diperlihatkan oleh rezim&lt;br /&gt;Soeharto tersebut merupakan window dressing yang digunakan untuk mengelabui mata dunia dan&lt;br /&gt;masyarakat Indonesia. Fundamental ekonomi yang digunakan untuk menopang pertumbuhan&lt;br /&gt;tinggi tersebut sebenarnya sangat ‘keropos’, hal ini disebabkan konglomerat dan dunia&lt;br /&gt;perbankan yang selama ini menjadi tulang punggung dan senantiasa mendapatkan keistimewaan&lt;br /&gt;dari pemerintah ternyata bukan enterpreneurship dan bankir dalam arti yang sebenarnya, tetapi&lt;br /&gt;mereka hanya rent seeking (pemburu rente) dan penjarah kekayaan masyarakat Indonesia. Pada&lt;br /&gt;saat itu hukum yang digunakan untuk mengatur aktivitas ekonomi adalah ‘hukum rimba’, siapa&lt;br /&gt;yang kuat atau yang dekat dengan rezim Soeharto dialah yang mendapat berbagai fasilitas&lt;br /&gt;istimewa14.&lt;br /&gt;Di era reformasi, yaitu ketika masyarakat mempunyai komitmen untuk melakukan&lt;br /&gt;reformasi di bidang politik, ekonomi, dan bidang hukum, kesalahan yang dilakukan pada masa&lt;br /&gt;lalu – ketika hukum senantiasa diterlantarkan – sebaiknya tidak terulang kembali. Untuk itu,&lt;br /&gt;tepat kiranya pada saat kondisi ekonomi Indonesia sedang krisis atau sekarat15 seperti sekarang&lt;br /&gt;ini kita mulai memberikan skala prioritas utama pada reformasi hukum ekonomi16 di Indonesia,&lt;br /&gt;agar bisa digunakan sebagai pondasi dan pemandu para pelaku-pelaku ekonomi untuk&lt;br /&gt;menjalankan aktivitasnya17.&lt;br /&gt;Agar reformasi hukum ekonomi dapat dijadikan landasan dan pemandu para pelaku&lt;br /&gt;ekonomi di dalam millennium baru, maka reformasi tersebut jangan sampai terjebak pada&lt;br /&gt;perubahan undang-undang atau pembuatan undang-undang saja, tetapi juga harus sampai&lt;br /&gt;menghasilkan perombakan yang mendasar pada komponen sistem hukum ekonomi, baik itu penegak hukum, sarana dan prasarana hukum, budaya hukum, maupun membangun jiwa&lt;br /&gt;kepemimpinan yang mempunyai komitmen terhadap supremasi hukum18. Menurut Satjipto&lt;br /&gt;Rahardjo, reformasi hanya benar-benar berkualitas perombakan, apabila tidak terjatuh menjadi&lt;br /&gt;anarki. Oleh karena itu reformasi membutuhkan sasaran yang jelas19.&lt;br /&gt;Dalam melakukan reformasi hukum ekonomi di Indonesia ada dua faktor penting yang&lt;br /&gt;harus diperhatikan, yaitu pertama, reformasi hukum ekonomi wajib mengacu pada hasil-hasil&lt;br /&gt;GATT-PU yang telah disepakati Indonesia20, jika hal ini tidak dilakukan, maka pelaku-pelaku&lt;br /&gt;ekonomi Indonesia akan mengalami kesulitan bila melakukan transaksi di dunia bisnis&lt;br /&gt;internasional; kedua, reformasi hukum ekonomi harus memberi perhatian pada persoalan&lt;br /&gt;ekonomi kerakyatan atau keadilan ekonomi21 sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD&lt;br /&gt;1945, karena pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa sistem pembangunan ekonomi gaya&lt;br /&gt;trickle down effect ternyata menimbulkan kesenjangan dan menciptakan penjarah-penjarah&lt;br /&gt;ekonomi tingkat tinggi.&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan dua faktor tersebut, diharapkan reformasi hukum ekonomi yang&lt;br /&gt;dilakukan bisa sejalan dengan pendapat Menteri Kehakiman Kabinet Reformasi, Muladi22, yang&lt;br /&gt;menyebutkan bahwa yang disebut hukum nasional dalam era globalisasi di samping&lt;br /&gt;mengandung local characteristics, seperti ideologi bangsa, kondisi-kondisi manusia, alam dan&lt;br /&gt;tradisi bangsa, juga harus mengandung kecenderungan-kecenderungan internasional&lt;br /&gt;(international trends) yang diakui oleh masyarakat internasional yang beradab.&lt;br /&gt;Selanjutnya agar dalam membahas Reformasi Hukum Ekonomi dalam Era Globalisasi tidak&lt;br /&gt;salah arah, maka terlebih dahulu akan dibahas tentang gelombang besar globalisasi dan akselerasinya&lt;br /&gt;di sektor ekonomi, cikal bakal berdirinya lembaga-lembaga keuangan internasional&lt;br /&gt;sebagai pendorong gelombang globalisasi, blok-blok perdagangan dunia dan pembentukan kawasan perdagangan bebas, hingga akhirnya membahas mengenai implikasi disepakatinya&lt;br /&gt;GATT-PU pada reformasi hukum ekonomi. Setelah itu baru membahas pendekatan baru dalam&lt;br /&gt;pembangunan hukum ekonomi yang diharapkan mampu menghasilkan reformasi, dengan tetap&lt;br /&gt;berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-3559127180145113678?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/3559127180145113678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=3559127180145113678&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/3559127180145113678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/3559127180145113678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/06/menuju-gerbang-reformasi-hukum-ekonomi.html' title='MENUJU GERBANG REFORMASI HUKUM EKONOMI INDONESIA'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SjnSqTARNFI/AAAAAAAAAFo/7ONXigtyoB0/s72-c/refor.hkumeko.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2673231553554269396</id><published>2009-06-01T10:55:00.002+08:00</published><updated>2009-06-01T11:01:33.597+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen resiko'/><title type='text'>PRINSIP-PRINSIP DASAR MANAJEMEN RISIKO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNEUfo89bI/AAAAAAAAAFg/GtLnhgZgNog/s1600-h/4s.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNEUfo89bI/AAAAAAAAAFg/GtLnhgZgNog/s200/4s.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342188701872879026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah gambar menarik pada salah satu literatur tentang Manajemen Risiko. Digambarkan sebuah pohon apel yang tumbuh persis di bibir jurang. Pada sisi dalam jurang tampak sebutir apel berukuran kecil berwarna hijau kemerahan, sedangkan pada sisi luar jurang tampak sebutir apel yang lain. Warnanya merah ranum, ukurannya dua kali apel yang pertama. Di bawah gambar tersebut tertulis sebuah kalimat tanya, “Yang mana yang akan anda petik?”&lt;span id="fullpost"&gt;Gambar tersebut secara tepat melukiskan bahwa seringkali, bahkan mungkin selalu, keinginan akan sesuatu yang lebih baik (lebih menguntungkan) mengandung risiko yang lebih besar. Tidak terkecuali di dalam menjalankan bisnis. Setiap keputusan bisnis, secara sadar atau tidak sadar, adalah juga suatu keputusan mengenai risiko apa yang akan dan siap dihadapi oleh pengambil keputusan. &lt;br /&gt;Risiko, khususnya di dalam bisnis, tidaklah selalu mewakili sesuatu yang buruk. Kenyataannya Risiko bisa mengandung di dalamnya suatu peluang yang sangat besar bagi mereka yang mampu mengelolanya dengan baik. Hal itu mungkin yang melatarbelakangi mengapa kalimat “Saya akan ambil Risiko tersebut,” dalam bahasa Inggris lebih banyak dinyatakan dengan, I will take that chance.&lt;br /&gt;Kesadaran akan memahami Risiko dengan baik sebagai suatu bagian yang tidak terpisahkan dari upaya untuk mengoptimalkan keuntungan inilah yang menjadi dasar terbentuknya konsep Manajemen Risiko yang akhir-akhir ini semakin mengemuka di dalam dunia bisnis, khususnya di industri keuangan (perbankan dan lembaga keuangan lainnya).&lt;br /&gt;Suatu Pendekatan Baru&lt;br /&gt;Secara sederhana Risiko dapat diartikan sebagai : tingkat ketidakpastian akan terjadinya sesuatu/tidak terwujudnya sesuatu tujuan,  pada suatu kurun/periode tertentu. Dalam konteks bisnis, khususnya di bank/lembaga keuangan, apa yang disebut sebagai tujuan umumnya berkisar pada parameter-parameter  earning/pendapatan, kualitas portofolio, dan tingkat pengembalian dana yang diinvestasikan.  &lt;br /&gt;Sebelum munculnya konsep Manajemen Risiko, parameter-parameter tersebut dipandang sebagai  satu-satunya parameter dalam mengukur keberhasilan  menjalankan bisnis. You earn much, you do well, tanpa memperhatikan seberapa besar Risiko yang dihadapi dalam proses mencapai  parameter tersebut. Munculnya konsep Manajemen Risiko kemudian menjadi simbol perubahan cara pendekatan, khususnya oleh para investor, dari sekedar menghitung earning/pendapatan, dll., menjadi lebih memfokuskan diri pada kualitas pendapatan (quality earning), dll.. &lt;br /&gt;Secara kelembagaan konsep Manajemen Risiko memang belum dikukuhkan oleh Bank for International Settlement (BIS) sebagai suatu standar dalam mengevaluasi bank/lembaga keuangan. Namun,  BIS merekomendasikan kepada Otoritas Moneter lokal untuk mengkaji kemungkinan ditetapkannya konsep Manajemen Risiko sebagai sesuatu yang harus diterapkan oleh bank/lembaga keuangan sebagai bagian dari komponen yang akan dievaluasi dalam rangka menentukan tingkat kehati-hatian bank/lembaga keuangan. Di samping itu, dalam prakteknya, bank-bank besar  telah mulai menerapkan konsep ini didalam aktivitas keseharian mereka, bahkan merasa perlu untuk menyampaikan status tingkat risiko yang dihadapi, didalam laporan keuangan tahunan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Dasar  Manajemen RisikoManajemen Risiko pada dasarnya adalah proses menyeluruh yang dilengkapi dengan alat, teknik, dan sains yang diperlukan untuk mengenali, mengukur, dan mengelola risiko secara lebih transparan. Sebagai sebuah proses  menyeluruh, Manajemen Risiko menyentuh hampir setiap aspek aktivitas sebuah entitas bisnis, mulai dari proses pengambilan keputusan untuk menginvestasikan sejumlah uang,  sampai pada keputusan untuk menerima seorang karyawan baru.  &lt;br /&gt;Berdasarkan konsep dasar di atas salah satu paradigma penting yang ditawarkan oleh Manajemen Risiko di dalam mengelola risiko adalah bahwa risiko dapat didekati dengan menggunakan suatu kerangka pikir yang sangat rasional. Hal ini dimungkinkan berkat berkembangnya teori probabilitas dan statistik yang memungkinkan kita memiliki alat untuk memilah, meng-quantify dan mengukur risiko. Asumsi yang mendasari hal ini adalah bahwa statistik mengandung didalamnya “ingatan numerik” (numerical memory) yang bertitik tolak dari hal itu kita dapat membaca suatu alur tertentu yang memungkinkan kita memproyeksikan kemungkinan-kemungkinan yang akan kita hadapi di masa mendatang.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Manajemen Risiko tetaplah hanya alat bantu bagi manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Manajemen Risiko bukanlah sekedar angka statistik, teknik ataupun teknologi. Wujud penerapan terbaik Manajemen Risiko merupakan suatu proses membangun kesadaran tentang Risiko di seluruh komponen organisasi, suatu proses pendidikan bagaimana menggunakan alat dan teknik yang disediakan oleh Manajemen Risiko tanpa harus dikendalikan olehnya, dan mengembangkan naluri pengambilan keputusan yang kuat (khususnya terhadap risiko).&lt;br /&gt;Bertitik tolak dari hal-hal di atas, terdapat beberapa prinsip yang harus dipatuhi di dalam mengembangkan dan menerapkan suatu model Manajemen Risiko. Prinsip-prinsip tersebut adalah :&lt;br /&gt;1.   Transparansi&lt;br /&gt;Prinsip ini mensyaratkan agar seluruh potensi risiko yang ada pada suatu aktivitas, khususnya transaksi, dibeberkan secara terbuka. Risiko yang tersembunyi/disembunyikan akan menjadi sumber permasalahan terbesar dan, per definisi, tidak akan dapat dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;2.  Pengukuran yang Akurat&lt;br /&gt;Prinsip ini mewakili sisi sains dari konsep Manajemen Risiko, dan mensyaratkan investasi berkesinambungan untuk berbagai teknik dan alat yang akan digunakan sebagai syarat dari proses Manajemen Risiko yang kuat.&lt;br /&gt;3.   Informasi Berkualitas yang Tepat Waktu&lt;br /&gt;Prinsip ini akan turut menentukan akurasi pengukuran dan kualitas keputusan yang diambil. Sebaliknya tidak terpenuhinya prinsip ini bisa membawa manajemen pada suatu keputusan yang berisiko fatal.&lt;br /&gt;4.   Diversifikasi&lt;br /&gt;Sistem Manajemen Risiko yang baik menempatkan konsep diversifikasi sebagai sesuatu yang penting untuk dicermati. Hal ini menuntut pola pemantauan yang konstan dan konsisten. Asumsinya adalah bahwa konsentrasi (Risiko) dapat muncul setiap saat seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi di dunia.&lt;br /&gt;5.      Independensi&lt;br /&gt;Berdasarkan prinsip independensi, keberadaan suatu kelompok Manajemen Risiko yang independen makin dianggap sebagai suatu keharusan. Prinsip ini tidak sekedar berbicara tentang kewenangan dan level tanggung jawab dari kelompok Manajemen Risiko dan kelompok/unit lainnya dalam perusahaan, melainkan juga tentang tentang visi perusahaan dan kualitas  interrelasi antara kelompok Manajemen Risiko dengan kelompok/unit lainnya, dan juga antar kelompok/unit yang melaksanakan transaksi dengan mengambil risiko tertentu.&lt;br /&gt;6.   Pola Keputusan yang Disiplin&lt;br /&gt;Porsi sains dalam konsep Manajemen Risiko memang telah memberikan banyak kontribusi bagi kemampuan Manajemen Risiko dalam melakukan pengukuran risiko namun kualitas keputusan tetap saja tergantung pada bagaimana manajemen memutuskan cara terbaik untuk menggunakan alat/teknik tertentu dan memahami keterbatasan yang dimiliki oleh alat/teknik tersebut.&lt;br /&gt;7.    Kebijakan&lt;br /&gt;Prinsip ini mensyaratkan bahwa tujuan dan strategi Manajemen Risiko suatu perusahaan harus dirumuskan dalam sebuah Policy, Manual &amp; Procedure yang jelas. Policy harus secara jelas menjabarkan dan mendefiniskan filosofi Manajemen Risiko perusahaan dan menyediakan keseluruhan pendekatan yang digunakan serta organisasi dari proses pengambilan Risiko.  Tujuan utama dari hal tersebut adalah untuk memberikan kejelasan mengenai proses Manajemen Risiko, baik untuk pihak internal maupun untuk pihak eksternal seperti regulator dan para analis.   &lt;br /&gt;Prinsip-prinsip tersebut di atas akan menjadi penentu arah dalam menyusun  suatu kerangka kerja, suatu model Manajemen Risiko yang handal. Lebih jauh, prinsip-prinsip tersebut juga akan menjadi penentu keberhasilan dari penerapan model Manajemen Risiko dalam suatu perusahaan. Tanpa pemahaman mendalam serta konsistensi dalam menggunakan prinsip-prinsip tersebut, maka penyusunan dan penerapan suatu model Manajemen Risiko tidak akan memberikan nilai tambah yang seharusnya dapat diperoleh.   &lt;br /&gt;Daftar Pustaka :&lt;br /&gt;Bessis, Joel (1998) Risk Management in Banking, John Wiley &amp; Sons Ltd., West Sussex, England.&lt;br /&gt;The Risk Metrics Group (1998), Exploring Risk and Managing Risk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2673231553554269396?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2673231553554269396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2673231553554269396&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2673231553554269396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2673231553554269396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/06/prinsip-prinsip-dasar-manajemen-risiko.html' title='PRINSIP-PRINSIP DASAR MANAJEMEN RISIKO'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNEUfo89bI/AAAAAAAAAFg/GtLnhgZgNog/s72-c/4s.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-225958930865389589</id><published>2009-06-01T10:46:00.002+08:00</published><updated>2009-06-01T10:54:09.657+08:00</updated><title type='text'>SEJARAH EKONOMI PEDESAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNCu11b7HI/AAAAAAAAAFY/SG0kWr-WifA/s1600-h/gambar+desa.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNCu11b7HI/AAAAAAAAAFY/SG0kWr-WifA/s200/gambar+desa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342186955484163186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah ekonomi masih merupakan daerah yang relatif asing bagi sejarawan Indonesia, sekalipun sejarah ekonomi diajarkan di jurusan-jurusan sejarah. Di negeri-negeri barat sendiri sejarah ekonomi juga merupakan disiplin yang relative baru. Meskipun sejarah ekonomi sudah ditulis orang jauh sebelumnya, tetapi chair untuk sejarah ekonomi yang pertama di dunia baru ada di Harvard pada tahun 1892,&lt;span id="fullpost"&gt;dan chair serupa di Inggris baru ada pada tahun 1910. Sejarah ekonomi yang secara formal berdiri sendri lepas dari subordinasi pada sejarah politik itu ingin mencari maknanya sendiri dalam memperlajari corak dan penjumlahan dari hubungan manusia yang bersifat ekonomi, sosial dan budaya. Pada kurun-kurun sebelumnya political economy lebih berpengaruh dalam penulisan-penulisan sejarah ekonomi. Sejarah ekonomi yang telah melepaskan diri dari ekonomi politik terus berkembang dan mencapai puncaknya dalam studi yang semakin canggih, degan penggunaan metode qtguatitalis yang maju dalam gerakan the new economic history. &lt;br /&gt;Di Indonesia kiranya masih perlu diperkenalkan sejarah ekonomi yang lebih konvesional banyak definisi sudah dikemukan oleh banyak sarjana, dengan batasan yang kurang lebih sama. Barry E. Supple dalam the experience of economic growth: case studies in economic history menulis sbb:&lt;br /&gt;Economy history is the historical study of man’s efforts to provide himself with goods and services, of the institutions and relationship which resulted from those efforts, of the changing technique and outlooks associated with his economic endeavor, and of the results (is social as well as economic terms) of his striving, ot his failure to strike. &lt;br /&gt;Ekonomi pedesaan dan ekonomi petani tidak selalu searti, namun dalam tulisan ini, keduanya dipersamakan dan dapat dilakukan peristilahannya khusus untuk keperluan seminar sejarah lokal dengan cakupan dinamika pedesaan ini. Ciri-ciri ekonomi petani sebagaimana dikemukan Daniel thornier, seorang antropolog yang menganggap ekonomi petani sebagai sebuah kategori dalam sejarah ekonomi, ialah:&lt;br /&gt;1. Dalam bidang produksi, masyarakat terlibat dalam produksi agrarian;&lt;br /&gt;2. Pendudukanya harus lebih dari separuhnya terlihat dalam pertanian&lt;br /&gt;3. Ada kekuasaan Negara dan lapisan penguasaanya&lt;br /&gt;4. Ada pemisahan antara desa dengan kota, jadi ada kota-kota dengan latar belakang desa-desa&lt;br /&gt;5. Satuan produksinya ialah keluarga rumah-rumah petani.&lt;br /&gt;Ekonomi petani, menurut Thornier yang mengukuhkan pendapat ahli ekonomi Rusia. Charanov, tidak termasuk dalam salah satu kateogri sudah ada, hingga sepantasnya kalau ekonomi petani yang banyak tedapat di Negara-negera yang sedang berkembang itu mendapat tempat-tempat yang tersendiri. Ia juga tidak puas dengan semata-mata menyebut ekonomi petani sebagai perwujudan cara produksi Asia.&lt;br /&gt;Pertemuan antara ekonomi ekspor, baik melalui peraturan tanam paksa maupun perkebunan swasta pada abad ke-19, merupakan pertemauan antara dua cara produksi dengan akibat-akibat yang menarik perhatian sejarah ekonomi. Tidak kurang dari itu sebenarnya ialah pertemuan antara dua system ekonomi sebagai dikemukakan oleh Boeke sejak lama, yang sampai sekarang pun masih berlaku dalam pengeritian pengerian tertentu. &lt;br /&gt;Sejarah ekonomi local sangat penting karena tiap-tiap daerah di Indonesia menempuh jalan sendiri-sendiri dalam perkembangan ekonomi. Perbedaan regional itu disebabkan oleh berbagai factor pertama, ada atau tidak adanya organisasi kenegeraan. Dalam hal ini perbedaan terjadi antara berbagai daerah yang disebabkan oleh corak kerajaan-kerajaan atau organisasi social setempat yang berbeda.&lt;br /&gt;Pembatasan satuan wilayah dapat mempergunakan berbagai cara. Di antara kemungkianan itu ialah pendekatan wilayah produksi, wilayah pemasaran, wilayah penukaran, wilayah georgrafis, wilayah administrative dan wilayah adat.&lt;br /&gt;Wilayah produksi dapat berupa daerah yang diliputi oleh produksi sejenis, seperti misalnya daerah nelayan dipantai utara Jawa, Sumatera Timur, dan sebagainya Madura yang menghasilkan garam sebagai satuan wilayah produksi. Dekat hubungan dengan wilyah produksi pemasaran. Di masa lalu, dapat dibayangkan, teknologi transportasi yang berbeda. Lingkaran pemasaran yang dengan lingkaran kereta api dan truk. &lt;br /&gt;Selanjutnya, sangat penting dalam sejarah ialah satuan waktu dalam sejarah ekonomi, terutama yang mementinagkan soal pertumbuhan ekonomi, masalah tahapan perkembangan selalu menajdi perhtian yang utama. Tidak saja dalam skala makro kita dapat berbicara tentang system ekonomi atau cara produksi, tetapi juga dalam lingkup mikro. &lt;br /&gt;Untuk penelitian sejarah, pendekatatn terhadap tahapan ekonomi tidak perlu harus menggunakan ukuran-ukuran ekonomi. Tahapan pertumbuhan ekonomi sebagaimana dikemuakan oleh Rostow dalam the stages of economi growth yang menggunakan ukuran produksitvitas sebagai kriteria untuk tahapan, kiranya hanya dapat berlaku bagi masyarakat industrial, dan sedikti saja relevansinya dengan system ekonomi pedesaan atau petani di masa lampau. Dalam pendekatan Rostow, secara kasar masyarakat tradisional hanya disebutnya sebagai masyarakat tradsisonal, yang sedikti saja menjelaskan kompleksitas Rostow, secara kasar masyarakat tradisional hanya disebutnya sebagai masyarakat tradsisonal, yang sedikit saja menjelaskan kompleksitas ekonomi yang dibuat oleh Heilbroner lebih menjangkau masala lalu sejarah manusia. Di kemukakannya tiga system ekonomi, ekonomi berdasarkan tradisi, perintah dan pasar. &lt;br /&gt;Setelah kita mendaaptkan satuan wilayah dan satuan waktu, kita perlu juga memahami satuan permsalahan dalam sejarah ekonomi pedesaan. Permasalahan ekonomi pedesaan atau eknomi petani tentu tidak sama dengan ekonomi industrial atau ekonomi kota. Dalalm pengertian kita disini, ekonomi pedesaan memasukan juga ekonomi primitive sekaligus ekonomi petani, yang kedua-duanya masih terdapat dalam masyarakat dengan kerangka ekonomi pasar sekarang ini. Beberapa kemungkinan permasalahan yaitu tentang factor-factor ekonomi, sector-sector ekonomi, lembaga-lemabga ekonomi, komoditi, pertumbuhan, dan problem-problem. &lt;br /&gt;Kentataannya sejarah ekonomi lebih banyak memerlukan penggunaaan teori, model dan konsep-konsep ilmu sosial, termasuk ilmu ekonomi sendiri. Model tentang pertumbuhan ekonomi, misalnya, akan mampu memerangkan peristiwa dan struktur secara jelas. Teori, model dan konsep itu dapat diambil dari ilmu ekonomi konvensional yang terutama sangat baik untuk menganalisa sector komersial dari organisasi ekonomi petani. Juga ilmu ekonomi konvensional dapat berguna dalam menghitung penampilan ekonomi baik yang primitive, petani, industry kapitalis, maupun industry komunis. &lt;br /&gt;Bagi mereka yang melihat teori ekonomi murni dan statistic merupakan daerah terlarang, seperti sejarawan yang dihasilkan oleh fakultas-fakultas Sastra di Indonesia, sejarah ekonomi masih tetap terbuka. Seperti sudah disinggung, aktivitas ekonomi masih tetap merupakan aktivitas manusia, sehingga sejarah ekonomi pun tidak lepas dari setting sosial dari pengalaman manusia dan imajinasi manusia. Disini motif, nilai, dan sikap masih merupakan hal yang penting. Sejarah ekonomi dapat diletakan dalam kerangka sejarah interdisipliner. Untuk keperluan itu dibawah ini akan dikemukakan berbagai permasalahan sejarah ekonomi pedesaan yang dibicarkan oleh ahli-ahli ilmu social di luar ilmu ekonomi.&lt;br /&gt;SEJARAH EKONOMI PEDESAAN DAN TEORI SOSIAL&lt;br /&gt;Sekalipun sejarawan akan menggunakan teori dalam penulisannya, tetapi sejarawan lain dengan teori social dalam banyak hal. Teri social hanya meneruh perhatian pada segmen waktu yang singkat, mengasumsikan bahwa system hukum dam politik tetap, sedangkan sejarawan terutama membicarakan periode yang lebih panjang dengan tekanan pada struktur institusional. Mengenai system pasar misalnya, sejarawan juga ingin melihat kekuatan-kekuatan apa yang ada di belakangnnya. Sejarawan mempelajari kondisi, struktur kelas dan kebijakan dari negera. namun sejarawan juga menjadi teori social pada waktu ia membicarakan, dan memberi makna.&lt;br /&gt;Penelitan sejarah eknomi semacam dualisme ini akan merupakan sumbangan bagi penilitan ekonomi yang dapat membantu memcahakan masalah-masalahnya, demikaian Fernan Braudel. Untuk kerpeluan itu sebuah dialog sejarah ekonomis dan ekonomi perlu diadakan. Meskipun demikian, menurut Clerk, yang sungguh tidak mungkin dan tidak diharapakan bahwa teori social dapat, menunjukan pada sejarawan apa yang di harus dicari, demikian pula sejarawan tidak dapat memenuhi sepenuhnya informasi apa yang diperlukan oleh teori sosial secara pasti. dengan mengetahui sejarah pertumbuhan ekonomi disatu masa, ahli ekonomi dapat melihat waktu kontemporer dalam sebuah kerangka masa depan yang panjang, dan dapat mengeluarkan ahli ekonomi dari semata-mata pemecahan masalah ekonomi jangka pendek. &lt;br /&gt;Akhirnya perlu sekali lagi ditekankan bahwa gejala ekonomi dan gejala politik adalah produk dari interaksi timbal balik kekuatan-kekuatan, yang sebagian bersifat ekonomi dan sebagaian no-ekonomis. Kiranya perlu disadari bahwa teori social tidak dapat lepas dari sejarah. Sensifitas ahli-ahli ekonomi memperhatikan juga segi-segi non ekonomis. Demikan pula sehrunya bagi sejarawan ekonomi dan ekonomi pedesaan terlebih lagi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-225958930865389589?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/225958930865389589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=225958930865389589&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/225958930865389589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/225958930865389589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/06/sejarah-ekonomi-pedesaan.html' title='SEJARAH EKONOMI PEDESAAN'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNCu11b7HI/AAAAAAAAAFY/SG0kWr-WifA/s72-c/gambar+desa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-6054918773761483799</id><published>2009-06-01T10:37:00.003+08:00</published><updated>2009-06-01T10:54:43.355+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budidaya'/><title type='text'>BUDIDAYA CACING TANAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNA2b33NnI/AAAAAAAAAFQ/wJ6W8F6UkCs/s1600-h/gambar+cacing.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNA2b33NnI/AAAAAAAAAFQ/wJ6W8F6UkCs/s200/gambar+cacing.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342184886930716274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1. Sejarah Singkat&lt;br /&gt;Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae. Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2. Sentra Peternakan&lt;br /&gt;Sentra peternakan cacing terbesar terdapat di Jawa Barat khususnya Bandung.&lt;br /&gt;3. Jenis Cacing&lt;br /&gt;Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.&lt;br /&gt;Beberapa jenis cacing tanah yang kini banyak diternakkan antara lain: Pheretima, Perionyx dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.&lt;br /&gt;· Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.&lt;br /&gt;· Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.&lt;br /&gt;· Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.&lt;br /&gt;Cacing jenis Lumbricus rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yang lain di atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan dan produksi bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak bergerak&lt;br /&gt;4. Manfaat Cacing&lt;br /&gt;Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dapat digunakan sebagai:&lt;br /&gt;1. Bahan Pakan Ternak&lt;br /&gt;Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.&lt;br /&gt;2. Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.&lt;br /&gt;Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.&lt;br /&gt;3. Bahan Baku Kosmetik&lt;br /&gt;Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.&lt;br /&gt;4. Makanan Manusia&lt;br /&gt;Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau ayam.&lt;br /&gt;5. Persyaratan Lokasi&lt;br /&gt;1. Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.&lt;br /&gt;2. Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.&lt;br /&gt;3. Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.&lt;br /&gt;4. Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.&lt;br /&gt;5. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.&lt;br /&gt;6. Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.&lt;br /&gt;6. Pedoman Teknis Budidaya&lt;br /&gt;6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat.&lt;br /&gt;Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding (bangunan terbuka).&lt;br /&gt;Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar.&lt;br /&gt;6.2. Pembibitan&lt;br /&gt;Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.&lt;br /&gt;1. Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;br /&gt;Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yang besar. Namun bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan.&lt;br /&gt;2. Pemeliharaan Bibit Calon Induk&lt;br /&gt;Pemeliharaan dapat dibagi menjadi beberapa cara: &lt;br /&gt;1. pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yang digunakan. Cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.&lt;br /&gt;2. pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.&lt;br /&gt;3. pemeliharaan kombinasi cara a dan b.&lt;br /&gt;4. pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.&lt;br /&gt;5. Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.&lt;br /&gt;3. Sistem Pemuliabiakan&lt;br /&gt;Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakkan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).&lt;br /&gt;4. Reproduksi, Perkawinan&lt;br /&gt;Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.&lt;br /&gt;Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.&lt;br /&gt;6.3. Pemeliharaan&lt;br /&gt;1. Pemberian Pakan&lt;br /&gt;Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media.&lt;br /&gt;Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah, antara lain : &lt;br /&gt;1. pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender.&lt;br /&gt;2. bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.&lt;br /&gt;3. pakan ditutup dengan plastik, karung , atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.&lt;br /&gt;4. pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.&lt;br /&gt;5. bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.&lt;br /&gt;2. Penggantian Media&lt;br /&gt;Media yang sudah menjadi tanah/kascing atau yang telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Rata rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 minggu.&lt;br /&gt;3. Proses Kelahiran&lt;br /&gt;Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/kardus/kayu lapuk/bubur kayu.&lt;br /&gt;Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.&lt;br /&gt;7. Hama Dan Penyakit&lt;br /&gt;Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.&lt;br /&gt;Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Panen&lt;br /&gt;Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.&lt;br /&gt;Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.&lt;br /&gt;Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen.&lt;br /&gt;Produk yang kami jual adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;· pupuk organik kascing&lt;br /&gt;· cacing lumbricus rubelus&lt;br /&gt;· cacing tiger&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-6054918773761483799?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/6054918773761483799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=6054918773761483799&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6054918773761483799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6054918773761483799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/06/budidaya-cacing-tanah.html' title='BUDIDAYA CACING TANAH'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SiNA2b33NnI/AAAAAAAAAFQ/wJ6W8F6UkCs/s72-c/gambar+cacing.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-1365126114538499667</id><published>2009-05-18T14:14:00.002+08:00</published><updated>2009-05-18T14:28:05.734+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Koperasi'/><title type='text'>Manajemen Koperasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/ShD_q6C8KrI/AAAAAAAAAFI/Bc7oKjxVjyQ/s1600-h/koperasi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 108px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/ShD_q6C8KrI/AAAAAAAAAFI/Bc7oKjxVjyQ/s200/koperasi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337046671035214514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengertian Koperasi, Tujuan serta Tugasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pengertian koperasi adalah perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang berasas kekeluargaan, bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;   2. Koperasi harus menjalankan satu atau beberapa usaha di bidang ekonomi. Tujuan koperasi melakukan kegiatan usaha bukan semata-mata mencari keuntungan tetapi untuk mempertinggi kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitamya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;3.Tujuan utama koperasi untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat, maka tidak semua hasil usaha dibagi kepada anggota, tetapi sebagian disimpan sebagai cadangan dana sosial yang dapat digunakan untuk mempertinggi kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;   4. Koperasi memiliki beberapa prinsip koperasi yang dapat membedakan koperasi dari organisasi ekonomi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelopor Penggerak Tumbuhnya Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Koperasi konsumsi pertama kali muncul di Inggris sebagai akibat adanya keadaan yang sangat menyedihkan dalam kehidupan kaum buruh sesudah revolusi industri, sehingga menggerakkan hati R. Owen dan William King untuk turun tangan mengatasi masalah tersebut.&lt;br /&gt;   2. Revolusi Perancis ternyata tidak dapat memperbaiki nasib rakyat kecil. Kesengsaraan rakyat Perancis mendorong orang-orang budiman seperti Ch. Fourier dan L. Blanc untuk mengusahakan berdirinya koperasi sebagai cara untuk ke luar dari kesengsaraan tersebut.&lt;br /&gt;   3 Keadaan di Jerman, di mana sebagian besar tanah dikuasai oleh tuan tanah mengakibatkan rakyat kecil yang sebagian besar terdiri dari kaum tani terjerat hutang. Keadaan ini mendorong Raiffeissen dan Schulze mendirikan koperasi kredit sebagai salah satu pemecahan tersebut.&lt;br /&gt;   4. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa hidup dengan jiwa kegotongroyongan sehingga merupakan lahan subur bagi tumbuhnya koperasi. Akan tetapi untuk menjaga keberadaan koperasi diperlukan beberapa kondisi antara lain kesadaran anggota dan kemampuan pengurus. Selain itu koperasi tersebut memang benar-benar dibutuhkan, seperti yang pernah didirikan oleh R. Wiriaatmadja dan Margono Djojohadikoesoemo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Koperasi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat dipetik beberapa pelajaran yang bermanfaat bagi kita, tentang permasalahan yang dihadapi koperasi serta berbagai syarat yang harus dipenuhi agar koperasi mampu bertahan hidup di dalam masyarakat, dan seterusnya berkembang untuk mencapai cita-cita yang sudah ditanamkan di dalam segenap hati bangsa Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi memang cocok untuk masyarakat Indonesia, dan sudah ada di dalam masyarakat kita jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada dasarnya bangsa Indonesia suka bekerja sama dan saling tolong-menolong. Koperasi yang pertama tumbuh subur di Indonesia adalah koperasi sosial yang dalam kegiatannya lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat sosial tanpa memperhitungkan segi keuntungan dalam arti ekonomi. Koperasi semacam ini dapat tumbuh subur dengan landasan rasa solidaritas dari anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bermodalkan rasa solidaritas yang tinggi dari para anggotanya saja, belumlah cukup untuk membina koperasi jenis yang kedua yaitu koperasi ekonomi yang bergerak di bidang ekonomi. Supaya koperasi ekonomi bertahan hidup dan seterusnya berkembang, diperlukan individualitas (kepercayaan pada diri sendiri) dari para anggotanya. Sebab hanya anggota yang percaya akan kemampuannya sendiri yang dapat bertindak/bekerja untuk memajukan koperasi dan setia kepada koperasi yang diikutinya. Selain itu, walaupun koperasi adalah organisasi yang tidak mengutamakan keuntungan yang sebesar-besarnya tetapi cara kerjanya tidak boleh meninggalkan prinsip-prinsip ekonomi, supaya dapat berkembang dengan layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kegiatan usaha koperasi semakin luas maka masalah yang dihadapi semakin kompleks, sehingga penanganannya tidak boleh dikerjakan secara amatiran tetapi harus secara profesional. Dalam keadaan seperti itu, apabila anggota koperasi tidak ada yang mampu dan cocok untuk menangani usaha koperasi tersebut tidak ada salahnya, bahkan dianjurkan untuk mengambil orang atau sekelompok orang di luar anggota koperasi yang benar-benar profesional untuk menangani usaha koperasi. Hanya saja perlu diingat bahwa tanggung jawab atas pekerjaan tersebut tetap berada di tangan pengurus. Sehingga pengurus harus benar-benar melaksanakan pengawasan secara ketat agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Pengurus harus bertindak dengan baik dan jujur agar dapat mengawasi kerja karyawannya, sebab hanya orang yang berbuat baik dan jujur saja yang dapat memperbaiki tindakan orang lain yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan Hidup Koperasi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi Indonesia mempunyai ciri yang khas, yaitu bercorak khas Indonesia, karena sangat dipengaruhi lingkungan yang juga khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang dapat mempengaruhi koperasi dapat digolongkan menjadi empat kelompok yaitu lingkungan sosial, politik dan hukum, ekonomi, pertahanan dan keamanan. Lingkungan tersebut sangat berpengaruh terhadap koperasi, baik pengaruh yang bersifat positif, artinya menguntungkan koperasi, tetapi ada juga yang bersifat negatif yaitu merugikan koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh lingkungan terhadap koperasi dapat mengakibatkan koperasi maju dengan pesat, tetapi dapat juga terjadi sebaliknya, koperasi tidak berkembang atau bahkan mati sama sekali. Selain itu lingkungan tertentu mengakibatkan koperasi mempunyai corak yang tertentu pula, oleh karena itu dalam mengelola koperasi harus memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan di sekitar koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar-dasar Manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua organisasi baik formal maupun informal membutuhkan adanya fungsi manajemen. Sebab tanpa manajemen yang baik, tujuan organisasi tidak akan tercapai secara efisien. Selain itu dalam pencapaian tujuan organisasi sering ada berbagai hal yang bertentangan dengan kepentingan pribadi beberapa anggota, atau bahkan ada berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang saling bertentangan. Untuk menjaga keseimbangan antara para anggota yang mempunyai berbagai kepentingan tersebut sangat dibutuhkan manajemen yang baik, sehingga pertentangan antaranggota dapat dikendalikan dan selanjutnya pencapaian tujuan organisasi tidak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ilmu sosial yang lain, manajemen mempunyai banyak pengertian, ada yang mengartikan manajemen sebagai suatu proses, adapula yang mengartikan manajemen sebagai suatu seni untuk mencapai suatu tujuan melalui pengaturan terhadap orang lain. Definisi yang lebih sering digunakan adalah definisi yang dikemukakan oleh Stoner yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi seperti halnya organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci sebagai berikut : Rapat anggota bertugas untuk menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum, mengangkat/memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab kepada pengurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian, Manfaat dan Tujuan Perencanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.Perencanaan merupakan proses dasar manajemen. Dalam perencanaan manajer memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan harus dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang harus melakukan.&lt;br /&gt;   2.Setiap organisasi memerlukan perencanaan. Baik organisasi yang bersifat kecil maupun besar sama saja membutuhkan perencanaan. Hanya dalam pelaksanaannya diperlukan penyesuaian-penyesuaian mengingat bentuk, tujuan dan luas organisasi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;   3.Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang fleksibel, sebab perencanaan akan berbeda dalam situasi dan kondisi yang berubah-ubah di waktu yang akan datang. Apabila perlu dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan kembali sehingga semakin cepat cita-cita/tujuan organisasi untuk dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe dan Proses Perencanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.Ada empat-tahap dasar perencanaan, yaitu : &lt;br /&gt;(1) menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan, &lt;br /&gt;(2) merumuskan keadaan saat ini, &lt;br /&gt;(3) mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan dan &lt;br /&gt;(4) mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2.Perencanaan yang dibuat oleh perusahaan yang satu belum tentu sama dengan yang dibuat oleh perusahaan lain. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan tipe organisasi, jangka waktu yang digunakan dan tipe manajer yang mengelola perusahaan.&lt;br /&gt;   3.Secara garis besar ada dua tipe rencana yaitu rencana strategis dan operasional. Perencanan strategis mencakup proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan dan program untuk menjamin bahwa tujuan tersebut dapat dicapai, sedangkan rencana operasional menguraikan lebih rinci bagaimana rencana-rencana strategis akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan dalam Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.Organisasi koperasi sama dengan organisasi yang lain, perlu dikelola dengan baik agar dapat mencapai tujuan akhir seefektif mungkin.&lt;br /&gt;   2.Fungsi perencanaan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting karena merupakan dasar bagi fungsi manajemen yang lain. Agar tujuan akhir koperasi dapat dicapai maka koperasi harus membuat rencana yang baik, dengan melalui beberapa langkah dasar pembuatan rencana yaitu menentukan tujuan organisasi mengajukan beberapa alternatif cara mencapai tujuan tersebut dan kemudian alternatif-alternatif tersebut harus dikaji satu per satu baik buruknya sebelum diputuskan alternatif mana yang dipilih&lt;br /&gt;   3.Tipe rencana yang dapat diambil dalam koperasi dapat bermacam-macam tergantung pada jangka waktu dan jenjang atau tingkatan manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorganisasian dan Struktur Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien. Pelaksanaan proses pengorganisasian akan mencerminkan struktur organisasi yang mencakup beberapa aspek penting seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.pembagian kerja,&lt;br /&gt;   2.departementasi,&lt;br /&gt;   3.bagan organisasi,&lt;br /&gt;   4.rantai perintah dan kesatuan perintah,&lt;br /&gt;   5.tingkat hierarki manajemen, dan&lt;br /&gt;   6.saluran komunikasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Organisasi dalam Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengelola koperasi, pengurus menghadapi berbagai macam masalah yang harus diselesaikan. Masalah yang paling sulit adalah masalah yang timbul dari dalam dirinya sendiri, yaitu berupa keterbatasan. Keterbatasan dalam hal pengetahuan paling sering terjadi, sebab seorang pengurus harus diangkat oleh, dan dari anggota, sehingga belum tentu dia merupakan orang yang profesional di bidang perusahaan. Dengan kemampuannya yang terbatas, serta tingkat pendidikan yang terbatas pula, pengurus perlu mengangkat karyawan yang bertugas membantunya dalam mengelola koperasi agar pekerjaan koperasi dapat diselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masuknya berbagai pihak yang ikut membantu pengurus mengelola usaha koperasi, semakin kompleks pula struktur organisasi koperasi tersebut. Pemilihan bentuk struktur organisasi koperasi harus disesuaikan dengan macam usaha, volume usaha, maupun luas pasar dari produk yang dihasilkan. Pada prinsipnya semua bentuk organisasi baik, walaupun masing-masing mempunyai kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian, Manfaat dan Tujuan Pengarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting. Sebab masing-masing orang yang bekerja di dalam suatu organisasi mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Supaya kepentingan yang berbeda-beda tersebut tidak saling bertabrakan satu sama lain, maka pimpinan perusahaan harus dapat mengarahkannya untuk mencapai tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan dapat mempunyai prestasi kerja yang baik, apabila mempunyai motivasi. Maka dari itu, tugas pimpinan perusahaan adalah memotivasi karyawannya agar mereka menggunakan seluruh potensi yang ada dalam dirinya untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Supaya manajer atau pimpinan perusahan dapat memberikan pengarahan yang baik, pertama-tama ia harus mempunyai kemampuan untuk memimpin perusahaan dan harus pandai mengadakan komunikasi secara vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Kepegawaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manajer kepegawaian adalah pembantu pengurus yang diserahi tugas mengurus administrasi kepegawaian, yang mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.mendapatkan pegawai yang mau bekerja dalam koperasi,&lt;br /&gt;   2.meningkatkan kemampuan kerja pegawai,&lt;br /&gt;   3.menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik sehingga para karyawan tersebut tidak bosan bekerja bahkan dapat meningkatkan prestasinya,&lt;br /&gt;   4 melaksanakan kebijaksanaan yang dibuat pengurus, mengawasi pelaksanaannya dan menyampaikan informasi maupun laporan kepada pengurus secara teratur,&lt;br /&gt;   5.memberikan saran-saran/usul-usul perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan Tujuan Pengawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk membuat semua kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana. Proses pengawasan dapat dilakukan dengan melalui beberapa tahap, yaitu menetapkan standar, membandingkan kegiatan yang dilaksanakan dengan standar yang sudah ditetapkan, mengukur penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, kemudian mengambil tindakan koreksi apabila diperlukan. Setiap perusahaan mengadakan pengawasan dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan yang dapat diberikan mengapa hampir setiap perusahaan menghendaki adanya proses pengawasan yang baik. Alasan-alasan tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.manajer dapat lebih cepat mengantisipasi perubahan lingkungan,&lt;br /&gt;   2.perusahaan yang besar akan lebih mudah dikendalikan,&lt;br /&gt;   3.kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggota organisasi dapat dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan waktu melakukan pengawasan, dikenal ada tiga tipe pengawasan yaitu, feedforward controll, concurrent controll, dan feedback control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik dan Metode Pengawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar pengawasan dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode pengawasan kualitatif dan metode pengawasan kuantitatif. Pengawasan kualitatif dilakukan oleh manajer untuk menjaga performance organisasi secara keseluruhan, sikap serta performance karyawan. Metode pengawasan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan data, biasanya digunakan untuk mengawasi kuantitas maupun kualitas produk. Ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengadakan pengawasan kuantitatif, antara lain: dengan menggunakan anggaran, mengadakan auditing, analisis break even, analisis rasio dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Kerja antara Manajer dengan Pengurus dan Pihak Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini semakin banyak koperasi yang mengangkat manajer untuk menangani usaha koperasi dengan berbagai macam alasan. Alasan yang biasa dikemukakan adalah yang menyangkut kemampuan pengurus. Pengurus diangkat dari anggota koperasi yang mempunyai kemampuan terbatas di bidang manajemen perusahaan. Selain itu pengurus mempunyai tugas yang lebih luas, yaitu memimpin koperasi secara keseluruhan, sehingga hal-hal yang bersifat operasional dapat diserahkan kepada manajer. Dari segi waktu, pengurus dipilih hanya untuk jangka waktu tertentu untuk mengurus usaha koperasi, sebab biasanya pengurus mempunyai pekerjaan sendiri selain menjadi pengurus koperasi. Sedangkan menjalankan usaha koperasi tidak dapat dilakukan sambil lalu, tetapi harus dikerjakan penuh ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manajer koperasi diangkat pengurus untuk membantu menjalankan usaha koperasi, oleh karena itu manajer harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada pengurus, bukan kepada orang lain. Manajer hanya boleh mengerjakan sesuatu kalau diberi kewenangan atau kekuasaan oleh pengurus, misalnya dalam berhubungan dengan bank, manajer hanya boleh mengadakan kontak dengan bank untuk hal-hal yang diizinkan oleh pengurus. Di luar hal-hal yang diizinkan tersebut, manajer tidak boleh mengadakan hubungan dengan bank, melainkan pengurus sendiri yang akan melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini masih banyak koperasi yang membutuhkan bimbingan dari pihak lain, misalnya koperasi ditingkat atasnya, Departemen Koperasi maupun pemerintah daerah di mana koperasi tersebut beroperasi. Manajer koperasi yang masih mendapat binaan dari pihak lain, harus mampu membawa diri dalam berhubungan dengan pengurus maupun pembinanya. Selain itu juga harus bersiap-siap seandainya suatu saat bimbingan tersebut dikurangi atau dihilangkan sama sekali. Oleh karena itu pengurus maupun manajer harus mempersiapkan diri dalam masa transisi tersebut, sehingga pada suatu saat koperasi dapat mandiri, tidak memerlukan bimbingan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan Tanggung Jawab Manajer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengurus agar manajer yang diangkatnya dapat bekerja sebaik-baiknya, misalnya status manajer harus jelas, sistem gaji yang mampu memotivasi manajer dan memberi kesempatan kepada manajer untuk meningkatkan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manajer diangkat oleh pengurus, diberi wewenang untuk melaksanakan tugas di bidang usaha koperasi yang mencakup semua pelaksanaan usaha koperasi, seperti di bidang perencanaan, pelaksanaan usaha, kepegawaian, administrasi, dan pengawasan terhadap jalannya usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer memperoleh wewenang dari pengurus, maka dia harus mempertanggung-jawabkan semua tindakannya kepada pengurus dan selanjutnya pengurus bertanggung jawab kepada rapat anggota. Manajer yang melakukan penyelewengan, berhak dilakukan tindakan-tindakan tertentu oleh pengurus. Tindakan tersebut ada yang ringan, misalnya diperingatkan atau diskors, tetapi dapat pula dilakukan tindakan yang keras apabila kesalahan manajer cukup berat. Misalnya manajer tersebut dipecat, atau bahkan dituntut di muka pengadilan, apabila tindakan manajer menimbulkan kerugian yang besar bagi koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung tugas manajer sangat berat maka hendaknya manajer yang diangkat memenuhi beberapa persyaratan seperti taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, jujur, berpendidikan cukup dan berpengalaman di bidang yang akan dikelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Administrasi Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu perkumpulan dari sekelompok orang, yang mempunyai tujuan tertentu membutuhkan administrasi yang baik. Ada dua macam pengertian administrasi, pertama, administrasi berasal dari kata administratie dalam bahasa Belanda yang mencakup kegiatan tulis-menulis, surat-menyurat serta penyusunan dan penyimpanan naskah-naskah beserta pencatatan-pencatatan yang diperlukan. Yang kedua, administrasi yang berasal dari kata administration dalam bahasa Inggris, mencakup semua proses penyelenggaraan usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan administrasi yang baik mempunyai suatu tujuan yaitu efisiensi. Efisiensi di sini menggambarkan adanya perbandingan yang paling baik antara suatu usaha dengan hasil yang dicapai dari usaha tersebut. Dilihat dari hasilnya, suatu usaha dikatakan efisien bila usaha tersebut memberikan hasil yang terbaik. Sebaliknya dilihat dari segi usaha, suatu usaha dapat dikatakan efisien apabila hasil yang ditentukan dapat dicapai dengan usaha yang paling ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyelenggaraan usaha bersama meliputi rangkaian perbuatan yang dapat dibagi menjadi delapan jenis yang sering disebut sebagai delapan unsur administrasi. Kedelapan unsur tersebut adalah organisasi, manajemen, komunikasi, kepegawaian, keuangan, perbekalan, ketatausahaan dan perwakilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Keuangan dan Penggunaan Dana Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi, koperasi membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya. Ada empat macam modal koperasi menurut penggunaannya, yaitu (1) modal untuk organisasi, &lt;br /&gt;(2) modal untuk alat perlengkapan, &lt;br /&gt;(3) modal kerja atau modal lancar dan &lt;br /&gt;(4) modal untuk uang muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhannya akan modal, koperasi memiliki beberapa sumber modal, antara lain: dari anggota, berupa simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela; dari Sisa Hasil Usaha dan dari luar koperasi, yang dapat berupa pinjaman dari bank maupun dari penanam modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auditing Koperasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi supaya dapat bersaing dengan perusahaan lain harus dalam kondisi sehat, baik dari sudut organisasi maupun keuangannya. Untuk keperluan tersebut, koperasi harus menjalani pemeriksaan secara periodik. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh pihak intern koperasi, yaitu oleh pengawas. Salah satu tugas pengawas adalah memeriksa jalannya koperasi, baik dari aspek organisasi, manajemen maupun keuangan. Pemeriksaan oleh pihak intem sering kurang objektif, karena dalam kenyataan memang sulit memeriksa diri sendiri dan mencari kesalahan sendiri. Selain itu ada kemungkinan anggota pengawas tidak mempunyai bekal pengetahuan tentang akuntansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan yang lebih baik dapat dilakukan oleh seorang akuntan, meskipun untuk itu dibutuhkan biaya yang banyak. Di Indonesia telah dibentuk suatu badan yang disebut Koperasi Jasa Audit (KJA), yang anggotanya adalah koperasi dan bertugas mengaudit anggotanya. Selain mengaudit, KJA juga bertugas membina koperasi yang bersangkutan dan apabila diperlukan, memberi tambahan pengetahuan kepada pengurus koperasi binaannya mengenai masalah keuangan dan perkoperasian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur akuntansi yang diaudit KJA pada dasamya sama dengan yang dilakukan akuntan publik. Akan tetapi dalam praktik, tidak semua koperasi melaksanakan pembukuan dengan baik. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya diadakan penyederhanaan, sesuai dengan situasi dan kondisi koperasi yang bersangkutan, dan selanjutnya tugas KJA adalah membina koperasi yang bersangkutan supaya dapat melaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-1365126114538499667?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/1365126114538499667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=1365126114538499667&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1365126114538499667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1365126114538499667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/05/manajemen-koperasi.html' title='Manajemen Koperasi'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/ShD_q6C8KrI/AAAAAAAAAFI/Bc7oKjxVjyQ/s72-c/koperasi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2078622256711971350</id><published>2009-05-05T08:25:00.003+08:00</published><updated>2009-05-05T08:42:23.999+08:00</updated><title type='text'>Sejarah teori ekonomi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sf-LROm7IpI/AAAAAAAAAFA/M9HNFcN35Cg/s1600-h/Help.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sf-LROm7IpI/AAAAAAAAAFA/M9HNFcN35Cg/s200/Help.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332133611925349010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi adalah suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu yang harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang. Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan diantaranya antara yang bersifat "natural" atau "unnatural".&lt;span id="fullpost"&gt;Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan un-natural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dati transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai "unnatural" dan bahkan tidak bermoral. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan.&lt;br /&gt;Aristotle juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristotle.&lt;br /&gt;Chanakya (c. 350-275 BC) adalah tokoh berikutnya. Dia sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli. Dia adalah professor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno dan kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi) yang dapat dianggap sebagai pendahulu dari Machiavelli's The Prince. Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang, termasuk diskusi tentang bagaiamana konsep manajemen yang efisien dan solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat.&lt;br /&gt;Tokoh pemikir Islam juga memberikan sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi. ibn Khaldun dari Tunis (1332–1406) menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena, menunjukkan bagaimana kepadatan populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U).&lt;br /&gt;Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Penganut Katolik dan Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire.&lt;br /&gt;Selanjutnya pada era Reformation pada 16th century, ide tentang perdagangan bebas muncul yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja. Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feudal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan religious dalam masalah penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu. Karena pentingnya kedudukan sosial, aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan, pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya yang diperbolehkan, material yang digunakan dan frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang berbeda.&lt;br /&gt;Niccolò Machiavelli dalam karyanya The Prince adalah penulis pertama yang menyusun teori kebijakan ekonomi dalam bentuk nasihat. Dia melakukannya dengan menyatakan bahwa para bangsawan dan republik harus membatasi pengeluarannya, dan mencegah penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan. Dengan cara itu maka negara akan dilihat sebagai “murah hati” karena tidak menjadi beban berat bagi warganya. Selama masa Early Modern period, mercantilists hampir dapat merumuskan suatu teori ekonomi tersendiri. Perbedaan ini tercermin dari munculnya negara bangsa di kawasan Eropa Barat yang menekankan pada balance of payments.&lt;br /&gt;Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap paling awal dari perkembangan modern capitalism yang berlangsung pada periode antara abad 16th dan 18th, kerap disebut sebagai merchant capitalism dan mercantilism. Babakan ini terkait dengan geographic discoveries oleh merchant overseas traders, terutama dari England dan Low Countries; European colonization of the Americas; dan pertumbuhan yang cepat dari perdagangan luar negeri. Hal ini memunculkan kelas bourgeoisie dan menenggelamkan feudal system yang sebelumnya.&lt;br /&gt;Mercantilism adalah sebuah sistem perdagangan untuk profit, meskipun produksi masih dikerjakan dengan non-capitalist production methods. Karl Polanyi berpendapat bahwa capitalism belum muncul sampai berdirinya free trade di Britain pada 1830s.&lt;br /&gt;Di bawah mercantilism, European merchants, diperkuat oleh sistem kontrol dari negara, subsidies, and monopolies, menghasilkan kebanyakan profits dari jual-beli bermacam barang. Dibawah mercantilism, guilds adalah pengatur utama dari ekonomi. Dalam kalimat Francis Bacon, tujuan dari mercantilism adalah :&lt;br /&gt;"the opening and well-balancing of trade; the cherishing of manufacturers; the banishing of idleness; the repressing of waste and excess by sumptuary laws; the improvement and husbanding of the soil; the regulation of prices…"&lt;br /&gt;Diantara berbagai mercantilist theory salah satunya adalah bullionism, doktrin yang menekankan pada pentingnya akumulasi precious metals. Mercantilists berpendapat bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyak dibandingkan jumlah yang diimport sehingga luar negeri akan membayar selisihnya dalam bentuk precious metals. Mercantilists juga berpendapat bahwa bahan mentah yang tidak dapat ditambang dari dalam negeri maka harus diimport, dan mempromosikan subsidi, seperti penjaminan monopoli protective tariffs, untuk meningkatkan produksi dalam negeri dari manufactured goods.&lt;br /&gt;Para perintis mercantilism menekankan pentingnya kekuatan negara dan penaklukan luar negeri sebagai kebijakan utama dari economic policy. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply dari bahan mentahnnya maka mereka harus mendapatkan koloni darimana mereka dapat mengambil bahan mentah yang dibutuhkan. Koloni berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi. Agar tidak terjadi suatu kompetisi maka koloni harus dicegah untuk melaksanakan produksi dan berdagang dengan pihak asing lainnya.&lt;br /&gt;Selama the Enlightenment, physiocrats Perancis adalah yang pertama kali memahami ekonomi berdiri sendiri. Salah satu tokoh yang terpenting adalah Francois Quesnay. Diagram ciptaannya yang terkenal, tableau economique, oleh kawan-kawannya dianggap sebagai salah satu temuan ekonomi terbesar setelah tulisan dan uang. Diagram zig-zag ini dipuji sebagai rintisan awal bagi pengembangan banyak tabel dalam ekonomi modern, ekonometrik, multiplier Keynes, analisis input-output, diagram aliran sirkular dan model keseimbangan umum Walras.&lt;br /&gt;Tokoh lain dalam periode ini adalah Richard Cantillon, Jaques Turgot, dan Etienne Bonnot de Condillac. Richard Cantillon (1680-1734) oleh beberapa sejarawan ekonomi dianggap sebagai bapak ekonomi yang sebenarnya. Bukunya Essay on the Naturof Commerce ini General (1755, terbit setelah dia wafat) menekankan pada mekanisme otomatis dalam pasar yakni penawaran dan permintaan, peran vital dari kewirausahaan, dan analisis inflasi moneter “pra-Austrian” yang canggih yakni tentang bagaimana inflasi bukan hanya menaikkan harga tetapi juga mengubah pola pengeluaran.&lt;br /&gt;Jaques Turgot (1727-81) adalah pendukung laissez faire, pernah menjadi menteri keuangan dalam pemerintahan Louis XVI dan membubarkan serikat kerja (guild), menghapus semua larangan perdagangan gandum dan mempertahankan anggaran berimbang. Dia terkenal dekat dengan raja meskipun akhirnya dipecat pada 1776. Karyanya Reflection on the Formation and Distribution of Wealth menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang perekonomian. Sebagai seorang physiocrats, Turgot membela pertanian sebagai sektor paling produktif dalam ekonomi. Karyanya yang terang ini memberikan pemahaman yang baik tentang preferensi waktu, kapital dan suku bunga, dan peran enterpreneur-kapitalis dalam ekonomi kompetetitif.&lt;br /&gt;Etienne Bonnot de Condillac (1714-80) adalah orang yang membela Turgot di saat-saat sulit tahun 1775 ketika dia menghadapi kerusuhan pangan saat menjabat sebagai menteri keuangan. Codillac juga merupakan seorang pendukung perdagangan bebas. Karyanya Commerce and Government (terbit sebulan sebelum The Wealth of Nation, 1776) mencakup gagasan ekonomi yang sangat maju. Dia mengakui manufaktur sebagai sektor produktif, perdagangan sebagai representasi nilai yang tak seimbang dimana kedua belah pihak bisa mendapat keuntungan, dan mengakui bahwa harga ditentukan oelh nilai guna, bukan nilai kerja.&lt;br /&gt;Tokoh lainnya, Anders Chydenius (1729–1803) menulis buku The National Gain pada 1765 yang menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan dasar liberalism, sebelas tahun sebelum Adam Smith menulis hal yang sama namun lebih komprehensif dalamThe Wealth of Nations. Menurut Chydenius, democracy, kesetaraan dan penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh anggota masyarakat.&lt;br /&gt;Mercantilism mulai menurun di Great Britain pada pertengahan 18th, ketika sekelompok economic theorists, dipimpin oleh Adam Smith, menantang dasar-dasar mercantilist doctrines yang berkeyakinan bahwa jumlah keseluruhan dari kekayaan dunia ini adalah tetap sehingga suatu negara hanya dapat meningkatkan kekayaannya dari pengeluaran negara lainnya. Meskipun begitu, di negara-negara yang baru berkembang seperti Prussia dan Russia, dengan pertumbuhan manufacturing yang masih baru, mercantilism masih berlanjut sebagai paham utama meskipun negara-negara lain sudah beralih ke paham yang lebih baru.&lt;br /&gt;Pemikiran ekonomi modern biasanya dinyatakan dimulai dari terbitnya Adam Smith's The Wealth of Nations, pada 1776, walaupun pemikir lainnya yang lebih dulu juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit. Ide utama yang diajukan oleh Smith adalah kompetisi antara berbagai penyedia barang dan pembeli akan menghasilkan kemungkinan terbaik dalam distribusi barang dan jasa karena hal itu akan mendorong setiap orang untuk melakukan spesialisasi dan peningkatan modalnya sehingga akan menghasilkan nilai lebih dengan tenaga kerja yang tetap. Smith's thesis berkeyakinan bahwa sebuah sistem besar akan mengatur dirinya sendiri dengan menjalankan aktivits-aktivitas masing-masing bagiannya sendiri-sendiri tanpa harus mendapatkan arahan tertentu. Hal ini yang biasa disebut sebagai "invisible hand" dan masih menjadi pusat gagasan dari ekonomi pasar dan capitalism itu sendiri.&lt;br /&gt;Smith adalah salah satu tokoh dalam era Classical Economics dengan kontributor utama John Stuart Mill and David Ricardo. John Stuart Mill, pada awal hingga pertengahan abad 19th, berfokus pada "wealth" yang didefinisikannya secara khusus dalam kaitannya dengan nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan price.&lt;br /&gt;Pertengahan abad 18th menunjukkan peningkatan pada industrial capitalism, memberi kemungkinan bagi akumulasi modal yang luas di bawah fase perdagangan dan investasi pada mesin-mesin produksi. Industrial capitalism, yang dicatat oleh Marx mulai dari pertigaan akhir abad 18th, menandai perkembangan dari the factory system of manufacturing, dengan ciri utama complex division of labor dan routinization of work tasks; dan akhirnya memantapkan dominasi global dari capitalist mode of production.&lt;br /&gt;Hasil dari proses tersebut adalah Industrial Revolution, dimana industrialist menggantikan posisi penting dari merchant dalam capitalist system dan mengakibatkan penurunan traditional handicraft skills dari artisans, guilds, dan journeymen. Juga selam masa ini, capitalism menandai perubahan hubungan antara British landowning gentry dan peasants, meningkatkan produksi dari cash crops untuk pasar lebih daripada yang digunakan untuk feudal manor. Surplus ini dihasilkan dengan peningkatan commercial agriculture sehingga mendorong peningkatan mechanization of agriculture.&lt;br /&gt;Peningakatan industrial capitalism juga terkait dengan penurunan mercantilism. Pertengahan hingga akhir abad sembilan belas Britain dianggap sebagai contoh klasik dari laissez-faire capitalism. Laissez-faire mendapatkan momentum oleh mercantilism di Britain pada 1840s dengan persetujuan Corn Laws dan Navigation Acts. Sejalan dengan ajaran classical political economists, dipimpin oleh Adam Smith dan David Ricardo, Britain memunculkan liberalism, mendorong kompetisi dan perkembangan market economy.&lt;br /&gt;Pada abad 19th, Karl Marx menggabungkan berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial dari sumber daya, mencakup karya Adam Smith, juga pemikiran socialism dan egalitarianism, dengan menggunakan pendekatan sistematis pada logika yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel untuk menghasilkan Das Kapital. Ajarannya banyak dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar selama abad 19th dan 20th. Ekonomi Marxist berlandaskan pada labor theory of value yang dasarnya ditanamkan oleh classical economists (termasuk Adam Smith) dan kemudian dikembangkan oleh Marx. Pemikiran Marxist beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan pada exploitation kelas pekerja: pendapatan yang diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai pekerjaan yang dihasilkannya, dan selisih itu diambil oleh capitalist dalam bentuk profit.&lt;br /&gt;Pada akhir abad 19th, kontrol dan arah dari industri skala besar berada di tangan financiers. Masa ini biasa disebut sebagai "finance capitalism," dicirikan dengan subordination proses produksi ke dalam accumulation of money profits dalam financial system. Penampakan utama capitalism pada masa ini mencakup establishment of huge industrial cartels atau monopolies; kepemilikan dan management dari industry oleh financiers berpisah dari production process; dan pertumbuhan dari complex system banking, sebuah equity market, dan corporate memegang capital melalui kepemilikan stock. Tampak meningkat juga industri besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss oleh financial speculators. Akhir abad 19th juga muncul "marginal revolution" yang meningkatkan dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-konsep seperti marginalism dan opportunity cost. Lebih lanjut, Carl Menger menyebarkan gagasan tentang kerangka kerja ekonomi sebagai opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada margins of economic activity.&lt;br /&gt;Akhir 19th dan awal 20th capitalism juga disebutkan segagai era "monopoly capitalism," ditandai oleh pergerakan dari laissez-faire phase of capitalism menjadi the concentration of capital hingga mencapai large monopolistic atau oligopolistic holdings oleh banks and financiers, dan dicirikan oleh pertumbuhan corporations dan pembagian labor terpisah dari shareholders, owners, dan managers.&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya ekonomi menjadi lebih bersifat statistical, dan studi tentang econometrics menjadi penting. Statistik memperlakukan price, unemployment, money supply dan variabel lainnya serta perbandingan antar variabel-variabel ini, menjadi sentral dari penulisan ekonomi dan menjadi bahan diskusi utama dalam lapangan ekonomi. Pada quarter terakhir abad 19th, kemunculan dari large industrial trusts mendorong legislation di U.S. untuk mengurangi monopolistic tendencies dari masa ini. Secara berangsur-angsur, U.S. federal government memainkan peranan yang lebih besar dalam menghasilkan antitrust laws dan regulation of industrial standards untuk key industries of special public concern. Pada akhir abad 19th, economic depressions dan boom and bust business cycles menjadi masalah yang tak terselesaikan. Long Depression dari 1870s dan 1880s dan Great Depression dari 1930s berakibat pada nyaris keseluruhan capitalist world, dan menghasilkan pembahasan tentang prospek jangka panjang capitalism. Selama masa 1930s, Marxist commentators seringkali meyakinkan kemungkinan penurunan atau kegagalan capitalism, dengan merujuk pada kemampuan Soviet Union untuk menghindari akibat dari global depression.&lt;br /&gt;Macroeconomics mulai dipisahkan dari microeconomics oleh John Maynard Keynes pada 1920s, dan menjadi kesepakatan bersama pada 1930s oleh Keynes dan lainnya, terutama John Hicks. Mereka mendapat ketenaran karena gagasannya dalam mengatasi Great Depression. Keynes adalah tokoh penting dalam gagasan pentingnya keberadaaan central banking dan campur tangan pemerintah dalam hubungan ekonomi. Karyanya "General Theory of Employment, Interest and Money" menyampaikan kritik terhadap ekonomi klasik dan juga mengusulkan metode untuk management of aggregate demand. Pada masa sesudah global depression pada 1930s, negara memainkan peranan yang penting pada capitalistic system di hampir sebagian besar kawasan dunia. Pada 1929, sebagai contoh, total pengeluaran U.S. government (federal, state, and local) berjumlah kurang dari sepersepuluh dari GNP; pada 1970s mereka berjumlah mencapai sepertiga. Peningkatan yang sama tampak pada industrialized capitalist economies, sepreti France misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi dibandingkan United States. Sistem economies ini seringkali disebut dengan "mixed economies."&lt;br /&gt;Selama periode postwar boom, penampakan yang luasa dari new analytical tools dalam social sciences dikembangkan untuk menjelaskan social dan economic trends dari masa ini, mencakup konsep post-industrial society dan welfare statism. Phase dari capitalism sejak awal masa postwar hingga 1970s memiliki sesuatu yang kerap disebut sebagai “state capitalism”, terutama oleh Marxian thinkers.&lt;br /&gt;Banyak economists menggunakan kombinasi dari Neoclassical microeconomics dan Keynesian macroeconomics. Kombinasi ini, yang sering disebut sebagai Neoclassical synthesis, dominan pada pengajaran dan kebijakan publik pada masa sesudah World War II hingga akhir 1970s. pemikiran neoclassical mendapat bantahan dari monetarism, dibentuk pada akhir 1940s dan awal 1950s oleh Milton Friedman yang dikaitkan dengan University of Chicago dan juga supply-side economics.&lt;br /&gt;Pada akhir abad 20th terdapat pergeseran wilayah kajian dari yang semula berbasis price menjadi berbasis risk, keberadaan pelaku ekonomi yang tidak sempurna dan perlakuan terhadap ekonomi seperti biological science, lebih menyerupai norma evolutionary dibandingkan pertukaran yang abstract. Pemahaman akan risk menjadi signifikan dipandang sebagai variasi price over time yang ternyata lebih penting dibanding actual price. Hal ini berlaku pada financial economics dimana risk-return tradeoffs menjadi keputusan penting yang harus dibuat.&lt;br /&gt;Masa postwar boom yang lama berakhir pada 1970s dengan adanya economic crises experienced mengikuti 1973 oil crisis. “stagflation” dari 1970s mendorong banyak economic commentators politicians untuk memunculkan neoliberal policy diilhami oleh laissez-faire capitalism dan classical liberalism dari abad 19th, terutama dalam pengaruh Friedrich Hayek dan Milton Friedman. Terutama, monetarism, sebuah theoretical alternative dari Keynesianism yang lebih compatible dengan laissez-faire, mendapat dukungan yang meningkat increasing dalam capitalist world, terutama dibawah kepemimpinan Ronald Reagan di U.S. dan Margaret Thatcher di UK pada 1980s.&lt;br /&gt;Area perkembangan yang paling pesat kemudian adalah studi tentang informasi dan keputusan. Contoh pemikiran ini seperti yang dikemukakan oleh Joseph Stiglitz. Masalah-masalah ketidakseimbangan informasi dan kejahatan moral dibahas disini seperti karena mempengaruhi modern economic dan menghasilkan dilema-dilema seperti executive stock options, insurance markets, dan Third-World debt relief.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2078622256711971350?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2078622256711971350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2078622256711971350&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2078622256711971350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2078622256711971350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/05/sejarah-teori-ekonomi.html' title='Sejarah teori ekonomi'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sf-LROm7IpI/AAAAAAAAAFA/M9HNFcN35Cg/s72-c/Help.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-1989540421367296561</id><published>2009-05-05T08:18:00.003+08:00</published><updated>2009-05-05T08:25:52.243+08:00</updated><title type='text'>Perkembangan Pemikiran Ekonomi dan Kontroversi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sf-G_hm7tYI/AAAAAAAAAE4/MhmEkadxVSY/s1600-h/stiickballazbabysd6.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sf-G_hm7tYI/AAAAAAAAAE4/MhmEkadxVSY/s200/stiickballazbabysd6.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332128909741503874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Perhatian terhadap ekonomi sudah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu, tetapi kelahiran ekonomi sebagai ilmu sejak terbitnya buku Adam Smith tahun 1776 yang berjudul An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth on Nations. Yang kemudian Adam Smith dinobatkan menjadi Bapak Ilmu Ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Struktur ilmu ekonomi adalah sehimpunan dari pengorganisasian konsep dan generalisasi, serta metode keilmuan yang khusus menguji teori-teori pada setiap disiplin ilmu yang bersangkutan. Penguasaan terhadap struktur ilmu akan mempermudah bagi kita untuk memanfaatkannya dalam rangka pemecahan masalah yang kita hadapi. &lt;br /&gt;3. Pengertian teori ekonomi adalah abstraksi dari kenyataan ekonomi yang berupa konsep-konsep tentang variabel, andaian, perilaku dan prediksi variabel dengan metodologi yang jelas. Uraian teori dilakukan dengan sistematik yang konsisten. &lt;br /&gt;4. Teori ekonomi berkembang terus karena masalah-masalah ekonomi yang dihadapi manusia mengalami perubahan. Dalam usaha untuk menyelesaikan masalah tersebut lahirlah pemikiran-pemikiran yang diakui sebagai teori. Teori ini merupakan jawaban teoretik terhadap masalah tadi. &lt;br /&gt;5. Ilmu ekonomi positif lebih menitikberatkan pada mencari alasan untuk menjelaskan, mencari hubungan sebab akibat, serta berdasarkan hubungan sebab akibat tersebut mengemukakan apa adanya. Sedangkan ilmu ekonomi normatif adalah ilmu ekonomi itu dikembangkan berdasarkan kepentingan-kepentingan tertentu dengan membahas pertimbangan etika dan nilai maka disebut ilmu ekonomi normatif. &lt;br /&gt;6. Mempelajari sejarah pemikiran ekonomi bertujuan agar kita dapat mengetahui perkembangan pemikiran dan teori ekonomi, memberi inspirasi, menanamkan sikap demokratik dan toleran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi Teori Ekonomi &lt;br /&gt;1. Ilmu ekonomi termasuk rumpun ilmu sosial yang mempelajari perilaku orang atau masyarakat yang sering bertumpang-tindih dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, dalam perkembangannya menggunakan metode deduktif dan induktif. Disebabkan ilmu ekonomi tidak dapat melakukan eksperimen-eksperimen yang terkendali seperti halnya ilmu eksakta, maka ahli ekonomi harus memecahkan masalah metodologi yang mendasar, dengan asumsi-asumsi yang tegas. &lt;br /&gt;2. Ilmu ekonomi dalam menarik kesimpulannya berusaha memisahkan dengan tegas deskripsi dari perimbangan nilai, menghindari kekeliruan post hoc, dan kekeliruan komposisi, mengakui adanya subjektivitas yang tidak terelakan dalam teori dan kebijakan. Suatu cara yang paling meyakinkan agar pola berpikir tetap lurus dalam penggunaan metode ilmiah. &lt;br /&gt;3. Pandangan para pemikir dan kritisi ekonomi tidak selalu sama untuk menjawab masalah realitas ekonomi, sehingga menimbulkan perbedaan, dan menimbulkan kontroversi. Beberapa sumber penyebab terjadinya kontroversi dalam teori ekonomi adalah kesulitan untuk merumuskan hipotesis yang tepat, perilaku ekonomi, dan kadar nilai baik disengaja atau tidak, ikut memasuki pembahasan. &lt;br /&gt;4. Kontroversi dapat mencapai penyelesaian, jika salah satu teori terbukti lebih relevan menjelaskan realitas ekonomi. Hal ini dapat diketahui melalui pengujian teoretik maupun empirik. Tetapi peranan nilai juga dapat mempertajam terjadinya kontroversi. Dengan demikian, salah satu usaha untuk mencapai rekonsiliasi adalah dengan mengurangi peranan nilai dalam teori. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh Pemikir Ekonomi &lt;br /&gt;1. Aristoteles merupakan orang yang pertama yang memberikan batasan terhadap ekonomi, dalam karyanya berjudul Politika menjelaskan tentang Oeconomicus dan Chrematisticus membahas segi-segi perdagangan dan produksi dengan nilai-nilai. Jadi segala aspek yang terkandung dalam produksi, harga, pasar, uang, tingkat bunga telah menjadi perdebatan massa. &lt;br /&gt;2. Mazhab Praklasik yaitu kaum Merkantilis yang dipelopori oleh Thomas Mun (1571-1641), Jean Baptist Colbert (1619-1683), merupakan pemikir ekonomi mulai zaman Renaissance sampai pertengahan abad ke-18. Mereka berpendapat bahwa kekayaan bisa bermanfaat bagi negara agar bisa kuat dan jaya negara harus kaya, harus banyak memiliki banyak logam mulia. &lt;br /&gt;3. Kaum Pisiokrat, tokoh-tokohnya Francois Quesnay (1694-1774), Jaques Turgot (1721-1781), lingkungan arus barang dan uang. Quesnay dan Tableau Economique. Sektor Pertanian sebagai satu-satunya sektor produktif. Produksi masyarakat secara netto (product net). Tingkat sewa tanah dan kecenderungan (hukum) semakin menurunnya tingkat imbalan jasa (law of diminishing return). &lt;br /&gt;4. Adam Smith lahir pada tahun 1723 di Kirkaldy, Skotlandia. Bapak ilmu ekonomi, Guru Besar pada Universitas Glasgow, dan pelopor dalam Mazhab klasik. Karya besar yang ditulis adalah berjudul :The Theory of Moral Sentiments yang terbit sekitar 17 tahun sebelum buku yang sangat terkenal yaitu An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Inti pokok-pokok pikiran yang telah dikemukakan oleh Adam Smith adalah dasar falsafah tata susunan masyarakat agar didasarkan atas hukum alam yang secara wajar berlaku dalam dunia nyata (the order of things according to natural law ). Pembagian kegiatan dan spesialisasi, teori tentang nilai dan harga barang, pembagian hasil produksi di antara faktor produksi, tenaga kerja (upah), tanah (sewa tanah), modal (bunga), pengelolaan usaha (laba). Kebebasan individu dan kemandiriannya akan membawa keserasian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Laizez fair, laizzez fasser. &lt;br /&gt;5. David Ricardo lahir pada tahun 1772 di Inggris, seorang praktisi yang berasal dari keluarga pedagang sebagai stock broker, tidak pernah menuntut pelajaran formal di sebuah lembaga pendidikan tinggi. Bukunya yang adalah Principles of Political Economy and Taxation terbit pada tahun 1817. Ricardo penganut Laissez Faire, dan mengembangkan dasar teori nilai yang terkenal dengan labor theory of value. Pergaulannya sangat luas, dan kenal dengan James Mill, Jeremy Bentham , Jean Baptiste Say. Perangkat teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat pokok permasalahan, yaitu (1) teori tentang nilai dan harga barang dan berkaitan dengan itu, (2) teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah, teori sewa tanah, teori bunga dan laba, (3) teori tentang perdagangan internasional, dan (4) teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. &lt;br /&gt;6. Alfred Marshall adalah Guru Besar di Cambridge University, Inggris, pakar mazhab Neoklasik, buku karangannya yang terkenal adalah The Principles of Economics, terbit pada tahun 1890. Marshall berhasil menurunkan kurva permintaan, mekanisme pasar adalah bekerjanya kekuatan penawaran dan permintaan, merapikan teori surplus konsumen, utilitas marginal uang, ilmu pengetahuan berjalan secara evolusioner, natura non facit saltum. Teori tentang perilaku konsumen (theory of consumers behavior). Teori disutility tentang upah pengorbanan oleh pihak tenaga kerja. Teori waiting tentang bunga imbalan jasa bagi pemilik modal yang bersedia menunggu. Perpaduan antara nilai subjektif pada faedah marginal dengan unsur objektif pada biaya marginal. Pendekatan Marshall berpola pada ekuilibrium parsial. Ekuilibrium sementara, ekuilibrium jangka pendek dan ekuilibrium jangka panjang. &lt;br /&gt;7. John Maynard Keynes lahir tahun 1883 di Inggris adalah putera seorang ekonomi penganut aliran Klasik bernama John Neville Keynes. Buku hasil karyanya adalah pertama The Economic Consequences of the Peace, (1919) kedua, A Treatise on Money, 2 Vol (1930) dan yang ketiga yang sangat populer yaitu The General Theory of Employment, Interest and Money (1936). Sumbangan Keynes yang terkenal dalam teori ekonomi antara lain perangkap likuiditas, tingkat suku bunga yang inelastik terhadap permintaan investasi, ketegaran upah, keseimbangan dalam pengangguran dan intervensi pemerintah untuk menyelamatkan kapitalisme. The General Theory merupakan jawaban yang diberikan Keynes terhadap depresi ekonomi tahun-tahun 1934-an, yang tak kunjung datang dari pemikir kaum Neoklasik. &lt;br /&gt;Sumber buku Sejarah Teori-teori Ekonomi Karya Disman &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-1989540421367296561?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/1989540421367296561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=1989540421367296561&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1989540421367296561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/1989540421367296561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/05/perkembangan-pemikiran-ekonomi-dan.html' title='Perkembangan Pemikiran Ekonomi dan Kontroversi'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/Sf-G_hm7tYI/AAAAAAAAAE4/MhmEkadxVSY/s72-c/stiickballazbabysd6.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-592547621221818931</id><published>2009-04-06T13:47:00.003+08:00</published><updated>2009-04-13T11:16:48.999+08:00</updated><title type='text'>Sekilas tentang manajeman resiko</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdmbyVGy0GI/AAAAAAAAAEQ/FMbK_9zgthI/s1600-h/pemantapan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdmbyVGy0GI/AAAAAAAAAEQ/FMbK_9zgthI/s200/pemantapan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321455723676356706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Definisi Manajemen risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Risiko Operasional&lt;br /&gt;    * Risiko Hazard&lt;br /&gt;    * Risiko Finansial&lt;br /&gt;    * Risiko Strategik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSEP RISIKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko adalah ketidakpastian tentang kejadian di masa depan. Beberapa definisi tentang risiko, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Risk is the change of loss, risiko diartikan sebagai kemungkinan akan terjadinya kerugian,&lt;br /&gt;   2. Risk is the possibility of loss, risiko adalah kemungkinan kerugian,&lt;br /&gt;   3. Risk is Uncertainty, risiko adalah ketidakpastian,&lt;br /&gt;   4. Risk is the dispersion of actual from expected result, risiko merupakan penye-baran hasil actual dari hasil yang diharapkan,&lt;br /&gt;   5. Risk is the probability of any outcome different from the one expected, risiko adalah probabilitas atas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa definisi diatas, maka risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tak diinginkan atau tidak terduga. Dengan kata lain “kemungkinan” itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian. Ketidakpastian itu merupakan kondisi yang menyebabkan tumbuhnya risiko. Dan jika dikaji lebih lanjut “kondisi yang tidak pasti” itu timbul karena berbagai sebab, antara lain; jarak waktu dimulai perencanaan, keterbatasan informasi yang diperlukan, keterbatasan pengetahuan pengambil keputusan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep lain yang berkaitan dengan risiko adalah Peril, yaitu suatu peristiwa yang dapat menimbulkan terjadinya suatu kerugian, dan Hazard, yaitu keadaan dan kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya suatu peril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazard terdiri dari beberapa tipe, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Physical Hazard, suatu kondisi yang bersumber pada karakteristik secara fisik dari obyek yang dapat memperbesar terjadinya kerugian.&lt;br /&gt;   2. Moral Hazard, suatu kondisi yang bersumber dari orang yang berkaitan dengan sikap mental, pandangan hidup dan kebiasaan yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril.&lt;br /&gt;   3. Morale Hazard, suatu kondisi dari orang yang merasa sudah memperoleh jaminan dan menimbulkan kecerobohan sehingga memungkinkan timbulnya peril.&lt;br /&gt;   4. Legal Hazard, suatu kondisi pengabaian atas peraturan atau perundang-undangan yang bertujuan melindungi masyarakat sehinga memperbesar ter-jadinya peril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian sesungguhnya terkadang menyimpang dari perkiraan. Artinya ada kemungkinan penyimpangan yang menguntungkan maupun merugikan. Jika kedua kemungkinan itu ada, maka dikatakan risiko itu bersifat spekulatif. Sebaliknya, lawan dari risiko spekulatif adalah risiko murni, yaitu hanya ada kemungkinan kerugian dan tidak mempunyai kemungkinan keuntungan. Manajer risiko utamanya menangani risiko murni dan tidak menangani risiko spekulatif kecuali jika adanya risiko spekulatif memaksanya untuk menghadapi risiko murni tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan sumber risiko adalah penting karena mempengaruhi cara penanganannya. Sumber risiko dapat diklasifikasikan sebagai risiko sosial, risiko fisik, dan risiko ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya-biaya yang ditimbulkan karena menanggung risiko atau ketidak-pastian dapat dibagi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Biaya-biaya dari kerugian yang tidak diharapkan.&lt;br /&gt;   2. Biaya-biaya dari ketidakpastian itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGIDENTIFIKASI RISIKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengidentifikasian risiko merupakan proses analisa untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan atas risiko (kerugian yang potensial) yang dihadapi perusahaan. Karenanya diperlukan checklist untuk pendekatan yang sistematik dalam menentukan kerugian potensial. Salah satu alternatif sistem pengklasifikasian kerugian dalam suatu checklist adalah; kerugian hak milik ( property losses), kewajiban mengganti kerugian orang lain ( liability losses) dan kerugian personalia (personnel losses). Checklist yang dibangun sebelumnya untuk menemukan risiko dan menjelaskan jenis-jenis kerugian yang dihadapi oleh sesuatu perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang sifat operasinya kompleks, berdiversifikasi dan dinamis, maka diperlukan metode yang lebih sistematis untuk mengeksplorasi semua segi. Metode yang dianjurkan adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Questioner analisis risiko (risk analysis questionnaire).&lt;br /&gt;   2. Metode laporan Keuangan (financial statement method).&lt;br /&gt;   3. Metode peta-aliran (flow-chart).&lt;br /&gt;   4. Inspeksi langsung pada objek.&lt;br /&gt;   5. Interaksi yang terencana dengan bagian-bagian perusahaan.&lt;br /&gt;   6. Catatan statistik dari kerugian masa lalu.&lt;br /&gt;   7. Analisis lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengamati langsung jalannya operasi, bekerjanya mesin, peralatan, lingkungan kerja, kebiasaan pegawai dan seterusnya, manajer risiko dapat mempelajari kemungkinan tentang hazard. Untuk itu keberhasilannya dalam mengidentifikasi risiko tergantung pada kerjasama yang erat dengan bagian-bagian lain yang terkait dalam perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer risiko dapat menggunakan tenaga pihak luar untuk proses meng-identifikasikan risiko, yaitu agen asuransi, broker, atau konsultan manajemen risiko. Hal ini tentunya punya kelemahan, dimana mereka membatasi proses hanya pada risiko yang diasuransikan saja. Dalam hal ini diperlukan strategi manajemen untuk menentukan metode atau kombinasi metode yang cocok dengan situasi yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen RISIKO oleh Drs. Herman Darmawi Bumi Aksara 1992, 172 Halaman   979-526-147-9&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-592547621221818931?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/592547621221818931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=592547621221818931&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/592547621221818931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/592547621221818931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/04/sekilas-tentang-mamajeman-resiko.html' title='Sekilas tentang manajeman resiko'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdmbyVGy0GI/AAAAAAAAAEQ/FMbK_9zgthI/s72-c/pemantapan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-6157647459957177502</id><published>2009-04-06T13:33:00.003+08:00</published><updated>2009-04-06T13:40:34.024+08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN RESIKO OPERASIONAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdmVRr37sfI/AAAAAAAAAEI/I1aTwCTWJWk/s1600-h/MANAJEMEN+RESIKO+OPERASIONAL.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdmVRr37sfI/AAAAAAAAAEI/I1aTwCTWJWk/s200/MANAJEMEN+RESIKO+OPERASIONAL.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321448565782589938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan informasi berkaitan dengan kegiatan yang ada dalam manajemen resiko sesuai dengan taapan-tahapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SASARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menjelaskan pengertian dari manajemen risiko. Menyebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam manajemen risiko. &lt;br /&gt;Melaksanakan kegiatan manajemen risiko di tempat kerja.&lt;br /&gt;* Mengendalikan risiko di tempat kerja dengan menggunakan prinsip manajemen risiko.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI BAHAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu/sumber yang berpotensi menimbulkan cedera/kerugian (manusia, proses, properti dan lingkungan Faktor internal yang menjadikan konsekuensi Konsekuensi = Hazard x exposure.                                                         Exposure = konsentrasi x lama pemajanan.                                                Tidak akan menjadi risiko jika tidak ada pemajanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI Risiko/Risk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan untuk terjadinya cedera/kerugian dari suatu bahaya, atau kombinasi dari kemungkinan dan akibat risiko Mempunyai 2 dimensi/parameter yaitu Probability dan Konsekuensi Risiko = Probability x Konsekuensi Risiko = Prob x Hazard x Konsentrasi x lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPONEN Risiko/Risk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi individu yang berhubungan dengan kerentanan Jumlah manusia yang terpajan. Frekuensi pemajanan. Derajat risiko individu. Kemungkinan pengendalian bahaya. Kemungkinan untukmencapai tingkat yang aman. Aspek finansial individu Pendapat masyarakat dan Tanggung jawab sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI Analisa Risiko/Risk Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan analisa suatu risiko dengan cara menentukan besarnya kemungkinan/probability dan tingkat keparahan dari akibat/consequences suatu risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian Risiko/Risk Assessment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian suatu risiko dengan cara membandingkannya terhadap tingkat atau karena risiko yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI Manajemen Risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen, prosedur dan akitivitas dalam kegiatan identifikasi bahaya, analisa, penilaian, penanganan dan pemantauan serta review risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMANTAPAN KONTEKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Konteks Strategik : Ass. Internal dan eksternal unit&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Konteks Organisasi : Ass. Thd Manajemen &amp; Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Manajemen melibatkan dalam pengambilan keputusan Terkait dengan kebijakan organisasi secara keseluruhan Terkait dengan alokasi sumber daya (personil, finansial, dll)&lt;br /&gt;    * Konteks Pengelolaan Risiko : Ass. Terhadap ruang lingkup yg lebih besar s/d pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTIFIKASI BAHAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko dimana kita melakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu kegiatan atau proses :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai sebagai panduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera/loss ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target apa saja yang terkena/terpengaruh bahaya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mekanisme cedera/loss dapat timbul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera? Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN / MATERIAL, ALAT/MESIN, PROSES, LINGKUNGAN KERJA, METODE KERJA, CARA KERJA, PRODUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terget yang mungkin terkena/terpengaruh sumber bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia , Produk, Peralatan/fasilitas, Lingkungan Proses, Reputasi, Lainnya??&lt;br /&gt;Klasifikasi Bahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bahaya di lingkungan kerja dapat didefinisikan sebagai segala kondisi yang dapat memberi pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan atau kesejahteraan orang yang terpajan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Faktor bahaya di lingkungan kerja meliputi faktor Kimia, Biologi, Fisika, Fisiologi dan Psikologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA KIMIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh:&lt;br /&gt;          o Pernapasan ( inhalation ),&lt;br /&gt;          o Kulit (skin absorption )&lt;br /&gt;          o Tertelan ( ingestion )&lt;br /&gt;    * Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut,kronis atau kedua-duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bahan kimia yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak. Kulit, mata dan sistem pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena.&lt;br /&gt;    * Contoh : konsentrat asam dan basa , fosfor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iritasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Iritasi menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. Iritasi kulit bisa menyebabkan reaksi seperti eksim atau dermatitis. Iritasi pada alat-alat pernapasan yang hebat dapat menyebabkan sesak napas, peradangan dan oedema ( bengkak )&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o Kulit : asam, basa,pelarut, minyak .&lt;br /&gt;          o Pernapasan : aldehydes, alkaline dusts, amonia, nitrogen dioxide, phosgene, chlorine ,bromine, ozone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Alergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau organ pernapasan&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o Kulit : colophony ( rosin), formaldehyde, logam seperti chromium atau nickel, epoxy hardeners, turpentine.&lt;br /&gt;          o Pernapasan : isocyanates, fibre-reactive dyes, formaldehyde, nickel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asfiksiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Asfiksian yang sederhana adalah inert gas yang mengencerkan atmosfer yang ada, misalnya pada kapal, silo, atau tambang bawah tanah. Konsentrasi oksigen pada udara normal tidak boleh kurang dari 19,5% volume udara.&lt;br /&gt;    * Asfiksian kimia mencegah transport oksigen dan oksigenasi normal pada darah atau mencegah oksigenasi normal pada kulit.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o Asfiksian sederhana : methane, ethane, hydrogen, helium&lt;br /&gt;          o Asfiksian kimia : carbon monoxide, nitrobenzene, hydrogen cyanide, hidrogen sulphide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada manusia.&lt;br /&gt;    * Kemungkinan karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas sudah terbukti menyebabkan kanker pada hewan .&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o Terbukti karsinogen pada manusia : benzene ( leukaemia); vinylchloride ( liver angiosarcoma); 2-naphthylamine, benzidine (kanker kandung kemih ); asbestos (kanker paru-paru , mesothelioma);&lt;br /&gt;          o Kemungkinan karsinogen pada manusia : formaldehyde, carbon tetrachloride, dichromates, beryllium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Reproduksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bahan-bahan beracun mempengaruhi fungsi reproduksi dan seksual dari seorang manusia.&lt;br /&gt;    * Perkembangan bahan-bahan racun adalah faktor yang dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan orang yang terpapar, sebagai contoh :aborsi spontan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o Manganese, carbondisulphide, monomethyl dan ethyl ethers dari ethylene glycol, mercury. Organic mercury compounds, carbonmonoxide, lead, thalidomide, pelarut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun Sistemik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Racun sistemik adalah agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem tubuh.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o Otak : pelarut, lead,mercury, manganese&lt;br /&gt;          o Sistem syaraf peripheral : n-hexane,lead,arsenic,carbon disulphide&lt;br /&gt;          o Sistem pembentukan darah : benzene,ethylene glycol ethers&lt;br /&gt;          o Ginjal : cadmium,lead,mercury,chlorinated hydrocarbons&lt;br /&gt;          o&lt;br /&gt;            Paru-paru : silica,asbestos, debu batubara ( pneumoconiosis )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA BIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bahaya biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang berasal dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus, bakteri, jamur, protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegradasi.&lt;br /&gt;    * Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu yang menyebabkan infeksi dan non-infeksi. Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi organisme viable, racun biogenik dan alergi biogenik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya infeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penyakit akibat kerja karena infeksi relatif tidak umum dijumpai. Pekerja yang potensial mengalaminya a.l.: pekerja di rumah sakit, laboratorium, jurumasak, penjaga binatang, dokter hewan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Hepatitis B, tuberculosis, anthrax, brucella, tetanus, salmonella, chlamydia, psittaci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisme viable dan racun biogenic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Organisme viable termasukdi dalamnya jamur, spora dan mycotoxins; Racun biogenik termasuk endotoxins, aflatoxin dan bakteri.&lt;br /&gt;    * Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu, kelembapan dan media dimana mereka tumbuh. Pekerja yang beresiko: pekerja pada silo bahan pangan, pekerja pada sewage &amp; sludge treatment, dll.&lt;br /&gt;    * Contoh : Byssinosis, “grain fever”,Legionnaire’s disease&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alergi Biogenik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Termasuk didalamnya adalah: jamur, animal-derived protein, enzim.&lt;br /&gt;    * Bahan alergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit binatang, rambut dari bulu dan protein dari urine dan feaces binatang.&lt;br /&gt;    * Bahan-bahan alergen pada industri berasal dari proses fermentasi, pembuatan obat, bakery, kertas, proses pengolahan kayu , juga dijumpai di bioteknologi ( enzim, vaksin dan kultur jaringan).&lt;br /&gt;    * Pada orang yang sensitif, pemajanan alergen dapat menimbulkan gejala alergi seperti rinitis, conjunctivitis atau asma.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o&lt;br /&gt;            Occupational asthma : wool, bulu, butir gandum, tepung bawang dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA FISIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebisingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kebisingan dapat diartikan sebagai segala bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun suatu populasi.&lt;br /&gt;    * Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara lain : jumlah energi bunyi, distribusi frekuensi, dan lama pajanan.&lt;br /&gt;    * Kebisingan dapat menghasilkan efek akut seperti masalah komunikasi, turunnya konsentrasi, yang pada akhirnya mengganggu job performance tenaga kerja.&lt;br /&gt;    * Pajanan kebisingan yang tinggi (biasanya &gt;85 dBA) pada jangka waktu tertentu dapat menyebabkan tuli yang bersifat sementara maupun kronis.&lt;br /&gt;    * Tuli permanen adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak di klaim .&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh : Pengolahan kayu, tekstil, metal, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi, amplitudo, lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten.&lt;br /&gt;    * Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikan efek yang berbahaya. Pekerjaan manual menggunakan “powered tool” berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang dikenal sebagai ” Raynaud’s phenomenon ” atau ” vibration-induced white fingers”(VWF).&lt;br /&gt;    * Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang.&lt;br /&gt;    * Contoh : Loaders, forklift truck, pneumatic tools, chain saws.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radiasi Non Mengion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Radiasi non mengion antara lain : radiasi ultraviolet, visible radiation, inframerah, laser, medan elektromagnetik (microwave dan frekuensi radio) .&lt;br /&gt;    * Radiasi infra merah dapat menyebabkan katarak.&lt;br /&gt;    * Laser berkekuatan besar dapat merusak mata dan kulit.&lt;br /&gt;    * Medan elektromagnetik tingkat rendah dapat menyebabkan kanker.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Contoh :&lt;br /&gt;          o Radiasi ultraviolet : pengelasan.&lt;br /&gt;          o Radiasi Inframerah : furnacesn/ tungku pembakaran&lt;br /&gt;          o Laser : komunikasi, pembedahan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencahayaan ( Illuminasi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;      Tujuan pencahayaan :&lt;br /&gt;          o Memberi kenyamanan dan efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan&lt;br /&gt;          o Memberi lingkungan kerja yang aman&lt;br /&gt;    * Efek pencahayaan yang buruk: mata tidak nyaman, mata lelah, sakit kepala, berkurangnya kemampuan melihat, dan menyebabkan kecelakaan.&lt;br /&gt;    * Keuntungan pencahayaan yang baik : meningkatkan semangat kerja, produktivitas, mengurangi kesalahan, meningkatkan housekeeping, kenyamanan lingkungan kerja, mengurangi kecelakaan kerja.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA PSIKOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Stress adalah tanggapan tubuh (respon) yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan atasnya. Manakala tuntutan terhadap tubuh itu berlebihan, maka hal ini dinamakan stress.&lt;br /&gt;    * Gangguan emosional yang di timbulkan : cemas, gelisah, gangguan kepribadian, penyimpangan seksual, ketagihan alkohol dan psikotropika.&lt;br /&gt;    * Penyakit-penyakit psikosomatis antara lain : jantung koroner, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, luka usus besar, gangguan pernapasan, asma bronkial, penyakit kulit seperti eksim,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA FISIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembebanan Kerja Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim, sosial ekonomi dan derajat kesehatan.&lt;br /&gt;    * Pembebanan tidak melebihi 30 - 40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam jangka waktu 8 jam sehari.&lt;br /&gt;    * Berdasarkan hasil beberapa observasi, beban untuk tenaga Indonesia adalah 40 kg. Bila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali maka beban maksimum tersebut harus disesuaikan.&lt;br /&gt;    * Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimum sangat sulit, parameter praktis yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEHNIK IDENTIFIKASI BAHAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Beberapa metode/tehnik tersebut antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspeksi , Pemantauan/survey, Audit, Kuesioner , Data-data statistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA DAN PENILAIAN RISIKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang (Probability) : Yaitu kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan/kerugian ketika terpapar dengan suatu bahaya. Peluang orang jatuh karena melewati jalan licin. Peluang untuk tertusuk jarum. Peluang tersengat listrik. Peluang supir menabrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA DAN PENILAIAN RISIKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat (Consequences)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tingkat keparahan/kerugian yang mungkin terjadi dari suatu kecelakaan/loss akibat bahaya yang ada. Hal ini bisa terkait dengan manusia, properti, lingkungan, dll Contoh : Fatality atau kematian, Cacat, Perawatan medis, P3K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACUAN DALAM PENILAIAN RISIKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar penilaian yang kita lakukan seobjective mungkin maka perlu mengumpulkan informasi sebelum menilai resiko dari suatu akitivitas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi tentang suatu aktivitas (durasi, frekuensi, lokasi dan siapa yang melakukan Tindakan pengendalian risiko yang telah ada Peralatan/mesin yang digunakan untuk melakukan aktivitas Bahan yang dipakai serta sifat-sifatnya (MSDS) Data statistik kecelakaan/penyakit akibat kerja (internal &amp; eksterbal) Hasil studi, survey/pemantauan, Literature Benchmark pada industri sejenis Penilaian pihak spesiality/tenaga ahli, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA RISIKO&lt;br /&gt;Ada 3 cara dalam penilaian risiko yaitu : Kualitatif, Semi kuantitatif, Kuantitatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa kualitatif, perbedaannya pada metode ini uraian/deskripsi dari parameter yang ada dinyatakan dengan nilai/skore tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA KUANTITATIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa data-data yang representatif . Analisa terhadap nilai peluang atau akibat dilakukan dengan beberapa metode seperti : analisa statistik, model komputer, simulasi, fault tree analysis, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANGANAN RISIKO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan apakah risiko tersebut masih bisa diterima (acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh suatu organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima maka organisasi harus menetapkan bagaimana risiko tersebut ditangani hingga tingkat dimana risikonya paling minimum/sekecil mungkin. Bila risiko mudah dapat diterima/tolerir maka organisasi perlu memastikan bahwa monitoring terus dilakukan terhadap risiko itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko yang bisa diterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan suatu risiko dapat diterima akan tergantung kepada penilaian/pertimbangan dari suatu organisasi berdasarkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pengendalian yang telah ada Sumber daya (finansial, SDM, fasilitas, dll) Regulasi/standard yang berlaku Rencana keadaan darurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : walau suatu risiko masih dapat diterima tapi tetap harus dipantau/dimonitor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENANGANAN RISIKO&lt;br /&gt;Bila suatu risiko tidak dapat diterima maka harus dilakukan upaya penanganan risiko agar tidak menimbulkan kecelakaan/kerugian. Bentuk tindakan penanganan risiko dapat dilakukan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari risiko, Kurangi/minimalkan risiko, Transfer risiko dan Terima risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hirarki Pengendalian Risiko K3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eliminasi : Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substitusi : Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pastaProses menyapu diganti dengan vakum Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa Teknik : Pemasangan alat pelindung mesin (mechin guarding) Pemasangan general dan local ventilationPemasangan alat sensor otomatis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian Administratif : Pemisahan lokasi, Pergantian shift kerja, Pembentukan sistem kerja, Pelatihan karyawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Pelindung Diri ( APD ) : Helmet, Safety Shoes, Ear plug/muff, Safety goggles&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMANTAUAN DAN TINJAUAN ULANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rencana tindakan pengendalian risiko dilakukan maka selanjutnya perlu dipantau dan ditinjau ulang apakah tindakan tersebut sudah efektif atau belum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pemantauan antara lain : Inspeksi, Pemantauan Lingkungan dan Audit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-6157647459957177502?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/6157647459957177502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=6157647459957177502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6157647459957177502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/6157647459957177502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/04/manajemen-resiko-operasional.html' title='MANAJEMEN RESIKO OPERASIONAL'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdmVRr37sfI/AAAAAAAAAEI/I1aTwCTWJWk/s72-c/MANAJEMEN+RESIKO+OPERASIONAL.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-4710741558414632135</id><published>2009-04-02T08:27:00.002+08:00</published><updated>2009-04-02T08:33:41.088+08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN RESIKO USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdQHYi5ZRyI/AAAAAAAAAEA/rze5G8UaIbQ/s1600-h/KONTRUKSI+MANAJEMEN+RESIKO.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdQHYi5ZRyI/AAAAAAAAAEA/rze5G8UaIbQ/s200/KONTRUKSI+MANAJEMEN+RESIKO.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319885178097190690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada saat ini dimana situasi ekonomi global sedang memburuk, maka tidak menutup kemungkinan banyak dari pekerja yang di PHK. Namun, janganlah pesimis terhadap keadaan ini karena peluang untuk usaha di sektor usaha kecil &amp; menengah (UKM) masih terbuka luas.&lt;span id="fullpost"&gt;Namun kebanyakan dari orang untuk memulai usahanya tersebut banyak mempertimbangkan faktor resiko yang akan dihadapinya sebelum mencobanya, dan pada akhirnya mereka termasuk orang-orang yang terlambat dalam mengambil peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap usaha memang memiliki resiko, namun apakah resiko itu dapat dideteksi lebih dini ataukah dapat muncul dengan tiba-tiba, dan jika resiko itu memang harus terjadi apakah besarnya resiko tersebut dapat mempengaruhi usaha yang sedang dijalankan ? Dalam artikel ini saya mencoba membahas mengenai bagaimana caranya untuk mengelola resiko tersebut agar resiko tersebut bukan menjadi penghalang dan sesuatu yang ditakuti sehingga tidak berani untuk memulai usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi konseptual mengenai resiko : (Robert Charette)&lt;br /&gt;1. Resiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang.&lt;br /&gt;2. Resiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran,&lt;br /&gt;pendapat, aksi, atau tempat)&lt;br /&gt;3. Resiko melibatkan pilihan &amp; ketidakpastian bahwa pilihan itu&lt;br /&gt;akan dilakukan.&lt;br /&gt;Strategi Resiko Reaktif vs Proaktif&lt;br /&gt;Strategi reaktif memonitor proyek terhadap kemungkinan resiko.&lt;br /&gt;Sumber daya dikesampingkan, padahal seharusnya sumber daya&lt;br /&gt;menjadi masalah yang sebenarnya / penting.&lt;br /&gt;Strategi proaktif dimulai sebelum kerja teknis diawali.&lt;br /&gt;Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas &amp; pengaruh proyek&lt;br /&gt;diperkirakan, dan diprioritaskan menurut kepentingan, kemudian&lt;br /&gt;membangun suatu rencana untuk manajemen resiko.&lt;br /&gt;Sasaran utama adalah menghindari resiko Definisi Manajemen Resiko : (Australian Risk Management Standard 4360: 2004) Adalah “Kultur, proses, dan struktur yang diarahkan untuk merealisasikan peluang potensial dan sekaligus mengelola dampak yang merugikan” Sedangakan pentingnya manajemen resiko untuk UKM saya bagi menjadi 5 bagian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Untuk menerapkan tata kelola usaha yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk menghadapi kondisi lingkungan usaha yang cepat berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk mengukur resiko usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Untuk pengelolaan resiko secara sistematis dan penyediaan informasi yang lebih akurat kepada PEMILIK usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Untuk memaksimumkan laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko disebabkan karena adanya ketidakpastian, maka dapat saya gambarkan sebagai berikut yaitu Resiko dapat disebabkan dari luar (ekstern) dan dari dalam (intern). Pengaruh dari luar dapat berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kondisi dunia internasional sehingga mempengaruhi kondisi ekonomi Negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bisa juga berupa teknologi baru yang dapat menimbulkan inovasi usaha atau efesiensi dalam operasional usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peraturan Pemerintah terhadap dunia usaha juga bisa mempengaruhi dan dapat dianggap sebagai resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dan juga Pasar yang artinya adalah bagaimana industri usaha yang kita jalani dan pengaruhnya terhadap usaha kita itu sendiri, misalnya : kekuatan ekonomi masyrakat dalam membeli produk/jasa usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Adanaya persaingan yang artinya kondisi dimana bermunculannya para pemain baru dalam usaha yang sedang kita jalani dan sejauh mana strategi mereka dapat mengambil omset usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sedangkan pengaruh internal dapat berupa strategi yang kita pilih untuk melakukan usaha, misalnya : strategi marketing, apakah kita akan beriklan melalui Koran, radio atau media lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita menentukan pilihan kita (strategi kita) maka sejauh mana efektivitas strategi tersebut untuk meminimalisir resiko ketidakberhasilan. Kesemuanya itu mengandung ketidakpastian sehingga dapat menimbulkan peluang dan resiko bagi para pemegang kepentingan terhadap usaha kita. Pemegang kepentingan terhadap usaha kita bukan hanya pemilik dan karyawan saja akan tetapi mencakup pelanggan, pemasok, dan pemerintah (secara luas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko terbagi menjadi 8 kategori jenis, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Resiko kredit berkaitan dengan penerimaan dan penyaluran kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Resiko likuiditas berkaitan dengan aliran kas usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Resiko Market berkaitan dengan pasar industri usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Resiko strategis berkaitan dengan strategi yang kita terapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Resiko reputasi berkaitan dengan nama baik usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Resiko legal berkaitan dengan kemungkinan kasus hokum yang akan kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Resiko compliance berkaitan dengan kepatuhan, dapat berupa kepatuhan usaha terhadap aturan yang ditetapkan pemerintah ataupun kepatuhan karyawan terhadap peraturan pemilik usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Resiko proses berkaitan dengan proses bisnis dari usaha yang kita jalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber resiko saya bagi menjadi 3 bagian, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Risiko Lingkungan (Eksternal) adalah Kekuatan-kekuatan lingkungan yang menghalangi atas pelaksanaan strategi dan tujuan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Risiko Proses (Internal) adalah proses bisnis yang tidak terdefinisikan secara jelas sehingga dimungkinkan terjadinya jurang pemisah antara strategi dan tujuan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Risiko Informasi (Eksternal/Internal) adalah Adanya informasi yang tidak relevan dan tidak dapat diandalkannya informasi utk pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengelola manajemen resiko usaha anda maka kita harus mempunyai kerangka manajemen resiko. Kerangka menajemen resiko menurut AS/NZS 4360: 2004 sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan konteks, konteks disini adalah berupa tujuan perusahaan atau biasa yang disebut dengan visi dan misi perusahaan. Setelah itu tetapkan kriteria untuk mengidentifikasi resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua adalah mengidentifikasi resiko pada usaha anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga adalah menganalisa resiko yang telah kita identifikasi sebelumnya untuk menentukan tingkat pengendalian kita terhadap resiko-resiko tersebut dengan mempertimbangkan tingkat kemungkinan dan konsekuensinya terhadap tingkat resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah keempat adalah mengevaluasi resiko dengan membandingkan terhadap kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya, dan setelah itu susun prioritas resiko yang akan kita selesaikan jika resiko itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kelima adalah jika pada langkah keempat hasil evaluasi resikonya tidak dapat diterima maka kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Identifikasi evaluasi kembali opsi-opsi penanganan yang akan kita pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siapkan rencana penanganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Implementasikan rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah keenam adalah jika langkah keempat dan kelima sudah dapat diterima, maka kita tinggal memonitor dan menelaahnya saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-4710741558414632135?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/4710741558414632135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=4710741558414632135&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4710741558414632135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4710741558414632135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/04/manajemen-resiko-usaha-kecil-dan.html' title='MANAJEMEN RESIKO USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SdQHYi5ZRyI/AAAAAAAAAEA/rze5G8UaIbQ/s72-c/KONTRUKSI+MANAJEMEN+RESIKO.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-493260966950276684</id><published>2009-03-17T21:40:00.001+08:00</published><updated>2009-03-17T21:45:06.891+08:00</updated><title type='text'>Teori Ekonomi Pembangunan:</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;KONSEP PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ekonomi mengacu pada masalah negara terbelakang, sedang pertumbuhan mengacu pada masalah negara maju. Menurut Schumpeter, perkembangan adalah perubahan spontan dan terputus-putus dalam keadaan stasioner yang senantiasa mengubah dan mengganti situasi keseimbangan yang ada sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan adalah perubahan jangka panjang secara perlahan dan mantap yang terjadi melalui kenaikan tabungan dan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bedanya pertumbuhan dengan pembangunan adalah bahwa pertumbuhan lebih melihat kepada target, sedang pembangunan melihat prosesnya. Namun demikian, istilah perkembangan ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERTUMBUHAN EKONOMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua macam faktor:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sumber alam atau tanah. Yang mencakup: kesuburan tanah, letak dan susunannya, kekayaan hutan, mineral, iklim, sumber air, sumber lautan, dsb. Lewis: "Dengan hal-hal yang sama, orang dapat mempergunakan dengan lebih baik kekayaan alamnya dibandingkan apabila mereka tidak memilikinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Akumulasi Modal. Modal berarti persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat direproduksi. Apabila stok modal naik dalam batas waktu tertentu maka disebut akumulasi modal atau pembentukan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurskse: "Makna pembentukan modal adalah masyarakat tidak melakukan keseluruhan kegiatannya saat ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumsi yang mendesak, tetapi mengarahkan sebagian daripadanya untuk pembuatan barang modal, alat-alat dan perlengkapan, mesin dan fasilitas pengangkutan, pabrik dan peralatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuznets: "rasio modal output marginal atau ICOR (incremental capital-output ratio; incremental = marginal) memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi modern".&lt;br /&gt;• Organisasi. Organisasi berkaitan dengan penggunaan faktor produksi di dalam kegiatan ekonomi. Organisasi bersifat melengkapi (komplemen) modal, buruh, dan membantu meningkatkan produktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertumbuhan ekonomi modern, wiraswastawan tampil sebagai organisator dan pengambil resiko diantara ketidakpastian. Schumpeter: "wiraswastawan tidak perlu seorang kapitalis, tapi berfungsi melakukan pembaruan (inovasi)." Contoh revolusi industri di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dianggap sebagai faktor paling penting di dalam proses pertumbuhan ekonomi. Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan di dalam metode produksi sebagai hasil pembaruan atau teknik penelitian baru. Perubahan ini menaikkan produktivitas buruh, modal, dan faktor produksi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuznets: lima pola penting pertumbuhan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi modern, yaitu &lt;br /&gt;(1) penemuan ilmiah, &lt;br /&gt;(2) invensi, &lt;br /&gt;(3) inovasi atau pembaruan, &lt;br /&gt;(4) penyempurnaan, &lt;br /&gt;(5) penyebarluasan penemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pembagian kerja dan skala produksi. Spesialisasi dan pembagian kerja menimbulkan peningkatan produktivitas. Adam Smith menekankan arti penting pembagian kerja bagi perkembangan ekonomi. Pembagian kerja à perbaikan kemampuan produksi buruh à buruh lebih efisien à menghemat waktu à mampu menemukan mesin baru à produksi meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor non-ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lembaga atau faktor sosial dan budaya. Pendidikan dan kebudayaan di Barat membawa ke arah penalaran (reasoning) dan skeptisisme à menanamkan semangat baru dan memunculkan kelas pedagang baru à menghasilkan perubahan pandangan, harapan, struktur dan nilai-nilai sosial à orang dibiasakan menabung dan berinvestasi dan menikmati resiko untuk memperoleh laba. Lewis: "hasrat untuk berhemat", memaksimumkan output untuk input tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sumberdaya manusia. Pengembangan faktor manusia berkaitan dengan efisiensi dan produktivitas, yang oleh ahli ekonomi disebut pembentukan modal insani, yaitu proses peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan seluruh penduduk negara ybs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penduduk yyang melonjak cepat merupakan penghambat bagi pembangunan di negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Faktor politik dan administratif. Stabilitas politik dan administrasi yang kokoh membantu pertumbuhan ekonomi modern. Administrasi yang kuat, efisien, dan tidak korup sangat penting bagi pembangunan ekonomi. Demikian juga dengan ketertiban, stabilitas dan perlindungan hukum mendorong kewiraswastaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur politik dan administrasi yang lemah merupakan penghambat besar bagi pembangunan ekonomi negara terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI-TEORI PEMBANGUNAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teori Adam Smith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ahli ekonomi Klasik yang paling terkemuka.&lt;br /&gt;• Bukunya yang terkenal: "An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations" (1776).&lt;br /&gt;• Meyakini doktrin hukum alam dalam persoalan ekonomi à orang dibiarkan mengembangkan kepentingan pribadinya à setiap individu akan dibimbing oleh suatu "kekuatan yang tidak terlihat" atau invisible hand, yaitu pasar persaingan sempurna. Jadi, jika semua orang dibiarkan bebas akan memaksimalkan kesejahteraan mereka secara agregat.&lt;br /&gt;• Teori pertumbuhan ekonomi: &lt;br /&gt;(1) pembagian kerja, &lt;br /&gt;(2) proses pemupukan modal, &lt;br /&gt;(3) agen pertumbuhan ekonomi, &lt;br /&gt;(4) proses pertumbuhan.&lt;br /&gt;• Pembagian kerja: meningkatnya keterampilan kerja, penghematan waktu dalam memproduksi barang, penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga.&lt;br /&gt;• Proses pemupukan modal: kaum kapitalis dan tuan tanah yang mampu menabung, sedangkan kelompok pekerja diperkirakan tidak mampu menabung. Mengapa pemilik modal menanamkan modalnya? Iklim investasi? Tingkat suku bunga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teori Ricardian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Buku David Ricardo: "The Principles of Political Economy and Taxation" (1917).&lt;br /&gt;• Teori distribusi, dengan asumsi: &lt;br /&gt;(1) seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum dan angkatan kerja dalam    &lt;br /&gt;      pertanian membantu menentukan distribusi industri, &lt;br /&gt;(2) berlaku "law of diminishing return" bagi tanah, &lt;br /&gt;(3) persediaan tanah tetap, &lt;br /&gt;(4) permintaan akan gandum inelastis, &lt;br /&gt;(5) buruh dan modal merupakan input variables, &lt;br /&gt;(6) keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu atau given, &lt;br /&gt;(7) upah buruh cukup untuk hidup minimal, &lt;br /&gt;(8) harga penawaran buruh tertentu dan tetap, &lt;br /&gt;(9) permintaan akan buruh tergantung pada pemupukan modal, &lt;br /&gt;(10) terdapat persaingan yang sempurna, &lt;br /&gt;(11) pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan.&lt;br /&gt;• Atas dasar asumsi tersebut di atas, Ricardo membangun teorinya tentang saling hubungan antara tiga kelompok dalam perekonomian yaitu tuan tanah, kapitalis, dan buruh. Masing-masing kelompok mendapatkan uang sewa, keuntungan, dan upah.&lt;br /&gt;• Sewa per unit buruh adalah perbedaan antara produk rata-rata dan produk marginal. Atau keseluruhan sewa sama dengan perbedaan antara produk rata-rata dengan produk marginal dikalikan dengan banyaknya tenaga kerja dan modal yang digunakan dalam pengolahan tanah.&lt;br /&gt;• Tingkat upah ditentukan oleh cadangan upah dibagi dengan jumlah buruh.&lt;br /&gt;• Keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pembentukan modal, yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kemampuan dan kemauan untuk menabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teori Keynes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak menganalisa masalah-masalah negara terbelakang, tetapi berkaitan dengan negara kapitalis maju.&lt;br /&gt;• Bukunya yang terkenal The General Theory of Employment, Interest and Money.&lt;br /&gt;• Pendapatan total merupakan fungsi dari pekerjaan total dalam suatu negara.&lt;br /&gt;• D Y = K D I, K = multiplier, hubungan antara kenaikan investasi dan pendapatan, yaitu kenaikan tertentu pada investasi menyebabkan kenaikan yang berlipat pada pendapatan melalui kecenderungan berkonsumsi.&lt;br /&gt;• Syarat pokok kemajuan ekonomi: &lt;br /&gt;(1) kemampuan mengendalikan penduduk, &lt;br /&gt;(2) kebulatan tekad menghindari perang dan perselisihan sipil, &lt;br /&gt;(3) kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan, mempedomani hal-hal yang &lt;br /&gt;     benar- benar sesuai dengan iilmu pengetahuan, &lt;br /&gt;(4) tingkat akumulasi yang ditentukan oleh margin antara produksi dan konsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teori Schumpeter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Joseph Alois Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan ekonominya dalam buku "Theory of Economic Development" (1911).&lt;br /&gt;• Asumsi: perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan mantap (tak ada laba, tidak ada suku bunga, tidak ada tabungan, tidak ada investasi, tidak ada pengangguran terpaksa). Keseimbangan ini ditandai "arus sirkuler".&lt;br /&gt;• Pembangunan adalah perubahan yang spontan dan terputus-putus pada saluran-saluran arus sirkuler tersebut, gangguan terhadap keseimbangan yang selalu mengubah dan mengganti keadaan keseimbangan yang ada sebelumnya. Unsur utama pembangunan adalah inovasi.&lt;br /&gt;• Inovasi terdiri dari &lt;br /&gt;(1) pengenalann barang baru, &lt;br /&gt;(2) pengenalan metode produksi baru, &lt;br /&gt;(3) pembukaan pasar baru, &lt;br /&gt;(4) penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi  &lt;br /&gt;     manufaktur, &lt;br /&gt;(5) pembentukan organisasi baru pada setiap industri seperti penciptaan monopoli.&lt;br /&gt;• Pengusaha merupakan tokoh kunci di dalam analisa Schumpeter. Pengusaha adalah &lt;br /&gt;  inovator.&lt;br /&gt;• Menurutnya, matinya kapitalis disebabkan tiga hal: &lt;br /&gt;(1) kemerosotan fungsi kewiraswastaan, &lt;br /&gt;(2) kehancuran keluarga borjuis, &lt;br /&gt;(3) kerusakan kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Teori Dualistik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dualisme: keadaan bersifat ganda, tidak seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dualistik masyarakat dari J.H. Boeke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Teorinya tentang "dualisme masyarakat" merupakan teori umum pembangunan masyarakat dan pembangunan ekonomi negara terbelakang yang terutama didasarkan pada hasil kajiannya terhadap perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;• Tiga ciri manusia: semangat sosial, bentuk organisasi, dan teknik yang mendominasinya.&lt;br /&gt;• Dua sistem sosial yang sangat berbeda, namun berdampingan. Sistem sosial yang satu tidak dapat menguasai yang lainnya, secara sepenuhnya.&lt;br /&gt;• Kritik atas teori Boeke: &lt;br /&gt;(1) keinginan tidak terbatas, &lt;br /&gt;(2) buruh lepas bukan tidak terorganisasi, &lt;br /&gt;(3) mobilitas penduduk, &lt;br /&gt;(4) dualisme bukan khas ekonomi terbelakang, &lt;br /&gt;(5) dapat diterapkan pada masyarakat Barat, &lt;br /&gt;(6) bukan suatu teori tetapi deskripsi, &lt;br /&gt;(7) peralatan teori ekonomi Barat dipakai di masyarakat Timur, &lt;br /&gt;(8) tidak memberikan pemecahan terhadaap masalah pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dualistik teknologi dari Benyamin Higgins:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dualisme teknologi berarti penggunaan berbagai fungsi produksi pada sektor maju dan sektor tradisional dalam perekonomian terbelakang.&lt;br /&gt;• Higgins membangun teorinya di sekitar dua barang, dua faktor produksi dan dua sektor dengan kekayaan faktor dan fungsi produksinya.&lt;br /&gt;• Sektor industri vs non industri, perbedaan produktivitas disebabkan oleh: &lt;br /&gt;(1) modal, &lt;br /&gt;(2) penggunaan penggetahuan, &lt;br /&gt;(3) organisasi.&lt;br /&gt;• Kritik atas teori Higgins: &lt;br /&gt;(1) koefisien tidak tetap di sektor industri, &lt;br /&gt;(2) harga faktor tidak tergantung pada kekayaan faktor, &lt;br /&gt;(3) mengabaikan faktor kelembagaan, &lt;br /&gt;(4) mengabaikan penggunaan teknik penyerap buruh, &lt;br /&gt;(5) besarnya dan sifat pengangguran tersembunyi tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dualistik finansial dari Mynt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pasar uang terorganisir vs non terorganisir&lt;br /&gt;• Sektor industri dan pertanian&lt;br /&gt;• Bunga tinggi, rentenir, tuan tanah, sistem ijon, pedagang perantara, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dualisme Regional:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketidakseimbangan tingkat pembangunan antara region atau daerah karena penggunaan modal.&lt;br /&gt;• Ketidakseimbangan antar kota.&lt;br /&gt;• Ketidakseimbangan antara pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Konsep Pertumbuhan Tidak Berimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Investasi seyogyanya dilakukan pada sektor yang terpilih daripada secara serentak di semua sektor ekonomi.&lt;br /&gt;• Rostow: "agar suatu ekonomi dapat melampaui tahap masyarakat tradisional dan mencapai tahap tinggal landas maka yang penting ialah meningkatkan laju investasi produktif dari 5% atau kurang hingga menjadi 10% atau lebih".&lt;br /&gt;• Strategi Hirchman: "dengan sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian, sesuai dengan strategi yang dirancang sebelumnya, adalah cara yang terbaik untuk mencapai pertumbuhan pada suatu negara terbelakang. Investasi pada industri atau sektor-sektor perekonomian yang strategis akan menghasilkan kesempatan investasi baru dan membuka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih lanjut. Pembangunan sebagai rantai disequilibrium".&lt;br /&gt;• Menimpangkan perekonomian melalui modal overhead sosial (MOS) dan melalui kegiatan langsung produktif (KLP).&lt;br /&gt;• Penilaian: realistis dan memopertimbangkan semua aspek perencanaan pembangunan.&lt;br /&gt;• Keterbatasan: &lt;br /&gt;(1) kurang perhatian pada komposisi, arah dan saat pertumbuhan tidak berimbang, &lt;br /&gt;(2) mengabaikan perlawanan, &lt;br /&gt;(3) di luar kemampuan negara terbelakang, &lt;br /&gt;(4) kekurangan fasilitas dasar,&lt;br /&gt;(5) kekurangan mobilitas faktor, &lt;br /&gt;(6) timbulnya tekanan inflasi, &lt;br /&gt;(7) dampak-kaitan tidak didasarkan data, &lt;br /&gt;(8) terlalu banyak penekanan pada keputusan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Teori Rostow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahap pertumbuhan ekonomi: &lt;br /&gt;(1) masyarakat tradisional, &lt;br /&gt;(2) prasyarat untuk tinggal landas, &lt;br /&gt;(3) tinggal landas, &lt;br /&gt;(4) dewasa (maturity), &lt;br /&gt;(5) masa konsumsi massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Masyarakat tradisional: suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan teknologi pra-Newton dan sebagai hasil pandangan pra-Newton terhadap dunia fisika.&lt;br /&gt;• Prasyarat tinggal landas merupakan masa transisi dimana prasyarat-prasyarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. Di Eropa Barat, prasyarat tinggal landas didorong atau didahului oleh empat kekuatan yaitu renesans atau era pencerahan, kerajaan baru, dunia baru, dan agama baru atau reformasi.&lt;br /&gt;• Tahap tinggal landas merupakan titik yang menentukan di dalam kehidupan suatu masyarakat ketika pertumbuhan mencapai kondisi normal dan kekuatan modernisasi berhadapan dengan adat-istiadat dan lembaga-lembaga. Periode ini memerlukan waktu dua dasawarsa. Tiga syarat tinggal landas adalah &lt;br /&gt;(1) kenaikan laju investasi produktif, misalnya dari 5% atau kurang ke lebih dari 10% &lt;br /&gt;     dari pendapatan nasional, &lt;br /&gt;(2) perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju   &lt;br /&gt;     pertumbuhan yang tinggi, &lt;br /&gt;(3) hadirnya secara cepat kerangka politik, sosial dan organisasi yang menampung hasrat ekspansi di sektor modern tersebut dan memberikan daya dorong pada pertumbuhan.&lt;br /&gt;• Tahap maturity didefinisikan sebagai tahap ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumberdaya mereka.&lt;br /&gt;• Era konsumsi massa besar-besaran ditandai dengan migrasi ke pinggiran kota, pemakaian mobil secara luas, barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga yang tahan lama. Pada tahap ini perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan, dari persoalan produksi ke konsumsi dan kesejahteraan dalam arti luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Teori Leibenstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terkenal dengan teori Upaya Minimum Kritis Leibenstein.&lt;br /&gt;• Tesis: negara terbelakang dicekam oleh lingkaran setan kemiskinan yang membuat mereka tetap berada di sekitar tingkat keseimbangan pendapatan per kapita yang rendah.&lt;br /&gt;• Untuk mengatasinya dengan "upaya minimum kritis" tertentu yang akan menaikkan pendapatan per kapita pada tingkat di mana pembangunan yang berkesinambungan dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;• Setiap ekonomi tunduk pada "goncangan" (yang menurunkan Y/cpt) dan "rangsangan" (yang meningkatkan Y/cpt).&lt;br /&gt;• Laju pertumbuhan penduduk merupakan fungsi dari pendapatan per kapita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Teori Myrdal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Teori Myrdal mengenai Dampak Balik (backwash effects)&lt;br /&gt;• Gunar Myrdal: Economic Theory and Underdeveloped Regions (1957)&lt;br /&gt;• Pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab-menyebab sirkuler yang membuat si kaya mendapat keuntungan semakin banyak, dan mereka yang tertinggal di belakang menjadi semakin terhambat. Dampak balik (backwash effects) cenderung membesar dan dampak sebar (spread effects) cenderung mengecil. Secara kumulatif kecenderungan ini semakin memperburuk ketimpangan internasional dan menyebabkan ketimpangan regional diantara negara-negara terbelakang.&lt;br /&gt;• Tesis Myrdal: membangun teori keterbelakangan dan pembangunan ekonominya di sekitar ide ketimpangan regional pada taraf nasional dan internasional.&lt;br /&gt;• Ketimpangan regional: berkaitan erat dengan sistem kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba.&lt;br /&gt;• Ketimpangan internasional: perdagangan internasional mungkin mempunyai dampak surut yang kuat pada negara terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Teori Pembangunan Ekonomi Fei-Ranis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• John Fei dan Gustav Ranis dalam "A Theory of Economic Development" menelaah proses peralihan yang diharapkan akan dilewati suatu negara terbelakang untuk beranjak dari keadaan stagnasi ke arah pertumbuhan swadaya.&lt;br /&gt;• Merupakan penyempurnaan dari teori Lewis mengenai persediaan buruh yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;• Teori Fei-Ranis: Suatu negara yang kelebihan buruh dan perekonomiannya miskin sumberdaya, sebagian besar penduduk bergerak disektor pertanian di tengah pengangguran yang hebat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Ekonomi pertaniannya mandeg. Di sana terdapat sektor industri yang aktif dan dinamis. Pembangunan terdiri dari pengalokasian kembali surplus tenaga kerja pertanian yang sumbangannya terhadap output nol, ke industri dimana mereka menjadi produktif dengan upah yang sama.&lt;br /&gt;• Asumsi yang digunakan: &lt;br /&gt;(1) ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang mandeg dan sektor industri yang aktif, &lt;br /&gt;(2) output sektor pertanian adalah fungsi dari tanah dan buruh saja, &lt;br /&gt;(3) di sektor pertanian tidak ada akumulasi modal, kecuali reklamasi, &lt;br /&gt;(4) penawaran tanah bersifat tetap, &lt;br /&gt;(5) kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (return to scale) yang tetap dengan buruh &lt;br /&gt;     sebagai faktor variabel, &lt;br /&gt;(6) produktivitas marginal buruh nol, &lt;br /&gt;(7) output sektor industri merupakan fungsi dari modal dan buruh saja, &lt;br /&gt;(8) pertumbuhan penduduk sebagai fenomena eksogen, &lt;br /&gt;(9) upah nyata di sektor pertanian dianggap tetap dan sama dengan tingkat pendapatan &lt;br /&gt;      nyata sektor pertanian, &lt;br /&gt;(10) pekerja di masing-masing sektor hanya mengkonsumsikan produk-produk pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berdasar asumsi tersebut, telaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi 3 tahap: (1) para penganggur tersamar, dialihkan dari pertanian ke industri dengan upah   &lt;br /&gt;      institusional yang sama, &lt;br /&gt;(2) pekerja pertanian menambah keluaran pertanian tetapi memproduksi lebih kecil &lt;br /&gt;     daripada upah institusional yang mereka peroleh, &lt;br /&gt;(3) buruh pertanian menghasilkan lebih besar daripada perolehan upah institusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penilaian: keunggulan pokok dari teori ini adalah bahwa ia menunjukkan arti   &lt;br /&gt;penting produk pertanian di dalam menghimpun modal di negara berkembang.&lt;br /&gt;• Kritik: &lt;br /&gt;(1) asumsi persediaan tanah tetap, tapi dalam jangka panjang sebenarnya berubah (2) asumsi upah institusional tetap yang lebih tinggi dari MPP, padahal tidak, &lt;br /&gt;(3) asumsi upah institusional di sektor pertanian adalah tetap, &lt;br /&gt;(4) asumsi tentang model atau ekonomi tertutup, &lt;br /&gt;(5) komersialisasi pertanian menjurus ke inflasi, &lt;br /&gt;(6) MPP bukan nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Teori Ketergantungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sebagian terbesar (sekitar 80%) penduduk di negara-negara dunia ketiga tinggal di daerah perdesaan. Mereka umumnya (sekitar 66%) bekerja di sektor pertanian. Padahal sumbangan sektor pertanian terhadap produk nasional kotor (GDP) hanya 32%.&lt;br /&gt;• Di negara berkembang, sektor pertanian memiliki produktivitas yang rendah, teknologi pertaniannya primitif, organisasinya tidak baik, terbatasnya input modal fisik dan tenaga kerja yang terdidik/terampil.&lt;br /&gt;• Umumnya perekonomian di negara-negara yang sedang berkembang berorientasi pada produksi bahan-bahan pokok sebagai saingan dari kegiatan-kegiatan produk sekunder (industri) dan tersier (jasa). Komoditi pokok ini merupakan ekspor yang penting ke negara lain.&lt;br /&gt;• Teori ketergantungan merupakan bagian dari "model-model strukturalis internasional", yang secara esensial memandang negara-negara dunia ketiga sebagai benda yang diatur oleh kekakuan struktur ekonomi dan institusional serta terperangkap dalam suasana 'ketergantungan' dan 'dominasi' terhadap negara-negara kaya. Terdapat dua jalur dalam model strukturalis internasional ini yaitu model dependensi 'neo-kolonial' dan model 'paradigma tiruan/palsu'.&lt;br /&gt;• Model dependensi neo-kolonial merupakan sisa-sisa pertumbuhan dari pemikiran Marxis. Ciri pemikiran ini adalah eksistensi dan memelihara keterbelakangan dunia ketiga, terutama sekali terhadap evolusi historis mengenai sistem kapitalis internasional yang betul-betul tidak sama dalam hubungan negara-negara kaya dan negara-negara miskin.&lt;br /&gt;• Model paradigma tiruan/palsu yaitu atribut keterbelakangan dunia ketiga mengenai kesalahan dan ketidaksesuaian nasehat yang diperoleh dengan baik tetapi negara maju/donor seringkali kurang jelas atau kekurangan bahan mengenai kondisi atau latar belakang masing-masing negara yang sedang berkembang. Negara maju/donor memberikan konnsep-konsep yang besar, struktur teoritikal yang baik dan model-model ekonometrik yang kompleks mengenai pembangunan yang seringkali menimbulkan kekurangsesuaian atau menimbulkan kebijakan-kebijakan yang keliru karena faktor-faktor institusional dan struktural (pemilikan tanah tak adil, pembagian kredit yang timpang, pengendalian finansial yang tidak tepat, dsb).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-493260966950276684?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/493260966950276684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=493260966950276684&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/493260966950276684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/493260966950276684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/03/teori-ekonomi-pembangunan.html' title='Teori Ekonomi Pembangunan:'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-4146936004822403682</id><published>2009-03-06T11:27:00.001+08:00</published><updated>2009-03-06T11:30:53.810+08:00</updated><title type='text'>Tip - Tip Mancing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SbCY1Vqa27I/AAAAAAAAAD4/R2X9gXAcjcs/s1600-h/mancing+mania.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SbCY1Vqa27I/AAAAAAAAAD4/R2X9gXAcjcs/s200/mancing+mania.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309912002785369010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://castingteam.blogspot.com/2009/02/beberapa-hal-dalam-memancing-yang-perlu.html"&gt;Tip - Tip Mancing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal dalam memancing yang perlu kita pelajari dan sebisanya kita terapkan agar sewaktu dalam kegiatan memancing tersebut kita mendapatkan suatu kepuasan yang maksimal dari aktivitas memancing tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal dalam memancing yang perlu kita pelajari dan sebisanya kita terapkan agar sewaktu dalam kegiatan memancing tersebut kita mendapatkan suatu kepuasan yang maksimal dari aktivitas memancing tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Usahakan membawa beberapa ukuran mata kail&lt;br /&gt;2. Jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi misalnya tidak adanya sambaran ikan besar terhadap umpan ubahlah mata kail ke ukuran yang lebih kecil. Mendapatkan ikan kecil lebih baik disbanding pulang tampa membawa ikan&lt;br /&gt;3. Jika menggunakan lebih dari satu set pancing usahakan menggunakan umpan yang berbeda&lt;br /&gt;4. Memancing bersama rekan pancing lainnya lebih baik daripada mincing sendiri,apabila rekan mu menggunakan teknik atau gaya memancing berbeda dan ia mendapatkan strike yang pertama janganlah malu untuk menerapkan teknik atau gaya memancing sepertinya&lt;br /&gt;5. Usahakan mengetahui apa ikan targetmu, ini akan menghindarkanmu dari hal membuang waktu percuma&lt;br /&gt;6. Apabila akan melakukan trip memancing biasakan mempersiapkan segala alat pancing dirumah&lt;br /&gt;7. Selalu mempertajam pisau pengiris umpan mu, jangan sampai waktu ingin digunakan pisau tersebut tidak bekerja dengan baik&lt;br /&gt;8. Mata kail berukuran kecil bisa mendapatkan ikan besar, mata kail besar belum tentu bisa mendapatkan ikan kecil&lt;br /&gt;9. Saat terbaik memancing ialah saat naiknya air pasang&lt;br /&gt;10. Sebelum melakukan trip memancing ketahuilah prakiraan cuaca,pasang surut air dan hal-hal lain yang berhubungan dengan alam&lt;br /&gt;11. Jika kamu melihat kawanan burung dilaut yang sedang menyambar ikan-ikan kecil dipermukaan maka hentikanlah kapal dan lemparan umpanmu disekitar burung tersebut, karena biasanya dibawahnya ada ikan pelagis ataupun ikan tongkol yang juga sedang memangsa ikan-ikan kecil yang ada dipermukaan tersebut&lt;br /&gt;12. Dua jam sebelum dan setelah mata hari terbenam dan dua jam sebelum dan setelah mata hari terbit adalah masa paling pruduktif untuk memancing&lt;br /&gt;13. Apabila melakukan trip memancing beritahulah keluargamu bahwa kamu akan melakukan trip memancing dan selalu bawalah hp yang baterainya terisi penuh&lt;br /&gt;14. Jika memacing dikarang hendaklah jangan pergi sendiri karena ombak ataupun angin laut yang bisa memecahkan kapal atau perahu tidak bisa ditebak&lt;br /&gt;15. Jika ombak tinggi dan angina laut kencang janganlah pergi memancing terlalu jauh ketengah laut&lt;br /&gt;16. Cobala memancing dengan teknik popping apabila memancing di karang&lt;br /&gt;17. Ada satu pendapat mengatakan bahwa 90% adalah ikan yang ada diarea pemancingan dan 10% nya adalah teknik pemancing tersebut&lt;br /&gt;18. Jika kamu tidak mengenal spot pemancingan yang akan kamu datangi, carilah orang yang biasa memancing di spot tersebut dan mintalah nasehat ataupun pengetahuan tentang spot tersebut&lt;br /&gt;19. Selau menyimpan ikan setelah kamu mendapatkannya, itu akan membuat kodisi ikan tetap terjaga&lt;br /&gt;20. Ketahuilah pikiran ikan. Ikan mempunyai 3 pikiran, makan, berenang dan kawin.Maka kita harus mengetahui kapan mereka makan, bagaimana mereka berenang dan kapan mereka kawin&lt;br /&gt;21. Lumba-lumba adalah sahabat, jika mereka sedang mengikuti kapal atau perahu kita hendaklah melemparkan ikan kecil ataupun udang pada mereka.&lt;br /&gt;.:: Selamat Dan Sukses ::.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-4146936004822403682?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/4146936004822403682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=4146936004822403682&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4146936004822403682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4146936004822403682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/03/komunitas-pemancing-ketapang-kal-bar.html' title='Tip - Tip Mancing'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SbCY1Vqa27I/AAAAAAAAAD4/R2X9gXAcjcs/s72-c/mancing+mania.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-4308633555725464843</id><published>2009-03-02T10:41:00.003+08:00</published><updated>2009-03-02T10:45:02.639+08:00</updated><title type='text'>10 Strategi Sukses Wawancara</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mimpi Anda mulai mendekati kenyataan ketika perusahaan yang Anda incar menyetujui proposal yang Anda ajukan. Namun, sesi wawancara akan menjadi penentu, apakah Anda bergabung atau tidak? Berikut 10 strategi sukses menjalani sesi wawancara:&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Pekerjaan rumah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu mengenai apa saja tentang perusahaan yang tengah Anda incar. Cari tahu lewat website perusahaan tersebut, apa visi dan misinya, strategi, peluang kompetitifnya, produk yang dihasilkan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Jika tidak ada website yang mendukung apa yang Anda butuhkan, carilah tahu di perpustakaan, departemen perindustrian dan perdagangan, atau sumber-sumber lain yang terkait.&lt;br /&gt;2. Berpacu dengan waktu.Ingat, peluang Anda hanya lima menit untuk memberi kesan positif pada pewawancara yang ingin mengetahui apa yang bisa Anda lakukan dengan perusahaan dan bukannya ingin Anda lakukan.&lt;br /&gt;3. Poin Jawaban Anda memang akan sekadar menjawab semua sesi wawancara, dan bukannya mencari tahu dari pewawancara. Maka, siapkan sedikitnya empat poin jawaban dan solusinya yang terkait dengan bidang pekerjaan yang tengah Anda incar. Siapa tahu pewawancara akan melempar pertanyaan itu pada Anda sebagai ujian, seberapa paham Anda pada lembaga yang nantinya. Jangan lupa, siapkan juga beberapa contoh jikalau nanti diminta.&lt;br /&gt;4. Indentifikasi Pewawancara tentu ingin memastikan bahwa perusahaan akan membayar Anda dengan imbalan sumbangsih yang bakal Anda berikan pada perusahaan. Apa kontribusi yang bisa Anda berikan, itulah yang mereka ketahui. Tunjukkan jika Anda memang layak bergabung dengan mereka sesuai keahlian yang Anda miliki.&lt;br /&gt;5. Pilihan Busana Sekali lagi, busana pilihan Anda ikut menentukan langkah kesuksesan Anda. Pastikan Anda memahami hal ini dengan memilih busana sesuai dengan posisi jabatan yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;6. 15 Menit sebelumnya Terlambat di tempat wawancara adalah kesalahan besar yang mencelakakan. Jadi, pastikan Anda paling tidak sudah berada di lokasi wawancara 15 menit sebelum wawancara berlangsung.&lt;br /&gt;7. Jalin Dialog Wawancara akan berlangsung secara dua arah. Tunjukkan rasa ingin tahu Anda dengan menjawab antusias pertanyaan yang diajukan dengan dasar saling pengertian.&lt;br /&gt;8. Berikan kebenaran Ingat, jangan pernah berikan keterangan palsu. Berikan informasi yang Anda ketahui dengan jujur dari pertanyaan pewawancara.&lt;br /&gt;9. Jangan bicarakan gaji Ingat, apa tujuan Anda bergabung dengan perusahaan tersebut? Apakah demi sebuah nominal gaji tertentu ataukah Anda ingin mengekspresikan aktualisasikan keterampilan Anda. Jangan terjebak dengan melakukan negosiasi gaji di sesi wawancara ini.&lt;br /&gt;10. 50 Persen peluang Ingat, peluang Anda dalam sesi wawancara hanyalah 50 persen saja. Namun itu sudah cukup membuat Anda berharap, atau sebaliknya, memutuskan untuk mundur saja!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-4308633555725464843?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/4308633555725464843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=4308633555725464843&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4308633555725464843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/4308633555725464843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/03/10-strategi-sukses-wawancara.html' title='10 Strategi Sukses Wawancara'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-9024017238907010814</id><published>2009-03-02T10:37:00.002+08:00</published><updated>2009-03-02T10:40:53.403+08:00</updated><title type='text'>Ponsel Bantu Pehobbi Mancing !</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SatG8KVelSI/AAAAAAAAADw/ud5lVjEJekc/s1600-h/photo+mancing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SatG8KVelSI/AAAAAAAAADw/ud5lVjEJekc/s200/photo+mancing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308414585166796066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seoul - Selain pancing dan umpan, pemancing kini punya alat bantu berupa ponsel. Dengan bantuan ponsel, kita bisa tahu di mana ikan-ikan berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponsel bisa jadi alat bantu memancing dengan menambahkan alat khusus berupa transmiter ultrasonik.&lt;span id="fullpost"&gt;Alat berbentuk peluit tersebut salah satu ujungnya dibenamkan di ponsel, sementara ujung lainnya di tali pancing. Di layar ponsel, pemancing bisa mengetahui lokasi ikan, kedalaman, dan suhu air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan tersebut segera bisa dinikmati para pengguna ponsel di Korea Selatan. Operator telekomunikasi setempat, SK Telecom, baru saja mengenalkannya sebagai upaya memenangkan persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Layanan ini butuh perangkat tambahan seharga 120.000 won (sekitar Rp 1,1 juta)," kata juru bicara SK Telecom, Lee Kyo-Hyuk, seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (24/5/2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Korea Selatan, penetrasi ponsel sudah sangat tinggi sehingga memicu operator-operator telekomunikasi untuk merilis produk dan layanan dengan seatraktif mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, di tahun 2004 SK Telecom menjadi operator pertama yang mengenalkan layanan yang memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mengusir nyamuk. Sekarang semua operator setempat memiliki layanan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Layanan pengusir nyamuk membantu kami mendatangkan 10.000 pelanggan baru setiap tahunnya," kata Lee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-9024017238907010814?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/9024017238907010814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=9024017238907010814&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/9024017238907010814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/9024017238907010814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/03/ponsel-bantu-pehobbi-mancing.html' title='Ponsel Bantu Pehobbi Mancing !'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SatG8KVelSI/AAAAAAAAADw/ud5lVjEJekc/s72-c/photo+mancing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-5123290096007047634</id><published>2009-02-04T10:42:00.001+08:00</published><updated>2009-02-04T10:50:36.520+08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN OPERASI DAN INDUSTRI KECIL</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Manajemen semakin dibutuhkan setelah adanya pemisahan antara Rumah Tangga Konsumen dan Rumah Tangga Produsen, dalam hal ini adalah dua pihak yang paling membutuhkan, di mana konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai jenis barang yang disediakan produsen, dan produsen dapat menjual barang-barangnya yang betul-betul dibutuhkan konsumen sesuai dengan selera, mode dan daya belinya.&lt;span id="fullpost"&gt;Pada saat ini terdapat kecenderungan pada perusahaan untuk dapat menggabungkan beberapa kegunaan sekaligus suatu barang, baik kegunaan waktu, tempat, maupun kegunaan bentuk. Hal ini diciptakan untuk dapat mengantisipasi kebutuhan konsumen yang bersifat heterogen (berbeda-beda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manajemen Operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi atau operations adalah kegiatan untuk mengubah masukan (yang berupa faktor-faktor produksi/operasi) menjadi keluaran sehingga lebih bermanfaat daripada bentuk aslinya. Dengan kata lain, operasi adalah kegiatan mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa. Keluaran dapat berupa barang atau jasa.&lt;br /&gt;Schroeler (1994) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan produksi dan operasi pada tiga hal, yaitu pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa, adanya system informasi yang menghasilkan barang dan jasa, serta adanya pengambilan keputusan sebagai elemen penting dalam manajemen operasi.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Dessler (1994) manajemen operasi adalah rangkaian proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Operations Management is the process of managing the resources that are needed to produce organization’s goods and services&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Produksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem adalah sekumpulan bagian-bagian yang saling berhubungan dengan satu sama lain, dan bersama-sama beraksi menurut pola tertentu terhadap input dengan tujuan menghasilkan output. Sistem produksi yaitu sekumpulan sub-sistem yang terdiri dari pengambilan keputusan, kegiatan, pembatasan, pengendalian dan rencana yang memungkinkan berlangsungnya perubahan input menjadi output melalui proses produksi. Sedangkan sub-sistem yang terlibat dalam kegiatan produksi adalah: subsistem input, subsistem output, subsistem perencanaan dan subsistem pengendalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengertian Industri Kecil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha kecil membuat produk yang khusus, unik dan spesial agar tidak bersaing dengan usaha besar, daerah pemasaran dari usaha kecil tidak terlalu luas sehinga konsumennya dapat betul-betul dikuasai dan dengan modal yang terbatas perusahaan kecil yang sukses bersifat luwes dan sering menghasilkan inovasi-inovasi. Dengan ukurannya yang kecil sering mengabaikan prinsip operasi usaha, akibatnya kebijakan perusahaan dibuat berdasarkan perkiraan, kebiasaan dan naluri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II. PERANAN MANAJEMEN BAGI INDUSTRI KECIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sasaran Pokok Industri Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan harus menentukan sasarannya, harus meneliti apakah sasaran itu bermanfaat dan dapat dicapai. Umumnya pada industri kecil ada 3 sasaran pokok yang harus diperhatikan :&lt;br /&gt;a) Kelangsungan hidup&lt;br /&gt;b) Mendapatkan laba supaya dapat membiayai pertumbuhan dan perluasan&lt;br /&gt;c) Menjamin pertumbuhan&lt;br /&gt;Sedangkan sasaran lain yang juga menentukan mati hidup perusahaan antara lain :&lt;br /&gt;a) Sasaran pemasaran, berapa luas pasar dan jumlah yang dipasarkan selama periode tertentu&lt;br /&gt;b) Sasaran karyawan, apa dan berapa karyawan yang ditambah, bagaimana meningkatkan kemampuan karyawan.&lt;br /&gt;c) Sasaran peralatan, alat-alat apa yang harus dibeli, diperbaiki dan dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perusahaan kecil dan produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen produksi menyangkut aktivitas-aktivitas yang melibatkan perencanaan, organisasi, pengarahan, pengendalian dan evaluasi keseluruhan proses dalam menciptakan barang-barang dan jasa secara tepat waktu, tepat mutu dan tepat jumlah.&lt;br /&gt;Pada Perusahaan Industri kecil terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dalam produksi, yaitu :&lt;br /&gt;a. Lokasi Perusahaan &lt;br /&gt;Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam; melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah. dan memungkinkan diadakannya perluasan usaha. &lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat kelancaran operasi perusahaan, faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama dan faktor bukan utama. Faktor utama yaitu; letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama seperti, rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah.&lt;br /&gt;b. Pengaturan dan penyusunan pabrik&lt;br /&gt;- Desain Fasilitas, Desain fasilitas produksi perlu direncanakan dengan baik, karena fasilitas produksi yang baik dan teratur para karyawan dapat bekerja dengan tenang, sementara aliran produksi dari mulai bahan mentah sampai barang jadi dapat berlangsung dengan lancar dan teratur. &lt;br /&gt;- Penentuan Layout Pabrik, Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengendalian produksi dan bahan baku&lt;br /&gt;- Proses Perencanaan Produksi, Perencanaan produksi merupakan penentuan tujuan pokok (tujuan utama) organisasi beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Kegiatan produksi dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan yaitu; Pendekatan perkembangan yang menguntungkan (Profitable Growth Approach), Pendekatan SWOT dan Pendekatan Sistem. Urutan proses produksi harus dituangkan dalam sebuah dokumen yang disebut Rout Sheet (Operation Sheet), yang dituangkan dalam bentuk gambar-gambar dan desain produk, yang kemudian dianalisa bagaimana hubungannya antar komponen yang ada dan bagaimana proses pemasangan (assemblingnya).&lt;br /&gt;- Proses Produksi, jenis proses produksi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu proses produksi terus menerus (Continuous processes) dan proses produksi yang terputus-putus (Intermittent Process).&lt;br /&gt;- Proyeksi Kebutuhan, Langkah yang paling awal dalam perencanaan adalah mencoba untuk mengetahui pertumbuhan maupun perkembangan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan tersebut akan merupakan dasar dari rencana kerja yang harus dilakukan oleh perusahaan. Adapun metode metode yang digunakan dalam membuat proyeksi kebutuhan sebagai berikut : metode time series, metode exponential, metode rata-rata sederhana, metode rata-rata bergerak, metode exponential smoothing, standar error dari peramalan dan analis akorelasi. &lt;br /&gt;- Pengendalian Produksi, Prinsip dalam perencanaan dan pengawasan produksi dalam berbagai macam industri tidak banyak berbeda, demikian juga dengan tujuan yang akan dicapainya. Walaupun dalam hal metode, organisasi maupun operasi masing-masing perusahaan akan berbeda. Ada dua type proses produksi terdiri dari ; type produksi untuk persediaan dan type produksi berdasarkan pesanan. Jenis persediaan secara fisik terdiri dari persediaan bahan baku/material, persediaan komponen, persediaan bahan pembantu, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Sedangkan jenis persediaan berdasarkan fungsinya adalah ; Lot size inventory, fluctuation stock, dan anticipation stock. &lt;br /&gt;- Pemeliharaan Fasilitas, Fungsi pemeliharaan dan penanganan bahan merupakan dua fungsi pelayanan yang sangat penting dalam kegiatan produksi. Pemeliharaan fasilitas produksi jika dilaksanakan secara teratur akan beroperasi secara efektif. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas biasanya ditugaskan kepada teknisi pabrik, yang berada di bawah kepala teknisi. Jenis-jenis pemeliharaan yaitu pemeliharaan preventif, perbaikan dan pemeliharaan kondisional &lt;br /&gt;- Penanganan Bahan (Material Handling), Setiap perusahaan akan terlibat dalam masalah transportasi (pengangkutan) bahan atau penanganan bahan. Karena dalam hal ini akan menyangkut proses pemindahan bahan, pemindahan produk dalam proses dan pemindahan produk jadi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penanganan bahan adalah; jalur pengangkutan, sifat obyek yang diangkut, karakteristik bangunan, keadaan ruangan dan kapasitas peralatan. &lt;br /&gt;- Pengawasan Mutu, Kegiatan yang berkaitan dengan mutu produk meliputi beberapa tahapan yaitu: pemasaran dan riset pasar, disain/spesifikasi rekayasa dan pengembangan produk, pengadaan, perencanaan dan pengembangan proses, produksi, inspeksi, pengetesan dan pengujian, pengemasan dan penyimpanan, penjualan dan distribusi, pemasangan dan operasi, bantuan teknik dan perawatan, pembuangan purna pakai. Secara terperinci tujuan pengawasan mutu adalah: &lt;br /&gt;• Agar produk hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan. &lt;br /&gt;• Mengusahakan agar biaya pengawasan dapat ditekan seminimal mungkin. &lt;br /&gt;• Mengusahakan agar biaya disain dari produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat diperkecil. &lt;br /&gt;• Mengusahakan agar biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin. &lt;br /&gt;Pelaksanaan Pengawasan Mutu dan Syarat Pengukuran yang intensif akan menyangkut pengawasan bahan baku dan komponen-komponen produk, proses produksi dan produk akhir. Pengawasan mutu tidak hanya berlaku pada produksi manufacturing tetapi berlaku juga bagi produksi jasa, seperti Rumah Sakit. Travel dan Perbankan. Pelaksanaan pengawasan mutu meliputi aspek pengukuran dan aspek penilaian. Sedangkan pengukuran pelaksanaan pengawasan mutu harus melalui 3 syarat utama yaitu; ketepatan (validitas) dapat diandalkan (Reliabilitas) dan kepraktisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perusahaan kecil dan pemasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasaran antara lain :&lt;br /&gt;• siapa dan berapa jumlah calon pembeli produk anda, dimana mereka berada, tingkat umur mereka, berapa kira-kira pendapatan mereka.&lt;br /&gt;• Apa keistimewaan dan kelemahan pesaing anda.&lt;br /&gt;• Bagaimana perkembangan dan pergeseran selera pembeli terhadap produk anda.&lt;br /&gt;• Bagaimana kerjasama penyalur anda selama ini.&lt;br /&gt;Sistem Pemasaran, Perencanaan Produksi dan Pengembangan Usaha &lt;br /&gt;Pengusaha kecil dalam mengelola pemasarannya, mengandalkan kebiasaan-kebiasaan yang bersifat naluriah dan perkiraan. Persaingan semakin ketat oleh karena itu pengelolaan pemasaran harus didasarkan atas fakta-fakta yang nyata dan data-data yang memadai. Sistem pemasaran pada perusahaan kecil akan menyangkut masalah; kebijakan produk, pengemasan produk dan kebijakan harga. Pola penyerahan barang dari pihak penjual kepada pembeli melalui beberapa cara diantaranya: Loko gudang, Eks gudang, Frangko, Free on board (FOB), Free On Rail (FOR). Cost and Freight (C &amp; F) Free Along Side Ship (FAS) dan Cost Insurance and Freight (CIF). Kegiatan sistem pemasaran pada perusahaan kecil yaitu perlu adanya promosi dengan berbagai cara misalnya: potongan harga, penjualan kredit, pemberian contoh barang, pameran- pameran, undian dan pemberian kupon, periklanan dan menjadi sponsor dalam kegiatan kemasyarakatan. Pengembangan usaha kecil dapat melalui penetrasi pasar, perluasan pasar, pengembangan produk dan diversifikasi produk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perusahaan Kecil dan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan kecil demi eksistensinya dan masa depannya harus mengelola keuangannya secara ketat dan berdisiplin. Perusahaan harus mempunyai minimal :&lt;br /&gt;• Berapa rencana pemasukan per tahun yang kemudian dibagi-bagi menjadi perbulan.&lt;br /&gt;• Berapa rencana pengeluaran pertahun yang juga dibagi-bagi menjadi perbulan.&lt;br /&gt;Dengan rencana keuangan yang sederhana ini memungkinkan perusahaan mengendalikan keuangannya dengan berencana demi mencapai hasil perusahaan yang maksimal. Setelah menyediakan dana untuk investasi dasar sebagai awal mula usaha, pengusaha harus memikirkan dan menyisihkan sebagian dana untuk modal operasi (pembelian bahan, cadangan kas untuk gaji, administrasi, operasional dll)&lt;br /&gt;Pembukuan dalam perusahaan biasanya dikaitkan dengan catatan keuangan perusahaan, dan catatan yang baik merupakan landasan bagi pengelolaan keuangan. Data yang dicatat tergantung kepada jenis dan kegiatan usaha serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, dimana setiap proses pencatatan dimulai dengan daftar inventaris, buku harian, selanjutnya membuat laporan keuangan yang berbentuk Neraca dan Laporan Rugi Laba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perusahaan Kecil dan Sumber Daya manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen sumber daya manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen manusia, yang berdasarkan empat prinsip dasar yaitu; Pertama sumber daya manusia merupakan harta perusahaan yang paling penting, Kedua, peraturan atau kebijakan prosedur yang berkaitan dengan manusia saling berhubungan, Ketiga, kultur perusahaan yang berasal dari kultur sumber daya manusia. Pendekatan manajemen sumber daya manusia meliputi; pendekatan konvensional, pendekatan kompromistis dan pendekatan kontemporer. Fungsi manajemen sumber daya manusia terdiri dari fungsi perencanaan, pengadaan, pengadaan dan pembinaan, dan pemberian kompensasi. &lt;br /&gt;a. Desain dan Analisis Pekerjaan &lt;br /&gt;Desain pekerjaan adalah suatu fungsi komplek karena memerlukan pemahaman baik terhadap variabel teknik maupun variabel sosial, jika variabel tersebut diabaikan maka pekerjaan tidak dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Alasan pelaksanaan desain pekerjaan karena: sering terjadi konflik, sifat yang heterogen dari setiap individu, dan perubahan karakter dari setiap individu. Sasaran pokok dari desain pekerjaan untuk: manusia, menentukan kombinasi antara mesin, dan bahan baku yang paling ekonomis. &lt;br /&gt;b. Pembinaan Sumber Daya Manusia &lt;br /&gt;Pembinaan tenaga kerja (sumber daya manusia) dalam suatu perusahaan, diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan pekerjaan. Pembinaan karyawan tidak terlepas dari hubungan antara pimpinan dan bawahannya, karena pembinaan ini melibatkan pimpinan sebagai pembina dan karyawan sebagai orang yang dibina. Keteladanan seorang pimpinan merupakan faktor utama dalam membina para karyawannya disamping penguasaan secara umum terhadap berbagai jenis pekerjaan. Pembinaan karyawan suatu perusahaan akan meliputi pembinaan loyalitas, hubungan kerja, moril dan semangat kerja, disiplin kerja dan mental spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III. KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya menindaklanjuti penerapan manajemen produksi dan operasi tersebut maka industri yang berbasis industri kecil khususnya perlu dikembangkan dengan baik sejalan dengan berhasilnya berbagai pengembangan produk-produk industri serta dipengaruhi oleh kontinuitas pengadaan dari berbagai sumber bahan baku untuk industri.&lt;br /&gt;Pemberdayaan industri kecil secara khusus memerlukan dukungan secara terpadu dari berbagai sektor, sektor pertanian, kehutanan dan pertambangan sebagai penghasil bahan baku, sektor industri dan perdagangan, sektor keuangan dan berbagai sektor lainnya.&lt;br /&gt;Pengembangan usaha Industri Skala Kecil diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di pedesaan dalam rangka peningkatan pendapatan petani/pengusaha kecil dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-5123290096007047634?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/5123290096007047634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=5123290096007047634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/5123290096007047634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/5123290096007047634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/02/manajemen-operasi-dan-industri-kecil.html' title='MANAJEMEN OPERASI DAN INDUSTRI KECIL'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-2528697239295479895</id><published>2009-02-04T10:21:00.004+08:00</published><updated>2009-02-04T10:41:40.713+08:00</updated><title type='text'>POTRET KEMISKINAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SYj9pe_uzhI/AAAAAAAAADI/SVMsYJsFBgs/s1600-h/DSC06609.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 60px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SYj9pe_uzhI/AAAAAAAAADI/SVMsYJsFBgs/s320/DSC06609.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298763850738224658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sosok sang pejuang hidup&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lama dari mereka terbuang,begitu mudah tersingkirkan.Di tengah kezaliman,mengantar ruang kenistaan.Bertahan dari keadaan,berjuang untuk hidup.Bukan mereka pemalas, ataupun pembual belaka adanya.Mandi keringat,banting tulang tak segan mereka lakukan,meskipun hanya untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Teringat kembali ku pada sebagian kisah diantaranya,..mati bersama yang tersayang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersama 4 buah hatinya,pemulung lusuh mencoba bertahan,istri menghilang pergi bersama kelaliman, tanpa kesetiaan dan tanggung jawab.Menyusuri jalan,mengais bersama sampah,bau busuk sahabatnya.Tak malu ia menunggu,… sebagian orang yang membuang sisa makanannya.Ya,… ya,.. hanya tuk bertahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidup yang selalu di hampiri kesedihan,setiap pulang buah hatinya kian selalu menanyakan “bapak bawa apa?”,”ibu kapan pulang?”,”kenapa kami tak sekolah?”,pedih,… perih,.. menusuk dalam hati yang terasa pasti.Terbesit hati tuk mengakhiri penderitaan yang di alami kian terus menghantui.Pemulung itu mencoba meracuni buah hatinya dan mati bersama mereka.Di putuskannya hal itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan menjual apa apa yang masih dia punya dan apa apa yang ada,di belikannya baju baju indah tuk buah hatinya,di belikannya makan makanan lezat tuk buah hatinya dan meracuninya.,,,&lt;br /&gt;“ Nak sini, kita berkumpul,bapak ada kabar gembira untuk kalian. Hari ini bapak banyak rejeki,maka bapak belikan ini untuk kalian,dan baju ini dari ibu kalian.Besok ibu… ingin bertemu kalian dengan memakai baju ini,besok pagi sekali kita berangkat,maka pakailah baju ini sekarang supaya besok tidak terlambat”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Serasa angin syurga menyapa anak anak itu, ceria dengan baju baju itu .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sekarang makanlah kalian”&lt;br /&gt;“Tidak,.. kami mau bapak yang menyuapin kami” Sahut anak sulungnya&lt;br /&gt;Senyum bersama tangis hati, merona di muka pemulung,”Baiklah,, bapak akan menyuapin kalian satu persatu,dari puteri(anak bungsu) dulu ya,,?”&lt;br /&gt;Mengangguk mereka seraya tak sabar menunggu.Satu persatu di suapinnya,penuh keceriaan di muka mereka dan seusainya di suruh tidur mereka,saatnya giliran pemulung yang makan makanan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersama malam gelap gulita,…tlah terasa senja tiba,manakala menyapa seorang teman dari pintu luar…. Guna mengajak mengais sampah.&lt;br /&gt;“Di….. wardi… kamu gak kerja ya…?”&lt;br /&gt;Terbangun kaget pemulung… “Di mana aku,..ini Syurga.. apa Neraka..?”&lt;br /&gt;Melihatnya ke samping buah hatinya masih tertidur,mencoba membangunkan mereka,.. dan,… tak bangun jua,…&lt;br /&gt;“Mereka,… mereka,… tlah mati,… aku,..membunuh mereka,kenapa ku tak bersama mereka?”&lt;br /&gt;Hanya tangis kesedihan penuh penyesalan,.. karena terundang suara tangisan,sesegera mungkin teman di luar,masuk rumah pemulung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekarangpun pemulung itu harus meratapi kesedihannya di balik jeruji besi.&lt;br /&gt;Sebenarnya siapa yang seharusnya merasa paling bersalah dalam kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-2528697239295479895?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/2528697239295479895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=2528697239295479895&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2528697239295479895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/2528697239295479895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/02/potret-kemiskinan.html' title='POTRET KEMISKINAN'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ao8E8uYQILY/SYj9pe_uzhI/AAAAAAAAADI/SVMsYJsFBgs/s72-c/DSC06609.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-7271603062369119263</id><published>2009-01-03T19:46:00.001+08:00</published><updated>2009-01-03T19:48:08.499+08:00</updated><title type='text'>Revolusi Teori Ekonomi Mikro dan Makro</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Persaingan Tidak Sempurna Piero Sraffa dan Joan. V. Robinson&lt;br /&gt;1.Perkembangan pemikiran Neoklasik menerima berbagai kritik yang dikemukakan tajam dari para ahli ekonomi sejarah, dan kelembagaan. Kritik itu senantiasa tidak setuju dengan asumsi-asumsi yang digunakan oleh pemikir ekonomi klasik dan neo-klasik, Kritik itu mendapat peluang untuk dikaji oleh pemikir Neoklasik, yang akhirnya melahirkan teori-teori persaingan tidak sempurna, seperti dikemukakan oleh Sraffa dan Robinson.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;2. Analisis neoklasik yang dikemukakan Sraffa, bahwa pada kurva biaya rata-rata ada bagian yang menurun, maka tidak mungkin terjadi dalam kenyataan struktur pasar persaingan sempurna. Justru struktur monopoli banyak ditemukan dalam kenyataannya. Dengan demikian andaian-andaian yang digunakan dalam struktur pasar persaingan sempurna tidak realistik. Robinson memperkuat argumantasi sraffa baik dalam berbagai tulisannya, maupun pada bukunya yang berjudul The Economic of Imperfect Competation. Perusahaan skalanya semakin besar, dijumlahnya pun tidak banyak, sehingga mereka dapat mempengaruhi jumlah produksi di pasar, dan sekaligus menetapkan harga yang tinggi.&lt;br /&gt;3. Dengan meningkatnya harga akan menciptakan laba maksimum. Oleh karena itu akan dapat mengundang saingan sendiri untuk masuk ke pasar, sehingga tingkat laba menjadi normal kembali. Bagi perusahaan-perusahaan yang telah established, telah sukses dan telah berdiri lama mempunyai good-will terhadap langganan-langganannya, sehingga merupakan rintangan bagi yang baru atau yang akan memasuki pasar. Di samping itu perusahaan yang sukses ini akan selalu menciptakan rintangan-rintangan masuk, seperti memperbanyak produksi, menurunkan harga, pelayanan yang memuaskan, kredit dan sebagainya.&lt;br /&gt;Persaingan Monopolistis dan Keseimbangan Perusahaan Monopolitis &lt;br /&gt;1. Pemikiran Chamberlin sering terasing dan tidak riil tentang teori ekonomi, bukan karena kesalahan metodenya, tetapi karena asumsi-asumsi yang digunakan tidak sesuai dengan kenyataan ekonomi yang terjadi. Chamberlin mengamati bahwa kondisi untuk persaingan sempurna sudah tertinggi, sehingga dia menyusun teori persaingan monopoli. Kalau sebelumnya ada dua macam struktur pasar yakni persaingan sempurna dan monopoli murni, maka Chamberlin melihat bahwa kedua sruktur ditemukan serempak dalam kenyataan, yakni persaingan terjadi, tetapi dengan struktur monopoli, pertanda-pertanda terjadinya persaingan monopoli antara lain terlihat dengan adanya kegiatan iklan, korting harga, goodwill perusahaan, pembayaran dengan kredit, dan peranan konsumen yang lemah dalam penentuan harga barang. Secara ekonomis masih dilakukan analisis dengan peralatan analisis marjinal.&lt;br /&gt;2. Monopolistic competition (persaingan monopoli) terjadi karena setiap produsen menghasilkan produk yang hampir sama, masing-masing produk mempunyai ciri-ciri khusus, sifat-sifat tersendiri, sehingga menimbulkan preferensi pada konsumen. Masing-masing barang mempunyai keunggulannya. Itulah yang dia monopoli, tidak ada pada orang lain. Tetapi karena loyalitas konsumen terhadap merk barang, maka ini pun menimbulkan monopoli. Meskipun dalam pasar mereka melakukan persaingan, baik dalam perluasaan pasar dengan melalui berbagai kegiatan iklan, maupun dalam hal kebijaksanaan harga.&lt;br /&gt;3. Keseimbangan perusahaan tidak lagi dalam kondisi optimal, karena perusahaan-perusahaan itu telah mampu mengontrol harga, dan pengeluaran-pengeluaran untuk biaya penjualan meningkat, sedangkan ongkos tetap produksi per satuan meningkat. Hal terakhir ini terutama disebabkan terjadinya under capacity dalam produksi, sehingga tingkat harga menjadi mahal. Selanjutnya under-capacity ini dapat dipakai sebagai strategi untuk rintangan masuk ke pasar industri.&lt;br /&gt;4. Struktur pasar yang oligopoli, mengakibatkan George Stigler menyusun teori tentang kurva permintaan yang patah (kinky demand curve). Hal ini terjadi, antara lain disebabkan oleh tingkat harga yang stabil. Harga yang stabil ini dapat juga disebabkan selera dan teknologi yang stabil, kelemahan administrasi, faktor terjadinya kolusif. Meskipun demikian, jika suatu perusahaan dalam struktur oligopoli menaikkan harga, belum tentu akan diikuti oleh saingannya, tetapi cenderung terjadi bilamana satu perusahaan dalam oligopoli menurunkan harga maka lawan-lawannya akan mengikuti. Bukti-bukti yang ditemukan belum memanfaatkan berlakunya teori ini. Tetapi, kemungkinan berbagai kelemahan masih belum dapat diatasi. Teori untuk struktur oligopoli belum dapat digeneralisasikan, karena masing-masing mempunyai ciri-ciri khas tersendiri, sehingga perilakunya sukar untuk diprediksi. Hal ini kembali ke persoalan faktor personal dan impersonal. Dalam struktur oligopoli khususnya, dan persaingan tidak sempurna umumnya kebijaksanaan harga cenderung bersifat personal.&lt;br /&gt;Monopoli, Oligopoli dan Konsentrasi &lt;br /&gt;1. Pembatasan struktur pasar monopoli murni telah berlangsung sejak masa ekonomi Klasik, tetapi struktur pasar oligopoli relatif baru. Kenyataan ekonomi telah berubah selama akhir abad ke-19 sampai dengan 1930-an, sehingga lahir teori persaingan tidak sempurna, dan secara lebih khusus timbul struktur pasar persaingan monopoli dan oligopoli. Dalam hal tertentu, struktur pasar oligopoli dapat dikatakan sebagai persaingan monopoli terutama untuk oligopoli yang berdiferensiasi.&lt;br /&gt;2. Berbagai bentuk struktut oligopoli telah dibicarakan, antara lain oligopoli penuh, oligopoli parsial, oligopoli yang kolusi dan nonklusif, oligopoli terbuka, dan oligopoli tertutup dan oligopoli homogen dan berdiferensiasi, serta oligopoli pimpinan baik yang simetrik maupun nonsimetrik.&lt;br /&gt;3. Teori oligopoli sulit untuk menggeneralisasikannya, karena perilakunya telah bersifat personal, sehingga ada teori untuk tipe-tipe tertentu oligopoli. Perilaku harga pada oligopoli pimpinan juga tergantung apakah tipenya simetrik atau nonsimetrik. Kalau simetrik maka terjadi persaingan harga, tetapi kalau nonsimetrik tingkat harga pimpinan diikuti atau dijadikan pedoman bagi perusahaan-perusahaan yang relatif kecil.&lt;br /&gt;4. Masalah yang menjadi kontroversi dalam teori oligopoli adalah terjadinya indeterminasi, yakni tidak adanya penyelesaian keseimbangan yang unique, karena masuknya faktor-faktor nonekonomi dan tidak adanya koordinasi baik langsung maupun tidak langsung di antara perusahaan-perusahaan yang independen. Tetapi, kalau di antara perusahaan itu terjadi kolusi, maka kondisi monopoli terjadi, dan perilaku perusahaan-perusahaan tersebut terkoordinir baik langsung maupun tidak langsung. Kolusi formal atau tidak formal, dalam usaha untuk mengatasi risiko ketidakpastian yang mendatangkan berbagai kerugian.&lt;br /&gt;5. Hubungan antara struktur dengan perilaku yang dikaitkan dengan kinerja industri semakin mantap digunakan dalam pembahasan-pembahasan oligopoli khususnya, persaingan tidak sempurna umumnya, karena telah ditemukannya cara-cara pengukuran tingkat konsentrasi. Dengan ukuran ini, dapat ditentukan tidak hanya tingkat atau derajat oligopoli, tetapi derajat monopoli dalam suatu barang-barang atau jasa. Misalnya, semakin tinggi konsentrasi, akibat terjadinya akumulasi modal yang semakin tinggi, dan di pihak lain terjadi perolehan&lt;br /&gt;REVOLUSI TEORI EKONOMI MAKRO &lt;br /&gt;Depresi Ekonomi dan Relevansi Teori &lt;br /&gt;1. Depresi ekonomi yang terjadi pada tahun-tahun 1930-an telah mendatangkan musibah bagi kegiatan ekonomi, yang mendatangkan pengangguran yang luar biasa. Pengangguran berarti yang tidak mempunyai sumber penghasilan yang secara ekonomis tidak mempunyai daya beli. Apa yang diproduksi tidak dapat diserap pasar, yang berakibat perusahaan-perusahaan (produsen) mengurangi produksi, sehingga kegiatan ekonomi menurun dunia telah kelebihan penawaran karena produksi tidak terbeli.&lt;br /&gt;2. Para ahli ekonomi mencoba mencari sebab-musabab terjadinya depresi tersebut, dan mencoba untuk menyelesaikannya. Berbagai teori ekonomi yang ada ternyata tidak mampu lagi untuk menjawab persoalan-persolan yang muncul, sehingga mendorong kekuatan untuk mencari jalan ke luar. Ternyata teori-teori klasik dan neoklasik mempunyai kelemahan yang berarti, sehingga andaian-andian yang dipakainya tidak sesuai lagi dengan ekonomi.&lt;br /&gt;3. Dalam teori kesempatan kerja, teori lama itu tidak mengakui adanya pengangguran terpaksa. Mereka tidak mau berhenti dengan terjadinya penurunan tingkat upah, dan tidak bersedia bekerja dengan tingkat upah yang rendah. Pengangguran yang terpaksa ini mengganggu pembahasan teori-teori yang ada. Menurut teori ini, jika pengangguran terjadi, maka pengusaha harus menurunkan tingkat upah, sehingga semua penganggur tertampung dan keadaan tetap dalam kesempatan kerja penuh (full employment). Tetapi ada kelompok-kelompok yang tidak bersedia bekerja dengan tingkat upah yang relatif lebih rendah.&lt;br /&gt;4. Dalam teori moneter klasik dan neoklasik terjadi pula dikotomi, karena variabel-variabel riil dalam pasar barang tidak dapat dipengaruhi secara langsung oleh variabel moneter, karena fungsi uang yang netral. Kaitan antarpasar uang, pasar tenaga kerja dan pasar barang kurang erat dalam ajaran neoklasik. Uang mempunyai fungsi hanya sebagai alat tukar, tidak sebagai alat penyimpan nilai atau kekayaan, sehingga setiap penambahan uang semata-mata diperlukan untuk transaksi.&lt;br /&gt;5. Di samping persoalan tersebut, terjadi pula perbedaan paham tentang peranan pemerintah dalam mengatasi persoalan depresi ekonomi. Dalam hal ini Keynes dan beberapa ahli lainnya setuju pemerintah menggunakan pengeluaran untuk pekerjaan umum sehingga masalah depresi dapat diatasi. Tokoh yang terkenal mengajukan rekomendasi ini adalah J.M. keynes yang berjasa dalam mengajukan teori-teori baru yang merupakan revolusi dalam perkembangan teori ekonomi makro. Lingkungan pembahasan telah menjadi lebih luas, lebih menyeluruh, tidak dapat hanya dengan analisis mikro.&lt;br /&gt;Kesempatan Kerja dengan Intervensi Pemerintah &lt;br /&gt;1. Inti teori ekonomi makro yang dikemukakan J.M. Keynes adalah kecenderungan konsumsi (dipihak lain berarti kecenderungan menabung), efisiensi kapital marjinal (MEC), dan preferensi likuiditas. Selanjutnya, ketiga prinsip yang pokok ini dilengkapi dengan fungsi-fungsi permintaan, penawaran, dan fungsi produksi. Perilaku orang menabung berbeda dengan perilaku investor, oleh karena itu dapat terjadi jumlah investor yang diperlukan tidak sama dengan jumlah tabungan yang tersedia, atau sebaliknya. Tingkat investasi yang dilakukan tergantung pada MEC, sedangkan tabungan ditentukan oleh tinggi rendahnya pendapatan.&lt;br /&gt;2. Selanjutnya, penawaran uang tidak hanya untuk keperluan transaksi, pembelian barang maupun jasa, tetapi juga untuk keperluan spekulasi. Permintaan uang untuk transaksi tidak ada bedanya dengan yang ditemukan pada pasar uang klasik, tetapi permintaan yang digunakan untuk spekulasi merupakan hal yang baru sama sekali. Namun demikian, komponen yang baru ini telah mendekatkan model pembahasan ke dalam kenyataan ekonomi. Karena fungsi uang bukan semata-mata untuk media-pertukaran, tetapi juga sebagai penyimpan nilai. Dengan demikian, pada suatu waktu, penggunaan untuk spekulasi dapat meningkat, dan kebutuhan uang untuk transaksi dapat terganggu. Misalnya, jika tingkat bunga turun, kecenderungan investasi diperkirakan meningkat, tetapi dengan komponen kedua itu, harga obligasi dapat naik dan menimbulkan kelebihan penawaran. Variabel tabungan tidak dipengaruhi tingkat bunga, tetapi oleh pendapatan, sedangkan investasi yang menciptakan kenaikan pendapatan. Bukan investasi yang tergantung pada pendapatan. Oleh karena itu kegiatan ekonomi dapat mendatangkan resesi depresi. Singkatnya, fungsi investasi itu tidak stabil, sedangkan fungsi tabungan relatif stabil. Dapat terjadi investasi lebih kecil dari tabungan.&lt;br /&gt;3. Pasar tenaga kerja dihadapkan dengan persoalan adanya pengangguran terpaksa yang tidak dapat diselesaikan secara otomatis. Walaupun tingkat upah diturunkan, ada kelompok masyarakat yang tidak bersedia menerima tingkat upah terlalu rendah. Untuk mengatasi ini (karena tabungan tidak cukup untuk investasi), maka permintaan melakukan investasi. Kalau ini terjadi, maka permintaan efektif bangkit dan kecenderungan konsumsi kembali naik. Jadi aspek (C+I) merupakan komponen permintaan efektif yang mendorong roda kegiatan ekonomi.&lt;br /&gt;Kontroversi Teori Moneter &lt;br /&gt;1. Teori-teori ekonomi dari Keynes mendapat kritik yang membangun sehingga mendorong diskusi yang serius penelitian-penelitian untuk menguji hipotetisnya, serta membuka kemungkinan lahirnya teori-teori baru. Dan penelitian-penelitian itu fungsi konsumsi mempunyai berbagai variabel. Teori moneter mengalami kontroversi, karena Friedman mengulas teori kuantitas yang klasik. Penelitian-penelitian yang lebih intensif dilakukan dalam rangka mengadu teori mana yang relatif lebih sesuai dengan perkembangan kenyataan ekonomi.&lt;br /&gt;2. Efek-Keynes telah mencoba untuk melihat hubungan antara variabel harga dengan kebutuhan uang untuk transaksi preferensi likuiditas, di satu pihak, dan keperluan, untuk spekulasi di pihak lain, yang dapat mendorong tingkat bunga turun sehingga volume investasi dapat meningkat, sedangkan efek-Pigou dapat pula menjelaskan bahwa variabel kekayaan dapat mempengaruhi konsumsi. Kalau efek-Keynes dapat mempengaruhi pasar uang, sedangkan efek-Pigou mempengaruhi pasar barang. Dengan demikian timbul sintetis antara pemikiran neoklasik dan Keynes.&lt;br /&gt;3. Dalam pengembangan teori-teori konsumsi, berbagai penelitian dilakukan dan menemukan beberapa variabel yang mempunyai pengaruh pada konsumsi suatu masyarakat. Ternyata, bukan hanya pendapatan absolut saja yang berpengaruh secara berarti pada konsumsi, tetapi juga pendapatan relatif, pendapatan permanen, dan siklus kehidupan. Namun demikian, ketiga penemuan ini menyangkut jangka panjang sedangkan hipotetis pendapatan absolut adalah dengan acuan waktu jangka pendek.&lt;br /&gt;4. Friedman melanjutkan penelitiannya ke bidang teori moneter dan memugar teori kuantitas uang, Freidman menganggap bahwa uang adalah kekayaan, bukan saja dalam pengertian keuangan tetapi juga dalam arti yang luas. Permintaan akan uang ditentukan oleh tingkat harga obligasi, potensi saham, inflasi, rasio kekayaan human wealth (kekayaan yang bersifat manusiawi) dan kekayaan yang nonhuman, serta kekayaan dalam harga berlaku. Variabel terakhir ini merupakan pendapatan demikian, Friedman melihat bahwa modelnya kurang elastik terhadap variabel suku bunga, tetapi ternyata bilangan k relatif stabil daripada pengganda permintaan terhadap uang. Dalam hal membandingkan kedua model itu (model Keynes dan Friedman), perlu diingat acuan waktu masing-masing.&lt;br /&gt;Aliran Supplyside Economics &lt;br /&gt;1. Teori Unlimited Supplies of Labour merupakan teori tenaga kerja klasik yang disusun kembali oleh Arthur Lewis. Analisisnya tidak terlepas dari tradisi klasik. Tradisi klasik dalam hal ini adalah dalam mencapai pertumbuhan dengan akumulasi modal akan mengubah distribusi pendapatan dalam jangka panjang (distribusi personal), tetapi terdapat jumlah tenaga kerja berlimpah dengan tingkat upah subsisten. Sistem ekonomi ini semula terdapat di Eropa masa klasik tetapi sektor subsisten mengecil, kemudian keadaan itu dijumpai secara luas di negeri-negeri Asia. Sektor kapitaslis yang modern mempunyai tenaga kerja terampil, dengan tingkat upah tinggi, produktivitas tinggi, sedangkan di pihak lain tersebar luas sektor subsisten dengan produktivitas yang sangat rendah, teknologi tradisional dengan tingkat upah yang rendah. Pada sektor subsisten terjadi kelebihan tenaga kerja. Tingkat upah subsisten itu ditentukan dengan kebutuhan minimum atau tingkat produktivitas rata-rata pada sektor pertanian.&lt;br /&gt;2. Investasi yang dilakukan di sektor kapitalis secara umum tidak meningkatkan upah, namun lebih berarti dalam pembentukan laba dan laba ini sangat kecil yang diinvestasi kembali karena penanam modal mempunyai kepentingan di luar negeri, maka dapat terjadi ekspor modal. Ekspor modal tentunya mengurangi pembentukan modal di dalam negeri. Bahkan kebutuhan dalam negeri sebagian berasal dari impor yang relatif mahal. Keuntungan komparatif dapat dimiliki negeri ini, tetapi karena adanya proteksi maka persaingan dapat kalah dari negeri-negeri lain yang relatif mempunyai pasar bebas.&lt;br /&gt;3. Gejala-gejala kejadian ekonomi 1960-an akhirnya secara nyata ditemukan pada tahun 1970-an, di mana ekonomi tidak dapat dikelola dari segi permintaan. Dua dekade tahun setelah Perang Dunia ke-2, pendekatan kebijaksanaan yang menekankan sisi permintaan pun berakhir. Berbagai faktor yang bersifat struktural muncul yang tidak mungkin hanya dikelola secara makro melalui sisi permintaan. Baby-boom tahun 1950-an, krisis energi, regulasi ekonomi lingkungan hidup, dan persoalan persediaan pangan merupakan masalah-masalah yang tidak dapat terselesaikan dengan pengelola ekonomi permintaan. Oleh karena itu, timbul gagasan untuk mengelola ekonomi dari sisi penawaran. Pengelolaan ini diatur dari sisi permintaan pemerintah dikurangi penurunan pajak, baik pajak-pajak pendapatan, maupun pajak perusahaan dan pajak kredit investasi. Teorinya adalah mengubah perilaku dengan rangsangan. Dengan menurunnya pajak, maka pendapatan personal meningkat, return kekayaan meningkat, bunga turun dan arus investasi bertambah. Produktivitas baik, pendapatan naik, kecenderungan konsumsi naik dengan kondisi ekonomi yang lebih efisien. Dengan ekonomi yang efisien, barang-barang dapat diekspor, sedangkan impor relatif mahal dalam hal ini permintaan terhadap kenaikan upah tidak seperti pada pendekatan permintaan efektif karena inflasi relatif rendah, dan tingkat pertumbuhan relatif tinggi. Dengan demikian ekonomi terhindar dari stagflasi walaupun demikian, jika permintaan, maka keadaan sebaliknya dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Pertumbuhan Ekonomi &lt;br /&gt;1. Karena persoalan-persoalan depresi ekonomi 1930-an telah teratasi, maka muncul fenomena ekonomi yang lain di Amerika Serikat. Ada pertanda bahwa tingkat pertumbuhan penduduk menurun, tabungan lebih besar dari investasi, muncullah hipotesis ekonomi dalam keadaan stagnasi. Gejala itu menandakan menurunnya permintaan efektif keadaan itu berubah, setelah Amerika Serikat memasuki Perang Dunia ke-2, di mana permintaan efektif bangkit kembali, karena pengeluaran pemerintah untuk membiayai perang dan industri senjata.&lt;br /&gt;2. Harrod pada tahun 1939 telah menyusun model pertumbuhan ekonomi yang bertolak dari prinsip-prinsip yang dipakai Keynes. Teorinya berdasarkan 3 variabel utama, yakni tingkat pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh rasio tabungan dengan pendapatan dan rasio modal dengan tingkat pertambahan penduduk, sedangkan tingkat investasi ditentukan oleh harapan-harapan investor (pengusaha). Dengan demikian dapat terjadi ketidakstabilan dalam pertumbuhan. Artinya tingkat pertumbuhan yang direncanakan tidak sama dengan tingkat pertumbuhan yang aktual, yang menyebabkan terjadinya kelebihan produksi atau kekurangan produksi.&lt;br /&gt;3. Solow yang bertolak dari pemikiran ekonomi Neoklasik menyusun pula teori pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan teori produksi yang mengatasi kelemahan-kelemanah model Harrod-Domar. Di sini pun terdapat tiga variabel utama, tetapi unsur ketidakstabilan itu telah dihilangkan. Fungsi produksi dinyatakan dalam modal perkapita; pertambahan modal per kapita sama dengan jumlah tabungan per kapita dikurangi dengan jumlah pertumbuhan investasi per kapita. Output terbagi dua, yakni untuk konsumsi dan untuk investasi. Dalam model ini ada tiga fungsi utama, yakni fungsi produksi, fungsi tabungan, dan fungsi investasi. Dengan demikian, tingkat keseimbangan antara ketiga fungsi itu stabil yang sedang berkembang, kemungkinan terjadi perangkap-pertumbuhan, karena tingkat akumulasi modal yang kecil, bahkan tingkat pertumbuhannya dapat lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk.&lt;br /&gt;Sumber Buku Sejarah Teori-teori Ekonomi &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5306327726097038514-7271603062369119263?l=sultanblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sultanblack.blogspot.com/feeds/7271603062369119263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5306327726097038514&amp;postID=7271603062369119263&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/7271603062369119263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5306327726097038514/posts/default/7271603062369119263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sultanblack.blogspot.com/2009/01/revolusi-teori-ekonomi-mikro-dan-makro.html' title='Revolusi Teori Ekonomi Mikro dan Makro'/><author><name>SULTAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10594460878379595832</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-AWyWozoy4oU/TvPVrYnAirI/AAAAAAAAAIM/c8n5DWML4yA/s220/15122011414.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5306327726097038514.post-8875458189750163330</id><published>2009-01-03T19:40:00.001+08:00</published><updated>2009-01-03T19:54:46.775+08:00</updated><title type='text'>5 Bola Kehidupan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara".&lt;span id="fullpost"&gt;Kita akan segera megerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi empat bola lainnya * Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah *mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya. &lt;br /&gt;Bagaimana caranya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengaju pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya Kita yang dapat mengerti dan merasa "apa yang terbaik untuk kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan mengangap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya
